Adham Somantrie

Blog. Design. Code. Digital. Brand.
And also a happy runner.

Menyilet Keong Racun

Published on 2010-08-01 20:38:20

Keong Racun. Sebuah judul lagu yang sedang populer di Indonesia saat ini. Tentunya tidak lepas dari dua nama berikut ini: Sinta (Sinta Nurmansyah) dan Jojo (Jovita Aditiasari). Ya, Keong Racun adalah salah satu lagu yang divideokan oleh Sinta dan Jojo secara lipsync yang mereka unggah ke situs YouTube. Konon, katanya karena mereka gagal mengunggah video tersebut ke Facebook.

YouTube Effect. Inilah salah satu kekuatan media jejaring sosial, kekuatan internet dan web 2.0. Sudah banyak yang merasakan manfaatnya. Misalnya Canon Rock yang membuat para musisi heboh. Atau si Justin Bieber yang bisa bertemu dengan produser bahkan sampai membuat album. Begitu juga dengan Sinta dan Jojo.

Tidak jarang, bahkan video dari lagu yang dinyanyikan ulang (cover version) lebih populer daripada versi artis aslinya. Misalnya saja FunTwo yang lebih populer secara statistik daripada JerryC, sang komposer. Tak heran Sinta dan Jojo bisa lebih mempopulerkan lagu Keong Racun ataupun Cinta Satu Malam daripada Lissa ataupun Melinda.

Read more...

5 Comments

Redenominasi Rupiah dan Teknologi Informasi

Published on 2010-08-04 05:29:26

Belakangan ini, isu #redenominasi santer terdengar. Banyak komentar positif maupun negatif dengan rencana kebijakan pemerintah ini. Namun, kira-kira apa dampak dari redenominasi ini terhadap dunia teknologi informasi di Indonesia?

Harga. Perangkat teknologi informasi di Indonesia memiliki harga dengan nominal yang cukup banyak. Rata-rata berkisar di angka jutaan rupiah, atau setidaknya ratusan ribu rupiah. Tentunya dengan rupiah baru hasil redenominasi akan terlihat lebih murah: komputer seharga lima jutaan (Rp.5.000.000,-) akan menjadi lima ribuan (Rp.5.000,-). Tapi tentu saja, secara angka, daya beli masyarakat pun turun seperseribu.

Tapi, pengurangan jumlah nol itu bisa berdampak secara sistemik dalam dunia teknologi informasi. Ketika angka-angka rupiah itu disimpan secara digital, maka akan ada perubahan kebutuhan penyimpanan digital. Dengan pengurangan 3 digit, jika informasi nilai rupiah itu dikirimkan melalui internet, maka ukuran informasinya bisa berkurang sebanyak 3 byte (4 byte termasuk ada satu titik yang hilang). Penghematan sebanyak 4 byte ini untuk setiap sekali penulisan nominal. Jadi misalnya di sebuah dokumen ada penulisan nominal rupiah sebanyak 10.000 kali (misalnya dokumen laporan keuangan), maka dapat menghemat hingga 40.000 byte (40KB).

Read more...

5 Comments

XL Network Rally dan PestaBlogger 2010

gelaran jalan-jalan mudik xl xlnetrally
Published on 2010-08-08 19:59:08

Kali ini roadtrip PestaBlogger 2010 (#pb2010) disemarakkan juga oleh XL Axiata dengan program XL Network Rally (#xlnetrally). Program XL Network Rally ini adalah program untuk pengujian sinyal XL yang dilakukan oleh pihak XL dengan mengundang serta pihak media untuk mencoba langsung kualitas sinyal jaringan XL. Dan tahun ini pihak blogger dari beberapa kota juga diundang untuk bergabung serta pada 6 dan 7 Agustus 2010 kemarin. Karena pihak XL Axiata mengklaim telah menggandakan kapasitas jaringannya di jalur mudik untuk mengantisipasi lonjakan trafik di musim mudik lebaran.

Saya sendiri ikut mewakili blogger Bandung untuk mengikuti program ini bersama-sama dengan Anggie, Rizal, Wardhiani, dan Wira. Jumat (6/8) pagi kami pun berkumpul di GrhaXL Bandung (Jl. LLRE Martadinata) untuk briefing, sarapan, dan mengikuti video-conference untuk pembukaan acara XL Network Rally dari Jakarta, Bandung, Jogjakarta, dan Surabaya. Oh iya, tentunya ada goodie bag dan kaos gratis! *mental gratisan*

Setelah acara resmi dibuka secara nasional, kami pun menaiki mobil yang disediakan oleh XL untuk mulai berangkat menuju Semarang, kota tempat acara puncak dilangsungkan. Untuk kloter Bandung, keberangkatan terdiri dari 4 mobil: untuk blogger, media, dan dua mobil untuk pihak XL.

Read more...

14 Comments

Balada Bulan Suci

Published on 2010-08-21 01:04:31

Banyak orang yang menanti datangnya bulan suci ini. Apalagi di Indonesia, tentunya, sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia — tapi bukanlah negara Islam, catat!

Yang biasa paling ramai adalah aturan bagi rumah (atau warung) makan untuk tutup (atau tertutup) selama bulan puasa. Jika tempat makan saja menjadi korban aturan ini, apalagi tempat hiburan. Alasan klise-nya adalah untuk menghormati bulan suci. Baiklah, tetapi kan bukan berarti ini menjadi pembenaran untuk "tempat hiburan" melakukan praktek di luar bulan suci.

Namun untuk kasus rumah makan, yang mana sebenarnya tidak ada masalah dengan hukum, karena makan itu bukanlah perbuatan yang dilarang (kecuali bagi mereka yang berpuasa ataupun di tempat-tempat tertentu seperti ruang rapat). Saya rasa tidak perlu terlalu naif untuk melarang rumah makan untuk beroperasi. Justru dengan adanya rumah makan yang beroperasi selama siang hari di bulan suci, orang yang berpuasa akan lebih merasakan tantangan dalam ibadahnya.

Read more...

3 Comments

© 2003 - 2017 Adham Somantrie at Jakarta, Indonesia — the city that never sleep.
Built with Bootstrap, jQuery, FontAwesome, Isotope and Adobe Edge Web Fonts. Made on MacBook Pro.