<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!-- generator="adhamcore/1.0" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>
<channel>
	<title>Adham Somantrie</title>
	<link>http://adha.ms/</link>
	<description>The Playground</description>
	<pubDate>Thu, 02 Sep 2010 18:09:15 -0400</pubDate>
	<generator>http://www.adhamsomantrie.com/</generator>
	<item>
		<title>Balada Bulan Suci</title>
		<link>http://adha.ms/p/373/balada-bulan-suci/</link>
		<guid>http://adha.ms/p/373/balada-bulan-suci/</guid>
		<comments>http://adha.ms/p/373/balada-bulan-suci/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Aug 2010 01:04:31 +0700</pubDate>
		<dc:creator>Adham Somantrie</dc:creator>
		<description><![CDATA[ Banyak orang yang menanti datangnya bulan suci ini. Apalagi di Indonesia, tentunya, sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia &mdash; tapi bukanlah negara Islam, catat!<br />
<br />
Yang biasa paling ramai adalah aturan bagi rumah (atau warung) makan untuk tutup (atau tertutup) selama bulan puasa. Jika tempat makan saja menjadi korban aturan ini, apalagi tempat hiburan. Alasan klise-nya adalah untuk menghormati bulan suci. Baiklah, tetapi kan bukan berarti ini menjadi pembenaran untuk "tempat hiburan" melakukan praktek di luar bulan suci.<br />
<br />
Namun untuk kasus rumah makan, yang mana sebenarnya tidak ada masalah dengan hukum, karena makan itu bukanlah perbuatan yang dilarang (kecuali bagi mereka yang berpuasa ataupun di tempat-tempat tertentu seperti ruang rapat). Saya rasa tidak perlu terlalu naif untuk melarang rumah makan untuk beroperasi. Justru dengan adanya rumah makan yang beroperasi selama siang hari di bulan suci, orang yang berpuasa akan lebih merasakan tantangan dalam ibadahnya.<br />
<br />
Di samping itu, jika rumah makan ditutup, untuk yang tidak berpuasa (orang tua renta, wanita yang sedang berhalangan, ataupun warga non-muslim) tentunya akan kesulitan untuk mencari makanan. Hal ini perlu dipertimbangkan.<br />
<br />
Mungkin solusinya adalah dengan menutup tempat tersebut agar aktivitas makan-minum tidak terlihat dari luar. Bukan menutup usahanya, sehingga usahanya masih tetap berjalan. Atau seperti beberapa rumah makan yang tidak melayani "makan di tempat" selama warga sedang berpuasa. Sehingga orang tetap dapat membeli makanan dan makan di rumahnya masing-masing.<br />
<br />
Selain itu, juga ada fenomena "gelonggong massal" di kalangan plurker. Mengambil kasus sapi gelonggong yang terjadi musiman di Indonesia, banyak orang yang melakukan praktek serupa di saat sahur dengan mengkonsumsi air sebanyak mungkin sesaat sebelum imsak tiba. Tentunya, dengan harapan suplai air di dalam tubuh akan meningkat sehingga tidak akan mengalami dehidrasi saat berpuasa.<br />
<br />
Tapi apa yang terjadi? saya sebagai salah satu oknum pelaku gelonggong ini sebenarnya tidak merasakan manfat yang berarti. Bahkan, mitos soal pencegahan dehidrasi itu tidak terbukti. Karena di pagi harinya, air gelonggongan itu akan dibuang. Percuma! :))<br />
<br />
Bukan soal aktivitas "penggelonggongan diri secara massal" ini yang unik. Melainkan istilah "gelonggong" itu sendiri. Karena jika merujuk ke <a href="http://pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi/">KBBI</a>, kata <em>gelonggong</em> itu sendiri memiliki makna "berlubang-lubang seperti nyiur yang digerek tupai". Nah, apa hubungannya?<br />
<br />
Apakah Anda mendapati fenomena-fenomena unik lainnya selama bulan puasa?<br />
<br />
&mdash; <a href="http://adhamsomantrie.com">Adham Somantrie</a>. ]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[ Banyak orang yang menanti datangnya bulan suci ini. Apalagi di Indonesia, tentunya, sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia &mdash; tapi bukanlah negara Islam, catat!<br />
<br />
Yang biasa paling ramai adalah aturan bagi rumah (atau warung) makan untuk tutup (atau tertutup) selama bulan puasa. Jika tempat makan saja menjadi korban aturan ini, apalagi tempat hiburan. Alasan klise-nya adalah untuk menghormati bulan suci. Baiklah, tetapi kan bukan berarti ini menjadi pembenaran untuk "tempat hiburan" melakukan praktek di luar bulan suci.<br />
<br />
Namun untuk kasus rumah makan, yang mana sebenarnya tidak ada masalah dengan hukum, karena makan itu bukanlah perbuatan yang dilarang (kecuali bagi mereka yang berpuasa ataupun di tempat-tempat tertentu seperti ruang rapat). Saya rasa tidak perlu terlalu naif untuk melarang rumah makan untuk beroperasi. Justru dengan adanya rumah makan yang beroperasi selama siang hari di bulan suci, orang yang berpuasa akan lebih merasakan tantangan dalam ibadahnya.<br />
<br />
Di samping itu, jika rumah makan ditutup, untuk yang tidak berpuasa (orang tua renta, wanita yang sedang berhalangan, ataupun warga non-muslim) tentunya akan kesulitan untuk mencari makanan. Hal ini perlu dipertimbangkan.<br />
<br />
Mungkin solusinya adalah dengan menutup tempat tersebut agar aktivitas makan-minum tidak terlihat dari luar. Bukan menutup usahanya, sehingga usahanya masih tetap berjalan. Atau seperti beberapa rumah makan yang tidak melayani "makan di tempat" selama warga sedang berpuasa. Sehingga orang tetap dapat membeli makanan dan makan di rumahnya masing-masing.<br />
<br />
Selain itu, juga ada fenomena "gelonggong massal" di kalangan plurker. Mengambil kasus sapi gelonggong yang terjadi musiman di Indonesia, banyak orang yang melakukan praktek serupa di saat sahur dengan mengkonsumsi air sebanyak mungkin sesaat sebelum imsak tiba. Tentunya, dengan harapan suplai air di dalam tubuh akan meningkat sehingga tidak akan mengalami dehidrasi saat berpuasa.<br />
<br />
Tapi apa yang terjadi? saya sebagai salah satu oknum pelaku gelonggong ini sebenarnya tidak merasakan manfat yang berarti. Bahkan, mitos soal pencegahan dehidrasi itu tidak terbukti. Karena di pagi harinya, air gelonggongan itu akan dibuang. Percuma! :))<br />
<br />
Bukan soal aktivitas "penggelonggongan diri secara massal" ini yang unik. Melainkan istilah "gelonggong" itu sendiri. Karena jika merujuk ke <a href="http://pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi/">KBBI</a>, kata <em>gelonggong</em> itu sendiri memiliki makna "berlubang-lubang seperti nyiur yang digerek tupai". Nah, apa hubungannya?<br />
<br />
Apakah Anda mendapati fenomena-fenomena unik lainnya selama bulan puasa?<br />
<br />
&mdash; <a href="http://adhamsomantrie.com">Adham Somantrie</a>. ]]></content:encoded>
		<wfw:commentRss>http://adha.ms/rss/comment/373</wfw:commentRss>
	</item>
	<item>
		<title>XL Network Rally dan PestaBlogger 2010</title>
		<link>http://adha.ms/p/372/xl-network-rally-dan-pestablogger-2010/</link>
		<guid>http://adha.ms/p/372/xl-network-rally-dan-pestablogger-2010/</guid>
		<comments>http://adha.ms/p/372/xl-network-rally-dan-pestablogger-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Aug 2010 19:59:08 +0700</pubDate>
		<dc:creator>Adham Somantrie</dc:creator>
		<description><![CDATA[ Kali ini roadtrip <strong>PestaBlogger 2010</strong> (<a href="http://twitter.com/#search?q=%23pb2010">#pb2010</a>) disemarakkan juga oleh <strong>XL Axiata</strong> dengan program <strong>XL Network Rally</strong> (<a href="http://twitter.com/#search?q=%23xlnetrally">#xlnetrally</a>). Program XL Network Rally ini adalah program untuk pengujian sinyal XL yang dilakukan oleh pihak XL dengan mengundang serta pihak media untuk mencoba langsung kualitas sinyal jaringan XL. Dan tahun ini pihak blogger dari beberapa kota juga diundang untuk bergabung serta pada 6 dan 7 Agustus 2010 kemarin. Karena pihak XL Axiata mengklaim telah menggandakan kapasitas jaringannya di jalur mudik untuk mengantisipasi lonjakan trafik di musim mudik lebaran.<br />
<br />
Saya sendiri ikut mewakili blogger Bandung untuk mengikuti program ini bersama-sama dengan <a href="http://anggiemaya.net/">Anggie</a>, <a href="http://mnrizal.wordpress.com/">Rizal</a>, <a href="http://nhie.wordpress.com/">Wardhiani</a>, dan <a href="http://wiranurmansyah.com/">Wira</a>. Jumat (6/8) pagi kami pun berkumpul di GrhaXL Bandung (Jl. LLRE Martadinata) untuk briefing, sarapan, dan mengikuti video-conference untuk pembukaan acara XL Network Rally dari Jakarta, Bandung, Jogjakarta, dan Surabaya. Oh iya, tentunya ada <em>goodie bag</em> dan kaos gratis! <em>*mental gratisan*</em><br />
<br />
Setelah acara resmi dibuka secara nasional, kami pun menaiki mobil yang disediakan oleh XL untuk mulai berangkat menuju Semarang, kota tempat acara puncak dilangsungkan. Untuk kloter Bandung, keberangkatan terdiri dari 4 mobil: untuk blogger, media, dan dua mobil untuk pihak XL.<br />
<br />
Di mobil blogger, selain sopir juga bertambah satu orang lagi panitia: Masset! Yak, kombinasi yang tepat. 6 blogger bertubuh ramping namun berlambung kapasitas tinggi. Seperti yang sudah diprediksikan, perpindakan makanan dari kemasan menuju lambung terus berjalan tanpa henti bagaikan <strong>XL Unlimited</strong>!<br />
<br />
Untuk dapat menikmati dan menguji coba layanan jaringan XL, setiap blogger diberikan kartu perdana XL Broadband Unlimited (dan tentunya diberikan kredit pulsa secara cuma-cuma). Sehingga kami dapat melakukan <em>live-tweet</em> selama perjalanan. Saya sendiri menggunakan ThinkPad X40 dengan modem HSDPA agar lebih nyaman karena bisa menggunakan <a href="http://adha.ms/p/359/">TweetDeck</a> dan keyboard sungguhan, <strike>bukan keyboard mini ponsel</strike>. :))<br />
<br />
<img src="http://lh4.ggpht.com/_6QOYnySRA1Y/TF7h3L21w9I/AAAAAAAAC6Q/p0AmBcc25rM/s800/DSC_3391-xltweetdeck.jpg" alt="" /><br />
<br />
Setelah berhenti di Subang untuk menunaikan ibadah sholat Jumat, rombongan meneruskan perjalanan hingga ke Indramayu. Dan di RM. Pesona Laut kami pun bergabung dengan rombongan dari Jakarta dan Lampung &mdash; termasuk juga Presiden Direktur XL Axiata, sehingga tak heran konvoy XL Network Rally ini dikawal oleh bapak-bapak dari kepolisian <strike>yang ternyata bisa juga nyasar</strike>.<br />
<br />
<img src="http://lh4.ggpht.com/_6QOYnySRA1Y/TF7h3My10_I/AAAAAAAAC6U/VhAiMlNA5Jg/s800/DSC_3427-massetlapar.jpg" alt="" /><br />
<br />
Setelah makan siang <em>unlimited</em> di RM. Pesona Laut, iring-iringan mobil XL Jakarta-Lampung-Bandung melanjutkan perjalanan dan menghampiri salah satu RBS (<em>Radio Base Station</em>, atau BTS[<em>Base Transceiver Station</em>]) XL untuk <em>site visit</em>. Selain rehat dan pembaruan pasokan makanan ringan, di sini pihak XL juga menjelaskan cara kerja dan fungsi dari perangkat di dalam <em>shelter</em> secara singkat kepada para peserta.<br />
<br />
<img src="http://lh3.ggpht.com/_6QOYnySRA1Y/TF7h3StXh5I/AAAAAAAAC6Y/C78DuoYuH2U/s800/DSC_3463-rbs.jpg" alt="" /><br />
<br />
Perjalanan dari Bandung menuju Semarang bukanlah perjalanan yang pendek, apalagi jika dibumbui dengan wisata. Pasokan daya ponsel dan laptop tentunya terbatas, namun sayangnya <em>power inverter</em> yang ada di mobil kami tidak bisa digunakan. Untungnya pihak XL dan panitia cukup sigap dengan mengganti <em>power inverter</em> dengan yang bisa digunakan. Ya, kebutuhan daya untuk laptop dan ponsel kembali terpenuhi untuk terus menguji layanan jaringan XL sepanjang jalur pantura.<br />
<br />
Perjalanan dari Indramayu sampai ke Semarang cenderung tidak ada masalah kecuali isu Kristin yang sudah kebelet pipis padahal di Tol Kanci tidak ada <em>rest area</em>. Ditambah dengan isu #pakudin yang semakin mengintimidasi penumpang #kijang06 asal Jakarta. Perjalanan lancar layaknya Jaringan Andal XL, walaupun di beberapa spot jaringan data sedikit tersendat, namun masih dalam batas toleransi. Untungnya, untuk urusan duduk di mobil apalagi sambil melototi layar laptop selama berjam-jam sudah bukan masalah bagi saya yang pernah melakukan <em>drivetest</em>.<br />
<br />
Meskipun begitu, perjalanan ini termasuk mundur dari jadwal. Ketika waktu sudah menunjukkan pukul 21.00 WIB, rombongan kami masih berada di kawasan Tegal. Menurut panitia, dijadwalkan makan malam di Semarang secara berjamaah. Namun Semarang masih jauh di depan mata, sehingga diputuskan untuk berhenti dulu dan "memusnahkan" makanan yang ada di RM. Pringsewu, Tegal. Ya, setiap makan saya selalu berterima kasih kepada XL yang memberikan "quota unlimited" seperti layanan broadband mereka. ;;)<br />
<br />
Pukul 01.00 WIB dini hari (7/8), kijang-kijang mulai memasuki daerah Semarang. Namun, sekali lagi berhenti di SPBU. Dan entah mengapa, mobil yang kami tumpangi mengikuti 3 mobil lain yang tidak ikut berhenti dan langsung meluncur tanpa henti ke Kota Semarang. Eh, sialnya, 3 mobil itu menuju ke Hotel Gumaya sedangkan kami dijadwalkan untuk menuju Hotel Quest (by Aston). Yak, ternyata kami memang punya bakat #nyasar walaupun memiliki <strike>inisiatip</strike> inisiatif tinggi. =))<br />
<br />
Tak patah semangat walaupun sudah larut malam. Berterimakasihlah kepada teknologi GPS dan layanan Google Maps, hingga kami dapat hinggap dengan selamat di Hotel Quest lalu melakukan registrasi bersama panitia Semarang. Setelah kurang lebih 16 jam perjalanan, naik, mandi, tidur. ZZzzzz.<br />
<br />
Dan, pagi pun datang menjemput para peserta yang tampaknya masih betah dalam belaian kasur empuk. Namun, hari ini lah tujuan para blogger. Jadi, tinggalkan sejenak rasa lelah dan kantuk. Segera mandi dan sarapan! Lagi-lagi sarapan <em>unlimited</em> bersponsor berubah menjadi ajang silaturahmi pada blogger.<br />
<br />
<img src="http://lh5.ggpht.com/_6QOYnySRA1Y/TF7cfgAUEgI/AAAAAAAAC5w/uVHKjVNdLM4/s800/IMG_9730-sabtupagi.jpg" alt="" /><br />
<br />
Setelah keceriaan kembali memuncak &mdash; dan tentunya suplai energi di lambung sudah terisi &mdash; jamaah blogger meninggalkan Hotel Quest dan menuju Hotel Gumaya Tower untuk mengguncang Semarang!<br />
<br />
Oh tidak! sesaat sebelum meninggalkan Hotel Quest, setiap peserta diberi lagi sebuah <em>goodie bag</em> bertajuk <strong>Bandeng Juwana</strong>! =P~<br />
<br />
Dan inilah acara puncaknya. Sesi pertama diisi oleh XL Axiata untuk presentasi program dan produk serta hasil ujicoba jaringan kemarin. Tak lupa tentunya ada sesi tanya jawab untuk rekan-rekan media dan para penggiat internet. Namun, seperti sudah terprediksi, usai sesi XL terjadi kericuhan sistemik pada sesi foto. :))<br />
<br />
Setelah kericuhan berlalu, dimulai sesi silaturahmi antar komunitas daring (<em>online</em>) yang berasal dari berbagai penjuru Indonesia. Setiap komunitas mendapat kesempatan untuk menjelaskan komunitasnya masing-masing. Tak lupa, saya sendiri yang telah diberikan amanah oleh teman-teman BBV (Bandung Blog Village) pun turut meramaikan dengan menceritakan komunitas kami ini. Yang saya takjub, ternyata Indonesia memang kaya. Kaya akan bakat, kaya akan komunitas, kaya akan potensi dari sumber daya manusia!<br />
<br />
<img src="http://lh3.ggpht.com/_6QOYnySRA1Y/TF7lYhFGoMI/AAAAAAAAC7E/En6jlMh_AfY/s800/bbv-onstage.jpg" alt="" /><br />
<br />
Yang luar biasa adalah, Wira, salah satu peserta dari Bandung pun memenangkan undian (<em>doorprize</em>) sebuah modem USB HSDPA dari XL &mdash; lengkap dengan kartu perdana <strong>XL Broadband Unlimited</strong> dan voucher pulsa. Selamat! Makan-makan&trade;!<br />
<br />
<img src="http://lh6.ggpht.com/_6QOYnySRA1Y/TF7jkEkHZTI/AAAAAAAAC6g/dDWo4R-I69E/s800/IMG_9807-ndorowira.jpg" alt="" /><br />
<br />
Setelah semua komunitas saling memperkenalkan diri secara formal, sesi dilanjutkan dengan "diskusi" <strike>yang tampaknya cukup berat untuk ukuran blogger uzur seperti @ndorokakung</strike> antara Ndoro Kakung dan <a href="http://i-rara.com/">Rara</a>. Setelah diskusi ditutup, dibukalah sesi pamungkas: makan siang dan acara bebas. Yak, tanpa mengurangi rasa hormat telah dapat menikmati hidangan "unlimited", inilah waktu yang paling sempurna untuk kopi darat! Luar biasa, saya bisa bertemu dan berkenalan dengan berbagai <strike>bentuk</strike> macam manusia Indonesia yang hebat dan bersemangat. Senang bertemu dengan kalian wahai teman-teman baru. Walaupun juga tak bosan untuk bertemu kalian teman-teman lama.<br />
<br />
<img src="http://lh3.ggpht.com/_6QOYnySRA1Y/TF7cf8l5vmI/AAAAAAAAC50/1VeaPnNBAko/s800/IMG_9830-sabtusiang.jpg" alt="" /><br />
<br />
Yang lucu, banyak yang menganggap saya adalah perwakilan dari Jakarta. :)) Tetapi saya perlu <strike>melempar es cendol sekalian gelasnya</strike> mengacungi jempol kepada panitia. Panitia tahu benar apa yang diinginkan para blogger: makan-makan, foto-foto, dan <em>bandwidth</em>. :))<br />
<br />
Sudah! Cukup kopdarnya! Mari kita uji nyali ke <strong>Lawang Sewu</strong>! :-S hhmmmm, kesan pertama cukup menyeramkan. Untungnya rame seperti <a href="http://www.facebook.com/xlrame">XL Rame</a>! :)) Ya, walaupun dengan aura mistis, ternyata gedung ini cukup dramatis untuk sesi pemotretan. Terlihat beberapa peserta terlihat <strike>asyik-masyuk</strike> <em>excited</em> dengan fotografi dan fotomodelling.<br />
<br />
<img src="http://lh4.ggpht.com/_6QOYnySRA1Y/TF7dqa9oAlI/AAAAAAAAC58/MYwH2jGEmzk/s800/IMG_9867-model-lawangsewu.jpg" alt="" /><br />
<br />
Baiklah, hari sudah mudah redup. Ditambah dengan iringan tetesan air hujan. Saat nya para peserta berpisah dan kembali pulang ke kota masing-masing. Karena untuk pulang ini kontingen #bandung hanya satu mobil &mdash; blogger, sementara media dan pihak XL sudah pulang duluan pada siangnya &mdash; maka saya selaku koordinator memutuskan untuk pulang bersamaan dengan kontingen Jakarta dari Semarang sampai Palimanan.<br />
<br />
Twitter menjadi sarana komunikasi antar <strike>kijang</strike> mobil. Bahkan informasi frekuensi radio FM dapat tersebar dengan cepat ketika Kristin menemukan lagu Keong Racun disiarkan. <br />
<br />
Singkat cerita, kami pun kembali tersangkut di Tegal Kota Bahari untuk makan malam. Dengan ide dari #kijang06 untuk mencari Sate Tegal. Walaupun bukan makan malam "unlimited", ternyata tidak bisa menghalangi bahwa para peserta ini memiliki kapasitas lambung yang "unlimited". Ternyata nafsu makan tak terbatas itu sudah menjadi fitur. :-?<br />
<br />
<img src="http://lh4.ggpht.com/_6QOYnySRA1Y/TF7ggAgp2zI/AAAAAAAAC6E/u3BSH3JOeSU/s800/IMG_9921-satetegal.jpg" alt="" /><br />
<br />
Memasuki Tol Kanci, tampaknya lambung dan usus para peserta sedang bekerja keras. Dan saya pun terlelap hingga memasuki Kota Bandung sekitar pukul 04.00 WIB.<br />
<br />
Ah, terlalu banyak cerita dan "unlimited experience" yang ingin diceritakan. Mungkin nanti saya perlu membuat artikel tambahan untuk cerita-cerita menarik lainnya. Terima kasih teman-teman, peserta, panitia, XL, dan semua pihak yang terlibat. Momen ini tak akan terlupakan.<br />
<br />
Terutama untuk pihak sponsor, XL Axiata, saya secara pribadi mengucapkan banyak terima kasih. Karena sebelum ini, saya belum pernah menginjakkan kaki di Pantura, Indramayu, Tegal, dan Semarang. Lain kali kalau ada acara jalan-jalan lagi, saya diajak lagi ya! <em>*ngelunjak*</em><br />
<br />
Sampai jumpa di PestaBlogger 2010!<br />
<br />
<a href="http://adha.ms/">Adham Somantrie</a>. (<a href="http://twitter.com/adhams/">@adhams</a>)<br />
&mdash; XLalu UntukMU di Bulan Ramadhan.<br />
<br />
PS: Artikel ini diposkan menggunakan Jaringan Andal <strong>XL Axiata HSDPA</strong>.<br />
Kredit: Beberapa foto diambil oleh Wira Nurmansyah, A.Md. ]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[ Kali ini roadtrip <strong>PestaBlogger 2010</strong> (<a href="http://twitter.com/#search?q=%23pb2010">#pb2010</a>) disemarakkan juga oleh <strong>XL Axiata</strong> dengan program <strong>XL Network Rally</strong> (<a href="http://twitter.com/#search?q=%23xlnetrally">#xlnetrally</a>). Program XL Network Rally ini adalah program untuk pengujian sinyal XL yang dilakukan oleh pihak XL dengan mengundang serta pihak media untuk mencoba langsung kualitas sinyal jaringan XL. Dan tahun ini pihak blogger dari beberapa kota juga diundang untuk bergabung serta pada 6 dan 7 Agustus 2010 kemarin. Karena pihak XL Axiata mengklaim telah menggandakan kapasitas jaringannya di jalur mudik untuk mengantisipasi lonjakan trafik di musim mudik lebaran.<br />
<br />
Saya sendiri ikut mewakili blogger Bandung untuk mengikuti program ini bersama-sama dengan <a href="http://anggiemaya.net/">Anggie</a>, <a href="http://mnrizal.wordpress.com/">Rizal</a>, <a href="http://nhie.wordpress.com/">Wardhiani</a>, dan <a href="http://wiranurmansyah.com/">Wira</a>. Jumat (6/8) pagi kami pun berkumpul di GrhaXL Bandung (Jl. LLRE Martadinata) untuk briefing, sarapan, dan mengikuti video-conference untuk pembukaan acara XL Network Rally dari Jakarta, Bandung, Jogjakarta, dan Surabaya. Oh iya, tentunya ada <em>goodie bag</em> dan kaos gratis! <em>*mental gratisan*</em><br />
<br />
Setelah acara resmi dibuka secara nasional, kami pun menaiki mobil yang disediakan oleh XL untuk mulai berangkat menuju Semarang, kota tempat acara puncak dilangsungkan. Untuk kloter Bandung, keberangkatan terdiri dari 4 mobil: untuk blogger, media, dan dua mobil untuk pihak XL.<br />
<br />
Di mobil blogger, selain sopir juga bertambah satu orang lagi panitia: Masset! Yak, kombinasi yang tepat. 6 blogger bertubuh ramping namun berlambung kapasitas tinggi. Seperti yang sudah diprediksikan, perpindakan makanan dari kemasan menuju lambung terus berjalan tanpa henti bagaikan <strong>XL Unlimited</strong>!<br />
<br />
Untuk dapat menikmati dan menguji coba layanan jaringan XL, setiap blogger diberikan kartu perdana XL Broadband Unlimited (dan tentunya diberikan kredit pulsa secara cuma-cuma). Sehingga kami dapat melakukan <em>live-tweet</em> selama perjalanan. Saya sendiri menggunakan ThinkPad X40 dengan modem HSDPA agar lebih nyaman karena bisa menggunakan <a href="http://adha.ms/p/359/">TweetDeck</a> dan keyboard sungguhan, <strike>bukan keyboard mini ponsel</strike>. :))<br />
<br />
<img src="http://lh4.ggpht.com/_6QOYnySRA1Y/TF7h3L21w9I/AAAAAAAAC6Q/p0AmBcc25rM/s800/DSC_3391-xltweetdeck.jpg" alt="" /><br />
<br />
Setelah berhenti di Subang untuk menunaikan ibadah sholat Jumat, rombongan meneruskan perjalanan hingga ke Indramayu. Dan di RM. Pesona Laut kami pun bergabung dengan rombongan dari Jakarta dan Lampung &mdash; termasuk juga Presiden Direktur XL Axiata, sehingga tak heran konvoy XL Network Rally ini dikawal oleh bapak-bapak dari kepolisian <strike>yang ternyata bisa juga nyasar</strike>.<br />
<br />
<img src="http://lh4.ggpht.com/_6QOYnySRA1Y/TF7h3My10_I/AAAAAAAAC6U/VhAiMlNA5Jg/s800/DSC_3427-massetlapar.jpg" alt="" /><br />
<br />
Setelah makan siang <em>unlimited</em> di RM. Pesona Laut, iring-iringan mobil XL Jakarta-Lampung-Bandung melanjutkan perjalanan dan menghampiri salah satu RBS (<em>Radio Base Station</em>, atau BTS[<em>Base Transceiver Station</em>]) XL untuk <em>site visit</em>. Selain rehat dan pembaruan pasokan makanan ringan, di sini pihak XL juga menjelaskan cara kerja dan fungsi dari perangkat di dalam <em>shelter</em> secara singkat kepada para peserta.<br />
<br />
<img src="http://lh3.ggpht.com/_6QOYnySRA1Y/TF7h3StXh5I/AAAAAAAAC6Y/C78DuoYuH2U/s800/DSC_3463-rbs.jpg" alt="" /><br />
<br />
Perjalanan dari Bandung menuju Semarang bukanlah perjalanan yang pendek, apalagi jika dibumbui dengan wisata. Pasokan daya ponsel dan laptop tentunya terbatas, namun sayangnya <em>power inverter</em> yang ada di mobil kami tidak bisa digunakan. Untungnya pihak XL dan panitia cukup sigap dengan mengganti <em>power inverter</em> dengan yang bisa digunakan. Ya, kebutuhan daya untuk laptop dan ponsel kembali terpenuhi untuk terus menguji layanan jaringan XL sepanjang jalur pantura.<br />
<br />
Perjalanan dari Indramayu sampai ke Semarang cenderung tidak ada masalah kecuali isu Kristin yang sudah kebelet pipis padahal di Tol Kanci tidak ada <em>rest area</em>. Ditambah dengan isu #pakudin yang semakin mengintimidasi penumpang #kijang06 asal Jakarta. Perjalanan lancar layaknya Jaringan Andal XL, walaupun di beberapa spot jaringan data sedikit tersendat, namun masih dalam batas toleransi. Untungnya, untuk urusan duduk di mobil apalagi sambil melototi layar laptop selama berjam-jam sudah bukan masalah bagi saya yang pernah melakukan <em>drivetest</em>.<br />
<br />
Meskipun begitu, perjalanan ini termasuk mundur dari jadwal. Ketika waktu sudah menunjukkan pukul 21.00 WIB, rombongan kami masih berada di kawasan Tegal. Menurut panitia, dijadwalkan makan malam di Semarang secara berjamaah. Namun Semarang masih jauh di depan mata, sehingga diputuskan untuk berhenti dulu dan "memusnahkan" makanan yang ada di RM. Pringsewu, Tegal. Ya, setiap makan saya selalu berterima kasih kepada XL yang memberikan "quota unlimited" seperti layanan broadband mereka. ;;)<br />
<br />
Pukul 01.00 WIB dini hari (7/8), kijang-kijang mulai memasuki daerah Semarang. Namun, sekali lagi berhenti di SPBU. Dan entah mengapa, mobil yang kami tumpangi mengikuti 3 mobil lain yang tidak ikut berhenti dan langsung meluncur tanpa henti ke Kota Semarang. Eh, sialnya, 3 mobil itu menuju ke Hotel Gumaya sedangkan kami dijadwalkan untuk menuju Hotel Quest (by Aston). Yak, ternyata kami memang punya bakat #nyasar walaupun memiliki <strike>inisiatip</strike> inisiatif tinggi. =))<br />
<br />
Tak patah semangat walaupun sudah larut malam. Berterimakasihlah kepada teknologi GPS dan layanan Google Maps, hingga kami dapat hinggap dengan selamat di Hotel Quest lalu melakukan registrasi bersama panitia Semarang. Setelah kurang lebih 16 jam perjalanan, naik, mandi, tidur. ZZzzzz.<br />
<br />
Dan, pagi pun datang menjemput para peserta yang tampaknya masih betah dalam belaian kasur empuk. Namun, hari ini lah tujuan para blogger. Jadi, tinggalkan sejenak rasa lelah dan kantuk. Segera mandi dan sarapan! Lagi-lagi sarapan <em>unlimited</em> bersponsor berubah menjadi ajang silaturahmi pada blogger.<br />
<br />
<img src="http://lh5.ggpht.com/_6QOYnySRA1Y/TF7cfgAUEgI/AAAAAAAAC5w/uVHKjVNdLM4/s800/IMG_9730-sabtupagi.jpg" alt="" /><br />
<br />
Setelah keceriaan kembali memuncak &mdash; dan tentunya suplai energi di lambung sudah terisi &mdash; jamaah blogger meninggalkan Hotel Quest dan menuju Hotel Gumaya Tower untuk mengguncang Semarang!<br />
<br />
Oh tidak! sesaat sebelum meninggalkan Hotel Quest, setiap peserta diberi lagi sebuah <em>goodie bag</em> bertajuk <strong>Bandeng Juwana</strong>! =P~<br />
<br />
Dan inilah acara puncaknya. Sesi pertama diisi oleh XL Axiata untuk presentasi program dan produk serta hasil ujicoba jaringan kemarin. Tak lupa tentunya ada sesi tanya jawab untuk rekan-rekan media dan para penggiat internet. Namun, seperti sudah terprediksi, usai sesi XL terjadi kericuhan sistemik pada sesi foto. :))<br />
<br />
Setelah kericuhan berlalu, dimulai sesi silaturahmi antar komunitas daring (<em>online</em>) yang berasal dari berbagai penjuru Indonesia. Setiap komunitas mendapat kesempatan untuk menjelaskan komunitasnya masing-masing. Tak lupa, saya sendiri yang telah diberikan amanah oleh teman-teman BBV (Bandung Blog Village) pun turut meramaikan dengan menceritakan komunitas kami ini. Yang saya takjub, ternyata Indonesia memang kaya. Kaya akan bakat, kaya akan komunitas, kaya akan potensi dari sumber daya manusia!<br />
<br />
<img src="http://lh3.ggpht.com/_6QOYnySRA1Y/TF7lYhFGoMI/AAAAAAAAC7E/En6jlMh_AfY/s800/bbv-onstage.jpg" alt="" /><br />
<br />
Yang luar biasa adalah, Wira, salah satu peserta dari Bandung pun memenangkan undian (<em>doorprize</em>) sebuah modem USB HSDPA dari XL &mdash; lengkap dengan kartu perdana <strong>XL Broadband Unlimited</strong> dan voucher pulsa. Selamat! Makan-makan&trade;!<br />
<br />
<img src="http://lh6.ggpht.com/_6QOYnySRA1Y/TF7jkEkHZTI/AAAAAAAAC6g/dDWo4R-I69E/s800/IMG_9807-ndorowira.jpg" alt="" /><br />
<br />
Setelah semua komunitas saling memperkenalkan diri secara formal, sesi dilanjutkan dengan "diskusi" <strike>yang tampaknya cukup berat untuk ukuran blogger uzur seperti @ndorokakung</strike> antara Ndoro Kakung dan <a href="http://i-rara.com/">Rara</a>. Setelah diskusi ditutup, dibukalah sesi pamungkas: makan siang dan acara bebas. Yak, tanpa mengurangi rasa hormat telah dapat menikmati hidangan "unlimited", inilah waktu yang paling sempurna untuk kopi darat! Luar biasa, saya bisa bertemu dan berkenalan dengan berbagai <strike>bentuk</strike> macam manusia Indonesia yang hebat dan bersemangat. Senang bertemu dengan kalian wahai teman-teman baru. Walaupun juga tak bosan untuk bertemu kalian teman-teman lama.<br />
<br />
<img src="http://lh3.ggpht.com/_6QOYnySRA1Y/TF7cf8l5vmI/AAAAAAAAC50/1VeaPnNBAko/s800/IMG_9830-sabtusiang.jpg" alt="" /><br />
<br />
Yang lucu, banyak yang menganggap saya adalah perwakilan dari Jakarta. :)) Tetapi saya perlu <strike>melempar es cendol sekalian gelasnya</strike> mengacungi jempol kepada panitia. Panitia tahu benar apa yang diinginkan para blogger: makan-makan, foto-foto, dan <em>bandwidth</em>. :))<br />
<br />
Sudah! Cukup kopdarnya! Mari kita uji nyali ke <strong>Lawang Sewu</strong>! :-S hhmmmm, kesan pertama cukup menyeramkan. Untungnya rame seperti <a href="http://www.facebook.com/xlrame">XL Rame</a>! :)) Ya, walaupun dengan aura mistis, ternyata gedung ini cukup dramatis untuk sesi pemotretan. Terlihat beberapa peserta terlihat <strike>asyik-masyuk</strike> <em>excited</em> dengan fotografi dan fotomodelling.<br />
<br />
<img src="http://lh4.ggpht.com/_6QOYnySRA1Y/TF7dqa9oAlI/AAAAAAAAC58/MYwH2jGEmzk/s800/IMG_9867-model-lawangsewu.jpg" alt="" /><br />
<br />
Baiklah, hari sudah mudah redup. Ditambah dengan iringan tetesan air hujan. Saat nya para peserta berpisah dan kembali pulang ke kota masing-masing. Karena untuk pulang ini kontingen #bandung hanya satu mobil &mdash; blogger, sementara media dan pihak XL sudah pulang duluan pada siangnya &mdash; maka saya selaku koordinator memutuskan untuk pulang bersamaan dengan kontingen Jakarta dari Semarang sampai Palimanan.<br />
<br />
Twitter menjadi sarana komunikasi antar <strike>kijang</strike> mobil. Bahkan informasi frekuensi radio FM dapat tersebar dengan cepat ketika Kristin menemukan lagu Keong Racun disiarkan. <br />
<br />
Singkat cerita, kami pun kembali tersangkut di Tegal Kota Bahari untuk makan malam. Dengan ide dari #kijang06 untuk mencari Sate Tegal. Walaupun bukan makan malam "unlimited", ternyata tidak bisa menghalangi bahwa para peserta ini memiliki kapasitas lambung yang "unlimited". Ternyata nafsu makan tak terbatas itu sudah menjadi fitur. :-?<br />
<br />
<img src="http://lh4.ggpht.com/_6QOYnySRA1Y/TF7ggAgp2zI/AAAAAAAAC6E/u3BSH3JOeSU/s800/IMG_9921-satetegal.jpg" alt="" /><br />
<br />
Memasuki Tol Kanci, tampaknya lambung dan usus para peserta sedang bekerja keras. Dan saya pun terlelap hingga memasuki Kota Bandung sekitar pukul 04.00 WIB.<br />
<br />
Ah, terlalu banyak cerita dan "unlimited experience" yang ingin diceritakan. Mungkin nanti saya perlu membuat artikel tambahan untuk cerita-cerita menarik lainnya. Terima kasih teman-teman, peserta, panitia, XL, dan semua pihak yang terlibat. Momen ini tak akan terlupakan.<br />
<br />
Terutama untuk pihak sponsor, XL Axiata, saya secara pribadi mengucapkan banyak terima kasih. Karena sebelum ini, saya belum pernah menginjakkan kaki di Pantura, Indramayu, Tegal, dan Semarang. Lain kali kalau ada acara jalan-jalan lagi, saya diajak lagi ya! <em>*ngelunjak*</em><br />
<br />
Sampai jumpa di PestaBlogger 2010!<br />
<br />
<a href="http://adha.ms/">Adham Somantrie</a>. (<a href="http://twitter.com/adhams/">@adhams</a>)<br />
&mdash; XLalu UntukMU di Bulan Ramadhan.<br />
<br />
PS: Artikel ini diposkan menggunakan Jaringan Andal <strong>XL Axiata HSDPA</strong>.<br />
Kredit: Beberapa foto diambil oleh Wira Nurmansyah, A.Md. ]]></content:encoded>
		<wfw:commentRss>http://adha.ms/rss/comment/372</wfw:commentRss>
	</item>
	<item>
		<title>Redenominasi Rupiah dan Teknologi Informasi</title>
		<link>http://adha.ms/p/371/redenominasi-rupiah-dan-teknologi-informasi/</link>
		<guid>http://adha.ms/p/371/redenominasi-rupiah-dan-teknologi-informasi/</guid>
		<comments>http://adha.ms/p/371/redenominasi-rupiah-dan-teknologi-informasi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Aug 2010 05:29:26 +0700</pubDate>
		<dc:creator>Adham Somantrie</dc:creator>
		<description><![CDATA[ Belakangan ini, isu #<strong>redenominasi</strong> santer terdengar. Banyak komentar positif maupun negatif dengan rencana kebijakan pemerintah ini. Namun, kira-kira apa dampak dari redenominasi ini terhadap dunia teknologi informasi di Indonesia?<br />
<br />
Harga. Perangkat teknologi informasi di Indonesia memiliki harga dengan nominal yang cukup banyak. Rata-rata berkisar di angka jutaan rupiah, atau setidaknya ratusan ribu rupiah. Tentunya dengan rupiah baru hasil redenominasi akan terlihat lebih murah: komputer seharga lima jutaan (Rp.5.000.000,-) akan menjadi lima ribuan (Rp.5.000,-). Tapi tentu saja, secara angka, daya beli masyarakat pun turun seperseribu.<br />
<br />
Tapi, pengurangan jumlah nol itu bisa berdampak secara sistemik dalam dunia teknologi informasi. Ketika angka-angka rupiah itu disimpan secara digital, maka akan ada perubahan kebutuhan penyimpanan digital. Dengan pengurangan 3 digit, jika informasi nilai rupiah itu dikirimkan melalui internet, maka ukuran informasinya bisa berkurang sebanyak 3 byte (4 byte termasuk ada satu titik yang hilang). Penghematan sebanyak 4 byte ini untuk setiap sekali penulisan nominal. Jadi misalnya di sebuah dokumen ada penulisan nominal rupiah sebanyak 10.000 kali (misalnya dokumen laporan keuangan), maka dapat menghemat hingga 40.000 byte (40KB).<br />
<br />
Pada sistem komputer yang terhubung dengan jaringan komunikasi. Penghematan ukuran data ini dapat berdampak positif kepada trafik jaringan. Semakin sedikit data yang dikirim, maka semakin cepat sampainya. Plus, beban router akan semakin ringan. Juga, panas yang dihasilkan oleh perangkat jaringan juga akan berkurang.<br />
<br />
Jika data keuangan ini masif, maka penggunaan penyimpanan data (<em>storage</em>) juga dapat semakin hemat.<br />
<br />
Jika dokumen keuangan ini akan dicetak, tentunya jumlah karakter yang dicetakkan oleh <em>printer</em> semakin sedikit. Penggunaan tinta, pita, atau toner akan semakin berkurang. Bahkan, dengan pengurangan jumlah karakter, dalam beberapa kasus bisa mengurangi jumlah halaman. Sehingga kertas yang digunakan untuk mencetak dokumen juga akan berkurang.<br />
<br />
Bagaimana dengan sistem informasi keuangan dan perbankan? Dengan basis data, biasanya data keuangan (<em>currency</em>) ini menggunakan tipe data <em>long integer</em> yang menerapkan panjang data yang konstan. Jadi tidak mempengaruhi ukuran basis datanya. Kecuali penyimpanan data keuangan dalam tipe data teks atau <em>varchar</em> yang panjang datanya bervariasi tergantung data yang disimpan.<br />
<br />
Tapi, pertanyaan yang terpenting adalah: apakah (pemerintah) Indonesia mampu melaksanakan redenominasi ini dengan baik? Serahkan pada ahlinya.<br />
<br />
&mdash; <a href="http://adha.ms/">Adham Somantrie</a>. ]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[ Belakangan ini, isu #<strong>redenominasi</strong> santer terdengar. Banyak komentar positif maupun negatif dengan rencana kebijakan pemerintah ini. Namun, kira-kira apa dampak dari redenominasi ini terhadap dunia teknologi informasi di Indonesia?<br />
<br />
Harga. Perangkat teknologi informasi di Indonesia memiliki harga dengan nominal yang cukup banyak. Rata-rata berkisar di angka jutaan rupiah, atau setidaknya ratusan ribu rupiah. Tentunya dengan rupiah baru hasil redenominasi akan terlihat lebih murah: komputer seharga lima jutaan (Rp.5.000.000,-) akan menjadi lima ribuan (Rp.5.000,-). Tapi tentu saja, secara angka, daya beli masyarakat pun turun seperseribu.<br />
<br />
Tapi, pengurangan jumlah nol itu bisa berdampak secara sistemik dalam dunia teknologi informasi. Ketika angka-angka rupiah itu disimpan secara digital, maka akan ada perubahan kebutuhan penyimpanan digital. Dengan pengurangan 3 digit, jika informasi nilai rupiah itu dikirimkan melalui internet, maka ukuran informasinya bisa berkurang sebanyak 3 byte (4 byte termasuk ada satu titik yang hilang). Penghematan sebanyak 4 byte ini untuk setiap sekali penulisan nominal. Jadi misalnya di sebuah dokumen ada penulisan nominal rupiah sebanyak 10.000 kali (misalnya dokumen laporan keuangan), maka dapat menghemat hingga 40.000 byte (40KB).<br />
<br />
Pada sistem komputer yang terhubung dengan jaringan komunikasi. Penghematan ukuran data ini dapat berdampak positif kepada trafik jaringan. Semakin sedikit data yang dikirim, maka semakin cepat sampainya. Plus, beban router akan semakin ringan. Juga, panas yang dihasilkan oleh perangkat jaringan juga akan berkurang.<br />
<br />
Jika data keuangan ini masif, maka penggunaan penyimpanan data (<em>storage</em>) juga dapat semakin hemat.<br />
<br />
Jika dokumen keuangan ini akan dicetak, tentunya jumlah karakter yang dicetakkan oleh <em>printer</em> semakin sedikit. Penggunaan tinta, pita, atau toner akan semakin berkurang. Bahkan, dengan pengurangan jumlah karakter, dalam beberapa kasus bisa mengurangi jumlah halaman. Sehingga kertas yang digunakan untuk mencetak dokumen juga akan berkurang.<br />
<br />
Bagaimana dengan sistem informasi keuangan dan perbankan? Dengan basis data, biasanya data keuangan (<em>currency</em>) ini menggunakan tipe data <em>long integer</em> yang menerapkan panjang data yang konstan. Jadi tidak mempengaruhi ukuran basis datanya. Kecuali penyimpanan data keuangan dalam tipe data teks atau <em>varchar</em> yang panjang datanya bervariasi tergantung data yang disimpan.<br />
<br />
Tapi, pertanyaan yang terpenting adalah: apakah (pemerintah) Indonesia mampu melaksanakan redenominasi ini dengan baik? Serahkan pada ahlinya.<br />
<br />
&mdash; <a href="http://adha.ms/">Adham Somantrie</a>. ]]></content:encoded>
		<wfw:commentRss>http://adha.ms/rss/comment/371</wfw:commentRss>
	</item>
	<item>
		<title>Menyilet Keong Racun</title>
		<link>http://adha.ms/p/370/menyilet-keong-racun/</link>
		<guid>http://adha.ms/p/370/menyilet-keong-racun/</guid>
		<comments>http://adha.ms/p/370/menyilet-keong-racun/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Aug 2010 20:38:20 +0700</pubDate>
		<dc:creator>Adham Somantrie</dc:creator>
		<description><![CDATA[ <strong><a href="http://impormasi.web.id/2010/07/lirik-lissa-jojo-and-sinta-keong-racun/">Keong Racun</a></strong>. Sebuah judul lagu yang sedang populer di Indonesia saat ini. Tentunya tidak lepas dari dua nama berikut ini: <strong>Sinta</strong> (Sinta Nurmansyah) dan <strong>Jojo</strong> (Jovita Aditiasari). Ya, Keong Racun adalah salah satu lagu yang divideokan oleh Sinta dan Jojo secara <em>lipsync</em> yang mereka unggah ke situs <strong>YouTube</strong>. Konon, katanya karena mereka gagal mengunggah video tersebut ke <strong>Facebook</strong>.<br />
<br />
<strong>YouTube Effect</strong>. Inilah salah satu kekuatan media jejaring sosial, kekuatan internet dan web 2.0. Sudah banyak yang merasakan manfaatnya. Misalnya <a href="http://adha.ms/p/98/ultimate-canon-rock/">Canon Rock</a> yang membuat para musisi heboh. Atau si <strong>Justin Bieber</strong> yang bisa bertemu dengan produser bahkan sampai membuat album. Begitu juga dengan Sinta dan Jojo.<br />
<br />
Tidak jarang, bahkan video dari lagu yang dinyanyikan ulang (<em>cover version</em>) lebih populer daripada versi artis aslinya. Misalnya saja FunTwo yang lebih populer secara statistik daripada JerryC, sang komposer. Tak heran Sinta dan Jojo bisa lebih mempopulerkan lagu Keong Racun ataupun <strong><a href="http://impormasi.web.id/2010/07/lirik-melinda-jojo-and-sinta-cinta-satu-malam/">Cinta Satu Malam</a></strong> daripada Lissa ataupun Melinda.<br />
<br />
Basbang memang. Video ini sudah lama beredar di internet, dan juga menjadi topik pembahasan di kalangan pengguna internet. Tapi, ternyata pengguna internet di Indonesia itu masih belum terlalu banyak. Hingga beberapa hari yang lalu media televisi meliput Sinta dan Jojo di acara informasi hiburan (<em>infotainment</em>). Ternyata media internet masih kalah dengan televisi dan berita hiburan. Bahkan lagi-lagi <em>tweeps</em> Indonesia berhasil membuat "keong racun" menjadi <em>trending topic</em> di twitter pasca liputannya di televisi. Bahkan ketika stasiun televisi berlomba-lomba untuk mendatangkan Jojo dan Sinta untuk diwawancara secara eksklusif.<br />
<br />
Apakah para awak media sudah kehabisan bahan untuk dijadikan "sensasi"? Kalau memang Jojo dan Sinta ini sebuah fenomena, mengapa terlambat? Atau karena isu "pengharaman <em>infotainment</em>", sehingga mencari topik yang cenderung "aman"? Setidaknya rakyat Indonesia mengkonsumsi video yang lebih baik daripada sekedar video pribadi yang tidak pantas.<br />
<br />
Yah, kalau dipikir-pikir, berita hiburan adalah produk media yang paling laku untuk dikonsumsi di Indonesia. Bahkan, bisa dijadikan "alat untuk mencuci otak".<br />
<br />
Ah, bisa jadi ini hanyalah konspirasi lain media untuk menjadikan "isu pengalihan". Jangan sampai terdistraksi dan melupakan apa yang sebenarnya lebih penting. <strike>Tetaplah fokus pada isu utama: <strong>Anang - Syahrini</strong></strike>. Mendingan kita tonton saja video dari negeri jiran, <strong><a href="http://www.youtube.com/watch?v=GOnoz-f43RI">Zee Avi - Kantoi</a></strong>. ]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[ <strong><a href="http://impormasi.web.id/2010/07/lirik-lissa-jojo-and-sinta-keong-racun/">Keong Racun</a></strong>. Sebuah judul lagu yang sedang populer di Indonesia saat ini. Tentunya tidak lepas dari dua nama berikut ini: <strong>Sinta</strong> (Sinta Nurmansyah) dan <strong>Jojo</strong> (Jovita Aditiasari). Ya, Keong Racun adalah salah satu lagu yang divideokan oleh Sinta dan Jojo secara <em>lipsync</em> yang mereka unggah ke situs <strong>YouTube</strong>. Konon, katanya karena mereka gagal mengunggah video tersebut ke <strong>Facebook</strong>.<br />
<br />
<strong>YouTube Effect</strong>. Inilah salah satu kekuatan media jejaring sosial, kekuatan internet dan web 2.0. Sudah banyak yang merasakan manfaatnya. Misalnya <a href="http://adha.ms/p/98/ultimate-canon-rock/">Canon Rock</a> yang membuat para musisi heboh. Atau si <strong>Justin Bieber</strong> yang bisa bertemu dengan produser bahkan sampai membuat album. Begitu juga dengan Sinta dan Jojo.<br />
<br />
Tidak jarang, bahkan video dari lagu yang dinyanyikan ulang (<em>cover version</em>) lebih populer daripada versi artis aslinya. Misalnya saja FunTwo yang lebih populer secara statistik daripada JerryC, sang komposer. Tak heran Sinta dan Jojo bisa lebih mempopulerkan lagu Keong Racun ataupun <strong><a href="http://impormasi.web.id/2010/07/lirik-melinda-jojo-and-sinta-cinta-satu-malam/">Cinta Satu Malam</a></strong> daripada Lissa ataupun Melinda.<br />
<br />
Basbang memang. Video ini sudah lama beredar di internet, dan juga menjadi topik pembahasan di kalangan pengguna internet. Tapi, ternyata pengguna internet di Indonesia itu masih belum terlalu banyak. Hingga beberapa hari yang lalu media televisi meliput Sinta dan Jojo di acara informasi hiburan (<em>infotainment</em>). Ternyata media internet masih kalah dengan televisi dan berita hiburan. Bahkan lagi-lagi <em>tweeps</em> Indonesia berhasil membuat "keong racun" menjadi <em>trending topic</em> di twitter pasca liputannya di televisi. Bahkan ketika stasiun televisi berlomba-lomba untuk mendatangkan Jojo dan Sinta untuk diwawancara secara eksklusif.<br />
<br />
Apakah para awak media sudah kehabisan bahan untuk dijadikan "sensasi"? Kalau memang Jojo dan Sinta ini sebuah fenomena, mengapa terlambat? Atau karena isu "pengharaman <em>infotainment</em>", sehingga mencari topik yang cenderung "aman"? Setidaknya rakyat Indonesia mengkonsumsi video yang lebih baik daripada sekedar video pribadi yang tidak pantas.<br />
<br />
Yah, kalau dipikir-pikir, berita hiburan adalah produk media yang paling laku untuk dikonsumsi di Indonesia. Bahkan, bisa dijadikan "alat untuk mencuci otak".<br />
<br />
Ah, bisa jadi ini hanyalah konspirasi lain media untuk menjadikan "isu pengalihan". Jangan sampai terdistraksi dan melupakan apa yang sebenarnya lebih penting. <strike>Tetaplah fokus pada isu utama: <strong>Anang - Syahrini</strong></strike>. Mendingan kita tonton saja video dari negeri jiran, <strong><a href="http://www.youtube.com/watch?v=GOnoz-f43RI">Zee Avi - Kantoi</a></strong>. ]]></content:encoded>
		<wfw:commentRss>http://adha.ms/rss/comment/370</wfw:commentRss>
	</item>
	<item>
		<title>MacPro 12-cores, LED Cinema Display 27, Magic TrackPad, iMac</title>
		<link>http://adha.ms/p/369/macpro-12-cores-led-cinema-display-27-magic-trackpad-imac/</link>
		<guid>http://adha.ms/p/369/macpro-12-cores-led-cinema-display-27-magic-trackpad-imac/</guid>
		<comments>http://adha.ms/p/369/macpro-12-cores-led-cinema-display-27-magic-trackpad-imac/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Jul 2010 01:32:09 +0700</pubDate>
		<dc:creator>Adham Somantrie</dc:creator>
		<description><![CDATA[ <strong>MacPro 12-cores</strong><br />
<br />
<img src="http://lh5.ggpht.com/_6QOYnySRA1Y/TE-8PXBUcGI/AAAAAAAAC4s/K5SEZdLCTBY/s800/macpro-12-core.jpg" alt="Apple MacPro 12-cores" /><br />
<br />
Akhirnya Apple merilis MacPro dengan prosesor 12 inti (2 prosesor dengan masing-masing 6 inti). Tentunya opsi prosesor tunggal (4 inti) dan konfigurasi standar prosesor ganda (total 8 inti) masih disediakan bagi anggaran yang ketat.<br />
<br />
Selain itu, MacPro juga sudah dipersenjatai dengan ATI Radeon HD 5770 atau HD 5870 yang dilengkapi dengan Mini DisplayPort.<br />
<br />
<strong>LED Cinema Display 27 inches</strong><br />
<br />
<img src="http://lh5.ggpht.com/_6QOYnySRA1Y/TE-8Ot672GI/AAAAAAAAC4g/Gyn9C6F8Gi4/s800/led-cinema-27.jpg" alt="LED Cinema Display 27" /><br />
<br />
24 inci kurang besar? Baiklah, Apple kini memperbesar ukurannya menjadi 27 inci. <strike>lebih besar daripada milik Ariel</strike>. Dan sudah memiliki rasio 16:9 dengan resolusi 2560x1440 piksel. Selain dilengkapi dengan kamera web (<em>webcam</em>) dan <em>speaker</em> berkonfigurasi 2.1, juga dilengkapi dengan USB hub dengan 3 port. Serta mikrofon.<br />
<br />
Juga disediakan port <em>magsafe</em> untuk mengisi batere MacBook atau MacBook Pro. Sementara koneksi videonya tetap menggunakan Mini DisplayPort yang mendukung aliran suara. Namun sayangnya, sama seperti LED Cinema Display 24, tetap tidak ada dukungan FireWire. <br />
<br />
<em>Ambient light sensor</em> juga sudah ditanamkan di LED Cinema Display 27. Sementara harga yang ditawarkan adalah USD 999.<br />
<br />
<strong>Magic TrackPad</strong><br />
<br />
<img src="http://lh3.ggpht.com/_6QOYnySRA1Y/TE-8PfXKWLI/AAAAAAAAC4k/Qh7mVy6Oz6U/s800/magic-trackpad.jpg" alt="Apple Magic TrackPad" /><br />
<br />
Ingat dengan teknologi sentuh-jamak (<em>multi touch</em>) yang ada pada MacBook, MacBook Pro, iPod Touch, iPhone, dan iPad? lalu bagaimana dengan pengguna desktop? Ya, ada Magic Mouse yang juga mendukung teknologi sentuh-jamak. Namun, jika Anda sangat mencintai penggunaan <em>trackpad</em> walaupun Anda sedang menggunakan komputer desktop, maka <strong>Magic TrackPad</strong> ini lah jawabannya. Bahkan dengan ukuran yang lebih besar daripada <em>trackpad</em> yang ada di MacBook Pro!<br />
<br />
Juga seperti Magic Mouse, <a href="http://www.apple.com/magictrackpad/">Magic TrackPad</a> ini hanya tersedia dalam varian nirkabel <em>bluetooth</em> yang ditawarkan seharga USD 69.<br />
<br />
Tentunya, juga bisa digunakan di MacBook dan MacBook Pro. Tidak hanya desktop saja!<br />
<br />
<strong>iMac, i3, i5, i7</strong><br />
<br />
<img src="http://lh3.ggpht.com/_6QOYnySRA1Y/TE-8OJOPXuI/AAAAAAAAC4c/ovQRFcU-KuE/s800/imac-turboed.jpg" alt="" /><br />
<br />
iMac Tetap ditawarkan dalam pilihan layar 21.5" dan 27". Hanya saja, sama seperti MacPro, iMac kini diperkuat dengan prosesor baru dari lini i3, i5, dan i7. Tidak ada lagi iMac yang menggunakan Core 2 Duo (ataupun Core 2 Quad). Untuk urusan grafis juga diperbaharui dengan ATI Radeon HD 4670, HD 5670, dan HD 5750.<br />
<br />
<em>one more thing</em>, <strong>Apple Battery Charger</strong><br />
<br />
<img src="http://lh6.ggpht.com/_6QOYnySRA1Y/TE-8PVr18eI/AAAAAAAAC4o/MIB9JwdoE8M/s800/apple-batt-charger.jpg" alt="Apple Battery Charger" /><br />
<br />
Ya, benar, alat pengisian daya batere (<em><a href="http://www.apple.com/battery-charger/">battery power charger</a></em>). Apple benar-benar menjualnya. Bahkan dengan batu baterenya! Karena Apple senang sekali dengan perangkat nirkabel &mdash; seperti keyboard, mouse, dan tentunya Magic Trackpad &mdash; yang menggunakan batere standar AA, maka Apple membuat aksesoris pelengkapnya. <em>Charger</em> dan batere yang berkualitas dan berdesain khas Apple. Juga dengan harga khas Apple: unit <em>charger</em> plus 6 unit batu batere AA seharga USD 29.<br />
<br />
<a href="http://adha.ms/">Adham Somantrie</a><br />
&mdash; <a href="http://makemac.com/">MakeMac.com</a> Contributor. ]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[ <strong>MacPro 12-cores</strong><br />
<br />
<img src="http://lh5.ggpht.com/_6QOYnySRA1Y/TE-8PXBUcGI/AAAAAAAAC4s/K5SEZdLCTBY/s800/macpro-12-core.jpg" alt="Apple MacPro 12-cores" /><br />
<br />
Akhirnya Apple merilis MacPro dengan prosesor 12 inti (2 prosesor dengan masing-masing 6 inti). Tentunya opsi prosesor tunggal (4 inti) dan konfigurasi standar prosesor ganda (total 8 inti) masih disediakan bagi anggaran yang ketat.<br />
<br />
Selain itu, MacPro juga sudah dipersenjatai dengan ATI Radeon HD 5770 atau HD 5870 yang dilengkapi dengan Mini DisplayPort.<br />
<br />
<strong>LED Cinema Display 27 inches</strong><br />
<br />
<img src="http://lh5.ggpht.com/_6QOYnySRA1Y/TE-8Ot672GI/AAAAAAAAC4g/Gyn9C6F8Gi4/s800/led-cinema-27.jpg" alt="LED Cinema Display 27" /><br />
<br />
24 inci kurang besar? Baiklah, Apple kini memperbesar ukurannya menjadi 27 inci. <strike>lebih besar daripada milik Ariel</strike>. Dan sudah memiliki rasio 16:9 dengan resolusi 2560x1440 piksel. Selain dilengkapi dengan kamera web (<em>webcam</em>) dan <em>speaker</em> berkonfigurasi 2.1, juga dilengkapi dengan USB hub dengan 3 port. Serta mikrofon.<br />
<br />
Juga disediakan port <em>magsafe</em> untuk mengisi batere MacBook atau MacBook Pro. Sementara koneksi videonya tetap menggunakan Mini DisplayPort yang mendukung aliran suara. Namun sayangnya, sama seperti LED Cinema Display 24, tetap tidak ada dukungan FireWire. <br />
<br />
<em>Ambient light sensor</em> juga sudah ditanamkan di LED Cinema Display 27. Sementara harga yang ditawarkan adalah USD 999.<br />
<br />
<strong>Magic TrackPad</strong><br />
<br />
<img src="http://lh3.ggpht.com/_6QOYnySRA1Y/TE-8PfXKWLI/AAAAAAAAC4k/Qh7mVy6Oz6U/s800/magic-trackpad.jpg" alt="Apple Magic TrackPad" /><br />
<br />
Ingat dengan teknologi sentuh-jamak (<em>multi touch</em>) yang ada pada MacBook, MacBook Pro, iPod Touch, iPhone, dan iPad? lalu bagaimana dengan pengguna desktop? Ya, ada Magic Mouse yang juga mendukung teknologi sentuh-jamak. Namun, jika Anda sangat mencintai penggunaan <em>trackpad</em> walaupun Anda sedang menggunakan komputer desktop, maka <strong>Magic TrackPad</strong> ini lah jawabannya. Bahkan dengan ukuran yang lebih besar daripada <em>trackpad</em> yang ada di MacBook Pro!<br />
<br />
Juga seperti Magic Mouse, <a href="http://www.apple.com/magictrackpad/">Magic TrackPad</a> ini hanya tersedia dalam varian nirkabel <em>bluetooth</em> yang ditawarkan seharga USD 69.<br />
<br />
Tentunya, juga bisa digunakan di MacBook dan MacBook Pro. Tidak hanya desktop saja!<br />
<br />
<strong>iMac, i3, i5, i7</strong><br />
<br />
<img src="http://lh3.ggpht.com/_6QOYnySRA1Y/TE-8OJOPXuI/AAAAAAAAC4c/ovQRFcU-KuE/s800/imac-turboed.jpg" alt="" /><br />
<br />
iMac Tetap ditawarkan dalam pilihan layar 21.5" dan 27". Hanya saja, sama seperti MacPro, iMac kini diperkuat dengan prosesor baru dari lini i3, i5, dan i7. Tidak ada lagi iMac yang menggunakan Core 2 Duo (ataupun Core 2 Quad). Untuk urusan grafis juga diperbaharui dengan ATI Radeon HD 4670, HD 5670, dan HD 5750.<br />
<br />
<em>one more thing</em>, <strong>Apple Battery Charger</strong><br />
<br />
<img src="http://lh6.ggpht.com/_6QOYnySRA1Y/TE-8PVr18eI/AAAAAAAAC4o/MIB9JwdoE8M/s800/apple-batt-charger.jpg" alt="Apple Battery Charger" /><br />
<br />
Ya, benar, alat pengisian daya batere (<em><a href="http://www.apple.com/battery-charger/">battery power charger</a></em>). Apple benar-benar menjualnya. Bahkan dengan batu baterenya! Karena Apple senang sekali dengan perangkat nirkabel &mdash; seperti keyboard, mouse, dan tentunya Magic Trackpad &mdash; yang menggunakan batere standar AA, maka Apple membuat aksesoris pelengkapnya. <em>Charger</em> dan batere yang berkualitas dan berdesain khas Apple. Juga dengan harga khas Apple: unit <em>charger</em> plus 6 unit batu batere AA seharga USD 29.<br />
<br />
<a href="http://adha.ms/">Adham Somantrie</a><br />
&mdash; <a href="http://makemac.com/">MakeMac.com</a> Contributor. ]]></content:encoded>
		<wfw:commentRss>http://adha.ms/rss/comment/369</wfw:commentRss>
	</item>
	<item>
		<title>Langkah Pintas Aplikasi Bluetooth di Mac OS X</title>
		<link>http://adha.ms/p/368/langkah-pintas-aplikasi-bluetooth-di-mac-os-x/</link>
		<guid>http://adha.ms/p/368/langkah-pintas-aplikasi-bluetooth-di-mac-os-x/</guid>
		<comments>http://adha.ms/p/368/langkah-pintas-aplikasi-bluetooth-di-mac-os-x/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Jul 2010 22:50:54 +0700</pubDate>
		<dc:creator>Adham Somantrie</dc:creator>
		<description><![CDATA[ <img src="http://lh3.ggpht.com/_6QOYnySRA1Y/TCg-rLNutMI/AAAAAAAAC2Q/_H4WyHS3XGA/s800/bluetooth-file-exchange.jpg" alt="Bluetooth File Exchange" /><br />
<br />
Apple, Inc. merupakan salah satu perusahaan yang cukup rajin menanamkan fitur konektivitas nirkabel di produknya: wi-fi (AirPort) dan <strong>Bluetooth</strong>. Kini, semua jajaran produk Mac telah memiliki fitur Bluetooth yang terintegrasi. Dan, tentunya dalam beberapa tahun terakhir, koneksi bluetooth ini telah menjadi salah satu standar untuk perangkat musafir (<em>mobile devices</em>).<br />
<br />
Pada Mac OS X, di <em>menu bar</em> terdapat ikon bluetooth yang dapat Anda gunakan untuk mengendalikan perangkat bluetooth pada Mac, juga untuk fungsi-fungsi lain yang berkaitan dengan koneksi bluetooth.<br />
<br />
Untung mengirimkan berkas dari Mac ke perangkat lain melalui bluetooth, Anda dapat memilih menu "Send File..." dari ikon bluetooth yang ada di menu bar. Lalu merambah isi penyimpanan untuk menemukan berkas yang ingin dikirim. Setelah itu Anda dapat memilih perangkat tujuan pengiriman.<br />
<br />
Namun, bagi beberapa orang (termasuk saya), menemukan berkas ini lebih disukai dengan menggunakan <strong>Finder</strong>. Namun sayangnya, aplikasi Finder ini tidak memiliki fungsi untuk langsung mengirimkan berkas melalui bluetooth.<br />
<br />
Solusinya adalah dengan meletakkan aplikasi <strong>Bluetooth File Exchange</strong> pada <strong>Dock</strong>. Buka Finder, masuk ke folder /Applications/Utilites/ dan temukan aplikasi Bluetooth File Exchange. Lalu tarik (<em>drag</em>) ke Dock.<br />
<br />
Untuk mengirimkan berkas dari Finder, Anda tinggal menarik berkas tersebut dari jendela Finder ke ikon aplikasi Bluetooth File Exchange yang ada di Dock. Lalu, Anda tinggal memilih perangkat tujuan pengiriman. Bahkan, jika koneksi bluetooth Mac Anda dalam keadaan mati, aplikasi ini akan "menawarkan jasanya" untuk mengaktifkan koneksi bluetooth Mac Anda.<br />
<br />
&mdash; Adham Somantrie.<br />
<br />
PS: Untuk Anda pemilik Mac lama yang tidak memiliki <em>built-in bluetooth</em>, ataupun pengguna Mac OS X dengan perangkat keras non-Apple, Anda bisa saja menggunakan perangkat bluetooth berbasis USB. Umumnya sudah didukung oleh Mac OS X secara langsung.<br />
<br />
Tulisan ini juga dipublikasikan di <a href="http://www.makemac.com/2010/07/langkah-pintas-aplikasi-bluetooth-di-mac-os-x/">MakeMac : Langkah Pintas Aplikasi Bluetooth di Mac OS X</a>. ]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[ <img src="http://lh3.ggpht.com/_6QOYnySRA1Y/TCg-rLNutMI/AAAAAAAAC2Q/_H4WyHS3XGA/s800/bluetooth-file-exchange.jpg" alt="Bluetooth File Exchange" /><br />
<br />
Apple, Inc. merupakan salah satu perusahaan yang cukup rajin menanamkan fitur konektivitas nirkabel di produknya: wi-fi (AirPort) dan <strong>Bluetooth</strong>. Kini, semua jajaran produk Mac telah memiliki fitur Bluetooth yang terintegrasi. Dan, tentunya dalam beberapa tahun terakhir, koneksi bluetooth ini telah menjadi salah satu standar untuk perangkat musafir (<em>mobile devices</em>).<br />
<br />
Pada Mac OS X, di <em>menu bar</em> terdapat ikon bluetooth yang dapat Anda gunakan untuk mengendalikan perangkat bluetooth pada Mac, juga untuk fungsi-fungsi lain yang berkaitan dengan koneksi bluetooth.<br />
<br />
Untung mengirimkan berkas dari Mac ke perangkat lain melalui bluetooth, Anda dapat memilih menu "Send File..." dari ikon bluetooth yang ada di menu bar. Lalu merambah isi penyimpanan untuk menemukan berkas yang ingin dikirim. Setelah itu Anda dapat memilih perangkat tujuan pengiriman.<br />
<br />
Namun, bagi beberapa orang (termasuk saya), menemukan berkas ini lebih disukai dengan menggunakan <strong>Finder</strong>. Namun sayangnya, aplikasi Finder ini tidak memiliki fungsi untuk langsung mengirimkan berkas melalui bluetooth.<br />
<br />
Solusinya adalah dengan meletakkan aplikasi <strong>Bluetooth File Exchange</strong> pada <strong>Dock</strong>. Buka Finder, masuk ke folder /Applications/Utilites/ dan temukan aplikasi Bluetooth File Exchange. Lalu tarik (<em>drag</em>) ke Dock.<br />
<br />
Untuk mengirimkan berkas dari Finder, Anda tinggal menarik berkas tersebut dari jendela Finder ke ikon aplikasi Bluetooth File Exchange yang ada di Dock. Lalu, Anda tinggal memilih perangkat tujuan pengiriman. Bahkan, jika koneksi bluetooth Mac Anda dalam keadaan mati, aplikasi ini akan "menawarkan jasanya" untuk mengaktifkan koneksi bluetooth Mac Anda.<br />
<br />
&mdash; Adham Somantrie.<br />
<br />
PS: Untuk Anda pemilik Mac lama yang tidak memiliki <em>built-in bluetooth</em>, ataupun pengguna Mac OS X dengan perangkat keras non-Apple, Anda bisa saja menggunakan perangkat bluetooth berbasis USB. Umumnya sudah didukung oleh Mac OS X secara langsung.<br />
<br />
Tulisan ini juga dipublikasikan di <a href="http://www.makemac.com/2010/07/langkah-pintas-aplikasi-bluetooth-di-mac-os-x/">MakeMac : Langkah Pintas Aplikasi Bluetooth di Mac OS X</a>. ]]></content:encoded>
		<wfw:commentRss>http://adha.ms/rss/comment/368</wfw:commentRss>
	</item>
	<item>
		<title>Menonaktifkan Firewire pada Mac OS X</title>
		<link>http://adha.ms/p/367/menonaktifkan-firewire-pada-mac-os-x/</link>
		<guid>http://adha.ms/p/367/menonaktifkan-firewire-pada-mac-os-x/</guid>
		<comments>http://adha.ms/p/367/menonaktifkan-firewire-pada-mac-os-x/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Jul 2010 22:44:31 +0700</pubDate>
		<dc:creator>Adham Somantrie</dc:creator>
		<description><![CDATA[ <img alt="Disabled Firewire" src="http://lh6.ggpht.com/_6QOYnySRA1Y/TDVB8ajvKCI/AAAAAAAAC3I/f7vXlvjHr6Y/s800/firewire-warning.jpg" /><br />
<br />
Firewire (IEEE 1384) adalah salah satu keunggulan Apple dibandingkan produk lainnya. Teknologi koneksi hasil inovasi Apple Computers, Inc. ini sangat bertenaga dan cepat. Hanya saja, walaupun standarnya sudah terbuka untuk digunakan oleh perusahaan lain, tingkat adopsi Firewire tidak tinggi seperti USB yang ditemukan oleh Intel Corp.<br />
<br />
Alhasil, hampir seluruh jajaran produk <a href="http://adha.ms/p/166/seputar-mac-dan-mac-os-x/">Mac</a> dilengkapi dengan port Firewire ini. Walaupun kini Apple telah mencoba <a href="http://adha.ms/p/138/firewire-saat-ini-hanya-untuk-profesional-saja/">menghapuskan port Firewire 400 pada setiap Mac</a>, namun Apple menggantikannya dengan port Firewire 800 yang memiliki kecepatan ganda di beberapa jajaran Mac profesional.<br />
<br />
Namun, terkadang dalam kasus atau kondisi tertentu, ada kalanya pengguna ingin menonaktifkan (<em>disabling</em>) Firewire yang ada pada Mac. Misalnya ketika Firewire tersebut malah menimbulkan masalah atau konflik perangkat lunak. Atau ketika Mac dijadikan komputer publik dan menghindari Mac dikoneksikan dengan perangkat lain melalui Firewire.<br />
<br />
Salah satu cara untuk menonaktifkan Firewire adalah dengan menonaktifkan ekstensi kernel (<em>kernel extension, .kext</em>) pada Mac OS X, sehingga Mac OS X tidak dapat mengakses perangkat keras Firewire.<br />
<br />
Buka aplikasi Terminal.app.<br />
<br />
Untuk berjaga-jaga, kita buat direktori <em>backup</em>. Pada Terminal.app ketik:<br />
<br />
sudo mkdir /System/Library/Backup.Extensions/<br />
<br />
Pindahkan ekstensi yang berhubungan dengan Firewire ke direktori <em>backup</em> tersebut. Pada Terminal.app ketik:<br />
<br />
sudo mv /System/Library/Extensions/IOFireWire* /System/Library/Backup.Extensions/<br />
<br />
Selesai. Silakan restart Mac untuk melihat hasilnya.<br />
<br />
Nah, jika Anda ingin mengembalikan ke kondisi semua. Cukup kembalikan ekstensi dari backup. Pada Terminal.app ketik:<br />
<br />
sudo mv /System/Library/Backup.Extensions/IOFireWire*  /System/Library/Extensions/<br />
<br />
Dan, saya ingin bertanya. Apakah Anda pernah menggunakan fitur Firewire Mac Anda? Jika pernah, untuk apa? Target disk mode, <a href="http://adha.ms/p/274/koneksi-firewire-untuk-media-penyimpanan-eksternal/">penyimpanan eksternal</a>, kamera video? Atau malah Anda merasa fitur Firewire di Mac Anda itu tidak berguna sama sekali? ]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[ <img alt="Disabled Firewire" src="http://lh6.ggpht.com/_6QOYnySRA1Y/TDVB8ajvKCI/AAAAAAAAC3I/f7vXlvjHr6Y/s800/firewire-warning.jpg" /><br />
<br />
Firewire (IEEE 1384) adalah salah satu keunggulan Apple dibandingkan produk lainnya. Teknologi koneksi hasil inovasi Apple Computers, Inc. ini sangat bertenaga dan cepat. Hanya saja, walaupun standarnya sudah terbuka untuk digunakan oleh perusahaan lain, tingkat adopsi Firewire tidak tinggi seperti USB yang ditemukan oleh Intel Corp.<br />
<br />
Alhasil, hampir seluruh jajaran produk <a href="http://adha.ms/p/166/seputar-mac-dan-mac-os-x/">Mac</a> dilengkapi dengan port Firewire ini. Walaupun kini Apple telah mencoba <a href="http://adha.ms/p/138/firewire-saat-ini-hanya-untuk-profesional-saja/">menghapuskan port Firewire 400 pada setiap Mac</a>, namun Apple menggantikannya dengan port Firewire 800 yang memiliki kecepatan ganda di beberapa jajaran Mac profesional.<br />
<br />
Namun, terkadang dalam kasus atau kondisi tertentu, ada kalanya pengguna ingin menonaktifkan (<em>disabling</em>) Firewire yang ada pada Mac. Misalnya ketika Firewire tersebut malah menimbulkan masalah atau konflik perangkat lunak. Atau ketika Mac dijadikan komputer publik dan menghindari Mac dikoneksikan dengan perangkat lain melalui Firewire.<br />
<br />
Salah satu cara untuk menonaktifkan Firewire adalah dengan menonaktifkan ekstensi kernel (<em>kernel extension, .kext</em>) pada Mac OS X, sehingga Mac OS X tidak dapat mengakses perangkat keras Firewire.<br />
<br />
Buka aplikasi Terminal.app.<br />
<br />
Untuk berjaga-jaga, kita buat direktori <em>backup</em>. Pada Terminal.app ketik:<br />
<br />
sudo mkdir /System/Library/Backup.Extensions/<br />
<br />
Pindahkan ekstensi yang berhubungan dengan Firewire ke direktori <em>backup</em> tersebut. Pada Terminal.app ketik:<br />
<br />
sudo mv /System/Library/Extensions/IOFireWire* /System/Library/Backup.Extensions/<br />
<br />
Selesai. Silakan restart Mac untuk melihat hasilnya.<br />
<br />
Nah, jika Anda ingin mengembalikan ke kondisi semua. Cukup kembalikan ekstensi dari backup. Pada Terminal.app ketik:<br />
<br />
sudo mv /System/Library/Backup.Extensions/IOFireWire*  /System/Library/Extensions/<br />
<br />
Dan, saya ingin bertanya. Apakah Anda pernah menggunakan fitur Firewire Mac Anda? Jika pernah, untuk apa? Target disk mode, <a href="http://adha.ms/p/274/koneksi-firewire-untuk-media-penyimpanan-eksternal/">penyimpanan eksternal</a>, kamera video? Atau malah Anda merasa fitur Firewire di Mac Anda itu tidak berguna sama sekali? ]]></content:encoded>
		<wfw:commentRss>http://adha.ms/rss/comment/367</wfw:commentRss>
	</item>
	<item>
		<title>Seven or Six-Point-One?</title>
		<link>http://adha.ms/p/366/seven-or-six-point-one/</link>
		<guid>http://adha.ms/p/366/seven-or-six-point-one/</guid>
		<comments>http://adha.ms/p/366/seven-or-six-point-one/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Jul 2010 15:59:28 +0700</pubDate>
		<dc:creator>Adham Somantrie</dc:creator>
		<description><![CDATA[ I just got Windows 7 as my "side OS" just for playing Colin McRae D.I.R.T 2. Unfortunately, there just was only one edition over all Colin McRae Rally series that ported to Mac platform. And, I do not have any game consoles. So, I have to use Windows to play unless I got Wii or PS3.<br />
<br />
As we know, Windows XP is actually Windows NT 5.1, the successor of Windows 2000 (Windows NT 5.0). And, Windows Vista (Windows NT 6.0) is the successor (not success enough :)) ) of Windows XP. But, Microsoft has Windows 7 as the successor of Windows Vista. But Windows 7 is not Windows 7.0! It is Windows NT 6.1. Oh, we are fooled!<br />
<br />
<img src="http://lh6.ggpht.com/_6QOYnySRA1Y/TDbgRZ82iLI/AAAAAAAAC3k/9nSLW65ZPRw/s800/windows-6.1.jpg" alt="Windows NT 6.1" /><br />
<br />
Then, will the next Windows 8 be Windows NT 7.0? or even still Windows NT 6.2?<br />
<br />
<a href="http://adha.ms/">Adham Somantrie</a><br />
&mdash; Posted over Snow Leopard.<br />
<br />
PS: In my opinion, Windows 95 evolute slowly to Windows XP. And, people said there was big changes in Vista and Seven. Then, I think I have to learn "how to use" this Windows Seven.  ]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[ I just got Windows 7 as my "side OS" just for playing Colin McRae D.I.R.T 2. Unfortunately, there just was only one edition over all Colin McRae Rally series that ported to Mac platform. And, I do not have any game consoles. So, I have to use Windows to play unless I got Wii or PS3.<br />
<br />
As we know, Windows XP is actually Windows NT 5.1, the successor of Windows 2000 (Windows NT 5.0). And, Windows Vista (Windows NT 6.0) is the successor (not success enough :)) ) of Windows XP. But, Microsoft has Windows 7 as the successor of Windows Vista. But Windows 7 is not Windows 7.0! It is Windows NT 6.1. Oh, we are fooled!<br />
<br />
<img src="http://lh6.ggpht.com/_6QOYnySRA1Y/TDbgRZ82iLI/AAAAAAAAC3k/9nSLW65ZPRw/s800/windows-6.1.jpg" alt="Windows NT 6.1" /><br />
<br />
Then, will the next Windows 8 be Windows NT 7.0? or even still Windows NT 6.2?<br />
<br />
<a href="http://adha.ms/">Adham Somantrie</a><br />
&mdash; Posted over Snow Leopard.<br />
<br />
PS: In my opinion, Windows 95 evolute slowly to Windows XP. And, people said there was big changes in Vista and Seven. Then, I think I have to learn "how to use" this Windows Seven.  ]]></content:encoded>
		<wfw:commentRss>http://adha.ms/rss/comment/366</wfw:commentRss>
	</item>
	<item>
		<title>Bersihkan Timeline TweetDeck dari Foursquare</title>
		<link>http://adha.ms/p/365/bersihkan-timeline-tweetdeck-dari-foursquare/</link>
		<guid>http://adha.ms/p/365/bersihkan-timeline-tweetdeck-dari-foursquare/</guid>
		<comments>http://adha.ms/p/365/bersihkan-timeline-tweetdeck-dari-foursquare/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Jul 2010 08:41:36 +0700</pubDate>
		<dc:creator>Adham Somantrie</dc:creator>
		<description><![CDATA[ Bagi beberapa pengguna layanan <strong>twitter</strong>, tweet yang bersumber dari <strong>Foursquare</strong> dianggap mengotori garis waktu (<em>timeline</em>) mereka. Bahkan ada yang sampai mencela para pengguna yang mengintegrasikan layanan Foursquare dengan twitter. Dan, tidak sedikit pula yang mengancam untuk melakukan boikot <em>unfollow</em>.<br />
<br />
Untuk Anda pengguna <strong>TweetDeck Desktop</strong>, sebenarnya ada solusi untuk menjaga garis waktu Anda tetap bersih dari Foursquare. Karena pada TweetDeck ada fitur penyaringan (<em>filter</em>).<br />
<br />
<strong>Catatan</strong>: Sila melakukan pemutakhiran aplikasi jika TweetDeck yang ada di komputer Anda belum memiliki fitur ini.<br />
<br />
Berikut adalah contoh garis waktu yang belum disaring. <a href="http://adha.ms/">Saya</a> melakukan <em>check-in</em> pada Foursquare yang sudah saya integrasikan dengan <a href="http://twitter.com/adhams">akun twitter saya</a>.<br />
<br />
<img src="http://lh5.ggpht.com/_6QOYnySRA1Y/TDGrBCGjyMI/AAAAAAAAC2k/wp5n5giqR3U/s800/tweetdeck-timeline-unfiltered-4sq.jpg" alt="Unfiltered TweetDeck Timeline" /><br />
<br />
Nah, mari kita saring segala <em>tweet</em> yang berasal dari Foursquare.<br />
<br />
Klik tombol <strong>Settings</strong> pada TweetDeck yang berada di sebelah kanan atas jendela. Ya, yang diwakili simbol kunci inggris. Lalu pilih opsi <strong>Global Filter</strong> yang ada di sebelah kiri. Pada kotak teks di sebelah <strong>From sources</strong> masukkan:<br />
<br />
foursquare<br />
<br />
<img src="http://lh6.ggpht.com/_6QOYnySRA1Y/TDGrBYLfbgI/AAAAAAAAC2o/_OuMTks3iTo/s800/tweetdeck-setting-filter-4sq.jpg" alt="TweetDeck Global Filter" /><br />
<br />
Lalu klik tombol Save Settings untuk menyimpan perubahan tersebut.<br />
<br />
Dan, garis waktu Anda akan terbebas dari <em>tweet</em> yang berasal dari layanan Foursquare.<br />
<br />
<img src="http://lh6.ggpht.com/_6QOYnySRA1Y/TDGrBNBU7rI/AAAAAAAAC2g/zUjQ7_zl8xw/s800/tweetdeck-timeline-filtered-4sq.jpg" alt="Filtered TweetDeck Timeline" /><br />
<br />
Nah, tidak perlu misuh-misuh dan marah-marah kan? ;)<br />
<br />
<strong>Lebih Lanjut:</strong><br />
Sebenarnya trik ini tidak hanya dapat digunakan untuk menyaring Foursquare dari garis waktu Anda. Anda bisa menyaring <em>tweet</em> yang mengandung kata-kata tertentu dengan menggunakan kotak teks <strong>Containing words</strong> pada jendela konfigurasi <strong>Global Filter</strong>. Atau, menyaring <em>tweet</em> dari pengguna tertentu dengan menggunakan kotak teks <strong>From people</strong>.<br />
<br />
Selamat berkicau!<br />
&mdash; <a href="http://twitter.com/adhams">@adhams</a> ]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[ Bagi beberapa pengguna layanan <strong>twitter</strong>, tweet yang bersumber dari <strong>Foursquare</strong> dianggap mengotori garis waktu (<em>timeline</em>) mereka. Bahkan ada yang sampai mencela para pengguna yang mengintegrasikan layanan Foursquare dengan twitter. Dan, tidak sedikit pula yang mengancam untuk melakukan boikot <em>unfollow</em>.<br />
<br />
Untuk Anda pengguna <strong>TweetDeck Desktop</strong>, sebenarnya ada solusi untuk menjaga garis waktu Anda tetap bersih dari Foursquare. Karena pada TweetDeck ada fitur penyaringan (<em>filter</em>).<br />
<br />
<strong>Catatan</strong>: Sila melakukan pemutakhiran aplikasi jika TweetDeck yang ada di komputer Anda belum memiliki fitur ini.<br />
<br />
Berikut adalah contoh garis waktu yang belum disaring. <a href="http://adha.ms/">Saya</a> melakukan <em>check-in</em> pada Foursquare yang sudah saya integrasikan dengan <a href="http://twitter.com/adhams">akun twitter saya</a>.<br />
<br />
<img src="http://lh5.ggpht.com/_6QOYnySRA1Y/TDGrBCGjyMI/AAAAAAAAC2k/wp5n5giqR3U/s800/tweetdeck-timeline-unfiltered-4sq.jpg" alt="Unfiltered TweetDeck Timeline" /><br />
<br />
Nah, mari kita saring segala <em>tweet</em> yang berasal dari Foursquare.<br />
<br />
Klik tombol <strong>Settings</strong> pada TweetDeck yang berada di sebelah kanan atas jendela. Ya, yang diwakili simbol kunci inggris. Lalu pilih opsi <strong>Global Filter</strong> yang ada di sebelah kiri. Pada kotak teks di sebelah <strong>From sources</strong> masukkan:<br />
<br />
foursquare<br />
<br />
<img src="http://lh6.ggpht.com/_6QOYnySRA1Y/TDGrBYLfbgI/AAAAAAAAC2o/_OuMTks3iTo/s800/tweetdeck-setting-filter-4sq.jpg" alt="TweetDeck Global Filter" /><br />
<br />
Lalu klik tombol Save Settings untuk menyimpan perubahan tersebut.<br />
<br />
Dan, garis waktu Anda akan terbebas dari <em>tweet</em> yang berasal dari layanan Foursquare.<br />
<br />
<img src="http://lh6.ggpht.com/_6QOYnySRA1Y/TDGrBNBU7rI/AAAAAAAAC2g/zUjQ7_zl8xw/s800/tweetdeck-timeline-filtered-4sq.jpg" alt="Filtered TweetDeck Timeline" /><br />
<br />
Nah, tidak perlu misuh-misuh dan marah-marah kan? ;)<br />
<br />
<strong>Lebih Lanjut:</strong><br />
Sebenarnya trik ini tidak hanya dapat digunakan untuk menyaring Foursquare dari garis waktu Anda. Anda bisa menyaring <em>tweet</em> yang mengandung kata-kata tertentu dengan menggunakan kotak teks <strong>Containing words</strong> pada jendela konfigurasi <strong>Global Filter</strong>. Atau, menyaring <em>tweet</em> dari pengguna tertentu dengan menggunakan kotak teks <strong>From people</strong>.<br />
<br />
Selamat berkicau!<br />
&mdash; <a href="http://twitter.com/adhams">@adhams</a> ]]></content:encoded>
		<wfw:commentRss>http://adha.ms/rss/comment/365</wfw:commentRss>
	</item>
	<item>
		<title>#sewindu #bbv</title>
		<link>http://adha.ms/p/364/sewindu-bbv/</link>
		<guid>http://adha.ms/p/364/sewindu-bbv/</guid>
		<comments>http://adha.ms/p/364/sewindu-bbv/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Jul 2010 18:50:18 +0700</pubDate>
		<dc:creator>Adham Somantrie</dc:creator>
		<description><![CDATA[ <img src="http://lh5.ggpht.com/_6QOYnySRA1Y/TDHVDzAgKfI/AAAAAAAAC28/lQuTo-dY6pA/s800/bbv-grunge-glossy.jpg" alt="Bandung Blog Village" /><br />
<br />
Tak terasa, waktu terus berlalu bagaikan garis waktu di twitter. <strong>#sewindu</strong> sudah  <strong>#bbv</strong> berdiri. Tentunya banyak cerita, pengalaman, serta sejarah yang dilalui.<br />
<br />
Sebagai pionir komunitas blog regional, <a href="http://adha.ms/p/242/sekilas-mengenai-bandung-blog-village-bbv/">Bandung Blog Village</a> harus mampu bertahan untuk menjaga eksistensinya, salah satunya dengan regenerasi masif sejak usia keenam (2008). Mengingat sudah banyak anggotanya yang hanyut terbawa nasib dan rejeki serta jodoh ke luar Bandung. Dan, dengan memasuki tahun kesembilan, selain bersyukur atas #sewindu ini, tentunya juga harus merenung dan mengevaluasi #sewindu yang telah berlalu itu.<br />
<br />
Karena saat ini keluarga besar BBV sedang berkabung atas musibah yang menimpa, maka peringatan #sewindu ini akan jauh dari kehebohan dan selebrasi yang hingar-bingar. Namun seremoni harus tetap berjalan, sebagai bentuk tanda syukur. Sampai hari ini kami belum bisa mempublikasi undangan resminya. Mungkin beberapa hari lagi.<br />
<br />
Silakan kunjungi situs resmi <a href="http://bbv.or.id/">bbv.or.id</a> atau ikuti akun twitter resmi BBV di <a href="http://twitter.com/bdgblogvillage">@bdgblogvillage</a> untuk informasi lebih lanjut mengenai BBV. Sementara dalam beberapa hari ini, para narablog BBV berceloteh dan handai taulan juga bertestimoni dengan <em>hastag</em> <a href="http://twitter.com/search?q=%23sewindu">#sewindu</a> di twitter.<br />
<br />
Yak! Apa yang Anda ingat pada #sewindu lalu? Kalau saya #sewindu yang lalu adalah sejarah monumental urbanisasi ke Kota Bandung dan menjadi seorang mahasiswa.<br />
<br />
Bandung, 5 Juli 2010.<br />
&mdash; Adham Somantrie, <em>BBV Community Representative</em>. ]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[ <img src="http://lh5.ggpht.com/_6QOYnySRA1Y/TDHVDzAgKfI/AAAAAAAAC28/lQuTo-dY6pA/s800/bbv-grunge-glossy.jpg" alt="Bandung Blog Village" /><br />
<br />
Tak terasa, waktu terus berlalu bagaikan garis waktu di twitter. <strong>#sewindu</strong> sudah  <strong>#bbv</strong> berdiri. Tentunya banyak cerita, pengalaman, serta sejarah yang dilalui.<br />
<br />
Sebagai pionir komunitas blog regional, <a href="http://adha.ms/p/242/sekilas-mengenai-bandung-blog-village-bbv/">Bandung Blog Village</a> harus mampu bertahan untuk menjaga eksistensinya, salah satunya dengan regenerasi masif sejak usia keenam (2008). Mengingat sudah banyak anggotanya yang hanyut terbawa nasib dan rejeki serta jodoh ke luar Bandung. Dan, dengan memasuki tahun kesembilan, selain bersyukur atas #sewindu ini, tentunya juga harus merenung dan mengevaluasi #sewindu yang telah berlalu itu.<br />
<br />
Karena saat ini keluarga besar BBV sedang berkabung atas musibah yang menimpa, maka peringatan #sewindu ini akan jauh dari kehebohan dan selebrasi yang hingar-bingar. Namun seremoni harus tetap berjalan, sebagai bentuk tanda syukur. Sampai hari ini kami belum bisa mempublikasi undangan resminya. Mungkin beberapa hari lagi.<br />
<br />
Silakan kunjungi situs resmi <a href="http://bbv.or.id/">bbv.or.id</a> atau ikuti akun twitter resmi BBV di <a href="http://twitter.com/bdgblogvillage">@bdgblogvillage</a> untuk informasi lebih lanjut mengenai BBV. Sementara dalam beberapa hari ini, para narablog BBV berceloteh dan handai taulan juga bertestimoni dengan <em>hastag</em> <a href="http://twitter.com/search?q=%23sewindu">#sewindu</a> di twitter.<br />
<br />
Yak! Apa yang Anda ingat pada #sewindu lalu? Kalau saya #sewindu yang lalu adalah sejarah monumental urbanisasi ke Kota Bandung dan menjadi seorang mahasiswa.<br />
<br />
Bandung, 5 Juli 2010.<br />
&mdash; Adham Somantrie, <em>BBV Community Representative</em>. ]]></content:encoded>
		<wfw:commentRss>http://adha.ms/rss/comment/364</wfw:commentRss>
	</item>
</channel>
</rss>