Adham Somantrie

Blog. Design. Code. Digital. Brand.
And also a happy runner.

Kopi Hitam, Black Coffee, dan Espresso

brand business marketing opini
Published on 13 February 2017 17:51

Ada seloroh yang mengatakan bahwa kopi hitam dan black coffee itu adalah minuman yang sama, namun harganya bisa berbeda hanya karena perbedaan bahasa saja. Seloroh yang secara praktis memang benar berdasarkan fakta di lapangan. Kopi hitam yang umum ditemukan di warung pinggir jalan, harganya sangat murah. Sementara ketika kita memesan black coffee di gerai kopi, harganya lebih mahal. Apalagi, ketika pakai embel-embel espresso, americano, italiano, idunno —apalah itu— harganya bisa melonjak tajam. Kenapa ini bisa terjadi?

Alhasil banyak yang mengaitkan dengan semakin keritingnya bahasa yang digunakan, maka berdampak kepada status sosial peminumnya. Beli gengsi. Namun perihal kopi ini ternyata memang ada alasan logisnya yang menyebabkan harga bisa berbeda, bahkan bisa berbeda sangat jauh.

Read more...

2 Comments

Nike AirMax PHOTOiD

brand nikeplus social-media
Published on 19 April 2013 19:12

Nike memiliki produk NIKEiD, yakni produk yang bisa dipersonalisasi sesuai dengan keinginan pembeli. Umumnya adalah pemilihan kombinasi warna dan juga pilihan bahan. Dan tentu saja ukuran.

Jika biasanya pembeli melakukan personalisasi secara manual, sekarang dapat dilakukan dengan cara yang unik dengan adanya PHOTOiD. PHOTOiD akan menyusun kombinasi warna sepatu Nike iD Air Max 1, Air Max 90, ataupun Air Max 95 berdasarkan foto Instagram pilihan.

Read more...

0 Comments

Refreshers Very Berry Hibiscus

brand starbucks
Published on 24 December 2012 10:31

Saat perjalanan pulang (04/12) dari Singapura dalam rangka mengikuti Standard-Chartered Marathon Singapore 2012 kemarin, akhirnya saya mendapatkan kesempatan juga untuk mencicipi produk Starbucks Refreshers ini di bandar udara Changi. Sambil menunggu pintu ruang tunggu gerbang dibuka, saya menemani Lia mampir di gerai Starbucks. Awalnya saya hanya ingin memesan cokelat hangat saja, hingga saya melihat ada Refreshers di papan menu.

Saya ingin membeli Refreshers dalam format VIA (bubuk instan) agar dapat dibawa ke Indonesia. Namun sayangnya, Refreshers di gerai ini hanya tersedia dalam format handcrafted, disajikan di kedai. Pun, kalau ada dalam kemasan kaleng siap minum (ready to drink canned) tetap tidak bisa saya bawa ke kabin pesawat.

Read more...

3 Comments

Starbucks Refreshers: Minuman Energi atau Kopi?

brand business marketing starbucks
Published on 11 July 2012 10:42

Starbucks Refreshers

Kaitan antara nama Starbucks dan kopi tak bisa dipisahkan lagi. Dalam tulisan sebelumnya mengenai logo baru Starbucks di awal 2011, saya sempat menyinggung tentang hilangnya tulisan "coffee" dalam logo baru tersebut. Ya, ada kemungkinan Starbucks akan lebih dari sekedar kopi. Setelah sebelumnya meluncurkan VIA, produk kopi dalam format bungkusan (sachet). Kini Starbucks merambah minuman energi.

Starbucks Refreshers adalah minuman energi yang merupakan produk terbaru dari Starbucks. Tersedia dalam 3 format penyajian: disajikan di kedai (handcrafted), kemasan siap minum (ready to drink), dan VIA (sachet cepat saji).

Read more...

7 Comments

Logo Baru Starbucks

brand logo marketing starbucks
Published on 7 January 2011 12:46

Starbucks

Di awal 2011 ini, Starbucks mengubah lagi logonya untuk yang kesekian kalinya. Terakhir kali Starbucks mengubah logonya pada tahun 1992 yang bertahan hingga akhir 2010. Identitas putri duyung (siren) dan warna hijaunya masih dipertahankan dalam logo baru ini, namun tulisan "Starbucks" dan "Coffee" ditiadakan.

Pertama, dengan menghilangkan tulisan "Starbucks", tentu saja brand recognition akan mengandalkan bentuk dan warna logo. Untuk pasar sudah mendapatkan brand awareness Starbucks, tentu saja dapat dengan mudah mengenali Starbucks hanya dengan identitas logo dan warna. Beberapa brand seperti Nike dengan "Swoosh" dan Apple dengan buah apel tergigit juga tidak mencantumkan tulisan brand bersamaan dengan logo mereka. Tentu saja, ini hanya bisa dilakukan jika brand tersebut benar-benar sudah dikenal baik oleh pasar. Untuk Apple, dari logonya saja sudah berbentuk buah apel, ini mudah. Sama halnya dengan Shell dengan gambar kerang. Namun, untuk Nike, perlu membuat pasar mengenali logo "Swoosh" dengan baik selama bertahun-tahun.

Read more...

5 Comments

© 2003 - 2017 Adham Somantrie at Jakarta, Indonesia — the city that never sleep.
Built with Bootstrap, jQuery, FontAwesome, Isotope and Adobe Edge Web Fonts. Made on MacBook Pro.