Adham Somantrie

Digital media communications. MBA student. Techie. Founder of siteo.us. Editor for MakeMac. And also a runner.

hi@adha.ms adhams @adhams @adham Adham Somantrie

Heart Rate Target Zone Calculator

Sebelumnya saya sudah menuliskan tentang pemantau detak jantung yang bisa digunakan saat berlari. Juga sedikit ulasan mengenai Polar Wearlink+ yang saya gunakan dengan Nike+.

Lalu, apa sebenarnya guna dari memantau detak jantung ini? Tentunya dengan semakin lengkap informasi mengenai olahraga kita, maka kita dapat lebih mengoptimalkan olahraga tersebut. Misalnya untuk mengetahui apakah kita kurang maksimal atau malah terlalu berlebihan?

Nah, detak jantung setiap individu itu unik. Tentunya untuk menganalisa kondisi jantung bukanlah hal yang gampang. Anda mungkin perlu mengunjungi dokter untuk analisa yang akurat. Namun, secara praktis tentunya ada beberapa hal yang dapat kita lakukan sebagai orang awam.

Salah satunya dengan menghitung zona atau rentang detak jantung yang optimal. Apakah untuk sekedar "menggerakkan badan", atau untuk mencapai batas maksimal kemampuan tubuh. Berlari secara "penuh" (all-out) dalam durasi yang cukup lama tentunya tidak baik juga untuk tubuh. Ada rentang tertentu yang mesti dijaga agar lari menjadi optimal, baik itu tujuannya untuk membakar lemak atau memang untuk meningkatkan kinerja.

Saya mencoba membuat aplikasi berbasis web untuk mengkalkulasikan zona detak jantung di alamat berikut, http://adha.ms/apps/heartrate/. Untuk menghitung, ada beberapa informasi yang dibutuhkan: usia, detak jantung saat tidak berolahraga (resting heart rate), dan jenis kelamin. Informasi detak jantung maksimal bersifat tidak wajib (optional). Jika tidak dimasukkan, maka aplikasi akan menghitung detak jantung maksimal Anda berdasarkan usia dan jenis kelamin. Tentu saja, karena setiap individu itu unik, maka akan lebih akurat jika Anda punya data mengenai detak jantung maksimal Anda.

Semoga lari Anda bisa lebih optimal.

— Adham Somantrie

1 Comments

Published on 2011-12-21 07:01:34. 994 views.
Tagged in: run lari app

Siteous & Share Printer Friendly Version Download as PDF

Mac AppStore

Apple AppStore, mungkin cukup fenomenal. AppStore yang terintegrasi pada iTunes dan iOS ini termasuk ide yang cemerlang. Satu tempat pemberhentian untuk segala urusan seputar aplikasi: mencari, membeli, mengunduh, mengaktualkan. Tidak hanya pengguna yang dimanjakan, para pemgembang aplikasi pun dapat dengan mudah memperkenalkan dan memasarkan aplikasi mereka. Apple pun mengambil sedikit biaya dari para pengembang, sebagai biaya "sewa tempat".

Semua pihak senang!

Apple memang bukan yang pertama dalam pasar aplikasi. Namun untuk integrasi dengan produk perangkat keras, Apple yang pertama. AppStore sukses besar. Karena harga yang menarik, pengguna lebih suka untuk membeli secara legal daripada membajak aplikasi. Seiring dengan tingginya jumlah transaksi, tentunya keuntungan yang didapat Apple dan para pengembang pun semakin tinggi.

Tidak sedikit pula pihak pabrikan perangkat keras yang mengikuti jejak Apple. Tercatat Google menyusul dengan Android Market, lalu BlackBerry AppWorld, dan Nokia dengan Ovi Store. Microsoft juga tak mau ketinggalan untuk platform Windows Phone 7 mereka, Windows Phone Marketplace. Bahkan, Intel saja punya AppUp.

Sukses AppStore untuk iOS pun dilanjutkan Apple dengan Mac AppStore untuk Mac OS X. Tentunya dengan harapan yang sama pada iOS AppStore, mengurangi resiko pembajakan aplikasi yang akan berakibat tingginya angka transaksi pembelian aplikasi.

Tapi coba kita tinjau lagi iOS AppStore. Pada iOS, Apple menutup celah instalasi aplikasi selain melalui AppStore. Secara konsep, pengguna iOS harus mengunduh aplikasi (dan membeli, untuk aplikasi non-gratis), tidak bisa membajak aplikasi. Walaupun akhirnya ditemukan pula konsep Jailbreak untuk memasang aplikasi tidak resmi.

Mac AppStore? Sebagian para pengguna Mac sadar akan potensi eksklusivitas iOS AppStore. Mereka takut nantinya, semua aplikasi Mac OS X harus diunduh (dan dibeli) melalui Mac AppStore seperti pada iOS. Bisa jadi, nanti bakal ada "Jailbreak" untuk Mac. Memang Apple belum menutup kemungkinan instalasi aplikasi dari luar Mac AppStore. Namun, dengan konsep pasar (marketplace) yang menarik ini, tentunya pengembang akan lebih menyukai Mac AppStore karena resiko pembajakan lebih kecil.

Tapi, coba kita lihat aplikasi Twitter for Mac yang eksklusif hanya tersedia di Mac AppStore. Jika semua pengembang membuat aplikasinya eksklusif Mac AppStore, maka secara tidak langsung pengguna Mac "diwajibkan" untuk menggunakan Mac AppStore.

Jika Mac AppStore ini menjadi suatu kewajiban. Bisa jadi, para pengembang aplikasi kecil yang mendapati posisi sulit. Karena untuk membuat aplikasinya terdaftar di AppStore, harus melewati serangkaian penyaringan yang terkadang aplikasi bagus dari pengembang besar pun tidak lolos. Selain itu pada iOS AppStore, para pengembang diwajibkan untuk membayar "keanggotaan", sekalipun aplikasi yang dijualnya itu gratis. Tentu ini bisa menjadi kendala tersendiri.

Bisa jadi, Steve Jobs akan menghadapi serangan balik "1984"-nya dulu jika Mac AppStore memonopoli pasar aplikasi OSX.

Adham Somantrie.

0 Comments

Published on 2011-01-10 09:57:14. 1340 views.
Tagged in: apple osx store app mac

Siteous & Share Printer Friendly Version Download as PDF

Nike+

Archive

2004SeptemberOktoberNovemberDesember

2005JanuariFebruariMaretAprilMeiJuniJuliAgustusSeptemberOktoberNovemberDesember

2006JanuariFebruariMaretAprilMeiJuniJuliAgustusSeptemberOktoberNovemberDesember

2007JanuariFebruariMaretAprilMeiJuniJuliAgustusSeptemberOktoberNovemberDesember

2008JanuariFebruariMaretAprilMeiJuniJuliAgustusSeptemberOktoberNovemberDesember

2009JanuariFebruariMaretAprilMeiJuniJuliAgustusSeptemberOktoberNovemberDesember

2010JanuariFebruariMaretAprilMeiJuniJuliAgustusSeptemberOktoberNovemberDesember

2011JanuariFebruariMaretAprilMeiJuniJuliAgustusSeptemberOktoberNovemberDesember

2012JanuariFebruariMaretAprilMei

2004 - 2012Full Archive

© 2003 - 2012, Adham Somantrie. Bandung and Jakarta, Indonesia.
Built with Bootstrap. Made on Mac.