<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!-- generator="adhamcore/1.0" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>
<channel>
	<title>Adham Somantrie</title>
	<link>http://adha.ms/</link>
	<description>The Playground</description>
	<pubDate>Wed, 10 Mar 2010 14:03:38 +0700</pubDate>
	<generator>http://www.adhamsomantrie.com/</generator>
	<item>
		<title>Nabi Yang Tidak Bertanggung Jawab</title>
		<link>http://adha.ms/p/353/nabi-yang-tidak-bertanggung-jawab/</link>
		<guid>http://adha.ms/p/353/nabi-yang-tidak-bertanggung-jawab/</guid>
		<comments>http://adha.ms/p/353/nabi-yang-tidak-bertanggung-jawab/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Feb 2010 08:08:42 +0700</pubDate>
		<dc:creator>Adham Somantrie</dc:creator>
		<description><![CDATA[ Beberapa hari ini di ranah jejaring sosial marak berita mengenai seorang motivator. Bahkan hingga ke layar televisi. Tweet atau pendapat dari beliau bisa dibilang cukup kontroversial. Cukup kontroversial, karena banyak pendapat lain yang kontra. Juga tidak sedikit pendapat yang pro.<br />
<br />
Beliau bisa dibilang bukanlah seorang motivator kecil. Pemikiran dan filosofi beliau bahkan menjadi sebuah "jalan hidup", yang beliau klaim sebagai "jalan hidup emas". Juga tidak sedikit "umat"-nya yang mengikuti jejak jalan hidup ini.<br />
<br />
Memang aksidental. Mengikuti perkembangan zaman, beliau pun merambah dunia maya. Termasuk twitter yang sedang marak di Indonesia. Pemikirannya pun dipublikasikan di akun twitter-nya. Namun, seperti kata pepatah, <em>everybody is unique person</em>, tidak ada manusia yang sama. Termasuk pola pikir dan pendapat pribadi.<br />
<br />
Secara pribadi, saya tidak menentang pendapat beliau yang kontroversial tersebut. Adalah hal yang sah dan wajar jika seseorang memiliki pendapat yang berbeda. Ini adalah hak asasi yang juga termaktub dalam UUD 1945. Kemerdekaan untuk berpendapat.<br />
<br />
Mirip dengan kasus <a href="http://impormasi.web.id/2009/12/profil-luna-maya/">Luna Maya</a> yang tersandung twitter beberapa saat lalu. Sang motivator ini juga menuai tweet protes dari beberapa pihak yang tidak sependapat dengan beliau. Dan, mirip juga dengan Luna Maya, motivator ini menghapus tweet-nya.<br />
<br />
Sang motivator menghapus tweet-nya. Beliau menutupi kesalahannya. Beliau secara tidak langsung "tidak mengakui pernyataannya sendiri". Apakah beliau masih layak dianggap sebagai motivator super?<br />
<br />
Alangkah lebih baik jika sang motivator ini tidak melakukan sebuah langkah "cemen" dengan menyerah di ranah twitter seperti ini. Memang relatif mengenai "cemen" ini. Mungkin ada orang lain yang melakukan hal yang sama. Tetapi beliau adalah motivator, yang umumnya memiliki pemikiran dan filosofi yang lebih matang.<br />
<br />
Tidak ada manusia yang sempurna. Tidak ada manusia yang luput dari kesalahan. Namun semua tidak dinilai dari kesalahan manusia, tetapi bagaimana manusia itu mempertanggungjawabkan kesalahannya. Bukan malah lari dari kenyataan dengan tidak bertanggung jawab atas kesalahannya itu. Wow, super sekali! eh...<br />
<br />
Seperti sebuah wejangan yang didapat oleh <a href="http://tikabanget.com/2010/01/01/2010-ituh/">Tika</a>.<br />
<br />
<em>"Nduk, jangan lelah menjelajahi hidupmu yo..<br />
Jangan bosan mencobai setiap kemungkinan yg ada, nduk..<br />
Jangan takut salah, jangan takut disalahkan..<br />
Tapi kalo memang kamu salah, Nduk, jangan pernah keberatan untuk meminta maaf.."</em><br />
<br />
Salam super! eh?<br />
<br />
&mdash; Adham Somantrie. ]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[ Beberapa hari ini di ranah jejaring sosial marak berita mengenai seorang motivator. Bahkan hingga ke layar televisi. Tweet atau pendapat dari beliau bisa dibilang cukup kontroversial. Cukup kontroversial, karena banyak pendapat lain yang kontra. Juga tidak sedikit pendapat yang pro.<br />
<br />
Beliau bisa dibilang bukanlah seorang motivator kecil. Pemikiran dan filosofi beliau bahkan menjadi sebuah "jalan hidup", yang beliau klaim sebagai "jalan hidup emas". Juga tidak sedikit "umat"-nya yang mengikuti jejak jalan hidup ini.<br />
<br />
Memang aksidental. Mengikuti perkembangan zaman, beliau pun merambah dunia maya. Termasuk twitter yang sedang marak di Indonesia. Pemikirannya pun dipublikasikan di akun twitter-nya. Namun, seperti kata pepatah, <em>everybody is unique person</em>, tidak ada manusia yang sama. Termasuk pola pikir dan pendapat pribadi.<br />
<br />
Secara pribadi, saya tidak menentang pendapat beliau yang kontroversial tersebut. Adalah hal yang sah dan wajar jika seseorang memiliki pendapat yang berbeda. Ini adalah hak asasi yang juga termaktub dalam UUD 1945. Kemerdekaan untuk berpendapat.<br />
<br />
Mirip dengan kasus <a href="http://impormasi.web.id/2009/12/profil-luna-maya/">Luna Maya</a> yang tersandung twitter beberapa saat lalu. Sang motivator ini juga menuai tweet protes dari beberapa pihak yang tidak sependapat dengan beliau. Dan, mirip juga dengan Luna Maya, motivator ini menghapus tweet-nya.<br />
<br />
Sang motivator menghapus tweet-nya. Beliau menutupi kesalahannya. Beliau secara tidak langsung "tidak mengakui pernyataannya sendiri". Apakah beliau masih layak dianggap sebagai motivator super?<br />
<br />
Alangkah lebih baik jika sang motivator ini tidak melakukan sebuah langkah "cemen" dengan menyerah di ranah twitter seperti ini. Memang relatif mengenai "cemen" ini. Mungkin ada orang lain yang melakukan hal yang sama. Tetapi beliau adalah motivator, yang umumnya memiliki pemikiran dan filosofi yang lebih matang.<br />
<br />
Tidak ada manusia yang sempurna. Tidak ada manusia yang luput dari kesalahan. Namun semua tidak dinilai dari kesalahan manusia, tetapi bagaimana manusia itu mempertanggungjawabkan kesalahannya. Bukan malah lari dari kenyataan dengan tidak bertanggung jawab atas kesalahannya itu. Wow, super sekali! eh...<br />
<br />
Seperti sebuah wejangan yang didapat oleh <a href="http://tikabanget.com/2010/01/01/2010-ituh/">Tika</a>.<br />
<br />
<em>"Nduk, jangan lelah menjelajahi hidupmu yo..<br />
Jangan bosan mencobai setiap kemungkinan yg ada, nduk..<br />
Jangan takut salah, jangan takut disalahkan..<br />
Tapi kalo memang kamu salah, Nduk, jangan pernah keberatan untuk meminta maaf.."</em><br />
<br />
Salam super! eh?<br />
<br />
&mdash; Adham Somantrie. ]]></content:encoded>
		<wfw:commentRss>http://adha.ms/rss/comment/353</wfw:commentRss>
	</item>
	<item>
		<title>Apple iPad</title>
		<link>http://adha.ms/p/352/apple-ipad/</link>
		<guid>http://adha.ms/p/352/apple-ipad/</guid>
		<comments>http://adha.ms/p/352/apple-ipad/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Jan 2010 10:47:32 +0700</pubDate>
		<dc:creator>Adham Somantrie</dc:creator>
		<description><![CDATA[ Lama tidak berjumpa. Tahun 2010 sudah sekitar 4 minggu berjalan, namun saya belum menurunkan satu pun artikel. Inilah artikel perdana saya di tahun 2010 :). Pada 27 Januari 2010 (atau 28 Januari 2010, 01.00 WIB) Apple menggelar sebuah perhelatan di Yerba Buena Center, San Francisco, untuk meluncurkan karya terbaru mereka. Saya sendiri sebenarnya menunggu detik-detik peluncurannya dan telah berada di depan komputer untuk menyaksikan liputan langsung (<em>live coverage</em>). Tetapi apa daya, karena waktunya tengah malam, ternyata mata pun menyerah satu jam sebelum acara di mulai. Dan, mari kita sambut produk mutakhir dari Apple Inc, <strong>iPad</strong>.<br />
<br />
<img src="http://lh3.ggpht.com/_6QOYnySRA1Y/S2D1-lwcekI/AAAAAAAACvg/HqzAkC_le60/s800/iPad.png" alt="iPad" /><br />
<br />
iPad, bisa dibilang merupakan sebuah <a href="http://adha.ms/p/349/ipod-touch-experience/">iPod Touch</a> yang berukuran lebih besar. Dilengkapi dengan layar berteknologi IPS 9,7 inci dan memiliki resolusi 1024x768 piksel. Tentu saja berkemampuan sentuh-jamak (<em>multi-touch</em>). Karena untuk mengoperasikannya langsung dengan sentuhan jari tanpa stylus. Selain <em>on-screen keyboard</em>, pengguna juga dapat menggunakan keyboard eksternal dengan konektivitas bluetooth. Sementara untuk bagian belakangnya, tampaknya menggunakan bahan aluminum seperti pada <a href="http://adha.ms/p/291/macbook-unibody-dan-macbook-pro-13/">MacBook Pro</a> dan PowerBook Aluminum. Tidak seperti iPod Touch yang menggunakan <em>stainless steel</em> mengkilap yang rentan baret dan sidik jari.<br />
<br />
Tentu saja semua iPad dilengkapi konektivitas Wi-Fi untuk berinteraksi dengan jaringan. Selain iPad WiFi, juga ditawarkan <strong>iPad WiFi + 3G</strong>. Tentu saja untuk versi yang dilengkapi dengan 3G memiliki kemampuan seluler GSM/EDGE dan UMTS/HSDPA, namun hanya untuk komunikasi data saja, bukan suara. Selain itu, versi 3G juga dilengkapi dengan <a href="http://adha.ms/p/350/gps-musafir-dan-bisnis/">A-GPS</a>.<br />
<br />
Apple mengklaim iPad responsif dan gegas berkat prosesor <strong>Apple A4 1GHz</strong> anyar mereka. Selain gegas, Apple mengklaim prosesor ini hemat daya, sehingga iPad mampu bekerja hingga 10 jam. Untuk pengisian baterai, sama seperti iPod, menggunakan koneksi USB yang dapat disambungkan ke komputer ataupun ke adaptor USB. Jika adaptor USB untuk iPod hanya berkapasitas 5V/1A (5 watt), maka adaptor USB yang disertakan pada paket penjualan iPad adalah berkapasitas 10 watt (5V/2A). Jika Apple menyertakan adapter berkapasitas tinggi sebagai standar, artinya pengisian melalui port USB di komputer akan lambat sekali (maksimum 5V/500mA = 2.5W)<br />
<br />
Produk ini diposisikan sebagai perangkat yang berada di tengah-tengah antara MacBook dan iPod Touch/iPhone. Posisi yang selama ini diisi oleh netbook. Steve Jobs sendiri menganggap netbook tidak pantas mengisi posisi ini. <a href="http://adha.ms/p/257/konfigurasi-ulang-sistem-picobook-netbook/">Netbook</a> adalah notebook murah yang dikebiri.<br />
<br />
Karena kelas ini umumnya digunakan untuk konektivitas internet dan komputasi sederhana, perangkat ini pun dilengkapi <strong>iPhone OS 3.2</strong>. Seluruh kemampuan iPod Touch tentu saja mampu dilakukan iPad. Aplikasi dapat berjalan <em>full-screen</em>, maupun dengan resolusi aslinya, sesuai kemauan pengguna. Bahkan aplikasi bawaan iPad lebih kaya daripada iPhone/iPod Touch.<br />
<br />
Internet, <em>browsing</em>, dan surel (<em>email</em>) tentu perkara kecil untuk iPhone OS. Kemampuan PIM (<em>personal information manager</em>) juga tidak perlu diragukan lagi. Kemampuan musik iPod juga diintegrasikan dengan tampilan layaknya iTunes di komputer. iTunes Store dan App Store, langsung dapat diakses dari iPad. Maps, tentu saja ada, walaupun tidak praktis menggunakan perangkat 10 inci sebagai alat bantu navigasi. Namun di sisi lain, peta berukuran 9,7 inci tentu akan lebih informatif. Video dan YouTube juga tersedia. Mudah-mudahan saja Apple tidak cukup gila untuk mengintegrasikan sistem <a href="http://adha.ms/p/351/nikeplus/">Nike+</a> pada iPad. Kan repot kalo lari sambil nenteng iPad. :))<br />
<br />
Selain itu, iPad juga cocok untuk membaca buku elektronik (<em>e-books</em>). Seperti <a href="http://adha.ms/p/139/amazon-kindle/">Amazon Kindle</a>. Untuk itu pula Apple pun merambah dunia penerbitan buku dengan <strong>iBooks</strong> dan <strong>iBookstore</strong>. Kita lihat saja nanti bagaimana reaksi Amazon. Dan, siapa yang akan menang dalam kompetisi ini.<br />
<br />
Bagaimana untuk bekerja dengan dokumen kantor? Apple telah mempersiapkan <strong>Multi Touch iWork</strong> untuk iPad. Aplikasi ini terdiri dari Keynote, Pages, dan Numbers yang didesain khusus untuk iPad. Dan ditawarkan masing-masing seharga USD 9.99.<br />
<br />
Tampaknya pengguna netbook akan banyak yang beralih ke iPad. Tentu saja pengguna netbook yang sesuai dengan pasar netbook. Bukan pengguna notebook yang ingin murah dan ukuran ringkas. Karena pada dasarnya netbook diciptakan untuk segmen <em>internet lifestyle</em>. Karena itulah <strong>iPad, internet pad</strong>, sesuai filosofi di awal kelahiran iMac: internet Mac.<br />
<br />
Oh, iya. Jangan pesimis dengan kemampuan 3G (seluler) iPad. Tidak seperti iPhone, iPad 3G tidak terbatas hanya kepada operator tertentu. Anda bisa menggunakan semua layanan seluler GSM/3G tanpa ada batasan. Dan tidak dengan subsidi, juga tidak terikat kontrak. Sehingga produk ini harusnya dapat tersebar ke seluruh dunia dengan lancar. Hanya saja, kabarnya slot yang tersedia adalah <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Micro-SIM">micro-SIM</a>, sehingga berbeda ukurannya dengan kartu SIM/USIM pada umumnya.<br />
<br />
Ooooppss! Tapi ini iPad kok gak ada kameranya sama sekali ya? Baik untuk foto di bagian belakang, maupun di bagian depan sebagai <em>webcam</em>.<br />
<br />
Satu hal lagi yang disayangkan, yakni bingkai di sekeliling layar (<em>bezel</em>), tampak sangat besar/tebal sekali. Namun perlu juga dipertimbangkan fungsinya sebagai tempat pegangan. Anda tentu tak ingin menyentuh layar secara tidak sengaja karena iPad minim bingkai.<br />
<br />
Untuk harga, Apple membanderol USD 499, USD 599, dan USD 699 masing-masing untuk versi Wi-Fi dengan kapasitas 16GB, 32GB, dan 64 GB. Sementara untuk versi yang dilengkapi dengan 3G ditawarkan lebih mahal USD 130 (USD 629, USD 729, dan USD 829).<br />
<br />
Tertarik? Keren, tapi <em>iDon't need it</em> ;) . Eh, tunggu dulu, iPad baru akan tersedia 2 bulan setelah peluncuran, dan versi 3G tersedia 1 bulan lebih lambat lagi.<br />
<br />
&mdash; <a href="http://adha.ms/">Adham Somantrie</a> (<a href="http://twitter.com/adhams/">@adhams</a>). ]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[ Lama tidak berjumpa. Tahun 2010 sudah sekitar 4 minggu berjalan, namun saya belum menurunkan satu pun artikel. Inilah artikel perdana saya di tahun 2010 :). Pada 27 Januari 2010 (atau 28 Januari 2010, 01.00 WIB) Apple menggelar sebuah perhelatan di Yerba Buena Center, San Francisco, untuk meluncurkan karya terbaru mereka. Saya sendiri sebenarnya menunggu detik-detik peluncurannya dan telah berada di depan komputer untuk menyaksikan liputan langsung (<em>live coverage</em>). Tetapi apa daya, karena waktunya tengah malam, ternyata mata pun menyerah satu jam sebelum acara di mulai. Dan, mari kita sambut produk mutakhir dari Apple Inc, <strong>iPad</strong>.<br />
<br />
<img src="http://lh3.ggpht.com/_6QOYnySRA1Y/S2D1-lwcekI/AAAAAAAACvg/HqzAkC_le60/s800/iPad.png" alt="iPad" /><br />
<br />
iPad, bisa dibilang merupakan sebuah <a href="http://adha.ms/p/349/ipod-touch-experience/">iPod Touch</a> yang berukuran lebih besar. Dilengkapi dengan layar berteknologi IPS 9,7 inci dan memiliki resolusi 1024x768 piksel. Tentu saja berkemampuan sentuh-jamak (<em>multi-touch</em>). Karena untuk mengoperasikannya langsung dengan sentuhan jari tanpa stylus. Selain <em>on-screen keyboard</em>, pengguna juga dapat menggunakan keyboard eksternal dengan konektivitas bluetooth. Sementara untuk bagian belakangnya, tampaknya menggunakan bahan aluminum seperti pada <a href="http://adha.ms/p/291/macbook-unibody-dan-macbook-pro-13/">MacBook Pro</a> dan PowerBook Aluminum. Tidak seperti iPod Touch yang menggunakan <em>stainless steel</em> mengkilap yang rentan baret dan sidik jari.<br />
<br />
Tentu saja semua iPad dilengkapi konektivitas Wi-Fi untuk berinteraksi dengan jaringan. Selain iPad WiFi, juga ditawarkan <strong>iPad WiFi + 3G</strong>. Tentu saja untuk versi yang dilengkapi dengan 3G memiliki kemampuan seluler GSM/EDGE dan UMTS/HSDPA, namun hanya untuk komunikasi data saja, bukan suara. Selain itu, versi 3G juga dilengkapi dengan <a href="http://adha.ms/p/350/gps-musafir-dan-bisnis/">A-GPS</a>.<br />
<br />
Apple mengklaim iPad responsif dan gegas berkat prosesor <strong>Apple A4 1GHz</strong> anyar mereka. Selain gegas, Apple mengklaim prosesor ini hemat daya, sehingga iPad mampu bekerja hingga 10 jam. Untuk pengisian baterai, sama seperti iPod, menggunakan koneksi USB yang dapat disambungkan ke komputer ataupun ke adaptor USB. Jika adaptor USB untuk iPod hanya berkapasitas 5V/1A (5 watt), maka adaptor USB yang disertakan pada paket penjualan iPad adalah berkapasitas 10 watt (5V/2A). Jika Apple menyertakan adapter berkapasitas tinggi sebagai standar, artinya pengisian melalui port USB di komputer akan lambat sekali (maksimum 5V/500mA = 2.5W)<br />
<br />
Produk ini diposisikan sebagai perangkat yang berada di tengah-tengah antara MacBook dan iPod Touch/iPhone. Posisi yang selama ini diisi oleh netbook. Steve Jobs sendiri menganggap netbook tidak pantas mengisi posisi ini. <a href="http://adha.ms/p/257/konfigurasi-ulang-sistem-picobook-netbook/">Netbook</a> adalah notebook murah yang dikebiri.<br />
<br />
Karena kelas ini umumnya digunakan untuk konektivitas internet dan komputasi sederhana, perangkat ini pun dilengkapi <strong>iPhone OS 3.2</strong>. Seluruh kemampuan iPod Touch tentu saja mampu dilakukan iPad. Aplikasi dapat berjalan <em>full-screen</em>, maupun dengan resolusi aslinya, sesuai kemauan pengguna. Bahkan aplikasi bawaan iPad lebih kaya daripada iPhone/iPod Touch.<br />
<br />
Internet, <em>browsing</em>, dan surel (<em>email</em>) tentu perkara kecil untuk iPhone OS. Kemampuan PIM (<em>personal information manager</em>) juga tidak perlu diragukan lagi. Kemampuan musik iPod juga diintegrasikan dengan tampilan layaknya iTunes di komputer. iTunes Store dan App Store, langsung dapat diakses dari iPad. Maps, tentu saja ada, walaupun tidak praktis menggunakan perangkat 10 inci sebagai alat bantu navigasi. Namun di sisi lain, peta berukuran 9,7 inci tentu akan lebih informatif. Video dan YouTube juga tersedia. Mudah-mudahan saja Apple tidak cukup gila untuk mengintegrasikan sistem <a href="http://adha.ms/p/351/nikeplus/">Nike+</a> pada iPad. Kan repot kalo lari sambil nenteng iPad. :))<br />
<br />
Selain itu, iPad juga cocok untuk membaca buku elektronik (<em>e-books</em>). Seperti <a href="http://adha.ms/p/139/amazon-kindle/">Amazon Kindle</a>. Untuk itu pula Apple pun merambah dunia penerbitan buku dengan <strong>iBooks</strong> dan <strong>iBookstore</strong>. Kita lihat saja nanti bagaimana reaksi Amazon. Dan, siapa yang akan menang dalam kompetisi ini.<br />
<br />
Bagaimana untuk bekerja dengan dokumen kantor? Apple telah mempersiapkan <strong>Multi Touch iWork</strong> untuk iPad. Aplikasi ini terdiri dari Keynote, Pages, dan Numbers yang didesain khusus untuk iPad. Dan ditawarkan masing-masing seharga USD 9.99.<br />
<br />
Tampaknya pengguna netbook akan banyak yang beralih ke iPad. Tentu saja pengguna netbook yang sesuai dengan pasar netbook. Bukan pengguna notebook yang ingin murah dan ukuran ringkas. Karena pada dasarnya netbook diciptakan untuk segmen <em>internet lifestyle</em>. Karena itulah <strong>iPad, internet pad</strong>, sesuai filosofi di awal kelahiran iMac: internet Mac.<br />
<br />
Oh, iya. Jangan pesimis dengan kemampuan 3G (seluler) iPad. Tidak seperti iPhone, iPad 3G tidak terbatas hanya kepada operator tertentu. Anda bisa menggunakan semua layanan seluler GSM/3G tanpa ada batasan. Dan tidak dengan subsidi, juga tidak terikat kontrak. Sehingga produk ini harusnya dapat tersebar ke seluruh dunia dengan lancar. Hanya saja, kabarnya slot yang tersedia adalah <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Micro-SIM">micro-SIM</a>, sehingga berbeda ukurannya dengan kartu SIM/USIM pada umumnya.<br />
<br />
Ooooppss! Tapi ini iPad kok gak ada kameranya sama sekali ya? Baik untuk foto di bagian belakang, maupun di bagian depan sebagai <em>webcam</em>.<br />
<br />
Satu hal lagi yang disayangkan, yakni bingkai di sekeliling layar (<em>bezel</em>), tampak sangat besar/tebal sekali. Namun perlu juga dipertimbangkan fungsinya sebagai tempat pegangan. Anda tentu tak ingin menyentuh layar secara tidak sengaja karena iPad minim bingkai.<br />
<br />
Untuk harga, Apple membanderol USD 499, USD 599, dan USD 699 masing-masing untuk versi Wi-Fi dengan kapasitas 16GB, 32GB, dan 64 GB. Sementara untuk versi yang dilengkapi dengan 3G ditawarkan lebih mahal USD 130 (USD 629, USD 729, dan USD 829).<br />
<br />
Tertarik? Keren, tapi <em>iDon't need it</em> ;) . Eh, tunggu dulu, iPad baru akan tersedia 2 bulan setelah peluncuran, dan versi 3G tersedia 1 bulan lebih lambat lagi.<br />
<br />
&mdash; <a href="http://adha.ms/">Adham Somantrie</a> (<a href="http://twitter.com/adhams/">@adhams</a>). ]]></content:encoded>
		<wfw:commentRss>http://adha.ms/rss/comment/352</wfw:commentRss>
	</item>
	<item>
		<title>Nike+</title>
		<link>http://adha.ms/p/351/nikeplus/</link>
		<guid>http://adha.ms/p/351/nikeplus/</guid>
		<comments>http://adha.ms/p/351/nikeplus/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Dec 2009 22:22:14 +0700</pubDate>
		<dc:creator>Adham Somantrie</dc:creator>
		<description><![CDATA[ <img src="http://lh6.ggpht.com/_6QOYnySRA1Y/SzoVTQ5G-ZI/AAAAAAAACuE/9TaULxDm8SA/s800/nikeplus1.jpg" alt="Nike plus iPod" /><br />
<br />
<strong>Nike Plus</strong> (Nike+) adalah salah satu produk kolaborasi dari Nike. Nike Plus awalnya didesain untuk bekerja sama dengan iPod: <a href="http://www.apple.com/ipod/nike/"><strong>Nike+ iPod</strong></a>. Konsep Nike Plus adalah merekam aktivitas olahraga dan memproses data tersebut untuk umpan balik dan rekomendasi kepada pengguna.<br />
<br />
Cara kerjanya cukup sederhana, sistem ini terdiri dari beberapa elemen: sepatu, sensor, dan penerima data sensor (iPod). Sensor menganalisa gerakan kaki dan memberikan informasi ini kepada penerima data sensor, yakni iPod (langsung, atau dengan perangkat penerima tambahan). Sementara sensor ini diletakkan di dalam sepatu yang didesain khusus sehingga memiliki ruang khusus untuk meletakkan sensor ini.<br />
<br />
Data yang diterima oleh iPod akan diproses menjadi informasi mengenai jarak tempuh, waktu tempuh, dan informasi performa pelari lainnya. Karena menggunakan iPod sebagai pemroses, selain pelari dapat mendengarkan musik saat berlari, pelari juga dapat mengetahui informasi seputar performa mereka.<br />
<br />
<img src="http://lh6.ggpht.com/_6QOYnySRA1Y/SzoVTgtpdAI/AAAAAAAACuM/-yPmxozAiWM/s800/nikeplus-web-sync.jpg" alt="NikePlus.com Sync" /><br />
<br />
Selain itu, data-data ini dapat diproses lebih lanjut di komputer dan di situs NikePlus.com untuk melihat statistik para pelari. Tentunya dengan statistik ini, NikePlus.com juga dapat memberikan rekomendasi dan bimbingan latihan olah raga untuk pelari tersebut. Bahkan, dengan fitur sosial, para pelari dapat membandingkan statistik dan performa mereka dengan pengguna Nike Plus lainnya.<br />
<br />
Awalnya, sistem Nike Plus bekerja dengan keluarga <a href="http://adha.ms/p/116/fatboy-ipod-nano-video-3rd-gen/">iPod nano</a> dengan tambahan penerima. Namun seiring waktu, Apple pun mengintegrasikan perangkat penerima sinyal data dari sensor ini ke dalam <a href="http://adha.ms/p/349/ipod-touch-experience/">iPod Touch</a> mulai generasi kedua dan iPhone 3GS.<br />
<br />
Sensor ini sendiri dijual dalam dua paket: hanya sensor (USD 19), dan sensor beserta penerima (USD 29).<br />
<br />
<img src="http://lh3.ggpht.com/_6QOYnySRA1Y/SzoVTrxa2nI/AAAAAAAACuI/qvbL9Nd03OI/s800/nikeplus-gym.jpg" alt="Nike plus iPod at Gym" /><br />
<br />
Selain itu, Apple pun mengembangkan konsep ini dengan bekerja sama dengan produsen perangkat <em>fitness</em> dan <em>gym</em> untuk memproduksi alat yang kompatibel dengan sistem <strong>Nike + iPod</strong>. Sehingga para pengguna iPod dapat menghubungkan iPod mereka dengan alat fitness menggunakan sambungan USB. Tentunya, data dari alat fitness ini juga dapat diproses oleh NikePlus.com<br />
<br />
<img src="http://lh3.ggpht.com/_6QOYnySRA1Y/SzoYvRY3teI/AAAAAAAACuc/ZxWBHIF3piQ/s800/nikeplus-sportband.jpg" alt="Nike plus Sportband" /><br />
<br />
Dengan Nike+ Sportband (USD 59, sudah termasuk sensor), pelari yang menggunakan sensor Nike+ dapat mencatat performa mereka tanpa perlu iPod. <strong>Nike+ Sportband</strong> ini bekerja sebagai pengganti iPod untuk menerima sinyal dan memproses data dari sensor. Tentunya, Nike+ Sportband ini tidak dapat menggantikan iPod sebagai pemutar musik.<br />
<br />
<img src="http://lh6.ggpht.com/_6QOYnySRA1Y/SzodD8RkhFI/AAAAAAAACuk/IebOV0uyM1M/s800/nikeplus-lunartrainer-id.jpg" alt="Nike LunarTrainer+" /><br />
<br />
Memang sistem ini didesain untuk bekerja dengan sepatu yang "kompatibel", yakni <strong>Nike+ shoes</strong>, seperti <strong>Nike LunarTrainer+</strong>. Namun, sebenarnya perbedaan sepatu ini dengan sepatu biasa hanyalah pada ruang tempat peletakan sensor. Pinot misalnya, telah berhasil <a href="http://pinotmac.blogspot.com/2007/01/akhirnya-lari-plus.html">menggunakan sepatu lain dengan sensor ini</a>, <strike>bahkan dengan sendal jepit</strike>. Sayang sekali sepatu favorit saya, <strong>Nike Air Zoom Moire+</strong>, yang diluncurkan pada 2006 bersamaan dengan Nike + iPod tidak tersedia lagi di pasaran.<br />
<br />
Namun, selain gerakan yang ditangkap oleh <em>accelerometer</em> pada sensor, ternyata tekanan oleh kaki juga diperhitungkan oleh sensor ini. Sehingga, menggunakan sensor ini dengan meletakkannya bukan di bawah telapak kaki pelari akan mengurangi tingkat akurasinya.<br />
<br />
&mdash; Adham Somantrie. ]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[ <img src="http://lh6.ggpht.com/_6QOYnySRA1Y/SzoVTQ5G-ZI/AAAAAAAACuE/9TaULxDm8SA/s800/nikeplus1.jpg" alt="Nike plus iPod" /><br />
<br />
<strong>Nike Plus</strong> (Nike+) adalah salah satu produk kolaborasi dari Nike. Nike Plus awalnya didesain untuk bekerja sama dengan iPod: <a href="http://www.apple.com/ipod/nike/"><strong>Nike+ iPod</strong></a>. Konsep Nike Plus adalah merekam aktivitas olahraga dan memproses data tersebut untuk umpan balik dan rekomendasi kepada pengguna.<br />
<br />
Cara kerjanya cukup sederhana, sistem ini terdiri dari beberapa elemen: sepatu, sensor, dan penerima data sensor (iPod). Sensor menganalisa gerakan kaki dan memberikan informasi ini kepada penerima data sensor, yakni iPod (langsung, atau dengan perangkat penerima tambahan). Sementara sensor ini diletakkan di dalam sepatu yang didesain khusus sehingga memiliki ruang khusus untuk meletakkan sensor ini.<br />
<br />
Data yang diterima oleh iPod akan diproses menjadi informasi mengenai jarak tempuh, waktu tempuh, dan informasi performa pelari lainnya. Karena menggunakan iPod sebagai pemroses, selain pelari dapat mendengarkan musik saat berlari, pelari juga dapat mengetahui informasi seputar performa mereka.<br />
<br />
<img src="http://lh6.ggpht.com/_6QOYnySRA1Y/SzoVTgtpdAI/AAAAAAAACuM/-yPmxozAiWM/s800/nikeplus-web-sync.jpg" alt="NikePlus.com Sync" /><br />
<br />
Selain itu, data-data ini dapat diproses lebih lanjut di komputer dan di situs NikePlus.com untuk melihat statistik para pelari. Tentunya dengan statistik ini, NikePlus.com juga dapat memberikan rekomendasi dan bimbingan latihan olah raga untuk pelari tersebut. Bahkan, dengan fitur sosial, para pelari dapat membandingkan statistik dan performa mereka dengan pengguna Nike Plus lainnya.<br />
<br />
Awalnya, sistem Nike Plus bekerja dengan keluarga <a href="http://adha.ms/p/116/fatboy-ipod-nano-video-3rd-gen/">iPod nano</a> dengan tambahan penerima. Namun seiring waktu, Apple pun mengintegrasikan perangkat penerima sinyal data dari sensor ini ke dalam <a href="http://adha.ms/p/349/ipod-touch-experience/">iPod Touch</a> mulai generasi kedua dan iPhone 3GS.<br />
<br />
Sensor ini sendiri dijual dalam dua paket: hanya sensor (USD 19), dan sensor beserta penerima (USD 29).<br />
<br />
<img src="http://lh3.ggpht.com/_6QOYnySRA1Y/SzoVTrxa2nI/AAAAAAAACuI/qvbL9Nd03OI/s800/nikeplus-gym.jpg" alt="Nike plus iPod at Gym" /><br />
<br />
Selain itu, Apple pun mengembangkan konsep ini dengan bekerja sama dengan produsen perangkat <em>fitness</em> dan <em>gym</em> untuk memproduksi alat yang kompatibel dengan sistem <strong>Nike + iPod</strong>. Sehingga para pengguna iPod dapat menghubungkan iPod mereka dengan alat fitness menggunakan sambungan USB. Tentunya, data dari alat fitness ini juga dapat diproses oleh NikePlus.com<br />
<br />
<img src="http://lh3.ggpht.com/_6QOYnySRA1Y/SzoYvRY3teI/AAAAAAAACuc/ZxWBHIF3piQ/s800/nikeplus-sportband.jpg" alt="Nike plus Sportband" /><br />
<br />
Dengan Nike+ Sportband (USD 59, sudah termasuk sensor), pelari yang menggunakan sensor Nike+ dapat mencatat performa mereka tanpa perlu iPod. <strong>Nike+ Sportband</strong> ini bekerja sebagai pengganti iPod untuk menerima sinyal dan memproses data dari sensor. Tentunya, Nike+ Sportband ini tidak dapat menggantikan iPod sebagai pemutar musik.<br />
<br />
<img src="http://lh6.ggpht.com/_6QOYnySRA1Y/SzodD8RkhFI/AAAAAAAACuk/IebOV0uyM1M/s800/nikeplus-lunartrainer-id.jpg" alt="Nike LunarTrainer+" /><br />
<br />
Memang sistem ini didesain untuk bekerja dengan sepatu yang "kompatibel", yakni <strong>Nike+ shoes</strong>, seperti <strong>Nike LunarTrainer+</strong>. Namun, sebenarnya perbedaan sepatu ini dengan sepatu biasa hanyalah pada ruang tempat peletakan sensor. Pinot misalnya, telah berhasil <a href="http://pinotmac.blogspot.com/2007/01/akhirnya-lari-plus.html">menggunakan sepatu lain dengan sensor ini</a>, <strike>bahkan dengan sendal jepit</strike>. Sayang sekali sepatu favorit saya, <strong>Nike Air Zoom Moire+</strong>, yang diluncurkan pada 2006 bersamaan dengan Nike + iPod tidak tersedia lagi di pasaran.<br />
<br />
Namun, selain gerakan yang ditangkap oleh <em>accelerometer</em> pada sensor, ternyata tekanan oleh kaki juga diperhitungkan oleh sensor ini. Sehingga, menggunakan sensor ini dengan meletakkannya bukan di bawah telapak kaki pelari akan mengurangi tingkat akurasinya.<br />
<br />
&mdash; Adham Somantrie. ]]></content:encoded>
		<wfw:commentRss>http://adha.ms/rss/comment/351</wfw:commentRss>
	</item>
	<item>
		<title>GPS, Musafir, dan Bisnis</title>
		<link>http://adha.ms/p/350/gps-musafir-dan-bisnis/</link>
		<guid>http://adha.ms/p/350/gps-musafir-dan-bisnis/</guid>
		<comments>http://adha.ms/p/350/gps-musafir-dan-bisnis/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Dec 2009 10:52:52 +0700</pubDate>
		<dc:creator>Adham Somantrie</dc:creator>
		<description><![CDATA[ Layanan berbasis lokasi, atau <strong>location based service (LBS)</strong> mungkin bukanlah hal yang baru. Di dunia telekomunikasi seluler, hal ini sudah mengemuka di awal dekade, bahkan saat ini sudah banyak yang mengimplementasikannya. Aplikasi dari LBS ini bermacam-macam, mulai dari untuk mengirimkan pesan kepada pelanggan ketika berada di area tertentu, sampai pelacakan lokasi pelanggan.<br />
<br />
Aplikasi yang menarik dari LBS adalah iklan. Dengan LBS, pengguna akan mendapatkan iklan dari suatu toko yang berada di daerah tersebut. Toko tersebut dapat beriklan dengan efektif, sementara penyedia layanan seluler mendapatkan keuntungan dari biaya pemasangan iklan. Lalu apa yang di dapatkan pelanggan? Tidak ada selain pesan-pesan yang mengganggu. Benarkah? bisa jadi tidak. Untuk pelanggan yang merasa iklan tersebut sesuai dengan produk yang dibutuhkannya, tentu saja mereka tidak merasa rugi. Selain itu, jika penerima pesan iklan tersebut berhak mendapatkan potongan harga atau penawaran khusus yang menarik, tentu saja mereka tidak rugi.<br />
<br />
Dengan adanya teknologi GPS, penunjukan lokasi tentu akan semakin akurat. Namun, penyedia layanan seluler tidak dapat mengakses informasi yang akurat ini, karena GPS bekerja di luar infrastruktur telekomunikasi seluler. Artinya, aplikasi LBS yang memanfaatkan informasi GPS ini tidak terbatas pada perusahaan telekomunikasi: pihak ketiga pun dapat memanfaatkan celah ini.<br />
<br />
Umumnya, ponsel dengan fitur GPS sudah dapat melakukan koneksi internet seluler. Anda bisa melihat aplikasi <strong>Google Maps with Latitude</strong>. Di mana para penggunanya dapat saling berbagi lokasi mereka. Apa yang Google dapatkan? sepertinya tidak ada.<br />
<br />
Hmm, saya rasa ada sebuah kesempatan lain. Anda dapat membuat aplikasi untuk ponsel yang memanfaatkan GPS. Anda juga harus membuat sebuah layanan internet, di mana setiap pelanggannya harus mendaftar. Lalu, aplikasi tadi akan mengunggah lokasi pengguna secara berkala, sehingga di peladen (<em>server</em>) pusat layanan Anda akan mendapatkan lokasi setiap pengguna. Dan, seperti LBS pada jaringan seluler, Anda bisa mengirimkan iklan kepada pengguna. Tentu saja, iklan ini merujuk kepada pihak (toko) yang berada di di daerah pengguna tersebut. Untuk model bisnis, Anda bisa merujuk aplikasi pada jaringan seluler yang ada di atas: yang penting semua untung (anda sebagai penyedia layanan, pelanggan sebagai penerima manfaat iklan, pemasang iklan, bahkan penyedia layanan komunikasi).<br />
<br />
Anda bahkan tidak memerlukan peta. Tapi Anda perlu membuat kebijakan yang tegas dalam mengelola informasi lokasi para pelanggan. Privasi. Juga penyaringan iklan yang sesuai dengan minat pelanggan, jangan sampai menjadi pesan sampah atau <em>spam</em>. Juga perlu ada persetujuan dengan pengguna tentang penerimaan iklan.<br />
<br />
Untuk diversitas ponsel, Anda tentunya akan berhadapan dengan berbagai sistem ponsel yang berbeda: iPhone OS, Nokia-Symbian, Google Android, BlackBerry OS, ataupun Java Mobile.<br />
<br />
Apakah Koprol akan mengimplementasikan konsep ini? mengingat Koprol merupakan sebuah layanan yang juga berbasis lokasi pengguna, dan konsep jaringan sosial juga merupakan nilai tambah.<br />
<br />
Atau Anda berani untuk mengambil kesempatan ini? Yang penting, kalau sudah sukses jangan lupa bagi-bagi royaltinya. Hehehehe :D<br />
<br />
&mdash; <a href="http://adha.ms/">Adham Somantrie</a>. ]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[ Layanan berbasis lokasi, atau <strong>location based service (LBS)</strong> mungkin bukanlah hal yang baru. Di dunia telekomunikasi seluler, hal ini sudah mengemuka di awal dekade, bahkan saat ini sudah banyak yang mengimplementasikannya. Aplikasi dari LBS ini bermacam-macam, mulai dari untuk mengirimkan pesan kepada pelanggan ketika berada di area tertentu, sampai pelacakan lokasi pelanggan.<br />
<br />
Aplikasi yang menarik dari LBS adalah iklan. Dengan LBS, pengguna akan mendapatkan iklan dari suatu toko yang berada di daerah tersebut. Toko tersebut dapat beriklan dengan efektif, sementara penyedia layanan seluler mendapatkan keuntungan dari biaya pemasangan iklan. Lalu apa yang di dapatkan pelanggan? Tidak ada selain pesan-pesan yang mengganggu. Benarkah? bisa jadi tidak. Untuk pelanggan yang merasa iklan tersebut sesuai dengan produk yang dibutuhkannya, tentu saja mereka tidak merasa rugi. Selain itu, jika penerima pesan iklan tersebut berhak mendapatkan potongan harga atau penawaran khusus yang menarik, tentu saja mereka tidak rugi.<br />
<br />
Dengan adanya teknologi GPS, penunjukan lokasi tentu akan semakin akurat. Namun, penyedia layanan seluler tidak dapat mengakses informasi yang akurat ini, karena GPS bekerja di luar infrastruktur telekomunikasi seluler. Artinya, aplikasi LBS yang memanfaatkan informasi GPS ini tidak terbatas pada perusahaan telekomunikasi: pihak ketiga pun dapat memanfaatkan celah ini.<br />
<br />
Umumnya, ponsel dengan fitur GPS sudah dapat melakukan koneksi internet seluler. Anda bisa melihat aplikasi <strong>Google Maps with Latitude</strong>. Di mana para penggunanya dapat saling berbagi lokasi mereka. Apa yang Google dapatkan? sepertinya tidak ada.<br />
<br />
Hmm, saya rasa ada sebuah kesempatan lain. Anda dapat membuat aplikasi untuk ponsel yang memanfaatkan GPS. Anda juga harus membuat sebuah layanan internet, di mana setiap pelanggannya harus mendaftar. Lalu, aplikasi tadi akan mengunggah lokasi pengguna secara berkala, sehingga di peladen (<em>server</em>) pusat layanan Anda akan mendapatkan lokasi setiap pengguna. Dan, seperti LBS pada jaringan seluler, Anda bisa mengirimkan iklan kepada pengguna. Tentu saja, iklan ini merujuk kepada pihak (toko) yang berada di di daerah pengguna tersebut. Untuk model bisnis, Anda bisa merujuk aplikasi pada jaringan seluler yang ada di atas: yang penting semua untung (anda sebagai penyedia layanan, pelanggan sebagai penerima manfaat iklan, pemasang iklan, bahkan penyedia layanan komunikasi).<br />
<br />
Anda bahkan tidak memerlukan peta. Tapi Anda perlu membuat kebijakan yang tegas dalam mengelola informasi lokasi para pelanggan. Privasi. Juga penyaringan iklan yang sesuai dengan minat pelanggan, jangan sampai menjadi pesan sampah atau <em>spam</em>. Juga perlu ada persetujuan dengan pengguna tentang penerimaan iklan.<br />
<br />
Untuk diversitas ponsel, Anda tentunya akan berhadapan dengan berbagai sistem ponsel yang berbeda: iPhone OS, Nokia-Symbian, Google Android, BlackBerry OS, ataupun Java Mobile.<br />
<br />
Apakah Koprol akan mengimplementasikan konsep ini? mengingat Koprol merupakan sebuah layanan yang juga berbasis lokasi pengguna, dan konsep jaringan sosial juga merupakan nilai tambah.<br />
<br />
Atau Anda berani untuk mengambil kesempatan ini? Yang penting, kalau sudah sukses jangan lupa bagi-bagi royaltinya. Hehehehe :D<br />
<br />
&mdash; <a href="http://adha.ms/">Adham Somantrie</a>. ]]></content:encoded>
		<wfw:commentRss>http://adha.ms/rss/comment/350</wfw:commentRss>
	</item>
	<item>
		<title>iPod Touch Experience</title>
		<link>http://adha.ms/p/349/ipod-touch-experience/</link>
		<guid>http://adha.ms/p/349/ipod-touch-experience/</guid>
		<comments>http://adha.ms/p/349/ipod-touch-experience/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Dec 2009 12:17:56 +0700</pubDate>
		<dc:creator>Adham Somantrie</dc:creator>
		<description><![CDATA[ <img src="http://lh6.ggpht.com/_6QOYnySRA1Y/SsnogYEzdEI/AAAAAAAAChQ/uzyZ-AXy3IY/s800/ipod-touch-nfsu.jpg" alt="iPod Touch - NFSU" /><br />
<br />
iPod Touch, merupakan varian iPod yang paling monumental. Bahkan, fitur tambahannya melampaui fitur dasarnya sebagai pemutar musik dan video. Awalnya, iPod Touch adalah versi ringan dari iPhone: minus fungsi telepon, kamera, dan GPS. iPhone sendiri pada awalnya diperkenalkan sebagai konvergensi dari tiga produk: iPod, telepon seluler, dan perangkat internet musafir (<em>mobile internet device</em>). Namun seiring waktu, iPod Touch dan iPhone juga merangkap sebagai perangkat permainan musafir (<em>portable gaming device</em>) dan komputer saku (<em>pocket computer</em>).<br />
<br />
Sudah lama saya merencanakan untuk membeli sebuah iPod Touch. Setelah presentasi peluncuran iPod Touch generasi ketiga pada September kemarin (<a href="http://adha.ms/p/331/it-s-only-rock-n-roll/">Apple Rock n Roll Event 2009</a>), baru saya memutuskan untuk membeli <a href="http://adha.ms/p/223/">iPod Touch generasi kedua</a> berkapasitas 8GB.<br />
<br />
Mengapa saya menunggu dan akhirnya mengambil generasi kedua? Perbedaan <a href="http://adha.ms/p/111/">iPod Touch generasi pertama</a> dan kedua cukup signifikan: kecepatan prosesor, kualitas layar, tombol kontrol volume suara, speaker terintegrasi, koneksi bluetooth. Sementara perbedaan dengan generasi ketiga sejauh ini hanya pada kecepatan prosesor (dan juga kelengkapan penjualan yang sudah menyertakan earphone yang dilengkapi mikrofon). Tentunya, saya mesti menunggu hingga generasi ketiga ini tersedia di pasar Indonesia. Selain itu, faktor harga tentu berpengaruh: generasi kedua akan dijual lebih murah saat generasi ketiga hadir. Dan satu hal penting yang perlu Anda ketahui: iPod Touch generasi ketiga hanya tersedia dalam kapasitas 32GB dan 64GB. Sementara yang berkapasitas 8GB itu tetap generasi kedua (tanpa prosesor baru dan tanpa earphone bermikrofon).<br />
<br />
Bahkan, saya membeli iPod Touch generasi kedua yang masih dilengkapi dengan iPhone OS 2.x, bukan iPhone OS 3.x. Upgrade iPhone OS 1.x ke 2.x dan ke 3.x memang gratis untuk iPhone, tetapi tidak untuk iPod Touch. Upgrade iPod Touch dari OS 1.x ke 2.x dan ke 3.x dibebankan biaya. Namun, itu adalah aturan secara legal/hukum. Secara teknis, Anda dapat melakukan upgrade secara gratis dengan beberapa trik: tentu saja ini <strong>ilegal</strong>. Nah, karena masih memiliki iPhone OS 2.x, harga jual iPod Touch ini pun semakin diobral oleh toko. Jadi, jika Anda dihadapkan kepada pilihan iPod Touch generasi sama dengan versi OS yang berbeda, pilih yang menggunakan OS lebih lama jika Anda dapat berhemat banyak (dan mau mengambil jalan ilegal).<br />
<br />
Saya tidak mau membahas iPod Touch ini secara teknis, karena spesifikasi teknisnya sudah dijelaskan di situs resminya. Memang produk Apple pada umumnya tidak terlalu mengandalkan spesifikasi teknis, namun lebih mengandalkan kepada pengalaman pengguna yang wah: <em>different user experience</em>.<br />
<br />
Kenapa saya memilih iPod Touch? pertama, tentu saja karena iTunes. Saya menggunakan iTunes sejak saya pertama kali menggunakan <a href="http://adha.ms/p/13/">iPod pada tahun 2005</a>. Selain manajemen musik yang mudah dengan iTunes, karena iPod dan iTunes memang dibuat untuk hidup bersama, sinkronisasi di antara keduanya pun lebih baik dan hampir tanpa masalah. Itulah alasannya saya selalu mempercayakan pemutar musik portabel saya kepada produk Apple. Saya sudah mencoba <a href="http://adha.ms/p/108/">menggunakan produk lain</a>, namun saya tidak puas.<br />
<br />
Selain fitur manajemen musiknya yang serasi dengan iTunes sehingga pengguna iTunes dapat mengoperasikan iPod dengan mudah, iPhone OS pada iPod Touch juga memberikan sensasi pengalaman tersendiri, apalagi dengan fitur sentuhan-jamak (<em>multitouch</em>). Dukungan aplikasi pihak ketiga pun beragam dan sensasional. Bermain game dengan iPod Touch sungguh suatu pengalaman tersendiri, selama kurang lebih tiga bulan memiliki iPod Touch saya tidak bosan untuk memainkan Need For Speed Undercover (NFSU) yang saya beli di App Store seharga USD 4.99. Fitur <em>accelerator</em> yang diimplementasikan pada iPod Touch ini merupakan metode input yang unik untuk aplikasinya. Seperti pada NFSU, kita memutar iPod Touch ke kiri dan ke kanan layaknya mengemudikan setir mobil.<br />
<br />
Selain untuk <em>gaming</em>, Apple juga merujuk iPod Touch sebagai komputer portabel mini dan perangkat internet musafir (<em>mobile internet device</em>, MID). Konektivitas <em>wi-fi</em> tersedia untuk berselancar di internet melalui jaringan nirkabel. Namun mengingat tidak banyaknya <em>hotspot</em> gratisan yang bebas, terkadang menyesal juga tidak membeli iPhone yang memiliki koneksi WAN seluler (GPRS/HSDPA). Tetapi karena di tempat saya tersedia koneksi broadband yang disalurkan melalui <em>access point</em>, berinternet tidak begitu menjadi masalah.<br />
<br />
Sementara untuk solusi internet di luar ruangan, saya memanfaatkan ponsel <a href="http://adha.ms/p/212/nokia-e71/">Nokia E71</a> saya dengan aplikasi JoikuSpot (versi Light gratis dengan fitur terbatas, untuk versi Premium seharga EUR 9.00 tanpa batasan fitur), sehingga koneksi internet HSDPA dari penyedia layanan seluler dapat saya alihkan ke iPod Touch melalui wi-fi.<br />
<br />
Tentu saja iPod Touch dapat memutar video. Namun menonton film di iPod Touch bukanlah ide yang bagus: menonton film berdurasi 2 jam di layar 3.5 inci (plus teks <em>subtitle</em>) sambil dipegang di tangan, <em>capek</em>! Namun untuk menonton video klip musik ataupun video pendek cukup memuaskan. Walaupun ada aplikasi khusus untuk YouTube, namun saya lebih suka <a href="http://googlesystem.blogspot.com/2008/04/download-youtube-videos-as-mp4-files.html">mengunduh video YouTube sebagai MP4</a> melalui komputer lalu mentransfernya ke iPod Touch: tanpa tambahan konversi video.<br />
<br />
Dengan banyaknya dukungan aplikasi, bahkan banyak juga situs web yang menyediakan versi khusus iPhone (dan iPod Touch), mengakses <a href="http://adha.ms/p/272/">layanan jejaring sosial</a> seperti Facebook, Twitter, <a href="http://adhamsomantrie.com/p/210/">Plurk</a>, <a href="http://adha.ms/p/328/">Meme</a>, bahkan <em>chatting</em> menjadi lebih seru. Walaupun keterbatasan iPhone OS hingga saat ini adalah tidak bisa menjalankan dua aplikasi secara bersamaan (diluar aplikasi musik). Maka, <em>chat</em> menjadi kurang menarik karena tidak dapat dilakukan bersamaan dengan aplikasi lain karena berpindah-pindah antara aplikasi tidak sebaik OS yang sudah mendukung <em>multitasking</em>.<br />
<br />
Satu hal yang perlu dicatat lagi, seperti pada iPod lainnya paket penjualan standar iPod Touch tidak menyediakan adaptor (<em>charger</em>) seperti pada iPhone 3G. Jadi, Anda harus mengisi baterai dengan menghubungkan iPod Touch ke komputer Anda menggunakan kabel USB yang disediakan. Kecuali Anda memiliki adaptor yang dapat dibeli terpisah. Mungkin saya perlu membeli adaptor USB ini di masa mendatang.<br />
<br />
Selain itu, apa yang tidak akan saya dapatkan? Tentu saja koneksi internet musafir seluler, GPS, dan kamera digital seperti yang tersedia pada <a href="http://adha.ms/p/261/">iPhone 3G</a> dan <a href="http://adha.ms/p/296/">iPhone 3GS</a>. Fitur radio FM, yang untungnya saya tidak pernah menggunakannya. Namun konon pada iPod Touch generasi ketiga perangkat penerima dan pengirim radio FM sudah tersedia di dalamnya, hanya saya perangkat lunaknya belum disediakan oleh Apple: mungkin dengan pembaruan perangkat lunak Anda dapat menerima siaran radio di iPod Touch generasi ketiga dan menyiarkan musik untuk Anda dengarkan di pesawat radio mobil Anda. <em>Bisa jadi</em>.<br />
<br />
Fungsi telepon? oh tidak, iPod adalah pemutar musik, bukan sebuah ponsel. Dunia tahu akan hal itu. Namun, tidak tertutup kemungkinan untuk VoIP seperti Skype atau Google Talk. Anda hanya perlu earphone yang dilengkapi dengan mikropon dan koneksi internet nirkabel.<br />
<br />
Apakah Anda memiliki pengalaman menarik selama menggunakan iPod Touch?<br />
<br />
&mdash; <a href="http://adha.ms/">Adham Somantrie</a> (<a href="http://twitter.com/adhams">@adhams</a>) ]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[ <img src="http://lh6.ggpht.com/_6QOYnySRA1Y/SsnogYEzdEI/AAAAAAAAChQ/uzyZ-AXy3IY/s800/ipod-touch-nfsu.jpg" alt="iPod Touch - NFSU" /><br />
<br />
iPod Touch, merupakan varian iPod yang paling monumental. Bahkan, fitur tambahannya melampaui fitur dasarnya sebagai pemutar musik dan video. Awalnya, iPod Touch adalah versi ringan dari iPhone: minus fungsi telepon, kamera, dan GPS. iPhone sendiri pada awalnya diperkenalkan sebagai konvergensi dari tiga produk: iPod, telepon seluler, dan perangkat internet musafir (<em>mobile internet device</em>). Namun seiring waktu, iPod Touch dan iPhone juga merangkap sebagai perangkat permainan musafir (<em>portable gaming device</em>) dan komputer saku (<em>pocket computer</em>).<br />
<br />
Sudah lama saya merencanakan untuk membeli sebuah iPod Touch. Setelah presentasi peluncuran iPod Touch generasi ketiga pada September kemarin (<a href="http://adha.ms/p/331/it-s-only-rock-n-roll/">Apple Rock n Roll Event 2009</a>), baru saya memutuskan untuk membeli <a href="http://adha.ms/p/223/">iPod Touch generasi kedua</a> berkapasitas 8GB.<br />
<br />
Mengapa saya menunggu dan akhirnya mengambil generasi kedua? Perbedaan <a href="http://adha.ms/p/111/">iPod Touch generasi pertama</a> dan kedua cukup signifikan: kecepatan prosesor, kualitas layar, tombol kontrol volume suara, speaker terintegrasi, koneksi bluetooth. Sementara perbedaan dengan generasi ketiga sejauh ini hanya pada kecepatan prosesor (dan juga kelengkapan penjualan yang sudah menyertakan earphone yang dilengkapi mikrofon). Tentunya, saya mesti menunggu hingga generasi ketiga ini tersedia di pasar Indonesia. Selain itu, faktor harga tentu berpengaruh: generasi kedua akan dijual lebih murah saat generasi ketiga hadir. Dan satu hal penting yang perlu Anda ketahui: iPod Touch generasi ketiga hanya tersedia dalam kapasitas 32GB dan 64GB. Sementara yang berkapasitas 8GB itu tetap generasi kedua (tanpa prosesor baru dan tanpa earphone bermikrofon).<br />
<br />
Bahkan, saya membeli iPod Touch generasi kedua yang masih dilengkapi dengan iPhone OS 2.x, bukan iPhone OS 3.x. Upgrade iPhone OS 1.x ke 2.x dan ke 3.x memang gratis untuk iPhone, tetapi tidak untuk iPod Touch. Upgrade iPod Touch dari OS 1.x ke 2.x dan ke 3.x dibebankan biaya. Namun, itu adalah aturan secara legal/hukum. Secara teknis, Anda dapat melakukan upgrade secara gratis dengan beberapa trik: tentu saja ini <strong>ilegal</strong>. Nah, karena masih memiliki iPhone OS 2.x, harga jual iPod Touch ini pun semakin diobral oleh toko. Jadi, jika Anda dihadapkan kepada pilihan iPod Touch generasi sama dengan versi OS yang berbeda, pilih yang menggunakan OS lebih lama jika Anda dapat berhemat banyak (dan mau mengambil jalan ilegal).<br />
<br />
Saya tidak mau membahas iPod Touch ini secara teknis, karena spesifikasi teknisnya sudah dijelaskan di situs resminya. Memang produk Apple pada umumnya tidak terlalu mengandalkan spesifikasi teknis, namun lebih mengandalkan kepada pengalaman pengguna yang wah: <em>different user experience</em>.<br />
<br />
Kenapa saya memilih iPod Touch? pertama, tentu saja karena iTunes. Saya menggunakan iTunes sejak saya pertama kali menggunakan <a href="http://adha.ms/p/13/">iPod pada tahun 2005</a>. Selain manajemen musik yang mudah dengan iTunes, karena iPod dan iTunes memang dibuat untuk hidup bersama, sinkronisasi di antara keduanya pun lebih baik dan hampir tanpa masalah. Itulah alasannya saya selalu mempercayakan pemutar musik portabel saya kepada produk Apple. Saya sudah mencoba <a href="http://adha.ms/p/108/">menggunakan produk lain</a>, namun saya tidak puas.<br />
<br />
Selain fitur manajemen musiknya yang serasi dengan iTunes sehingga pengguna iTunes dapat mengoperasikan iPod dengan mudah, iPhone OS pada iPod Touch juga memberikan sensasi pengalaman tersendiri, apalagi dengan fitur sentuhan-jamak (<em>multitouch</em>). Dukungan aplikasi pihak ketiga pun beragam dan sensasional. Bermain game dengan iPod Touch sungguh suatu pengalaman tersendiri, selama kurang lebih tiga bulan memiliki iPod Touch saya tidak bosan untuk memainkan Need For Speed Undercover (NFSU) yang saya beli di App Store seharga USD 4.99. Fitur <em>accelerator</em> yang diimplementasikan pada iPod Touch ini merupakan metode input yang unik untuk aplikasinya. Seperti pada NFSU, kita memutar iPod Touch ke kiri dan ke kanan layaknya mengemudikan setir mobil.<br />
<br />
Selain untuk <em>gaming</em>, Apple juga merujuk iPod Touch sebagai komputer portabel mini dan perangkat internet musafir (<em>mobile internet device</em>, MID). Konektivitas <em>wi-fi</em> tersedia untuk berselancar di internet melalui jaringan nirkabel. Namun mengingat tidak banyaknya <em>hotspot</em> gratisan yang bebas, terkadang menyesal juga tidak membeli iPhone yang memiliki koneksi WAN seluler (GPRS/HSDPA). Tetapi karena di tempat saya tersedia koneksi broadband yang disalurkan melalui <em>access point</em>, berinternet tidak begitu menjadi masalah.<br />
<br />
Sementara untuk solusi internet di luar ruangan, saya memanfaatkan ponsel <a href="http://adha.ms/p/212/nokia-e71/">Nokia E71</a> saya dengan aplikasi JoikuSpot (versi Light gratis dengan fitur terbatas, untuk versi Premium seharga EUR 9.00 tanpa batasan fitur), sehingga koneksi internet HSDPA dari penyedia layanan seluler dapat saya alihkan ke iPod Touch melalui wi-fi.<br />
<br />
Tentu saja iPod Touch dapat memutar video. Namun menonton film di iPod Touch bukanlah ide yang bagus: menonton film berdurasi 2 jam di layar 3.5 inci (plus teks <em>subtitle</em>) sambil dipegang di tangan, <em>capek</em>! Namun untuk menonton video klip musik ataupun video pendek cukup memuaskan. Walaupun ada aplikasi khusus untuk YouTube, namun saya lebih suka <a href="http://googlesystem.blogspot.com/2008/04/download-youtube-videos-as-mp4-files.html">mengunduh video YouTube sebagai MP4</a> melalui komputer lalu mentransfernya ke iPod Touch: tanpa tambahan konversi video.<br />
<br />
Dengan banyaknya dukungan aplikasi, bahkan banyak juga situs web yang menyediakan versi khusus iPhone (dan iPod Touch), mengakses <a href="http://adha.ms/p/272/">layanan jejaring sosial</a> seperti Facebook, Twitter, <a href="http://adhamsomantrie.com/p/210/">Plurk</a>, <a href="http://adha.ms/p/328/">Meme</a>, bahkan <em>chatting</em> menjadi lebih seru. Walaupun keterbatasan iPhone OS hingga saat ini adalah tidak bisa menjalankan dua aplikasi secara bersamaan (diluar aplikasi musik). Maka, <em>chat</em> menjadi kurang menarik karena tidak dapat dilakukan bersamaan dengan aplikasi lain karena berpindah-pindah antara aplikasi tidak sebaik OS yang sudah mendukung <em>multitasking</em>.<br />
<br />
Satu hal yang perlu dicatat lagi, seperti pada iPod lainnya paket penjualan standar iPod Touch tidak menyediakan adaptor (<em>charger</em>) seperti pada iPhone 3G. Jadi, Anda harus mengisi baterai dengan menghubungkan iPod Touch ke komputer Anda menggunakan kabel USB yang disediakan. Kecuali Anda memiliki adaptor yang dapat dibeli terpisah. Mungkin saya perlu membeli adaptor USB ini di masa mendatang.<br />
<br />
Selain itu, apa yang tidak akan saya dapatkan? Tentu saja koneksi internet musafir seluler, GPS, dan kamera digital seperti yang tersedia pada <a href="http://adha.ms/p/261/">iPhone 3G</a> dan <a href="http://adha.ms/p/296/">iPhone 3GS</a>. Fitur radio FM, yang untungnya saya tidak pernah menggunakannya. Namun konon pada iPod Touch generasi ketiga perangkat penerima dan pengirim radio FM sudah tersedia di dalamnya, hanya saya perangkat lunaknya belum disediakan oleh Apple: mungkin dengan pembaruan perangkat lunak Anda dapat menerima siaran radio di iPod Touch generasi ketiga dan menyiarkan musik untuk Anda dengarkan di pesawat radio mobil Anda. <em>Bisa jadi</em>.<br />
<br />
Fungsi telepon? oh tidak, iPod adalah pemutar musik, bukan sebuah ponsel. Dunia tahu akan hal itu. Namun, tidak tertutup kemungkinan untuk VoIP seperti Skype atau Google Talk. Anda hanya perlu earphone yang dilengkapi dengan mikropon dan koneksi internet nirkabel.<br />
<br />
Apakah Anda memiliki pengalaman menarik selama menggunakan iPod Touch?<br />
<br />
&mdash; <a href="http://adha.ms/">Adham Somantrie</a> (<a href="http://twitter.com/adhams">@adhams</a>) ]]></content:encoded>
		<wfw:commentRss>http://adha.ms/rss/comment/349</wfw:commentRss>
	</item>
	<item>
		<title>Kritik Pengguna Untuk Meningkatkan Kualitas Layanan</title>
		<link>http://adha.ms/p/348/kritik-pengguna-untuk-meningkatkan-kualitas-layanan/</link>
		<guid>http://adha.ms/p/348/kritik-pengguna-untuk-meningkatkan-kualitas-layanan/</guid>
		<comments>http://adha.ms/p/348/kritik-pengguna-untuk-meningkatkan-kualitas-layanan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Dec 2009 11:13:49 +0700</pubDate>
		<dc:creator>Adham Somantrie</dc:creator>
		<description><![CDATA[ <img src="http://lh5.ggpht.com/_6QOYnySRA1Y/Sx3RYXdKfuI/AAAAAAAACoE/5ZsX2Gpprh8/s800/att-mark-the-spot.jpg" alt="ATT Mark the Spot" /><br />
<br />
Selain tim teknis dari penyedia produk, pengguna juga merupakan salah satu kelompok yang mengerti kualitas dan karakteristik produk tersebut. Bahkan, lebih baik: mereka melihat produk tersebut dari sisi yang berbeda. Banyak perusahaan yang melibatkan pengguna untuk membantu memperbaiki produk mereka.<br />
<br />
<em>Beta tester</em>, menjadi metode favorit untuk uji coba sebuah produk, misalnya perangkat lunak. Pengguna yang antusias mendapatkan kesenangan tersendiri untuk mencoba produk baru yang belum dilepas untuk publik. Sementara produsen mendapat keuntungan umpan balik dan masukan dari para penguji coba. Dan, biaya uji coba oleh pengguna tersebut bisa saja gratis: penghematan anggaran uji coba dan riset.<br />
<br />
Baru-baru ini, AT&T, sebuah perusahaan penyedia layanan telekomunikasi seluler di Amerika pun menggunakan metode ini untuk meningkatkan kualitas layanannya. <strong>AT&T Mark the Spot</strong> adalah aplikasi untuk iPhone OS 3, yang tentu saja disediakan AT&T secara gratis untuk para pelanggannya. Aplikasi ini adalah "sarana komplain" para pengguna jika mengalami kualitas layanan yang buruk. Memang bersifat satu arah: pengguna melaporkan ke AT&T, dan hanya mendapatkan "ucapan terima kasih".<br />
<br />
Tentu manfaat yang didapat oleh pengguna berkaitan dengan aplikasi ini tidaklah secara langsung. Masukan-masukan tersebut digunakan oleh pihak penyedia layanan untuk proses optimasi jaringan mereka: pengguna akan mendapatkan jaringan yang membaik.<br />
<br />
Dengan aplikasi ini, pengguna dapat melaporkan masalah yang dialami: panggilan jatuh (<em>dropped call</em>), terputusnya koneksi (<em>connection disconnect</em>), <em>blank spot</em>, dan lainnya. Bahkan dengan fitur GPS pada <a href="http://adha.ms/p/261">iPhone 3G</a> dan <a href="http://adha.ms/p/296/">iPhone 3GS</a>, lokasi masalah tersebut dapat dideteksi secara akurat.<br />
<br />
Tentu saja, dengan metode ini, aktivitas <em>drive test</em> untuk pengukuran kondisi dan kualitas layanan dapat dikurangi. Karena kritik dari pengguna lebih "nyata" daripada sekedar hasil percobaan.<br />
<br />
"Jangan minta kritik kepada temanmu, karena mereka akan memuji. Tetapi mintalah kritik kepada orang yang membencimu, niscaya ia akan mencari kesalahanmu sampai yang terkecil." (petuah bijak seorang tua)<br />
<br />
Akankah para penyedia layanan di Indonesia mau mengikuti metode ini?<br />
<br />
&mdash; <a href="http://adha.ms/">Adham Somantrie</a>. 2009. ]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[ <img src="http://lh5.ggpht.com/_6QOYnySRA1Y/Sx3RYXdKfuI/AAAAAAAACoE/5ZsX2Gpprh8/s800/att-mark-the-spot.jpg" alt="ATT Mark the Spot" /><br />
<br />
Selain tim teknis dari penyedia produk, pengguna juga merupakan salah satu kelompok yang mengerti kualitas dan karakteristik produk tersebut. Bahkan, lebih baik: mereka melihat produk tersebut dari sisi yang berbeda. Banyak perusahaan yang melibatkan pengguna untuk membantu memperbaiki produk mereka.<br />
<br />
<em>Beta tester</em>, menjadi metode favorit untuk uji coba sebuah produk, misalnya perangkat lunak. Pengguna yang antusias mendapatkan kesenangan tersendiri untuk mencoba produk baru yang belum dilepas untuk publik. Sementara produsen mendapat keuntungan umpan balik dan masukan dari para penguji coba. Dan, biaya uji coba oleh pengguna tersebut bisa saja gratis: penghematan anggaran uji coba dan riset.<br />
<br />
Baru-baru ini, AT&T, sebuah perusahaan penyedia layanan telekomunikasi seluler di Amerika pun menggunakan metode ini untuk meningkatkan kualitas layanannya. <strong>AT&T Mark the Spot</strong> adalah aplikasi untuk iPhone OS 3, yang tentu saja disediakan AT&T secara gratis untuk para pelanggannya. Aplikasi ini adalah "sarana komplain" para pengguna jika mengalami kualitas layanan yang buruk. Memang bersifat satu arah: pengguna melaporkan ke AT&T, dan hanya mendapatkan "ucapan terima kasih".<br />
<br />
Tentu manfaat yang didapat oleh pengguna berkaitan dengan aplikasi ini tidaklah secara langsung. Masukan-masukan tersebut digunakan oleh pihak penyedia layanan untuk proses optimasi jaringan mereka: pengguna akan mendapatkan jaringan yang membaik.<br />
<br />
Dengan aplikasi ini, pengguna dapat melaporkan masalah yang dialami: panggilan jatuh (<em>dropped call</em>), terputusnya koneksi (<em>connection disconnect</em>), <em>blank spot</em>, dan lainnya. Bahkan dengan fitur GPS pada <a href="http://adha.ms/p/261">iPhone 3G</a> dan <a href="http://adha.ms/p/296/">iPhone 3GS</a>, lokasi masalah tersebut dapat dideteksi secara akurat.<br />
<br />
Tentu saja, dengan metode ini, aktivitas <em>drive test</em> untuk pengukuran kondisi dan kualitas layanan dapat dikurangi. Karena kritik dari pengguna lebih "nyata" daripada sekedar hasil percobaan.<br />
<br />
"Jangan minta kritik kepada temanmu, karena mereka akan memuji. Tetapi mintalah kritik kepada orang yang membencimu, niscaya ia akan mencari kesalahanmu sampai yang terkecil." (petuah bijak seorang tua)<br />
<br />
Akankah para penyedia layanan di Indonesia mau mengikuti metode ini?<br />
<br />
&mdash; <a href="http://adha.ms/">Adham Somantrie</a>. 2009. ]]></content:encoded>
		<wfw:commentRss>http://adha.ms/rss/comment/348</wfw:commentRss>
	</item>
	<item>
		<title>Pempek Lenggang</title>
		<link>http://adha.ms/p/347/pempek-lenggang/</link>
		<guid>http://adha.ms/p/347/pempek-lenggang/</guid>
		<comments>http://adha.ms/p/347/pempek-lenggang/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Dec 2009 09:30:26 +0700</pubDate>
		<dc:creator>Adham Somantrie</dc:creator>
		<description><![CDATA[ <strong>Pempek</strong> adalah makanan khas <strike>Malaysia</strike> <strong>Sumatera Selatan</strong>. Ada banyak jenis dan variannya. Salah satunya adalah <strong>Pempek Lenggang</strong>. Jika Anda biasa menemui pempek telur, ini mirip. Jika biasanya telurnya di dalam pempek, maka ini pempeknya di dalam telur.<br />
<br />
Saya biasanya mendapati menu pempek di setiap lebaran. Namun, terlalu banyak pempek lenjer bisa membuat bosan. Jika Anda pun mengalami kebosanan seperti saya, maka beraksi lah di dapur Anda!<br />
<br />
Cukup potong-potong kecil 4 <strike>unit</strike> pempek lenjer. Siapkan telur ayam 2 butir, kocok dadar. Tambahkan garam, gula, dan merica secukupnya. Lalu ceburkan potongan pempek tersebut ke adonan telur tersebut.<br />
<br />
Iris bawang daun dan cabe rawit. Panaskan minyak di kuali, lalu tumis sebentar irisan bawang daun dan cabe rawit tadi. Cairkan margarin jika Anda suka. Setelah itu masukkan adonan telur dan pempek tadi, goreng sampai matang.<br />
<br />
Setelah matang, <strike>lempar</strike> pindahkan ke piring. Sirami dengan cuka (kuah pempek). Tambahkan potongan dadu mentimun, irisan daun seledri, dan irisan cabe rawit sesuai selera masing-masing.<br />
<br />
Jika ingin, Anda juga bisa menambahkan mie kuning atau mihun untuk menemaninya.<br />
<br />
<em>This is it, Pempek Lenggang a la chef <strike>Farah Quinn</strike> Adham Somantrie!</em><br />
<br />
<img src="http://lh4.ggpht.com/_6QOYnySRA1Y/SxXOQC6K1VI/AAAAAAAACnY/YcoAkuzxVCo/s400/DSC00186.JPG" alt="Pempek Lenggang" /><br />
<br />
PS: <strong>Cabe rawit</strong> bersifat <em>optional</em>, dapat diabaikan jika tidak suka rasa pedas. Cuka pempek masih terasa pedas bagi Anda? tambahkan kecap manis. ]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[ <strong>Pempek</strong> adalah makanan khas <strike>Malaysia</strike> <strong>Sumatera Selatan</strong>. Ada banyak jenis dan variannya. Salah satunya adalah <strong>Pempek Lenggang</strong>. Jika Anda biasa menemui pempek telur, ini mirip. Jika biasanya telurnya di dalam pempek, maka ini pempeknya di dalam telur.<br />
<br />
Saya biasanya mendapati menu pempek di setiap lebaran. Namun, terlalu banyak pempek lenjer bisa membuat bosan. Jika Anda pun mengalami kebosanan seperti saya, maka beraksi lah di dapur Anda!<br />
<br />
Cukup potong-potong kecil 4 <strike>unit</strike> pempek lenjer. Siapkan telur ayam 2 butir, kocok dadar. Tambahkan garam, gula, dan merica secukupnya. Lalu ceburkan potongan pempek tersebut ke adonan telur tersebut.<br />
<br />
Iris bawang daun dan cabe rawit. Panaskan minyak di kuali, lalu tumis sebentar irisan bawang daun dan cabe rawit tadi. Cairkan margarin jika Anda suka. Setelah itu masukkan adonan telur dan pempek tadi, goreng sampai matang.<br />
<br />
Setelah matang, <strike>lempar</strike> pindahkan ke piring. Sirami dengan cuka (kuah pempek). Tambahkan potongan dadu mentimun, irisan daun seledri, dan irisan cabe rawit sesuai selera masing-masing.<br />
<br />
Jika ingin, Anda juga bisa menambahkan mie kuning atau mihun untuk menemaninya.<br />
<br />
<em>This is it, Pempek Lenggang a la chef <strike>Farah Quinn</strike> Adham Somantrie!</em><br />
<br />
<img src="http://lh4.ggpht.com/_6QOYnySRA1Y/SxXOQC6K1VI/AAAAAAAACnY/YcoAkuzxVCo/s400/DSC00186.JPG" alt="Pempek Lenggang" /><br />
<br />
PS: <strong>Cabe rawit</strong> bersifat <em>optional</em>, dapat diabaikan jika tidak suka rasa pedas. Cuka pempek masih terasa pedas bagi Anda? tambahkan kecap manis. ]]></content:encoded>
		<wfw:commentRss>http://adha.ms/rss/comment/347</wfw:commentRss>
	</item>
	<item>
		<title>Ini Gimana Cara Mainnya Sih?</title>
		<link>http://adha.ms/p/346/ini-gimana-cara-mainnya-sih/</link>
		<guid>http://adha.ms/p/346/ini-gimana-cara-mainnya-sih/</guid>
		<comments>http://adha.ms/p/346/ini-gimana-cara-mainnya-sih/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 00:05:16 +0700</pubDate>
		<dc:creator>Adham Somantrie</dc:creator>
		<description><![CDATA[ "Ini gimana cara mainnya sih?"<br />
<br />
Pertanyaan itu sering terdengar akhir-akhir ini. Umumnya bagi para pengguna baru Google Wave. Google Wave merupakan salah satu layanan baru dari Google, merupakan sebuah aplikasi kolaborasi multi-pengguna yang juga menggunakan sistem jejaring sosial. Karena pendaftarannya sangat dibatasi untuk umum (hanya bisa mendaftar dengan undangan), tidak ayal banyak yang sangat penasaran dengan layanan ini. Apalagi gembar-gembornya akan menawarkan sistem jejaring sosial dengan gaya baru.<br />
<br />
Indonesia termasuk negara yang penduduknya lumayan suka "bersosialisasi", apalagi kaum muda dan teknokrat. Sebagai "bangsa konsumtif", segala produk baru tidak luput untuk dicoba: <em>early adopter</em>. Begitu juga sebagai bangsa "korban mode", segala sesuatu yang sedang <em>in</em> atau <em>ngetren</em> hampir dapat dipastikan akan diikuti dengan cepat dan masif.<br />
<br />
Google Wave termasuk salah satu produk tersebut. Kalangan pengguna internet berbondong-bondong ingin mencobanya, termasuk para "kaum <em>exist</em>" yang selalu ada di setiap tempat nongkrong, bahkan setiap jejaring sosial yang ada. Mungkin karena informasi yang kurang jelas, atau memang karena "distorsi informasi", banyak juga pengguna yang berebut undangan untuk mendaftar layanan Google Wave padahal mereka sendiri tidak memerlukan layanan tersebut.<br />
<br />
"Yang penting daftar dulu, kalo ga kepake (atau ga ngerti) ya tinggalin aja."<br />
<br />
Jangan berharap Google Wave akan seperti Facebook ataupun Twitter. Karena konsep yang diusungnya pun beda. Setidaknya hingga saat ini.<br />
<br />
Begitu juga dengan LinkedIn. LinkedIn adalah situs jejaring sosial yang difokuskan untuk kehidupan profesional dan karir. Walaupun tidak terututup kemungkinan untuk mendapatkan kegembiraan (<em>fun</em>) di sana, tetapi jika tujuan Anda bukan untuk karir dan profesional, Anda mungkin akan kecewa. Di sini bukanlah tempatnya untuk "mencari teman sebanyakbanyaknya dan menjadikan jumlah teman sebagai <em>benchmark</em> tingkat kegaulan atau ke-exist-an".<br />
<br />
Sudahkah Anda mencoba layanan Google Wave?<br />
<br />
&mdash; <a href="http://adha.ms/">Adham Somantrie</a> ]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[ "Ini gimana cara mainnya sih?"<br />
<br />
Pertanyaan itu sering terdengar akhir-akhir ini. Umumnya bagi para pengguna baru Google Wave. Google Wave merupakan salah satu layanan baru dari Google, merupakan sebuah aplikasi kolaborasi multi-pengguna yang juga menggunakan sistem jejaring sosial. Karena pendaftarannya sangat dibatasi untuk umum (hanya bisa mendaftar dengan undangan), tidak ayal banyak yang sangat penasaran dengan layanan ini. Apalagi gembar-gembornya akan menawarkan sistem jejaring sosial dengan gaya baru.<br />
<br />
Indonesia termasuk negara yang penduduknya lumayan suka "bersosialisasi", apalagi kaum muda dan teknokrat. Sebagai "bangsa konsumtif", segala produk baru tidak luput untuk dicoba: <em>early adopter</em>. Begitu juga sebagai bangsa "korban mode", segala sesuatu yang sedang <em>in</em> atau <em>ngetren</em> hampir dapat dipastikan akan diikuti dengan cepat dan masif.<br />
<br />
Google Wave termasuk salah satu produk tersebut. Kalangan pengguna internet berbondong-bondong ingin mencobanya, termasuk para "kaum <em>exist</em>" yang selalu ada di setiap tempat nongkrong, bahkan setiap jejaring sosial yang ada. Mungkin karena informasi yang kurang jelas, atau memang karena "distorsi informasi", banyak juga pengguna yang berebut undangan untuk mendaftar layanan Google Wave padahal mereka sendiri tidak memerlukan layanan tersebut.<br />
<br />
"Yang penting daftar dulu, kalo ga kepake (atau ga ngerti) ya tinggalin aja."<br />
<br />
Jangan berharap Google Wave akan seperti Facebook ataupun Twitter. Karena konsep yang diusungnya pun beda. Setidaknya hingga saat ini.<br />
<br />
Begitu juga dengan LinkedIn. LinkedIn adalah situs jejaring sosial yang difokuskan untuk kehidupan profesional dan karir. Walaupun tidak terututup kemungkinan untuk mendapatkan kegembiraan (<em>fun</em>) di sana, tetapi jika tujuan Anda bukan untuk karir dan profesional, Anda mungkin akan kecewa. Di sini bukanlah tempatnya untuk "mencari teman sebanyakbanyaknya dan menjadikan jumlah teman sebagai <em>benchmark</em> tingkat kegaulan atau ke-exist-an".<br />
<br />
Sudahkah Anda mencoba layanan Google Wave?<br />
<br />
&mdash; <a href="http://adha.ms/">Adham Somantrie</a> ]]></content:encoded>
		<wfw:commentRss>http://adha.ms/rss/comment/346</wfw:commentRss>
	</item>
	<item>
		<title>Mengubah Ikon USB Flashdisk Pada Windows</title>
		<link>http://adha.ms/p/345/mengubah-ikon-usb-flashdisk-pada-windows/</link>
		<guid>http://adha.ms/p/345/mengubah-ikon-usb-flashdisk-pada-windows/</guid>
		<comments>http://adha.ms/p/345/mengubah-ikon-usb-flashdisk-pada-windows/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Nov 2009 12:01:47 +0700</pubDate>
		<dc:creator>Adham Somantrie</dc:creator>
		<description><![CDATA[ <img src="http://lh6.ggpht.com/_6QOYnySRA1Y/SwdsoI5ScxI/AAAAAAAACm0/2IWSLcTnjH0/s800/drives_windowsxp.jpg" alt="Drives in My Computer on Windows XP" /><br />
<br />
Oke, melanjutkan seri sebelumnya, <a href="http://adhamsomantrie.com/?p=196">Mengubah Ikon USB Flashdisk Pada Mac OS X</a>, maka saat ini akan saya lanjutkan dengan hal yang sama, namun pada Windows.<br />
<br />
Hal ini mungkin termasuk gampang untuk para pengguna Windows. Trik ini dapat digunakan sejak Windows 95. Saya sudah mencoba hal ini pada Windows 95 di masa lalu. Ya, memang walaupun jaman itu belum ada flashdisk :D tetapi saya sudah mencobanya pada CD dengan CD writer :P<br />
<br />
Pertama-tama, tentunya adalah mempersiapkan ikon yang akan dipergunakan. Anda dapat mengunduh ikon-ikon dari situs <a href="http://www.interfacelift.com/">InterFaceLift</a> atau <a href="http://www.iconfactory.com/">IconFactory</a>.<br />
<br />
Jika Anda ingin membuat sendiri juga dipersilahkan. Silakan gunakan aplikasi pengolah grafis seperti Adobe Photoshop, dan gunakan <i>plugin</i> <a href="http://www.telegraphics.com.au/sw/">Windows Icon Format</a> untuk menyimpan ikon dari Photoshop.<br />
<br />
Setelah berkas icon siap. Mari kita mulai.<br />
<br />
Salin atau pindahkan berkas ikon yang ingin Anda gunakan ke <em>drive</em> flasdisk tersebut. Pada contoh ini, saya menggunakan sebuah USB harddisk sebagai drive <strong>G:</strong>, dan menggunakan berkas mobileme.ico.<br />
<br />
Setelah berkas tersebut disalin, periksalah pada drive tersebut apakah terdapat berkas autorun.inf. Jika sudah ada, sunting file tersebut dengan Notepad (atau pengolah teks lainnya). Jika belum ada, buatlah berkas teks baru.<br />
<br />
Format umum berkas autorun.inf adalah sebagai berikut:<br />
<br />
[autorun]<br />
icon=mobileme.ico<br />
<br />
Nah, sesuaikan dengan nama berkas ikon yang akan Anda gunakan. Mungkin juga ada baris-baris lain yang ada pada berkas tersebut: biarkan saja, tidak usah diubah. Jika berkas ikon tersebut tidak berada di <em>root folder</em>, sertakan pula lokasi lengkapnya tanpa huruf <em>drive</em>. Misalnya berkasnya ada pada G:\ikon\mobileme.ico maka akan seperti ini:<br />
<br />
[autorun]<br />
icon=ikon\mobileme.ico<br />
<br />
Selesai.<br />
<br />
Jika Anda merasa berkas autorun.inf dan berkas ikon mengganggu pemandangan Anda di Windows Explorer, mungkin Anda bisa membuatnya menjadi tersembunyi dengan mengubah atribut berkas tersebut.<br />
<br />
Selain pada USB Flashdisk, sebenarnya Anda juga dapat menggunakan cara ini untuk mengganti ikon untuk semua <em>drive</em> (termasuk harddisk) pada komputer Anda.<br />
<br />
&mdash; <a href="http://adha.ms/">Adham Somantrie</a>. ]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[ <img src="http://lh6.ggpht.com/_6QOYnySRA1Y/SwdsoI5ScxI/AAAAAAAACm0/2IWSLcTnjH0/s800/drives_windowsxp.jpg" alt="Drives in My Computer on Windows XP" /><br />
<br />
Oke, melanjutkan seri sebelumnya, <a href="http://adhamsomantrie.com/?p=196">Mengubah Ikon USB Flashdisk Pada Mac OS X</a>, maka saat ini akan saya lanjutkan dengan hal yang sama, namun pada Windows.<br />
<br />
Hal ini mungkin termasuk gampang untuk para pengguna Windows. Trik ini dapat digunakan sejak Windows 95. Saya sudah mencoba hal ini pada Windows 95 di masa lalu. Ya, memang walaupun jaman itu belum ada flashdisk :D tetapi saya sudah mencobanya pada CD dengan CD writer :P<br />
<br />
Pertama-tama, tentunya adalah mempersiapkan ikon yang akan dipergunakan. Anda dapat mengunduh ikon-ikon dari situs <a href="http://www.interfacelift.com/">InterFaceLift</a> atau <a href="http://www.iconfactory.com/">IconFactory</a>.<br />
<br />
Jika Anda ingin membuat sendiri juga dipersilahkan. Silakan gunakan aplikasi pengolah grafis seperti Adobe Photoshop, dan gunakan <i>plugin</i> <a href="http://www.telegraphics.com.au/sw/">Windows Icon Format</a> untuk menyimpan ikon dari Photoshop.<br />
<br />
Setelah berkas icon siap. Mari kita mulai.<br />
<br />
Salin atau pindahkan berkas ikon yang ingin Anda gunakan ke <em>drive</em> flasdisk tersebut. Pada contoh ini, saya menggunakan sebuah USB harddisk sebagai drive <strong>G:</strong>, dan menggunakan berkas mobileme.ico.<br />
<br />
Setelah berkas tersebut disalin, periksalah pada drive tersebut apakah terdapat berkas autorun.inf. Jika sudah ada, sunting file tersebut dengan Notepad (atau pengolah teks lainnya). Jika belum ada, buatlah berkas teks baru.<br />
<br />
Format umum berkas autorun.inf adalah sebagai berikut:<br />
<br />
[autorun]<br />
icon=mobileme.ico<br />
<br />
Nah, sesuaikan dengan nama berkas ikon yang akan Anda gunakan. Mungkin juga ada baris-baris lain yang ada pada berkas tersebut: biarkan saja, tidak usah diubah. Jika berkas ikon tersebut tidak berada di <em>root folder</em>, sertakan pula lokasi lengkapnya tanpa huruf <em>drive</em>. Misalnya berkasnya ada pada G:\ikon\mobileme.ico maka akan seperti ini:<br />
<br />
[autorun]<br />
icon=ikon\mobileme.ico<br />
<br />
Selesai.<br />
<br />
Jika Anda merasa berkas autorun.inf dan berkas ikon mengganggu pemandangan Anda di Windows Explorer, mungkin Anda bisa membuatnya menjadi tersembunyi dengan mengubah atribut berkas tersebut.<br />
<br />
Selain pada USB Flashdisk, sebenarnya Anda juga dapat menggunakan cara ini untuk mengganti ikon untuk semua <em>drive</em> (termasuk harddisk) pada komputer Anda.<br />
<br />
&mdash; <a href="http://adha.ms/">Adham Somantrie</a>. ]]></content:encoded>
		<wfw:commentRss>http://adha.ms/rss/comment/345</wfw:commentRss>
	</item>
	<item>
		<title>Instalasi .IPA ke iPhone dan iPod Touch</title>
		<link>http://adha.ms/p/344/instalasi-ipa-ke-iphone-dan-ipod-touch/</link>
		<guid>http://adha.ms/p/344/instalasi-ipa-ke-iphone-dan-ipod-touch/</guid>
		<comments>http://adha.ms/p/344/instalasi-ipa-ke-iphone-dan-ipod-touch/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 11:21:50 +0700</pubDate>
		<dc:creator>Adham Somantrie</dc:creator>
		<description><![CDATA[ <img src="http://lh6.ggpht.com/_6QOYnySRA1Y/SsnogYEzdEI/AAAAAAAAChQ/uzyZ-AXy3IY/s800/ipod-touch-nfsu.jpg" alt="iPod Touch - NFSU" /><br />
<br />
Perhatian: Anda harus melakukan Jailbreak pada iPhone atau iPod Touch dan menginstal Cydia untuk mengikuti prosedur ini. Jika Anda belum melakukan Jailbreak, saya pernah menuliskan cara <a href="http://adha.ms/p/340/jailbreak-ipod-touch-iphone-os-31/">Jailbreak iPhone OS 3.1</a>.<br />
<br />
Masih kurang banyak? mungkin lebih enak jika kita mencari aplikasi iPhone OS secara langsung: berkas .IPA. Berkas .IPA ini dapat Anda masukkan ke iTunes langsung tanpa proses Jailbreak. Namun iTunes akan menolak untuk menyalin aplikasi dari iTunes ke iPod Touch karena aplikasi ini tidak terverifikasi resmi oleh Apple.<br />
<br />
Untuk itu, Anda perlu memasang aplikasi "AppSync" pada iPhone OS 3.x. Untuk iPhone OS 2.x, Anda bisa menggunakan aplikasi "MobileInstallation Patch". Kedua aplikasi ini bisa Anda pasang pada iPod Touch menggunakan Cydia.<br />
<br />
Buka Aplikasi Cydia pada iPod Touch Anda. Sentuh tombol "Manage" lalu "Sources". Sentuh tombol "edit" lalu "add". Tambahkan alamat repository <a>http://cydia.hackulo.us</a>.<br />
<br />
Masih pada aplikasi Cydia, pilih modus pencarian dengan menyentuh tombol "Search". Cari dan instal aplikasi "AppSync".<br />
<br />
Untuk iPhone OS 2.x, gunakan alamat <em>repository</em> <a>http://iphone.org.hk/apt</a> dan cari aplikasi "MobileInstallation Patch".<br />
<br />
Setelah selesai instalasi AppSync. Restart iPod Touch. Anda sudah bisa melakukan sinkronisasi aplikasi gelap dengan iTunes.<br />
<br />
PS: Jika menu "Applications" tidak muncul pada iTunes Anda, maka Anda setidaknya harus <em>login</em> ke App Store dan mengunduh satu aplikasi (baik gratis ataupun berbayar). ]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[ <img src="http://lh6.ggpht.com/_6QOYnySRA1Y/SsnogYEzdEI/AAAAAAAAChQ/uzyZ-AXy3IY/s800/ipod-touch-nfsu.jpg" alt="iPod Touch - NFSU" /><br />
<br />
Perhatian: Anda harus melakukan Jailbreak pada iPhone atau iPod Touch dan menginstal Cydia untuk mengikuti prosedur ini. Jika Anda belum melakukan Jailbreak, saya pernah menuliskan cara <a href="http://adha.ms/p/340/jailbreak-ipod-touch-iphone-os-31/">Jailbreak iPhone OS 3.1</a>.<br />
<br />
Masih kurang banyak? mungkin lebih enak jika kita mencari aplikasi iPhone OS secara langsung: berkas .IPA. Berkas .IPA ini dapat Anda masukkan ke iTunes langsung tanpa proses Jailbreak. Namun iTunes akan menolak untuk menyalin aplikasi dari iTunes ke iPod Touch karena aplikasi ini tidak terverifikasi resmi oleh Apple.<br />
<br />
Untuk itu, Anda perlu memasang aplikasi "AppSync" pada iPhone OS 3.x. Untuk iPhone OS 2.x, Anda bisa menggunakan aplikasi "MobileInstallation Patch". Kedua aplikasi ini bisa Anda pasang pada iPod Touch menggunakan Cydia.<br />
<br />
Buka Aplikasi Cydia pada iPod Touch Anda. Sentuh tombol "Manage" lalu "Sources". Sentuh tombol "edit" lalu "add". Tambahkan alamat repository <a>http://cydia.hackulo.us</a>.<br />
<br />
Masih pada aplikasi Cydia, pilih modus pencarian dengan menyentuh tombol "Search". Cari dan instal aplikasi "AppSync".<br />
<br />
Untuk iPhone OS 2.x, gunakan alamat <em>repository</em> <a>http://iphone.org.hk/apt</a> dan cari aplikasi "MobileInstallation Patch".<br />
<br />
Setelah selesai instalasi AppSync. Restart iPod Touch. Anda sudah bisa melakukan sinkronisasi aplikasi gelap dengan iTunes.<br />
<br />
PS: Jika menu "Applications" tidak muncul pada iTunes Anda, maka Anda setidaknya harus <em>login</em> ke App Store dan mengunduh satu aplikasi (baik gratis ataupun berbayar). ]]></content:encoded>
		<wfw:commentRss>http://adha.ms/rss/comment/344</wfw:commentRss>
	</item>
</channel>
</rss>