Adham Somantrie

Digital media communications. MBA student. Techie. Founder of siteo.us. Editor for MakeMac. And also a runner.

hi@adha.ms adhams @adhams @adham Adham Somantrie

Steve Jobs: 1955-2011

1 Comments

Published on 2011-10-06 09:58:40. 610 views.
Tagged in: apple steve

Siteous & Share Printer Friendly Version Download as PDF

Menjelang Satu Dekade iPod

iPod pertama kali diperkenalkan oleh Apple Computers pada 23 Oktober 2001 di Cupertino. Sepuluh tahun yang lalu, siapa yang bakal menyangka iPod bakal menjadi sesuatu yang populer sekitar 5 hingga 9 tahun setelah peluncurannya? Padahal awalnya hanyalah pemutar musik digital saku yang berisi harddisk mini. Hampir satu dekade usia iPod, yang awalnya hanya ada satu jenis, kini berkembang menjadi beberapa jenis untuk menyesuaikan kebutuhan penggunanya: Classic, nano, shuffle, Touch. iPod juga berevolusi menjadi iPhone dan iPad.

Lalu kira-kira bagaimana kabar iPod saat memasuki dekade kedua? Silakan baca tulisan saya di MakeMac.com: Menjelang Satu Dekade iPod.

1 Comments

Published on 2011-09-23 10:37:16. 659 views.
Tagged in: apple ipod ipad iphone

Siteous & Share Printer Friendly Version Download as PDF

iPhone 4 White

iPhone 4 White

Akhirnya iPhone 4 warna putih diluncurkan ke publik setelah ditunda berbulan-bulan. Di Indonesia pun kini sudah tersedia secara resmi. Banyak rumor yang beredar bahwa iPhone 4 putih ini memiliki spesifikasi yang berbeda dan lebih baik dibandingkan iPhone 4 hitam. Memang secara umum, spesifikasinya adalah sama antara yang putih dan hitam, seperti yang sudah pernah saya ulas sebelumnya.

Namun penundaan selama hampir 10 bulan ini membuat orang-orang gelisah dan curiga. Ada apa gerangan? Memang tampaknya persoalan warna ini sangat sepele, hanya masalah cat atau pewarnaan saja. Namun, ternyata implikasinya cukup serius bagi produk iPhone 4 itu sendiri.

Pertama adalah masalah cat dan perlindungan terhadap paparan sinar ultraviolet matahari yang membuat pihak Apple harus mencari formula baru untuk implementasi cat warna putih ini di iPhone. Lalu, desain iPhone 4 yang menggunakan kaca membuat masalah lain terhadap kamera: warna putih membuat lebih banyak cahaya yang "mengganggu". Sehingga pihak Apple harus melakukan sedikit modifikasi terkait dengan kinerja kamera. Termasuk untuk sensor kedekatan (proximoty sensor) di sisi muka iPhone 4 yang juga terganggu terkait dengan warna putih yang memantulkan cahaya. Ini dapat dilihat adanya perbedaan desain di dekat earpiece.

Karena iPhone 4 ini sendiri terdiri dari 4 varian: hitam atau putih, dan GSM atau CDMA; tentunya Apple perlu menjaga konsistensi desain produk iPhone 4 itu sendiri. Mengingat ada beberapa perbedaan minor design antara yang hitam dan yang putih, juga antara yang GSM dan CDMA karena masalah-masalah teknis.

Satu hal lagi yang menjadi pertanyaan adalah, apakah iPhone 5 akan segera menyusul dalam waktu dekat? Jika melihat dari kebiasaan Apple yang meluncurkan iPhone di WWDC pada setiap musim panas, bisa jadi tidak lama lagi kita akan bertemu dengan iPhone 5. Akan tetapi, Apple juga tidak ingin membuat umur iPhone 4 putih ini cukup pendek.

Adham Somantrie.

5 Comments

Published on 2011-05-13 09:24:57. 3697 views.
Tagged in: apple iphone white

Siteous & Share Printer Friendly Version Download as PDF

iTunes Can't See iPhone, iPod, or iPad

Sometimes, Mac user face the situation where iTunes can't see connected iPhone, iPod, or iPad. I just have faced this problem when migrating from iMac to MacBook. iTunes on my MacBook can't see my iPhone. So, I can't sync up. Even, I have migrated iTunes library from iMac to MacBook.

Common problem is about the driver, AppleMobileDevice.kext. The solution is simple, just reinstall the iTunes. But, sometimes we need more than that. Make sure you have administrator rights, and over Terminal.app type:

sudo rm -rf /System/Library/Extensions/AppleMobileDevice.kext

This next step is not necessary if you are running Mac OS X Snow Leopard (10.6), but if you still using Tiger or Leopard, type this:

sudo rm -rf /Library/Receipts/AppleMobileDeviceSupport.pkg

Quit Terminal.app, then reinstall iTunes. In common case, this is enough to solve the problem. But in some case with Snow Leopard, the problem comes back after restart. And if you got this problem, proceed to the next steps: After restarting your Mac, disconnect your device, open Terminal.app, and type:

sudo rm -rf /System/Library/LaunchDaemons/com.apple.usbmuxd.plist~orig

Then, restart your Mac. Try to reconnect your device after the restart. If the problem still exist, follow the next steps: Close iTunes, disconnect your devices. Open Terminal.app, type:

sudo rm -rf /System/Library/LaunchDaemons/com.apple.usbmuxd.plist~orig

sudo rm -rf /System/Library/Extensions/AppleMobileDevice.kext

sudo rm -rf /System/Library/PrivateFrameworks/MobileDevice.framework

Restart your Mac. Do not connect your device for a while. Install iTunes. Then connect your device. It should works well.

Adham Somantrie.

PS: I originally posted this article in Bahasa Indonesia at MakeMac : iTunes Tidak Mengenali Perangkat iPod, iPhone, dan iPad.

1 Comments

Published on 2011-03-22 11:28:02. 1246 views.
Tagged in: itunes iphone ipod ipad mac osx apple

Siteous & Share Printer Friendly Version Download as PDF

Bekerja dengan Microsoft Exchange Menggunakan iPhone

Umumnya perusahaan yang menggunakan solusi TI berbasis Microsoft akan menggunakan teknologi Microsoft Exchange bersama dengan teknologi manajemen jaringan Windows NT Domain. Termasuk untuk solusi surel (surat elektronik, e-mail) perusahaan. Terkadang, karyawan perlu mengakses surel perusahaan saat berada di luar kantor. Tidak banyak ponsel yang mendukung layanan Exchange. Memang solusi dari RIM bisa memecahkan masalah ini. Karyawan bisa mengakses surel kantor dari BlackBerry. Namun bagaimana dengan pengguna iPhone?

Sejak iPhone OS (sekarang iOS) versi 3.0, Apple sudah menambahkan dukungan penuh terhadap pengguna korporat, termasuk dukungan untuk sistem layanan Microsoft Exchange. Kini iPhone, iPad, dan iPod Touch pun dapat mengakses layanan Exchange. Sehingga aktivitas surel perusahaan dapat dilakukan dengan iPhone tanpa perlu berada di kantor.

Anda akan membutuhkan informasi berikut untuk mengkonfigurasikan layanan Exchange pada iPhone: email address, username, password, server address, dan domain. Anda dapat menghubungi bagian TI perusahaan untuk mendapatkan informasi tersebut, dan pastikan bahwa layanan Exchange dapat diakses dari "luar kantor".

Setelah informasi lengkap, maka buka aplikasi "Settings" di iPhone Anda. Pilih "Mail, Contacts, Calendar" lalu "Add Account...". Pada jenis akun, pilih "Microsoft Exchange".

Microsoft Exchange on iPhone

Setelah itu akan muncul formulir. Isikan sesuai informasi yang telah Anda dapatkan. Isian "Description" dapat Anda isikan secara bebas, misalnya nama perusahaan.

Microsoft Exchange on iPhone

Jika semua informasi sudah benar, maka Anda tinggal memilih jenis layanan yang Anda gunakan: mail (surat), contacts (buku alamat), atau calendars (kalender). Ya, selain mengakses surel Anda juga dapat menselaraskan (sync) buku telepon dan kalender.

Setelah iPhone terhubung dengan layanan Microsoft Exchange, Anda juga butuh layanan serupa dengan Mac Anda? tunggu tulisan saya selanjutnya mengenai bekerja dengan Microsoft Exchange menggunakan Mac.

Dan kini saya pun tidak perlu lagi lembur di kantor memandangi Microsoft Outlook hanya untuk sekedar merespon surel. Dapat dilakukan dengan iPhone.

Adham Somantrie.

2 Comments

Published on 2011-03-16 09:19:10. 1120 views.
Tagged in: email ios iphone apple microsoft exchange

Siteous & Share Printer Friendly Version Download as PDF

Mac AppStore

Apple AppStore, mungkin cukup fenomenal. AppStore yang terintegrasi pada iTunes dan iOS ini termasuk ide yang cemerlang. Satu tempat pemberhentian untuk segala urusan seputar aplikasi: mencari, membeli, mengunduh, mengaktualkan. Tidak hanya pengguna yang dimanjakan, para pemgembang aplikasi pun dapat dengan mudah memperkenalkan dan memasarkan aplikasi mereka. Apple pun mengambil sedikit biaya dari para pengembang, sebagai biaya "sewa tempat".

Semua pihak senang!

Apple memang bukan yang pertama dalam pasar aplikasi. Namun untuk integrasi dengan produk perangkat keras, Apple yang pertama. AppStore sukses besar. Karena harga yang menarik, pengguna lebih suka untuk membeli secara legal daripada membajak aplikasi. Seiring dengan tingginya jumlah transaksi, tentunya keuntungan yang didapat Apple dan para pengembang pun semakin tinggi.

Tidak sedikit pula pihak pabrikan perangkat keras yang mengikuti jejak Apple. Tercatat Google menyusul dengan Android Market, lalu BlackBerry AppWorld, dan Nokia dengan Ovi Store. Microsoft juga tak mau ketinggalan untuk platform Windows Phone 7 mereka, Windows Phone Marketplace. Bahkan, Intel saja punya AppUp.

Sukses AppStore untuk iOS pun dilanjutkan Apple dengan Mac AppStore untuk Mac OS X. Tentunya dengan harapan yang sama pada iOS AppStore, mengurangi resiko pembajakan aplikasi yang akan berakibat tingginya angka transaksi pembelian aplikasi.

Tapi coba kita tinjau lagi iOS AppStore. Pada iOS, Apple menutup celah instalasi aplikasi selain melalui AppStore. Secara konsep, pengguna iOS harus mengunduh aplikasi (dan membeli, untuk aplikasi non-gratis), tidak bisa membajak aplikasi. Walaupun akhirnya ditemukan pula konsep Jailbreak untuk memasang aplikasi tidak resmi.

Mac AppStore? Sebagian para pengguna Mac sadar akan potensi eksklusivitas iOS AppStore. Mereka takut nantinya, semua aplikasi Mac OS X harus diunduh (dan dibeli) melalui Mac AppStore seperti pada iOS. Bisa jadi, nanti bakal ada "Jailbreak" untuk Mac. Memang Apple belum menutup kemungkinan instalasi aplikasi dari luar Mac AppStore. Namun, dengan konsep pasar (marketplace) yang menarik ini, tentunya pengembang akan lebih menyukai Mac AppStore karena resiko pembajakan lebih kecil.

Tapi, coba kita lihat aplikasi Twitter for Mac yang eksklusif hanya tersedia di Mac AppStore. Jika semua pengembang membuat aplikasinya eksklusif Mac AppStore, maka secara tidak langsung pengguna Mac "diwajibkan" untuk menggunakan Mac AppStore.

Jika Mac AppStore ini menjadi suatu kewajiban. Bisa jadi, para pengembang aplikasi kecil yang mendapati posisi sulit. Karena untuk membuat aplikasinya terdaftar di AppStore, harus melewati serangkaian penyaringan yang terkadang aplikasi bagus dari pengembang besar pun tidak lolos. Selain itu pada iOS AppStore, para pengembang diwajibkan untuk membayar "keanggotaan", sekalipun aplikasi yang dijualnya itu gratis. Tentu ini bisa menjadi kendala tersendiri.

Bisa jadi, Steve Jobs akan menghadapi serangan balik "1984"-nya dulu jika Mac AppStore memonopoli pasar aplikasi OSX.

Adham Somantrie.

0 Comments

Published on 2011-01-10 09:57:14. 1340 views.
Tagged in: apple osx store app mac

Siteous & Share Printer Friendly Version Download as PDF

Seputar Mac dan Mac OS X

Sehubungan obrolan melalui pesan instan (instant messaging) bersama Deniar beberapa waktu lalu, yang menanyakan legalitas Mac OS X dan bundelnya bersama Mac, maka saya akan mencoba membahasnya di blog. Semoga bermanfaat.

Adham Somantrie and PowerBook Nano

Pertanyaannya adalah: "Apakah dalam setiap pembelian Mac akan juga mendapatkan sistem operasi Mac OS (beserta lisensinya)"?

Sampai saat ini, setiap pembelian Mac (iMac, MacPro, MacMini, MacBook, dan MacBook Pro) akan dibundel bersama dengan Mac OS X. Yang untuk saat ini adalah Mac OS X 10.5 Leopard. Untuk kepentingan server, tentunya menggunakan xServe dan Mac OS X Server, namun tidak dibahas dalam tulisan ini, karena tulisan ini ditujukan untuk penggunaan sehari-hari.

Namun yang perlu disadari adalah, walaupun Mac OS X dipaketkan dalam setiap pembelian Mac, Mac OS X tersebut adalah tetap perangkat lunak komersil yang untuk menggunakannya harus memiliki lisensi. Singkatnya, Mac OS X bukanlah perangkat lunak gratis. Hal ini mirip dengan komputer (PC) bermerk yang dipaketkan dengan sistem operasi Microsoft Windows Vista. Walaupun kita mendapatkan Windows dalam paket pembelian komputer, bukan berarti Windows tersebut adalah perangkat lunak yang dapat digunakan, disalin, atau didistribusikan dengan bebas tanpa batasan.

Masyarakat terkadang suka salah mengenai lisensi ini. Bukan berarti karena saya memiliki PowerBook maka dapat menginstal Leopard menggunakan DVD instalasi milik orang lain. Dalam contoh kasus ini, PowerBook dijual dengan paket sistem operasi Mac OS X 10.4 Tiger. Dimana untuk lisensi Leopard, baik instalasi penuh maupun upgrade dari versi sebelumnya (Tiger, Panther, dll.) adalah berbayar.

Tetapi tidak selalu seperti itu. Konon, upgrade dari Mac OS X 10.0 (Puma) ke 10.1 (Cheetah) adalah gratis. Ini cerita menurut MacNoto, karena saya sendiri saat itu masih bergelut dengan mesin dengan prosesor berlabel AMD.

MacNoto dan EepInside Macnoto dan EepInside dengan MacBook Pro masing-masing.

Untuk versi retail, Mac OS X Leopard single license hanya boleh digunakan pada satu unit Mac saja. Tidak peduli walaupun kita secara perseorangan memiliki lebih dari satu Mac. Namun juga ada solusi lain, misalnya lisensi Family Pack yang bisa digunakan hingga 5 (lima) unit Mac.

Memang tidak ada pilihan untuk membeli Mac tanpa disertakan paket lisensi Mac OS X. Apalagi saat ini Mac sudah menggunakan mesin berbasis Intel. Yang artinya, lebih banyak pilihan sistem operasi yang dapat digunakan oleh pengguna. Tidak seperti masa "PowerPC Mac" yang secara praktis hanya Mac OS X lah satu-satunya sistem operasi yang tersedia, walaupun sebenarnya ada sistem operasi lain yang tersedia seperti Linux, FreeBSD, dll.

Begitu juga dengan aplikasi yang ada di Mac OS X. Layaknya Windows, tersedia banyak aplikasi perangkat lunak gratis yang bisa digunakan. Di luar itu, juga tersedia aplikasi berbayar seperti shareware maupun perangkat lunak komersil, misalnya Adobe Creative Suite. Tidak bisa dipungkiri bahwa "harga" perangkat lunak tidak tergantung dari sistem operasinya. Untuk sistem operasi gratis seperti Linux, ada juga beberapa aplikasinya yang berbayar, misalnya Cedega.

Jadi, mirip seperti Windows, aplikasi untuk Mac OS X juga ada yang gratis dan ada juga yang berbayar. Tentunya tergantung dari perusahaan pengembang perangkat lunak tersebut.

Pertanyaan lain adalah: "Apakah Mac OS X dapat dibajak?"

Pertanyaan yang cukup menarik, apalagi seperti yang kita ketahui, tidak seperti Windows, Mac OS X tidak menggunakan serial number untuk instalasi maupun penggunaannya. Tapi kembali ke masalah tadi, bukan berarti Mac OS X adalah perangkat lunak bebas, karena ada aturan penggunaan dan lisensi. Walaupun ternyata satu keping DVD instalasi Mac OS X Leopard retail version dapat digunakan untuk menginstal ratusan unit Mac.

Apple sepertinya tidak terlalu ambil pusing dengan pembajakan Mac OS X. Tidak seperti Microsoft yang mana jika Windows dibajak artinya penurunan penjualan. Toh, walaupun Mac OS X dibajak, mereka tetap menggunakan mesin Mac keluaran Apple. Karena Apple tidak hanya berjualan perangkat lunak, tetapi perangkat kerasnya. Jadi mereka masih mendapatkan pendapatan dari penjualan perangkat kerasnya. Mungkin ini lah salah satu alasan kenapa Apple tidak mau melepas Mac OS X ke mesin non-Apple.

Dan hal ini terjadi ketika Apple mulai menggunakan mesin Intel. Mac OS X menjadi lebih gampang dibajak untuk digunakan di mesin non-Apple. Namun dibalik itu, konon, sebagian besar pengguna hackintosh (Mac OS X di mesin non-Apple) akan berujung dengan membeli MacBook (atau Apple Mac lainnya) . Yang artinya, adalah peningkatan penjualan bagi Apple.

26 Comments

Published on 2008-04-16 21:24:30. 4942 views.
Tagged in: osx mac apple

Siteous & Share Printer Friendly Version Download as PDF

Nike+

Archive

2004SeptemberOktoberNovemberDesember

2005JanuariFebruariMaretAprilMeiJuniJuliAgustusSeptemberOktoberNovemberDesember

2006JanuariFebruariMaretAprilMeiJuniJuliAgustusSeptemberOktoberNovemberDesember

2007JanuariFebruariMaretAprilMeiJuniJuliAgustusSeptemberOktoberNovemberDesember

2008JanuariFebruariMaretAprilMeiJuniJuliAgustusSeptemberOktoberNovemberDesember

2009JanuariFebruariMaretAprilMeiJuniJuliAgustusSeptemberOktoberNovemberDesember

2010JanuariFebruariMaretAprilMeiJuniJuliAgustusSeptemberOktoberNovemberDesember

2011JanuariFebruariMaretAprilMeiJuniJuliAgustusSeptemberOktoberNovemberDesember

2012JanuariFebruariMaretAprilMei

2004 - 2012Full Archive

© 2003 - 2012, Adham Somantrie. Bandung and Jakarta, Indonesia.
Built with Bootstrap. Made on Mac.