<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!-- generator="adhamcore/1.0" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>
<channel>
	<title>Adham Somantrie</title>
	<link>http://adha.ms/</link>
	<description>The Playground</description>
	<pubDate>Fri, 18 May 2012 09:05:05 +0700</pubDate>
	<generator>http://www.adhamsomantrie.com/</generator>
	<item>
		<title>Sedekah Kebun Binatang Ragunan</title>
		<link>http://adha.ms/p/446/sedekah-kebun-binatang-ragunan/</link>
		<guid>http://adha.ms/p/446/sedekah-kebun-binatang-ragunan/</guid>
		<comments>http://adha.ms/p/446/sedekah-kebun-binatang-ragunan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 May 2012 23:20:36 +0700</pubDate>
		<dc:creator>Adham Somantrie</dc:creator>
		<description><![CDATA[<p>This post is fetched by feed on 18-May-2012 09:05. Original post of <a href='http://adha.ms/p/446/sedekah-kebun-binatang-ragunan'>Sedekah Kebun Binatang Ragunan</a> can be reached at <a href='http://adha.ms/p/446/sedekah-kebun-binatang-ragunan'>http://adha.ms/p/446/sedekah-kebun-binatang-ragunan</a>. </p><p><img src="https://lh4.googleusercontent.com/-DH51WCNVxNs/T5zDRjxt6uI/AAAAAAAAEu0/GbXfxwCDV-g/s400/2012%2520-%25201.jpg" alt="" width="400" height="300" /></p>
<p>Minggu (29/04) pagi, saya mengikuti seri terakhir dari Jakarta Race Series 2012 yang diadakah oleh Jakarta Free Spirit. Bertempat di Kebun Binatang Ragunan, Jakarta Selatan. Tahun lalu, panitia menanggung biaya masuk para partisipan lomba. Tapi tidak untuk tahun ini. Mungkin karena jumlah pendaftar yang membludak hingga menembus angka 1.000 partisipan.</p>
<p>Mengingat pengalaman <a href="http://adha.ms/p/411">membeli karcis masuk Ragunan</a> yang "dibundel" dengan asuransi dari Askrida beberapa waktu yang lalu, saya telah mempersiapkan uang tambahan tersebut. Jika dulu petugas loket karcis bilang "Kurang, Pak!" saat saya menyodorkan dua lembar uang Rp.2000, kemarin petugas loket bilang "Lima ribu!"</p>
<p>Ya, ternyata ada tambahan Rp.500 lagi. Padahal layar LED yang ada di dalam loket menunjukkan angka Rp.4.500. "Ada yang salah" pikir saya. Sekilas, petugas ini tampak seperti ingin melakukan tindakan mengambil keuntungan. Namun, ternyata saya diberikan tiga lembar kertas tanda terima setelah saya menyerahkan selembar uang Rp.5.000.</p>
<p>Tambahan Rp.500 itu ternyata untuk sedekah yang akan disalurkan oleh Badan Amil Zakat dan Shadaqah (BAZIS) DKI Jakarta. Tertera angka Rp.500 lengkap dengan Peraturan Gubernur dan tentu saja dalil yang terkait dengan ibadah sedekah. Kali ini, saya ikhlas dengan tambahan biaya ini.</p>
<p>Tapi, dua hal ini perlu dicermati dan dikaji lagi.</p>
<p>Pertama, soal asuransi. <strong>Askrida</strong> ini adalah BUMN yang "menumpang" mencari penghasilan dari Kebun Binatang Ragunan. Harusnya, kalau memang pengunjung diwajibkan untuk membeli asuransi, harusnya digabungkan saja dengan biaya tanda masuk. Tidak perlu memproduksi tiket (tanda terima) tambahan. Lebih efisien, seperti yang pernah saya <a href="http://adha.ms/p/411">tulis sebelumnya</a>.</p>
<p>Kedua, soal sedekah. BAZIS merupakan institusi pemerintah daerah yang juga "menumpang" mencari penghasilan. Tapi tidak seperti asuransi yang terkait dengan keamanan dan kenyamanan pengunjung kebun binatang. Penyaluran sedekah harusnya untuk kepentingan ummat, lebih luas dari sekedar pengunjung. Intinya, kebun binatang bukanlah tempat ibadah yang diperuntukkan bagi kalangan terbatas (ummat tertentu), melainkan adalah fasilitas publik. <strong>Opini</strong> saya, kurang tepat jika BAZIS <strong>menarik sedekah</strong> dari <strong>setiap pengunjung</strong> kebun binatang, apalagi dengan <strong>paksaan halus</strong>.</p>
<p>Sekali lagi, seperti tulisan saya sebelumnya, dengan adanya tambahan biaya sebesar Rp.1.000 per pengunjung, bisa jadi memberatkan bagi beberapa kalangan.</p>
<p>Semoga sedekah yang terkumpul dapat disalurkan dengan baik dan dapat membantu kehidupan dan memakmurkan ummat. Amin.</p>
<p>&mdash; <a href="http://adha.ms/">Adham Somantrie</a>.</p>
]]>
      </description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>This post is fetched by feed on 18-May-2012 09:05. Original post of <a href='http://adha.ms/p/446/sedekah-kebun-binatang-ragunan'>Sedekah Kebun Binatang Ragunan</a> can be reached at <a href='http://adha.ms/p/446/sedekah-kebun-binatang-ragunan'>http://adha.ms/p/446/sedekah-kebun-binatang-ragunan</a>. </p><p><img src="https://lh4.googleusercontent.com/-DH51WCNVxNs/T5zDRjxt6uI/AAAAAAAAEu0/GbXfxwCDV-g/s400/2012%2520-%25201.jpg" alt="" width="400" height="300" /></p>
<p>Minggu (29/04) pagi, saya mengikuti seri terakhir dari Jakarta Race Series 2012 yang diadakah oleh Jakarta Free Spirit. Bertempat di Kebun Binatang Ragunan, Jakarta Selatan. Tahun lalu, panitia menanggung biaya masuk para partisipan lomba. Tapi tidak untuk tahun ini. Mungkin karena jumlah pendaftar yang membludak hingga menembus angka 1.000 partisipan.</p>
<p>Mengingat pengalaman <a href="http://adha.ms/p/411">membeli karcis masuk Ragunan</a> yang "dibundel" dengan asuransi dari Askrida beberapa waktu yang lalu, saya telah mempersiapkan uang tambahan tersebut. Jika dulu petugas loket karcis bilang "Kurang, Pak!" saat saya menyodorkan dua lembar uang Rp.2000, kemarin petugas loket bilang "Lima ribu!"</p>
<p>Ya, ternyata ada tambahan Rp.500 lagi. Padahal layar LED yang ada di dalam loket menunjukkan angka Rp.4.500. "Ada yang salah" pikir saya. Sekilas, petugas ini tampak seperti ingin melakukan tindakan mengambil keuntungan. Namun, ternyata saya diberikan tiga lembar kertas tanda terima setelah saya menyerahkan selembar uang Rp.5.000.</p>
<p>Tambahan Rp.500 itu ternyata untuk sedekah yang akan disalurkan oleh Badan Amil Zakat dan Shadaqah (BAZIS) DKI Jakarta. Tertera angka Rp.500 lengkap dengan Peraturan Gubernur dan tentu saja dalil yang terkait dengan ibadah sedekah. Kali ini, saya ikhlas dengan tambahan biaya ini.</p>
<p>Tapi, dua hal ini perlu dicermati dan dikaji lagi.</p>
<p>Pertama, soal asuransi. <strong>Askrida</strong> ini adalah BUMN yang "menumpang" mencari penghasilan dari Kebun Binatang Ragunan. Harusnya, kalau memang pengunjung diwajibkan untuk membeli asuransi, harusnya digabungkan saja dengan biaya tanda masuk. Tidak perlu memproduksi tiket (tanda terima) tambahan. Lebih efisien, seperti yang pernah saya <a href="http://adha.ms/p/411">tulis sebelumnya</a>.</p>
<p>Kedua, soal sedekah. BAZIS merupakan institusi pemerintah daerah yang juga "menumpang" mencari penghasilan. Tapi tidak seperti asuransi yang terkait dengan keamanan dan kenyamanan pengunjung kebun binatang. Penyaluran sedekah harusnya untuk kepentingan ummat, lebih luas dari sekedar pengunjung. Intinya, kebun binatang bukanlah tempat ibadah yang diperuntukkan bagi kalangan terbatas (ummat tertentu), melainkan adalah fasilitas publik. <strong>Opini</strong> saya, kurang tepat jika BAZIS <strong>menarik sedekah</strong> dari <strong>setiap pengunjung</strong> kebun binatang, apalagi dengan <strong>paksaan halus</strong>.</p>
<p>Sekali lagi, seperti tulisan saya sebelumnya, dengan adanya tambahan biaya sebesar Rp.1.000 per pengunjung, bisa jadi memberatkan bagi beberapa kalangan.</p>
<p>Semoga sedekah yang terkumpul dapat disalurkan dengan baik dan dapat membantu kehidupan dan memakmurkan ummat. Amin.</p>
<p>&mdash; <a href="http://adha.ms/">Adham Somantrie</a>.</p> 
]]>
		</content:encoded>
		<wfw:commentRss>http://adha.ms/rss/comment/446</wfw:commentRss>
	</item>
	<item>
		<title>Konsumsi Bahan Bakar Yamaha Mio J</title>
		<link>http://adha.ms/p/445/konsumsi-bahan-bakar-yamaha-mio-j/</link>
		<guid>http://adha.ms/p/445/konsumsi-bahan-bakar-yamaha-mio-j/</guid>
		<comments>http://adha.ms/p/445/konsumsi-bahan-bakar-yamaha-mio-j/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Apr 2012 07:40:03 +0700</pubDate>
		<dc:creator>Adham Somantrie</dc:creator>
		<description><![CDATA[<p>This post is fetched by feed on 18-May-2012 09:05. Original post of <a href='http://adha.ms/p/445/konsumsi-bahan-bakar-yamaha-mio-j'>Konsumsi Bahan Bakar Yamaha Mio J</a> can be reached at <a href='http://adha.ms/p/445/konsumsi-bahan-bakar-yamaha-mio-j'>http://adha.ms/p/445/konsumsi-bahan-bakar-yamaha-mio-j</a>. </p><p>Yamaha Mio J merupakan penerus dari Yamaha Mio. Selain dimensinya yang lebih panjang dan bagasinya yang lebih besar serta penampilannya yang telah diremajakan, kekuatan Mio J yang paling signifikan adalah penggunaan injektor bahan bakar. Penggunaan sistem injeksi yang menggantikan karburator dalam mencampur bahan bakar diklaim mampu menekan konsumsi bahan bakar karena campuran dan pembakaran yang lebih sempurna. Seberapa iritkah Yamaha Mio J ini? Berikut pengalaman saya sebagai pemilik dan pengguna Yamaha Mio J terkait konsumsi bahan bakar skuter matik ini.</p>
<p>Saat pertama kali Mio J diantarkan oleh pihak Yamaha, tangki bahan bakar sudah diisi penuh. Saya tidak punya informasi akurat mengenai bahan bakar yang diisikan, tapi saya berasumsi Pertamina Premium. Mio J digunakan berkendara di dalam kota Jakarta baik sendirian maupun berboncengan. Tentunya sudah termasuk fitur "macet" khas ibukota. Jadi jangan berharap bisa mendapatkan angka yang maksimal khas jalanan luar kota.</p>
<p>Pertama kali saya mengisi bahan bakar adalah pada saat odometer menunjukkan angka 147.2 km. Pengisian dilakukan di SPBU Pertamina Jalan Gatot Subroto, di dekat Balai Kartini. Pengisian Pertamax terukur 3.90 liter.</p>
<p><img src="http://a4.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/s720x720/385725_3555248157611_1164900378_33492088_1687770913_n.jpg" alt="" width="720" height="540" /></p>
<p>Jadi kalau mau dihitung, maka 1 liter premium bisa menempuh jarak 37.74 km. Tetapi perhitungan ini tidak valid, karena motor sering dipanaskan tanpa dijalankan. Jadi, mari kita hitung di pengisian berikutnya.</p>
<p>Pengisian bahan bakar kedua, saya lakukan saat odomoter menunjukkan angka 319.6 km. Tetap konsisten dengan Pertamax dari SPBU yang sama pula (bahkan dari dispenser yang sama) untuk konsistensi akurasi pengukuran. Angka yang ditunjukkan oleh dispenser adalah 3.92 liter.</p>
<p><img src="http://a7.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash3/s720x720/581558_3710592841131_1164900378_33559401_866764344_n.jpg" alt="" width="720" height="540" /></p>
<p>Mari lakukan matematikanya. Pertamax telah dikonsumsi oleh skutik ini sebanyak 3.92 liter untuk menempuh jarak 172.4 km (319.6 - 147.2 km). Maka <strong>rata-rata 1 liter</strong> dihabiskan untuk menempuh <strong>43.98 km</strong>.</p>
<p>Saya melakukan kedua isi ulang BBM ini saat jarum indikator BBM sudah <strong>di bawah garis merah</strong>. Kalau memang benar klaim Yamaha mengenai kapasitas penuh tangki sebesar 4.8 liter, maka saat jarum sudah menyentuh garis merah artinya di dalam tangki masih ada sekitar 1 liter bahan bakar (<em>reserved</em>). Maka, saat indikator sudah "merah", Anda masih punya <strong>43.98 km untuk mencari SPBU di Jakarta</strong> (jika Anda menggunakan Pertamax).</p>
<p><strong>Catatan penting terkait akurasi</strong>:</p>
<p>Pengukuran volum bahan bakar mengandalkan alat ukur dari mesin dispenser Pertamina yang tersertifikasi "Pasti Pas", tentunya setiap alat ukur punya toleransi ukur. Begitu juga dengan penunjukkan angka digital, ketelitian hanya sampai <strong>0.01 liter</strong>.</p>
<p>Pengukuran jarak hanya mengandalkan odometer dengan tingkat akurasi akan dipengaruhi juga oleh ukuran dan kondisi tekanan angin ban depan. Untuk jenis ban yang digunakan masih standar bawaan pabrik, jadi tingkat akurasinya belum berubah. Ketelitian angka odometer hanya sampai <strong>0.1 km</strong> (100 meter).</p>
<p>Jenis bahan bakar terkait <strong>oktan</strong> juga mempengaruhi jarak tempuh per liternya. Saya menggunakan Pertamax untuk menyesuaikan <strong>kompresi mesin</strong> yang diklaim Yamaha, <strong>9.3:1</strong>.</p>
<p>Sekali lagi saya tekankan: kondisi lalu lintas (macet atau lancar), banyaknya pemberhentian, kondisi topologi jalanan (datar, menanjak, atau menurun), rute (lurus atau banyak berbelok) serta gaya berkendara (<em>riding style</em>, tenang atau agresif) tentunya punya pengaruh yang cukup besar untuk konsumsi bahan bakar.</p>
<p>&mdash;<a href="http://adha.ms">Adham Somantrie</a>.</p>
]]>
      </description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>This post is fetched by feed on 18-May-2012 09:05. Original post of <a href='http://adha.ms/p/445/konsumsi-bahan-bakar-yamaha-mio-j'>Konsumsi Bahan Bakar Yamaha Mio J</a> can be reached at <a href='http://adha.ms/p/445/konsumsi-bahan-bakar-yamaha-mio-j'>http://adha.ms/p/445/konsumsi-bahan-bakar-yamaha-mio-j</a>. </p><p>Yamaha Mio J merupakan penerus dari Yamaha Mio. Selain dimensinya yang lebih panjang dan bagasinya yang lebih besar serta penampilannya yang telah diremajakan, kekuatan Mio J yang paling signifikan adalah penggunaan injektor bahan bakar. Penggunaan sistem injeksi yang menggantikan karburator dalam mencampur bahan bakar diklaim mampu menekan konsumsi bahan bakar karena campuran dan pembakaran yang lebih sempurna. Seberapa iritkah Yamaha Mio J ini? Berikut pengalaman saya sebagai pemilik dan pengguna Yamaha Mio J terkait konsumsi bahan bakar skuter matik ini.</p>
<p>Saat pertama kali Mio J diantarkan oleh pihak Yamaha, tangki bahan bakar sudah diisi penuh. Saya tidak punya informasi akurat mengenai bahan bakar yang diisikan, tapi saya berasumsi Pertamina Premium. Mio J digunakan berkendara di dalam kota Jakarta baik sendirian maupun berboncengan. Tentunya sudah termasuk fitur "macet" khas ibukota. Jadi jangan berharap bisa mendapatkan angka yang maksimal khas jalanan luar kota.</p>
<p>Pertama kali saya mengisi bahan bakar adalah pada saat odometer menunjukkan angka 147.2 km. Pengisian dilakukan di SPBU Pertamina Jalan Gatot Subroto, di dekat Balai Kartini. Pengisian Pertamax terukur 3.90 liter.</p>
<p><img src="http://a4.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/s720x720/385725_3555248157611_1164900378_33492088_1687770913_n.jpg" alt="" width="720" height="540" /></p>
<p>Jadi kalau mau dihitung, maka 1 liter premium bisa menempuh jarak 37.74 km. Tetapi perhitungan ini tidak valid, karena motor sering dipanaskan tanpa dijalankan. Jadi, mari kita hitung di pengisian berikutnya.</p>
<p>Pengisian bahan bakar kedua, saya lakukan saat odomoter menunjukkan angka 319.6 km. Tetap konsisten dengan Pertamax dari SPBU yang sama pula (bahkan dari dispenser yang sama) untuk konsistensi akurasi pengukuran. Angka yang ditunjukkan oleh dispenser adalah 3.92 liter.</p>
<p><img src="http://a7.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash3/s720x720/581558_3710592841131_1164900378_33559401_866764344_n.jpg" alt="" width="720" height="540" /></p>
<p>Mari lakukan matematikanya. Pertamax telah dikonsumsi oleh skutik ini sebanyak 3.92 liter untuk menempuh jarak 172.4 km (319.6 - 147.2 km). Maka <strong>rata-rata 1 liter</strong> dihabiskan untuk menempuh <strong>43.98 km</strong>.</p>
<p>Saya melakukan kedua isi ulang BBM ini saat jarum indikator BBM sudah <strong>di bawah garis merah</strong>. Kalau memang benar klaim Yamaha mengenai kapasitas penuh tangki sebesar 4.8 liter, maka saat jarum sudah menyentuh garis merah artinya di dalam tangki masih ada sekitar 1 liter bahan bakar (<em>reserved</em>). Maka, saat indikator sudah "merah", Anda masih punya <strong>43.98 km untuk mencari SPBU di Jakarta</strong> (jika Anda menggunakan Pertamax).</p>
<p><strong>Catatan penting terkait akurasi</strong>:</p>
<p>Pengukuran volum bahan bakar mengandalkan alat ukur dari mesin dispenser Pertamina yang tersertifikasi "Pasti Pas", tentunya setiap alat ukur punya toleransi ukur. Begitu juga dengan penunjukkan angka digital, ketelitian hanya sampai <strong>0.01 liter</strong>.</p>
<p>Pengukuran jarak hanya mengandalkan odometer dengan tingkat akurasi akan dipengaruhi juga oleh ukuran dan kondisi tekanan angin ban depan. Untuk jenis ban yang digunakan masih standar bawaan pabrik, jadi tingkat akurasinya belum berubah. Ketelitian angka odometer hanya sampai <strong>0.1 km</strong> (100 meter).</p>
<p>Jenis bahan bakar terkait <strong>oktan</strong> juga mempengaruhi jarak tempuh per liternya. Saya menggunakan Pertamax untuk menyesuaikan <strong>kompresi mesin</strong> yang diklaim Yamaha, <strong>9.3:1</strong>.</p>
<p>Sekali lagi saya tekankan: kondisi lalu lintas (macet atau lancar), banyaknya pemberhentian, kondisi topologi jalanan (datar, menanjak, atau menurun), rute (lurus atau banyak berbelok) serta gaya berkendara (<em>riding style</em>, tenang atau agresif) tentunya punya pengaruh yang cukup besar untuk konsumsi bahan bakar.</p>
<p>&mdash;<a href="http://adha.ms">Adham Somantrie</a>.</p> 
]]>
		</content:encoded>
		<wfw:commentRss>http://adha.ms/rss/comment/445</wfw:commentRss>
	</item>
	<item>
		<title>Time to Replace Nike+ SportBand, or Not?</title>
		<link>http://adha.ms/p/444/time-to-replace-nike-sportband-or-not/</link>
		<guid>http://adha.ms/p/444/time-to-replace-nike-sportband-or-not/</guid>
		<comments>http://adha.ms/p/444/time-to-replace-nike-sportband-or-not/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Apr 2012 15:01:56 +0700</pubDate>
		<dc:creator>Adham Somantrie</dc:creator>
		<description><![CDATA[<p>This post is fetched by feed on 18-May-2012 09:05. Original post of <a href='http://adha.ms/p/444/time-to-replace-nike-sportband-or-not'>Time to Replace Nike+ SportBand, or Not?</a> can be reached at <a href='http://adha.ms/p/444/time-to-replace-nike-sportband-or-not'>http://adha.ms/p/444/time-to-replace-nike-sportband-or-not</a>. </p><p><img src="https://lh3.googleusercontent.com/-bQ9tYt7EfAc/T4-E4zz8N6I/AAAAAAAAErY/y4kcfYi2iPw/s800/Nike%252B%2520SportBand%2520scrambled.jpg" alt="" width="490" height="362" /></p>
<p>I missed last Sunday morning run. Then, I did the next day (16/04), Monday morning run in Mega Kuningan district of Jakarta. Met <a href="https://twitter.com/#!/hadiaase">Asep Hadian</a> that was train for his first marathon, but I just did easy jog for 3.2 km. Everything is fine, as usual. I tracked my run with Nike+ Sportband paired with shoe sensor and <a href="http://adha.ms/p/417">Polar Wearlink+</a> heartrate monitor.</p>
<p>Finished the run, and bought breakfast in the neighbourhood.&nbsp;As usual, over the breakfast, I plugged the SportBand (technically, the unit is called <strong>SportBand Link</strong>) to my MacBook's USB port to sync the data and read the statistics.</p>
<p>The Link's display showed "CHRG" (which means it is currently charging the battery), but the Nike+ Connect did not shown up nor launched. I unplugged the Link and plugged it to another USB port. Still "CHRG", and still no Nike+ Connect. I launched Nike+ Connect app manually. It said there's no device plugged. Then, I restarted my Mac, to make sure my Mac is okay.</p>
<p>While the Mac was restarting, I cleaned the "USB electrode" on the Link. Maybe the electrode was dirty and caused the USB data not connected to the computer.&nbsp;After the reboot, the problem still happened: not detected. Then I launched the Nike+ Connect app manually, and still said there's no device plugged.</p>
<p>After waiting for few minutes, the Nike+ Connect finally "detect" my SportBand link. But, it said that my link was in "unusable state" and its firmware had to be "updated". Then, I followed the instruction to update it.&nbsp;While updating the firmware, the Link's screen show scramble (randomized pixel), but the firmware update process still running. I waited until the process finished.</p>
<p>When the update finished, the Link's screen goes blank. No response when I push any button on the Link. Nike+ Connect app also did not detect the link when plugged to the Mac's USB. Link's display still blank.</p>
<p>I tweeted this case, and <a href="https://twitter.com/#!/nikeplus">@nikeplus</a> recommended to do the "reset" with holding both toggle and record button for 10 seconds. I did it, and nothing happened. Display is still blank.</p>
<p>I bought my SportBand in December 2009 from Nike Store Sun Plaza, Medan. It has tracked my run for more than 800 km, and also thousands heartbeats. If people mostly got the sensor dead first, not on my case. The bundled sensor still works well.&nbsp;In recent weeks, the SportBand not shows any symptoms. Even battery issues. So, I don't think the battery is dead.</p>
<p>Okay, my SportBand is considered dead. I still have my iPhone 3GS that I can use to track my run, paired with the shoe sensor. But, I can't paired the iPhone with heartrate monitor. So, the Polar heartrate would be useless. Should I buy the new Nike+ SportBand? Probably yes since I prefer to use SportBand that bringing iPhone while running. Even with the armband.</p>
<p>SportBand is relatively outdated. Moreover when SportWatch with GPS tracking is available. Both SportBand and SportWatch are compatible with my Polar heartrate. So, SportWatch is also a nice alternative, especially after the price was cut from 199 USD to 169 USD, it becomes more interesting upgrade of SportBand.</p>
<p>Would I buy Nike+ SportWatch? As an upgrade, yes. But, since it is currently not available in Nike Store Indonesia and @nikeplus&nbsp;have not yet announced a release date for the Nike+ SportWatch GPS in Indonesia, I have to buy it from Amazon. It will cost more for shipping, and I have to wait for couple week.&nbsp;Even with price-cut, it costs more than twice of Sportband. This could be another investment consideration.</p>
<p>Another consideration is related to my vision to be a triathlete. SportWatch currently just can track running. It can't used to track cycling and swimming. But, since it uses GPS, technologically it is possible to track cycling. It just the matter of software. According the Nike's move to training and basket ball for Nike+ product line, it is possible that Nike will exploring the triathlete domain. With firmware update, SportWatch is possible to track cycling. But since SportWatch can not be used for swimming, perhaps Nike will launch the "upgrade" in the future that could used for triathlon. Nike TriWatch, perhaps?</p>
<p>So, for a while I'll just stick with the iPhone and armband.</p>
<p>&mdash;&nbsp;AdhamPlus.</p>
]]>
      </description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>This post is fetched by feed on 18-May-2012 09:05. Original post of <a href='http://adha.ms/p/444/time-to-replace-nike-sportband-or-not'>Time to Replace Nike+ SportBand, or Not?</a> can be reached at <a href='http://adha.ms/p/444/time-to-replace-nike-sportband-or-not'>http://adha.ms/p/444/time-to-replace-nike-sportband-or-not</a>. </p><p><img src="https://lh3.googleusercontent.com/-bQ9tYt7EfAc/T4-E4zz8N6I/AAAAAAAAErY/y4kcfYi2iPw/s800/Nike%252B%2520SportBand%2520scrambled.jpg" alt="" width="490" height="362" /></p>
<p>I missed last Sunday morning run. Then, I did the next day (16/04), Monday morning run in Mega Kuningan district of Jakarta. Met <a href="https://twitter.com/#!/hadiaase">Asep Hadian</a> that was train for his first marathon, but I just did easy jog for 3.2 km. Everything is fine, as usual. I tracked my run with Nike+ Sportband paired with shoe sensor and <a href="http://adha.ms/p/417">Polar Wearlink+</a> heartrate monitor.</p>
<p>Finished the run, and bought breakfast in the neighbourhood.&nbsp;As usual, over the breakfast, I plugged the SportBand (technically, the unit is called <strong>SportBand Link</strong>) to my MacBook's USB port to sync the data and read the statistics.</p>
<p>The Link's display showed "CHRG" (which means it is currently charging the battery), but the Nike+ Connect did not shown up nor launched. I unplugged the Link and plugged it to another USB port. Still "CHRG", and still no Nike+ Connect. I launched Nike+ Connect app manually. It said there's no device plugged. Then, I restarted my Mac, to make sure my Mac is okay.</p>
<p>While the Mac was restarting, I cleaned the "USB electrode" on the Link. Maybe the electrode was dirty and caused the USB data not connected to the computer.&nbsp;After the reboot, the problem still happened: not detected. Then I launched the Nike+ Connect app manually, and still said there's no device plugged.</p>
<p>After waiting for few minutes, the Nike+ Connect finally "detect" my SportBand link. But, it said that my link was in "unusable state" and its firmware had to be "updated". Then, I followed the instruction to update it.&nbsp;While updating the firmware, the Link's screen show scramble (randomized pixel), but the firmware update process still running. I waited until the process finished.</p>
<p>When the update finished, the Link's screen goes blank. No response when I push any button on the Link. Nike+ Connect app also did not detect the link when plugged to the Mac's USB. Link's display still blank.</p>
<p>I tweeted this case, and <a href="https://twitter.com/#!/nikeplus">@nikeplus</a> recommended to do the "reset" with holding both toggle and record button for 10 seconds. I did it, and nothing happened. Display is still blank.</p>
<p>I bought my SportBand in December 2009 from Nike Store Sun Plaza, Medan. It has tracked my run for more than 800 km, and also thousands heartbeats. If people mostly got the sensor dead first, not on my case. The bundled sensor still works well.&nbsp;In recent weeks, the SportBand not shows any symptoms. Even battery issues. So, I don't think the battery is dead.</p>
<p>Okay, my SportBand is considered dead. I still have my iPhone 3GS that I can use to track my run, paired with the shoe sensor. But, I can't paired the iPhone with heartrate monitor. So, the Polar heartrate would be useless. Should I buy the new Nike+ SportBand? Probably yes since I prefer to use SportBand that bringing iPhone while running. Even with the armband.</p>
<p>SportBand is relatively outdated. Moreover when SportWatch with GPS tracking is available. Both SportBand and SportWatch are compatible with my Polar heartrate. So, SportWatch is also a nice alternative, especially after the price was cut from 199 USD to 169 USD, it becomes more interesting upgrade of SportBand.</p>
<p>Would I buy Nike+ SportWatch? As an upgrade, yes. But, since it is currently not available in Nike Store Indonesia and @nikeplus&nbsp;have not yet announced a release date for the Nike+ SportWatch GPS in Indonesia, I have to buy it from Amazon. It will cost more for shipping, and I have to wait for couple week.&nbsp;Even with price-cut, it costs more than twice of Sportband. This could be another investment consideration.</p>
<p>Another consideration is related to my vision to be a triathlete. SportWatch currently just can track running. It can't used to track cycling and swimming. But, since it uses GPS, technologically it is possible to track cycling. It just the matter of software. According the Nike's move to training and basket ball for Nike+ product line, it is possible that Nike will exploring the triathlete domain. With firmware update, SportWatch is possible to track cycling. But since SportWatch can not be used for swimming, perhaps Nike will launch the "upgrade" in the future that could used for triathlon. Nike TriWatch, perhaps?</p>
<p>So, for a while I'll just stick with the iPhone and armband.</p>
<p>&mdash;&nbsp;AdhamPlus.</p> 
]]>
		</content:encoded>
		<wfw:commentRss>http://adha.ms/rss/comment/444</wfw:commentRss>
	</item>
	<item>
		<title>Identitas Kecemasan</title>
		<link>http://adha.ms/p/443/identitas-kecemasan/</link>
		<guid>http://adha.ms/p/443/identitas-kecemasan/</guid>
		<comments>http://adha.ms/p/443/identitas-kecemasan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Apr 2012 14:03:22 +0700</pubDate>
		<dc:creator>Adham Somantrie</dc:creator>
		<description><![CDATA[<p>This post is fetched by feed on 18-May-2012 09:05. Original post of <a href='http://adha.ms/p/443/identitas-kecemasan'>Identitas Kecemasan</a> can be reached at <a href='http://adha.ms/p/443/identitas-kecemasan'>http://adha.ms/p/443/identitas-kecemasan</a>. </p><p><img src="https://lh6.googleusercontent.com/-Hp89D_GOj9Q/T4xIZ2kyDhI/AAAAAAAAEqM/2L4kD-uwGfI/s800/ir-sports-id.jpg" alt="" /></p>
<p>Di beberapa kegiatan fisik luar ruangan (<em>outdoor</em>), resiko terjadi kecelakaan tentu saja ada. Dalam beberapa situasi, dibutuhkan adanya informasi darurat dan vital seperti identitas diri serta keterangan mengenai kondisi medis untuk memudahkan penanganan.</p>
<p>Mirip dengan pasien rawat inap di rumah sakit yang diberikan tanda pengenal di ranjang dan juga gelang. Ini memudahkan petugas untuk mengetahui nama dan data medis pasien dengan cepat, tanpa perlu bertanya kepada pasien, misalnya saat pasien kehilangan kesadaran, atau tanpa perlu memeriksa ke pusat informasi pasien (<em>data center</em>).</p>
<p>Saat mengikuti <a href="http://adha.ms/p/419/adidas-king-of-the-road-indonesia-2011/">KOTR</a>&nbsp;dan <a href="http://adha.ms/p/428/standard-chartered-singapore-marathon-2011/">SCSM</a> tahun lalu, selain data pribadi, pada pendaftaran juga ditanyakan golongan darah, kondisi medis, serta kontak untuk keadaan darurat. Informasi ini juga dicetak di belakang nomor dada (<em>bib</em>). Jadi, jika terjadi kecelakaan dengan peserta lomba, maka tim medis dapat dengan lebih sigap menangani berdasarkan data yang ada.</p>
<p>Tidak semua lomba lari di Indonesia sebaik itu. Dan seperti di awal tulisan, semua aktivitas luar ruangan beresiko. Apalagi ketika kecelakaan terjadi tidak ada keluarga atau teman di sana, maka tidak ada yang bisa dijadikan sumber informasi mengenai diri korban. Untuk itu, penggunaan identitas kecemasan (<em>emergency identity</em>) perlu dipertimbangkan.</p>
<p>Beberapa penggunaan identitas kecemasan ini adalah dengan kalung anjing (<em>dog tag</em>) atau gelang. Penggunaan di kalangan militer juga sudah umum. Informasi yang perlu dicantumkan antara lain nama lengkap, golongan darah, alergi, kondisi medis khusus jika ada, serta nama dan kontak darurat. Di negara maju, identitas tunggal seperti nomor jaminan sosial (<em>social security number</em>) bisa digunakan karena tidak akan berubah seumur hidup. Di Indonesia, mungkin baru bisa kita pakai kalau nanti proyek e-KTP berhasil diimplementasikan.</p>
<p>Terakhir, musibah itu bisa datang kapan saja. Jadi tidak perlu menunggu lomba untuk menggunakan identitas kecemasan ini. Sedia payung sebelum hujan.</p>
<p>&mdash;&nbsp;<a href="http://adha.ms/">Adham Somantrie</a>.</p>
]]>
      </description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>This post is fetched by feed on 18-May-2012 09:05. Original post of <a href='http://adha.ms/p/443/identitas-kecemasan'>Identitas Kecemasan</a> can be reached at <a href='http://adha.ms/p/443/identitas-kecemasan'>http://adha.ms/p/443/identitas-kecemasan</a>. </p><p><img src="https://lh6.googleusercontent.com/-Hp89D_GOj9Q/T4xIZ2kyDhI/AAAAAAAAEqM/2L4kD-uwGfI/s800/ir-sports-id.jpg" alt="" /></p>
<p>Di beberapa kegiatan fisik luar ruangan (<em>outdoor</em>), resiko terjadi kecelakaan tentu saja ada. Dalam beberapa situasi, dibutuhkan adanya informasi darurat dan vital seperti identitas diri serta keterangan mengenai kondisi medis untuk memudahkan penanganan.</p>
<p>Mirip dengan pasien rawat inap di rumah sakit yang diberikan tanda pengenal di ranjang dan juga gelang. Ini memudahkan petugas untuk mengetahui nama dan data medis pasien dengan cepat, tanpa perlu bertanya kepada pasien, misalnya saat pasien kehilangan kesadaran, atau tanpa perlu memeriksa ke pusat informasi pasien (<em>data center</em>).</p>
<p>Saat mengikuti <a href="http://adha.ms/p/419/adidas-king-of-the-road-indonesia-2011/">KOTR</a>&nbsp;dan <a href="http://adha.ms/p/428/standard-chartered-singapore-marathon-2011/">SCSM</a> tahun lalu, selain data pribadi, pada pendaftaran juga ditanyakan golongan darah, kondisi medis, serta kontak untuk keadaan darurat. Informasi ini juga dicetak di belakang nomor dada (<em>bib</em>). Jadi, jika terjadi kecelakaan dengan peserta lomba, maka tim medis dapat dengan lebih sigap menangani berdasarkan data yang ada.</p>
<p>Tidak semua lomba lari di Indonesia sebaik itu. Dan seperti di awal tulisan, semua aktivitas luar ruangan beresiko. Apalagi ketika kecelakaan terjadi tidak ada keluarga atau teman di sana, maka tidak ada yang bisa dijadikan sumber informasi mengenai diri korban. Untuk itu, penggunaan identitas kecemasan (<em>emergency identity</em>) perlu dipertimbangkan.</p>
<p>Beberapa penggunaan identitas kecemasan ini adalah dengan kalung anjing (<em>dog tag</em>) atau gelang. Penggunaan di kalangan militer juga sudah umum. Informasi yang perlu dicantumkan antara lain nama lengkap, golongan darah, alergi, kondisi medis khusus jika ada, serta nama dan kontak darurat. Di negara maju, identitas tunggal seperti nomor jaminan sosial (<em>social security number</em>) bisa digunakan karena tidak akan berubah seumur hidup. Di Indonesia, mungkin baru bisa kita pakai kalau nanti proyek e-KTP berhasil diimplementasikan.</p>
<p>Terakhir, musibah itu bisa datang kapan saja. Jadi tidak perlu menunggu lomba untuk menggunakan identitas kecemasan ini. Sedia payung sebelum hujan.</p>
<p>&mdash;&nbsp;<a href="http://adha.ms/">Adham Somantrie</a>.</p> 
]]>
		</content:encoded>
		<wfw:commentRss>http://adha.ms/rss/comment/443</wfw:commentRss>
	</item>
	<item>
		<title>Instagram untuk Android</title>
		<link>http://adha.ms/p/442/instagram-untuk-android/</link>
		<guid>http://adha.ms/p/442/instagram-untuk-android/</guid>
		<comments>http://adha.ms/p/442/instagram-untuk-android/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Mar 2012 11:00:17 +0700</pubDate>
		<dc:creator>Adham Somantrie</dc:creator>
		<description><![CDATA[<p>This post is fetched by feed on 18-May-2012 09:05. Original post of <a href='http://adha.ms/p/442/instagram-untuk-android'>Instagram untuk Android</a> can be reached at <a href='http://adha.ms/p/442/instagram-untuk-android'>http://adha.ms/p/442/instagram-untuk-android</a>. </p><p><img src="https://lh3.googleusercontent.com/-8GRwj6FgJak/T287xSmqcPI/AAAAAAAAEl8/2YglDj_GPHA/s800/android-instagram.jpg" alt="" /></p>
<p>Tentunya Instagram bukanlah hal asing lagi saat ini, terutama untuk pengguna iPhone. Memang Instagram ini tersedia secara gratis, namun eksklusif hanya untuk platform iOS. Tak heran jika pengguna platform lain cukup iri. Namun, tak lama lagi, pengguna Android akan dapat menggunakan Instagram juga!</p>
<p>Apa yang spesial dengan adanya Instagram untuk Android? Secara teknis, bukanlah hal yang luar biasa. Hanya aplikasi yang memanfaatkan kamera pada ponsel, plus fungsi pengolahan gambar dan jejaring sosial. Cenderung tidak sulit untuk dibuat. Buktinya, tidak sedikit aplikasi "klon" Instagram. Tapi yang perlu diingat, aplikasi bisa ditiru, tetapi tidak untuk komunitas pengguna. Oleh karena itu, tidak heran kalau Instagram tetap dinanti oleh pengguna Android.</p>
<p>Contoh aplikasi yang tersedia di banyak platform adalah&nbsp;<a href="http://wunderlist.com/">Wunderlist</a> yang tersedia mulai dari <em>web apps</em>, Mac, Windows, iOS, Android, BlackBerry, hingga Linux dan Windows Phone. Memang, tentunya akan butuh sumberdaya ekstra untuk memelihara aplikasi yang tersedia di banyak platform. Apalagi sampai saat ini model bisnis Instagram juga belum jelas.</p>
<p>Pengembang Instagram dapat dengan mudah memelihara Instagram di iOS karena tidak banyak perangkat (<em>device</em>) yang tersedia: hanya beberapa varian iPhone, iPod Touch, dan iPad. Sementara di Android, seperti yang telah kita ketahui bersama, ada puluhan atau mungkin ratusan-ribuan varian perangkat yang berbeda. Tentunya membuat dan memelihara aplikasi untuk bisa berjalan dengan baik di banyak varian perangkat Android itu bukanlah hal yang mudah.</p>
<p>Nah, pengguna Android saat ini tetap mesti bersabar karena memang belum tersedia. Silakan mendaftar di laman <a href="http://instagr.am/android/">http://instagr.am/android/</a> untuk mendapatkan informasi ketika Instagram untuk Android sudah tersedia. Untuk pengguna platform Windows Phone tampaknya harus banyak-banyak berdoa.</p>
<p>&mdash;&nbsp;<a href="http://adha.ms/">Adham Somantrie</a>.</p>
]]>
      </description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>This post is fetched by feed on 18-May-2012 09:05. Original post of <a href='http://adha.ms/p/442/instagram-untuk-android'>Instagram untuk Android</a> can be reached at <a href='http://adha.ms/p/442/instagram-untuk-android'>http://adha.ms/p/442/instagram-untuk-android</a>. </p><p><img src="https://lh3.googleusercontent.com/-8GRwj6FgJak/T287xSmqcPI/AAAAAAAAEl8/2YglDj_GPHA/s800/android-instagram.jpg" alt="" /></p>
<p>Tentunya Instagram bukanlah hal asing lagi saat ini, terutama untuk pengguna iPhone. Memang Instagram ini tersedia secara gratis, namun eksklusif hanya untuk platform iOS. Tak heran jika pengguna platform lain cukup iri. Namun, tak lama lagi, pengguna Android akan dapat menggunakan Instagram juga!</p>
<p>Apa yang spesial dengan adanya Instagram untuk Android? Secara teknis, bukanlah hal yang luar biasa. Hanya aplikasi yang memanfaatkan kamera pada ponsel, plus fungsi pengolahan gambar dan jejaring sosial. Cenderung tidak sulit untuk dibuat. Buktinya, tidak sedikit aplikasi "klon" Instagram. Tapi yang perlu diingat, aplikasi bisa ditiru, tetapi tidak untuk komunitas pengguna. Oleh karena itu, tidak heran kalau Instagram tetap dinanti oleh pengguna Android.</p>
<p>Contoh aplikasi yang tersedia di banyak platform adalah&nbsp;<a href="http://wunderlist.com/">Wunderlist</a> yang tersedia mulai dari <em>web apps</em>, Mac, Windows, iOS, Android, BlackBerry, hingga Linux dan Windows Phone. Memang, tentunya akan butuh sumberdaya ekstra untuk memelihara aplikasi yang tersedia di banyak platform. Apalagi sampai saat ini model bisnis Instagram juga belum jelas.</p>
<p>Pengembang Instagram dapat dengan mudah memelihara Instagram di iOS karena tidak banyak perangkat (<em>device</em>) yang tersedia: hanya beberapa varian iPhone, iPod Touch, dan iPad. Sementara di Android, seperti yang telah kita ketahui bersama, ada puluhan atau mungkin ratusan-ribuan varian perangkat yang berbeda. Tentunya membuat dan memelihara aplikasi untuk bisa berjalan dengan baik di banyak varian perangkat Android itu bukanlah hal yang mudah.</p>
<p>Nah, pengguna Android saat ini tetap mesti bersabar karena memang belum tersedia. Silakan mendaftar di laman <a href="http://instagr.am/android/">http://instagr.am/android/</a> untuk mendapatkan informasi ketika Instagram untuk Android sudah tersedia. Untuk pengguna platform Windows Phone tampaknya harus banyak-banyak berdoa.</p>
<p>&mdash;&nbsp;<a href="http://adha.ms/">Adham Somantrie</a>.</p> 
]]>
		</content:encoded>
		<wfw:commentRss>http://adha.ms/rss/comment/442</wfw:commentRss>
	</item>
	<item>
		<title>Nike+ 100x365</title>
		<link>http://adha.ms/p/441/nike-100x365/</link>
		<guid>http://adha.ms/p/441/nike-100x365/</guid>
		<comments>http://adha.ms/p/441/nike-100x365/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Mar 2012 09:11:26 +0700</pubDate>
		<dc:creator>Adham Somantrie</dc:creator>
		<description><![CDATA[<p>This post is fetched by feed on 18-May-2012 09:05. Original post of <a href='http://adha.ms/p/441/nike-100x365'>Nike+ 100x365</a> can be reached at <a href='http://adha.ms/p/441/nike-100x365'>http://adha.ms/p/441/nike-100x365</a>. </p><p>Bukan, ini bukan program resmi Nike. Ini hanyalah program pribadi yang kebetulan melibatkan <a href="http://adha.ms/p/396">Nike+</a>. Saya akan coba berbagi program 100x365 yang sudah saya jalankan dan berhasil memberikan motivasi untuk berlari.</p>
<p>Program ini adalah tantangan untuk berlari sejauh 100 km dalam setahun. Oleh karena itu dinamakan 100x365, <em>100 kilometers by 365 days</em>. Berawal dari wacana keinginan Lia untuk memiliki juga Nike+ SportBand, tahun lalu ia menginginkan Nike+ SportBand sebagai hadiah ulang tahunnya. Ditambah dengan kisah awal berlari saya yang banyak dimotivasi oleh Nike+, plus keinginannya untuk mulai rutin jogging, maka dengan senang hati saya pun menghadiahi Nike+ SportBand dengan pilihan warna sesuai permintaan.</p>
<p>&nbsp;<img src="https://lh4.googleusercontent.com/-sDAV-aoKBO0/T2dFtW_v2_I/AAAAAAAAEkg/4h_D4dani8Y/s800/100x365.jpg" alt="100x365" /></p>
<p>Saya mencoba menawarkan sepatu lari yang baru. Namun dengan syarat, yakni harus rajin berlari. Tentunya agar hadiah Nike+ SportBand tidak sia-sia dan hanya menjadi penunjuk waktu saja. Apalagi mengingat sepatu yang dibelinya untuk berlari justru jarang digunakan. Nah, dengan adanya Nike+ SportBand, maka saya bisa memantau jarak tempuhnya. Sehingga, saya memberikan tantangan <strong>100x365</strong> ini: yakni harus berlari minimal 100 km sebelum hari ulang tahun berikutnya. <em>Deal!</em></p>
<p>Bagi pelari yang sudah terbiasa, 100 km bukanlah jarak yang jauh, bahkan mungkin bisa dicapai dalam waktu hanya sebulan. Apalagi untuk pelari ultra, 100 km bisa dicapai hanya dengan sekali lari saja. Tapi, 100 km bukanlah jarak yang pendek untuk orang yang baru memulai.</p>
<p>Ya, karena adanya tanggal 29 Februari 2012, maka sebenarnya waktu yang dimilikinya adalah 366 hari, bukan 365 hari. Namun adanya hari tambahan tidak berpengaruh banyak, karena Lia berhasil menuntaskan target 100 km dalam waktu kurang dari 365 hari.</p>
<p>Di hari ulang tahunnya, saya harus menepati janji untuk menghadiahkan sepatu lari yang baru. Dan ia memilih <a href="http://adha.ms/p/421">Nike LunarGlide+ 3 SHIELD</a>.</p>
<p><img src="https://lh4.googleusercontent.com/-zn5bfKJ1hAM/T2dFzI3EhqI/AAAAAAAAEko/ghtaj2I2FOM/s800/lunarglideshield.jpg" alt="LunarGlide+ 3 Shield. Make it count." /></p>
<p>Mari kita lihat, apakah dia mampu untuk memenuhi tantangan berikutnya: 200x365? Kali ini, permintaannya meningkat: <a href="http://adha.ms/p/437">Nike FuelBand</a>. Saya hanya bisa berharap tahun depan sudah tersedia di Indonesia. #makeitcount</p>
<p>&mdash; <a href="http://adha.ms">Adham Somantrie</a>.</p>
]]>
      </description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>This post is fetched by feed on 18-May-2012 09:05. Original post of <a href='http://adha.ms/p/441/nike-100x365'>Nike+ 100x365</a> can be reached at <a href='http://adha.ms/p/441/nike-100x365'>http://adha.ms/p/441/nike-100x365</a>. </p><p>Bukan, ini bukan program resmi Nike. Ini hanyalah program pribadi yang kebetulan melibatkan <a href="http://adha.ms/p/396">Nike+</a>. Saya akan coba berbagi program 100x365 yang sudah saya jalankan dan berhasil memberikan motivasi untuk berlari.</p>
<p>Program ini adalah tantangan untuk berlari sejauh 100 km dalam setahun. Oleh karena itu dinamakan 100x365, <em>100 kilometers by 365 days</em>. Berawal dari wacana keinginan Lia untuk memiliki juga Nike+ SportBand, tahun lalu ia menginginkan Nike+ SportBand sebagai hadiah ulang tahunnya. Ditambah dengan kisah awal berlari saya yang banyak dimotivasi oleh Nike+, plus keinginannya untuk mulai rutin jogging, maka dengan senang hati saya pun menghadiahi Nike+ SportBand dengan pilihan warna sesuai permintaan.</p>
<p>&nbsp;<img src="https://lh4.googleusercontent.com/-sDAV-aoKBO0/T2dFtW_v2_I/AAAAAAAAEkg/4h_D4dani8Y/s800/100x365.jpg" alt="100x365" /></p>
<p>Saya mencoba menawarkan sepatu lari yang baru. Namun dengan syarat, yakni harus rajin berlari. Tentunya agar hadiah Nike+ SportBand tidak sia-sia dan hanya menjadi penunjuk waktu saja. Apalagi mengingat sepatu yang dibelinya untuk berlari justru jarang digunakan. Nah, dengan adanya Nike+ SportBand, maka saya bisa memantau jarak tempuhnya. Sehingga, saya memberikan tantangan <strong>100x365</strong> ini: yakni harus berlari minimal 100 km sebelum hari ulang tahun berikutnya. <em>Deal!</em></p>
<p>Bagi pelari yang sudah terbiasa, 100 km bukanlah jarak yang jauh, bahkan mungkin bisa dicapai dalam waktu hanya sebulan. Apalagi untuk pelari ultra, 100 km bisa dicapai hanya dengan sekali lari saja. Tapi, 100 km bukanlah jarak yang pendek untuk orang yang baru memulai.</p>
<p>Ya, karena adanya tanggal 29 Februari 2012, maka sebenarnya waktu yang dimilikinya adalah 366 hari, bukan 365 hari. Namun adanya hari tambahan tidak berpengaruh banyak, karena Lia berhasil menuntaskan target 100 km dalam waktu kurang dari 365 hari.</p>
<p>Di hari ulang tahunnya, saya harus menepati janji untuk menghadiahkan sepatu lari yang baru. Dan ia memilih <a href="http://adha.ms/p/421">Nike LunarGlide+ 3 SHIELD</a>.</p>
<p><img src="https://lh4.googleusercontent.com/-zn5bfKJ1hAM/T2dFzI3EhqI/AAAAAAAAEko/ghtaj2I2FOM/s800/lunarglideshield.jpg" alt="LunarGlide+ 3 Shield. Make it count." /></p>
<p>Mari kita lihat, apakah dia mampu untuk memenuhi tantangan berikutnya: 200x365? Kali ini, permintaannya meningkat: <a href="http://adha.ms/p/437">Nike FuelBand</a>. Saya hanya bisa berharap tahun depan sudah tersedia di Indonesia. #makeitcount</p>
<p>&mdash; <a href="http://adha.ms">Adham Somantrie</a>.</p> 
]]>
		</content:encoded>
		<wfw:commentRss>http://adha.ms/rss/comment/441</wfw:commentRss>
	</item>
	<item>
		<title>Kerangka Bootstrap</title>
		<link>http://adha.ms/p/440/kerangka-bootstrap/</link>
		<guid>http://adha.ms/p/440/kerangka-bootstrap/</guid>
		<comments>http://adha.ms/p/440/kerangka-bootstrap/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Mar 2012 15:04:34 +0700</pubDate>
		<dc:creator>Adham Somantrie</dc:creator>
		<description><![CDATA[<p>This post is fetched by feed on 18-May-2012 09:05. Original post of <a href='http://adha.ms/p/440/kerangka-bootstrap'>Kerangka Bootstrap</a> can be reached at <a href='http://adha.ms/p/440/kerangka-bootstrap'>http://adha.ms/p/440/kerangka-bootstrap</a>. </p><p><img src="https://lh6.googleusercontent.com/-BuQL3_LoHVY/T182rXXFovI/AAAAAAAAEic/mi6YFxbpo0s/s800/adhams-bootstrap.png" alt="" /></p>
<p><a href="http://www.google.co.id/url?sa=t&amp;rct=j&amp;q=&amp;esrc=s&amp;source=web&amp;cd=1&amp;cts=1331698634354&amp;ved=0CDYQFjAA&amp;url=http%3A%2F%2Ftwitter.github.com%2Fbootstrap%2F&amp;ei=QBtgT9P0HqmViQfOu6DUBw&amp;usg=AFQjCNHhqplw3cUXizVTLLmNn7anTttN8Q">Bootstrap</a>, adalah kerangka kerja (<em>framework</em>) CSS yang dibuat oleh Twitter. Bisa dibilang, Bootstrap ini merupakan CSS siap pakai yang akan memudahkan para pengembang web sehingga tidak perlu menulis CSS dari awal. CSS bukanlah hal yang sulit untuk dipelajari. Namun menulis CSS dengan lengkap dan detail juga membutuhkan waktu dan tenaga. Belum lagi soal kompatibilitas peramban (<em>browser</em>).</p>
<p>Saya mencoba mengimplementasikan Bootstrap di laman-laman yang saya buat. Pertama saya coba di laman tunggal aplikasi <a href="http://adha.ms/p/429">kalkulator zona detak jantung</a>. Dan sekarang saya juga mencoba menggunakan Bootstrap untuk desain ulang blog ini.</p>
<p>Dengan Bootstrap, saya benar-benar tidak perlu menulis CSS. Tinggal pakai. Tapi saya tetap menuliskan CSS pendek sebagai tambahan untuk beberapa penyesuaian dan kebutuhan khusus. Sebenarnya bisa saja mengubah (<em>customize</em>) CSS Bootstrap, namun saya tidak memilih jalan itu untuk fleksibilitas, misalnya kalau mau memutakhirkan Bootstrap di kemudian hari. Atau, jika ingin menggunakan satu bundel Bootstrap untuk beragam desain laman.</p>
<p>Secara umum tata letak (<em>lay out</em>) blog ini tidak berubah. Hanya menambahkan batang navigasi (<em>navigation bar</em>) dan relokasi beberapa elemen. Saya mencoba untuk tetap membuat tampilannya minimalis dan bersih (<em>clean</em>). Aksen kayu saya tambahkan untuk latar belakang agar terasa lebih hangat dan alami. Pola (<em>pattern</em>) saya ambil dari <a href="http://subtlepattern.com/">Subtle Pattern</a>. Bootstrap juga saya perkaya dengan bumbu <a href="http://fortawesome.github.com/Font-Awesome/">Font Awesome</a>.</p>
<p>Memang hanya membutuhkan waktu beberapa jam saja untuk membangun desain baru ini. Apalagi perubahannya tidak radikal. Sebenarnya, desain baru ini belum melalui uji komprehensif, tetapi saya sudah tidak sabar untuk menggunakannya. Apalagi desain sebelumnya sudah lebih dari 2 tahun saya gunakan (sejak September 2009).&nbsp;Jadi, mohon dimaklumi kalau menemukan galat (<em>error</em>). Walaupun sudah mengudara dengan desain baru, saat ini perbaikan-perbaikan minor masih dilaksanakan. Malah, tidak tertutup kemungkinan kalau nanti tata letaknya diubah lagi.</p>
<p>Bagaimana pendapat Anda mengenai desain yang baru ini?</p>
]]>
      </description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>This post is fetched by feed on 18-May-2012 09:05. Original post of <a href='http://adha.ms/p/440/kerangka-bootstrap'>Kerangka Bootstrap</a> can be reached at <a href='http://adha.ms/p/440/kerangka-bootstrap'>http://adha.ms/p/440/kerangka-bootstrap</a>. </p><p><img src="https://lh6.googleusercontent.com/-BuQL3_LoHVY/T182rXXFovI/AAAAAAAAEic/mi6YFxbpo0s/s800/adhams-bootstrap.png" alt="" /></p>
<p><a href="http://www.google.co.id/url?sa=t&amp;rct=j&amp;q=&amp;esrc=s&amp;source=web&amp;cd=1&amp;cts=1331698634354&amp;ved=0CDYQFjAA&amp;url=http%3A%2F%2Ftwitter.github.com%2Fbootstrap%2F&amp;ei=QBtgT9P0HqmViQfOu6DUBw&amp;usg=AFQjCNHhqplw3cUXizVTLLmNn7anTttN8Q">Bootstrap</a>, adalah kerangka kerja (<em>framework</em>) CSS yang dibuat oleh Twitter. Bisa dibilang, Bootstrap ini merupakan CSS siap pakai yang akan memudahkan para pengembang web sehingga tidak perlu menulis CSS dari awal. CSS bukanlah hal yang sulit untuk dipelajari. Namun menulis CSS dengan lengkap dan detail juga membutuhkan waktu dan tenaga. Belum lagi soal kompatibilitas peramban (<em>browser</em>).</p>
<p>Saya mencoba mengimplementasikan Bootstrap di laman-laman yang saya buat. Pertama saya coba di laman tunggal aplikasi <a href="http://adha.ms/p/429">kalkulator zona detak jantung</a>. Dan sekarang saya juga mencoba menggunakan Bootstrap untuk desain ulang blog ini.</p>
<p>Dengan Bootstrap, saya benar-benar tidak perlu menulis CSS. Tinggal pakai. Tapi saya tetap menuliskan CSS pendek sebagai tambahan untuk beberapa penyesuaian dan kebutuhan khusus. Sebenarnya bisa saja mengubah (<em>customize</em>) CSS Bootstrap, namun saya tidak memilih jalan itu untuk fleksibilitas, misalnya kalau mau memutakhirkan Bootstrap di kemudian hari. Atau, jika ingin menggunakan satu bundel Bootstrap untuk beragam desain laman.</p>
<p>Secara umum tata letak (<em>lay out</em>) blog ini tidak berubah. Hanya menambahkan batang navigasi (<em>navigation bar</em>) dan relokasi beberapa elemen. Saya mencoba untuk tetap membuat tampilannya minimalis dan bersih (<em>clean</em>). Aksen kayu saya tambahkan untuk latar belakang agar terasa lebih hangat dan alami. Pola (<em>pattern</em>) saya ambil dari <a href="http://subtlepattern.com/">Subtle Pattern</a>. Bootstrap juga saya perkaya dengan bumbu <a href="http://fortawesome.github.com/Font-Awesome/">Font Awesome</a>.</p>
<p>Memang hanya membutuhkan waktu beberapa jam saja untuk membangun desain baru ini. Apalagi perubahannya tidak radikal. Sebenarnya, desain baru ini belum melalui uji komprehensif, tetapi saya sudah tidak sabar untuk menggunakannya. Apalagi desain sebelumnya sudah lebih dari 2 tahun saya gunakan (sejak September 2009).&nbsp;Jadi, mohon dimaklumi kalau menemukan galat (<em>error</em>). Walaupun sudah mengudara dengan desain baru, saat ini perbaikan-perbaikan minor masih dilaksanakan. Malah, tidak tertutup kemungkinan kalau nanti tata letaknya diubah lagi.</p>
<p>Bagaimana pendapat Anda mengenai desain yang baru ini?</p> 
]]>
		</content:encoded>
		<wfw:commentRss>http://adha.ms/rss/comment/440</wfw:commentRss>
	</item>
	<item>
		<title>Plantar Fasciitis</title>
		<link>http://adha.ms/p/439/plantar-fasciitis/</link>
		<guid>http://adha.ms/p/439/plantar-fasciitis/</guid>
		<comments>http://adha.ms/p/439/plantar-fasciitis/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Mar 2012 09:10:46 +0700</pubDate>
		<dc:creator>Adham Somantrie</dc:creator>
		<description><![CDATA[<p>This post is fetched by feed on 18-May-2012 09:05. Original post of <a href='http://adha.ms/p/439/plantar-fasciitis'>Plantar Fasciitis</a> can be reached at <a href='http://adha.ms/p/439/plantar-fasciitis'>http://adha.ms/p/439/plantar-fasciitis</a>. </p><p><em>Catatan: Tulisan ini disalin dari pamflet mengenai Plantar Fasciitis yang saya dapatkan di Rumah Sakit Santo Borromeus Bandung. Semoga bermanfaat.</em></p>
<p><img title="Plantar Fascia" src="https://lh4.googleusercontent.com/-6N4OcKHPRwI/T1wOTqVluLI/AAAAAAAAEhM/u47YMOvA7PM/s800/21.jpg" alt="Plantar Fascia" width="311" height="294" /></p>
<p>Apakah Anda mengalami nyeri yang menusuk pada tumit saat pertama kali turun dari tempat tidur di pagi hari? Apakah nyeri tersebut berkepanjangan?</p>
<p>Plantar fasciitis (fasi-ay-tis) terjadi ketika jaringan kuat yang menopang bagian lengkungan kaki Anda mengalami iritasi dan inflamasi. Jaringan (Fascia Plantar) cenderung mengencang ketika kita istirahat, itulah sebabnya akan terasa sakit, panas setelah kita tidur atau duduk lama.</p>
<p><strong>Bagaimana dokter dapat mengetahui bahwa saya menderita plantar fasciitis?</strong></p>
<p>Dokter akan memeriksa kaki Anda dan menjelaskan kepada Anda tentang penyebab plantar fasciitis.</p>
<p>Apakah Anda seorang pelari atau seorang atlet di mana kaki Anda selalu berbenturan dengan alas yang keras? Apakah berat Badan Anda berlebih? Apakah Anda memakai sepatu tumit tinggi setiap hari?</p>
<p>Pemeriksaan fisik. Setelah menanyakan keluhan dan riwayat penyakit, dokter akan memeriksa kaki dan pergelangan kaki Anda. Karena plantar fasciitis adalah keluhan yang umum, informasi yang didapat selama pemeriksaan umunya cukup untuk menentukan diagnosa.</p>
<p>Test. Selama pemeriksaan dokter akan menyingkirkan penyebab lain dari nyeri tumit seperti tendinitis, arthritis atau frakur. Untuk melakukannya dokter akan menganjurkan beberapa test seperti x-ray, MRI, dan scan tulang.</p>
<p><strong>Apa penyebab dari plantar fasciitis?</strong></p>
<p>Plantar fascia dirancang untuk menyerap tekanan yang tinggi dan regangan. Akan tetapi terlalu banyak tegangan dapat merusak jaringan yang menyebabkan nyeri pada tumit.</p>
<p>Sumber dari tegangan tambahan antara lain:</p>
<p><strong>Penggunaan yang berlebihan</strong>. Plantar fasciitis biasanya mengenai pelari dan pejalan kaki. Penggunaan dalam waktu yang lama untuk berjalan atau berdiri pada permukaan yang keras akan menekan lengkungan kaki Anda.</p>
<p><strong>Anatomi (bentuk)</strong>. Memiliki telapak kaki yang datar, lekukan kaki yang dalam dan otot yang tegang pada betis akan menyebabkan tekanan yang berlebihan pada bagian fascia.</p>
<p><strong>Sepatu</strong>. Nyeri tumit seringkali disebabkan karena sepatu yang tidak pas atau tidak memiliki bantalan pendukung yang baik.</p>
<p><strong>Bagaimana mengobati plantar fasciitis?</strong></p>
<p>Jika ditangani sedini mungkin, beberapa keluhan dari plantar fasciitis dapat dicegah dengan cara yang sederhana.</p>
<p><strong>Latihan (exercise)</strong>. Plantar fasciitis diperberat karena tegangnya otot-otot kaki dan betis. Peregangan telapat kaki dan tumit (tendon achilles) sangat efektif untuk mengurangi rasa sakit yang muncul pada saat itu.</p>
<p><strong>Terapi obat non-steroid anti inflamasi</strong>. Obat-obatan pengurang rasa sakit seperti ibuprofen dan naproxen dapat mengurangi nyeri yang dirasakan. Dokter akan memberikan resep obat pengurang nyeri yang kuat seperti ibuprofen.</p>
<p><strong>Alat bantu sepatu</strong>. Sepatu yang baikdengan bantalan tebal pada bagian tumit akan sangat membantu. Sepatu ini dapat dibeli di toko kesehatan lokal atau bisa juga dari dokter tempat Anda berobat. Hindari sepatu yang bantalannya terlalu kecil atau tipis dan sol kulit yang keras.</p>
<p><strong>Splint malam</strong>. Karena tumit mengencang pada waktu malam hari, dokter akan meresepkan splint malam untuk membantu mengurangi nyeri pada tumit di pagi hari. Splint ini akan menarik tendon achilles, fascia plantar atau keduanya pada waktu Anda tidur.</p>
<p><strong>Apakah dengan latihan bisa mengurangi rasa nyeri pada tumit?</strong></p>
<p>Suatu sesi latihan bersama fisioterapis dapat membantu Anda berlatih. Latihan-latihan seperti berikut ini sebaiknya dilakukan 3 kali sehari: pagi, siang, dan sebelum tidur.</p>
<p>Menghadap ke dinding dengan posisi kaki di depan kaki yang lainnya. Tarik kaki yang satu ke belakang dan tekan tumit ke lantai dan lutut kaki yang lain ke depan. Tahan selama 15-30 detik. <strong>Lakukan</strong>: Tahan kedua tumit pada lantai yang datar, ujung jari kaki ke belakang berada tepat sejajar dengan tumit kaki yang di depan.</p>
<p>Berdiri di bawah trap atau tangga, posisi tumit kaki ada di tepi trap atau tangga. Secara perlahan, turunkan tubuh Anda dengan bertumpu pada tumit dan dorong tumit melangkah ke bawah. Tahan selama 15-30 detik. <strong>Lakukan</strong>: Berpeganglah pada pegangan tangga untuk menjaga keseimbangan.</p>
<p>Duduk di lantai dengan kedua kaki lurus ke depan. Tarik kedua kaki Anda dengan menggunakan handuk ke arah belakang tubuh Anda. Tahan selama 15-30 detik. <strong>Lakukan</strong>: Duduk tegak dan kaki tetap lurus.</p>
<p><strong>Apa lagi yang dapat membantu?</strong></p>
<p>Sekitar 90% orang akan mengalami kemajuan pada 2 sampai 3 bulan pengomatan awal. Jika plantar fasciitis kembali kambuh setelah pengobatan awal, dokter akan menganjurkan cara lain yang baru.</p>
<p><strong>Ortosis</strong>. Masukkan ke dalam sepatu Anda yang dapat dipakai untuk memberi posisi yang benar dari kaki atau pengurangan tekanan dari berbagai tempat pada kaki. Orang yang mempunyai lengkungan yang dalam, datar, atau kelainan bentuk kaki seringkali memerlukan ortosis.</p>
<p><strong>Casting dan walking boots</strong>. Jika keluhan belum juga berkurang, dokter akan menganjurkan untuk memakai <em>removeable boot walker</em> atau gips/cast untuk sementara waktu.</p>
<p><strong>Terapi injeksi</strong>. Jika terapi konservatif tidak mengurangi keluhan, dokter akan memberikan injeksi kortikosteroid. Suntikan ini akan menghantarkan anti inflamasi dosis tinggi untuk menghilangkan nyeri.</p>
<p><strong>Pembedahan</strong>. Jika pilihan-pilihan tersebut juga gagal untuk menghilangkan keluhan, tindakan pembedahan akan membantu melonggarkan ligamen.</p>
<p>Lebih dari 98% penderita akan mengalami perbaikan tanpa tindakan pembedahan. Dokter akan menyarankan operasi jika dalam 6-12 bulan setelah terapi tidak mengalami perbaikan.</p>
<p><em>Kredit tulisan</em>:</p>
<p>Klinik Orthopaedi &amp; Traumatologi</p>
<p>RS. Santo Boromeus. Gd. Yosef lt. 2.</p>
<p>Jl. Ir. H. Juanda No. 100 Bandung, 40132</p>
<p>022-2552189</p>
]]>
      </description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>This post is fetched by feed on 18-May-2012 09:05. Original post of <a href='http://adha.ms/p/439/plantar-fasciitis'>Plantar Fasciitis</a> can be reached at <a href='http://adha.ms/p/439/plantar-fasciitis'>http://adha.ms/p/439/plantar-fasciitis</a>. </p><p><em>Catatan: Tulisan ini disalin dari pamflet mengenai Plantar Fasciitis yang saya dapatkan di Rumah Sakit Santo Borromeus Bandung. Semoga bermanfaat.</em></p>
<p><img title="Plantar Fascia" src="https://lh4.googleusercontent.com/-6N4OcKHPRwI/T1wOTqVluLI/AAAAAAAAEhM/u47YMOvA7PM/s800/21.jpg" alt="Plantar Fascia" width="311" height="294" /></p>
<p>Apakah Anda mengalami nyeri yang menusuk pada tumit saat pertama kali turun dari tempat tidur di pagi hari? Apakah nyeri tersebut berkepanjangan?</p>
<p>Plantar fasciitis (fasi-ay-tis) terjadi ketika jaringan kuat yang menopang bagian lengkungan kaki Anda mengalami iritasi dan inflamasi. Jaringan (Fascia Plantar) cenderung mengencang ketika kita istirahat, itulah sebabnya akan terasa sakit, panas setelah kita tidur atau duduk lama.</p>
<p><strong>Bagaimana dokter dapat mengetahui bahwa saya menderita plantar fasciitis?</strong></p>
<p>Dokter akan memeriksa kaki Anda dan menjelaskan kepada Anda tentang penyebab plantar fasciitis.</p>
<p>Apakah Anda seorang pelari atau seorang atlet di mana kaki Anda selalu berbenturan dengan alas yang keras? Apakah berat Badan Anda berlebih? Apakah Anda memakai sepatu tumit tinggi setiap hari?</p>
<p>Pemeriksaan fisik. Setelah menanyakan keluhan dan riwayat penyakit, dokter akan memeriksa kaki dan pergelangan kaki Anda. Karena plantar fasciitis adalah keluhan yang umum, informasi yang didapat selama pemeriksaan umunya cukup untuk menentukan diagnosa.</p>
<p>Test. Selama pemeriksaan dokter akan menyingkirkan penyebab lain dari nyeri tumit seperti tendinitis, arthritis atau frakur. Untuk melakukannya dokter akan menganjurkan beberapa test seperti x-ray, MRI, dan scan tulang.</p>
<p><strong>Apa penyebab dari plantar fasciitis?</strong></p>
<p>Plantar fascia dirancang untuk menyerap tekanan yang tinggi dan regangan. Akan tetapi terlalu banyak tegangan dapat merusak jaringan yang menyebabkan nyeri pada tumit.</p>
<p>Sumber dari tegangan tambahan antara lain:</p>
<p><strong>Penggunaan yang berlebihan</strong>. Plantar fasciitis biasanya mengenai pelari dan pejalan kaki. Penggunaan dalam waktu yang lama untuk berjalan atau berdiri pada permukaan yang keras akan menekan lengkungan kaki Anda.</p>
<p><strong>Anatomi (bentuk)</strong>. Memiliki telapak kaki yang datar, lekukan kaki yang dalam dan otot yang tegang pada betis akan menyebabkan tekanan yang berlebihan pada bagian fascia.</p>
<p><strong>Sepatu</strong>. Nyeri tumit seringkali disebabkan karena sepatu yang tidak pas atau tidak memiliki bantalan pendukung yang baik.</p>
<p><strong>Bagaimana mengobati plantar fasciitis?</strong></p>
<p>Jika ditangani sedini mungkin, beberapa keluhan dari plantar fasciitis dapat dicegah dengan cara yang sederhana.</p>
<p><strong>Latihan (exercise)</strong>. Plantar fasciitis diperberat karena tegangnya otot-otot kaki dan betis. Peregangan telapat kaki dan tumit (tendon achilles) sangat efektif untuk mengurangi rasa sakit yang muncul pada saat itu.</p>
<p><strong>Terapi obat non-steroid anti inflamasi</strong>. Obat-obatan pengurang rasa sakit seperti ibuprofen dan naproxen dapat mengurangi nyeri yang dirasakan. Dokter akan memberikan resep obat pengurang nyeri yang kuat seperti ibuprofen.</p>
<p><strong>Alat bantu sepatu</strong>. Sepatu yang baikdengan bantalan tebal pada bagian tumit akan sangat membantu. Sepatu ini dapat dibeli di toko kesehatan lokal atau bisa juga dari dokter tempat Anda berobat. Hindari sepatu yang bantalannya terlalu kecil atau tipis dan sol kulit yang keras.</p>
<p><strong>Splint malam</strong>. Karena tumit mengencang pada waktu malam hari, dokter akan meresepkan splint malam untuk membantu mengurangi nyeri pada tumit di pagi hari. Splint ini akan menarik tendon achilles, fascia plantar atau keduanya pada waktu Anda tidur.</p>
<p><strong>Apakah dengan latihan bisa mengurangi rasa nyeri pada tumit?</strong></p>
<p>Suatu sesi latihan bersama fisioterapis dapat membantu Anda berlatih. Latihan-latihan seperti berikut ini sebaiknya dilakukan 3 kali sehari: pagi, siang, dan sebelum tidur.</p>
<p>Menghadap ke dinding dengan posisi kaki di depan kaki yang lainnya. Tarik kaki yang satu ke belakang dan tekan tumit ke lantai dan lutut kaki yang lain ke depan. Tahan selama 15-30 detik. <strong>Lakukan</strong>: Tahan kedua tumit pada lantai yang datar, ujung jari kaki ke belakang berada tepat sejajar dengan tumit kaki yang di depan.</p>
<p>Berdiri di bawah trap atau tangga, posisi tumit kaki ada di tepi trap atau tangga. Secara perlahan, turunkan tubuh Anda dengan bertumpu pada tumit dan dorong tumit melangkah ke bawah. Tahan selama 15-30 detik. <strong>Lakukan</strong>: Berpeganglah pada pegangan tangga untuk menjaga keseimbangan.</p>
<p>Duduk di lantai dengan kedua kaki lurus ke depan. Tarik kedua kaki Anda dengan menggunakan handuk ke arah belakang tubuh Anda. Tahan selama 15-30 detik. <strong>Lakukan</strong>: Duduk tegak dan kaki tetap lurus.</p>
<p><strong>Apa lagi yang dapat membantu?</strong></p>
<p>Sekitar 90% orang akan mengalami kemajuan pada 2 sampai 3 bulan pengomatan awal. Jika plantar fasciitis kembali kambuh setelah pengobatan awal, dokter akan menganjurkan cara lain yang baru.</p>
<p><strong>Ortosis</strong>. Masukkan ke dalam sepatu Anda yang dapat dipakai untuk memberi posisi yang benar dari kaki atau pengurangan tekanan dari berbagai tempat pada kaki. Orang yang mempunyai lengkungan yang dalam, datar, atau kelainan bentuk kaki seringkali memerlukan ortosis.</p>
<p><strong>Casting dan walking boots</strong>. Jika keluhan belum juga berkurang, dokter akan menganjurkan untuk memakai <em>removeable boot walker</em> atau gips/cast untuk sementara waktu.</p>
<p><strong>Terapi injeksi</strong>. Jika terapi konservatif tidak mengurangi keluhan, dokter akan memberikan injeksi kortikosteroid. Suntikan ini akan menghantarkan anti inflamasi dosis tinggi untuk menghilangkan nyeri.</p>
<p><strong>Pembedahan</strong>. Jika pilihan-pilihan tersebut juga gagal untuk menghilangkan keluhan, tindakan pembedahan akan membantu melonggarkan ligamen.</p>
<p>Lebih dari 98% penderita akan mengalami perbaikan tanpa tindakan pembedahan. Dokter akan menyarankan operasi jika dalam 6-12 bulan setelah terapi tidak mengalami perbaikan.</p>
<p><em>Kredit tulisan</em>:</p>
<p>Klinik Orthopaedi &amp; Traumatologi</p>
<p>RS. Santo Boromeus. Gd. Yosef lt. 2.</p>
<p>Jl. Ir. H. Juanda No. 100 Bandung, 40132</p>
<p>022-2552189</p> 
]]>
		</content:encoded>
		<wfw:commentRss>http://adha.ms/rss/comment/439</wfw:commentRss>
	</item>
	<item>
		<title>Mesin Cuci Cerdas Android?</title>
		<link>http://adha.ms/p/438/mesin-cuci-cerdas-android/</link>
		<guid>http://adha.ms/p/438/mesin-cuci-cerdas-android/</guid>
		<comments>http://adha.ms/p/438/mesin-cuci-cerdas-android/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Feb 2012 08:16:23 +0700</pubDate>
		<dc:creator>Adham Somantrie</dc:creator>
		<description><![CDATA[<p>This post is fetched by feed on 18-May-2012 09:05. Original post of <a href='http://adha.ms/p/438/mesin-cuci-cerdas-android'>Mesin Cuci Cerdas Android?</a> can be reached at <a href='http://adha.ms/p/438/mesin-cuci-cerdas-android'>http://adha.ms/p/438/mesin-cuci-cerdas-android</a>. </p><p>Perang komputer meja sudah berlalu sejak dekade lalu. Begitu juga dengan perang komputer jinjing (laptop) yang sudah redup. Kini perang ponsel cerdas yang sedang memanas. Apple (iOS) dan Google (Android) sedang memimpin peperangan, sementara Microsoft (Windows Phone) dan RIM (BlackBerry) yang sedang berdarah-darah. Selain ponsel cerdas, komputer tablet turut terlibat dalam peperangan tersebut.&nbsp;Sudah mulai jenuh? Bisa jadi. Tapi amunisi masih banyak dan ruang perang masih luas.</p>
<p><img src="https://lh4.googleusercontent.com/-Cgd3ejQqkko/T0SioNrTAUI/AAAAAAAAEdQ/wWi0BGsRmr8/s800/Untitled.jpg" alt="" width="480" height="343" /></p>
<p>Tanpa disadari, sebenarnya perang sudah merambah keluar industri ponsel dan komputer. <a href="http://adha.ms/p/398">Televisi cerdas</a> bukanlah hal baru, dan sepertinya sudah mulai menginvasi rumah kita. Samsung selaku produsen televisi sudah mulai agresif. Apple dikabarkan juga sedang meramu televisi cerdasnya. Dengan platform Android, sepertinya para produsen televisi bisa mengembangkan bersama-sama televisi cerdas, layaknya para produsen ponsel cerdas saat ini.</p>
<p><img src="https://lh3.googleusercontent.com/-OVm7Upckz6w/T0SbD-p3EGI/AAAAAAAAEcw/-ACF04CkE1k/s800/Sony%2520SmartWatch.jpg" alt="" width="480" height="306" /></p>
<p>Selain televisi cerdas, jam tangan cerdas sudah mulai melimpah di pasaran. Berawal dari iPod nano touch yang dijadikan jam tangan, kini banyak jam tangan cerdas (yang lagi-lagi) berbasis Android seperti <a href="http://adha.ms/p/423">MotoACTV</a> maupun <strong>LiveView</strong> dan <strong>SmartWatch</strong> dari Sony.</p>
<p><img src="https://lh5.googleusercontent.com/-kfbt7auKQqY/T0SaynYa94I/AAAAAAAAEco/5QA28pdk-nc/s800/Android.jpg" alt="" width="480" height="265" /></p>
<p>Perangkat cerdas (<em>smart consumer electronics</em> maupun <em>smart home appliances</em>) ini bisa menjadi medan tempur baru ketika ponsel cerdas sudah tidak musim lagi nantinya.&nbsp;<strong>Android</strong> punya potensi besar untuk perangkat cerdas. <strong>Televisi Android</strong> bukanlah konsep yang aneh. Saya perkirakan tak lama lagi akan membanjiri pasar. Walaupun televisi cerdas lansiran Apple akan menjadi kandidat kuat mengingat kompetensi Apple dalam merancang antar muka pengguna (<em>user interface</em>) yang humanis dan bersahabat, serta fitur <strong>Siri</strong> yang diprediksi akan memberi pengalaman baru dalam menggunakan televisi. Tak lupa, ada&nbsp;<strong>Boxee</strong> yang sudah berkolaborasi dengan D-Link dan Iomega, juga sempat bekerja sama dengan ViewSonic.</p>
<p><strong>Windows 8</strong> dengan <strong>MetroUI</strong> mungkin sudah dioptimalkan untuk penggunaan baik di komputer maupun tablet layar sentuh. Tetapi untuk diimplementasikan di perangkat lain akan butuh penyesuaian yang tidak sedikit. Saya pikir Microsoft perlu usaha ekstra untuk meningkatkan penggunaan Windows di luar komputer. Bahkan untuk perangkat turunan komputer (PDA, tablet, ponsel cerdas) pun, Windows bisa dianggap belum berhasil.</p>
<p><img src="https://lh4.googleusercontent.com/-hJsQ-A0InlU/T0SgVrIVWAI/AAAAAAAAEdE/FxDw7LtiPhQ/s800/iPod%2520nano%2520%252B%2520FitBit%2520Ultra.jpg" alt="" width="480" height="334" /></p>
<p>Perangkat elektronik berbasis kesehatan pun semakin populer. Selain MotoACTV dan <a href="http://adha.ms/p/396/">Nike+</a> yang bisa digunakan untuk berolahraga, FitBit Ultra dan <a href="http://adha.ms/p/437">Nike+ FuelBand</a> bisa digunakan untuk memantau aktivitas pembakaran kalori sepanjang hari. Garmin selaku produsen GPS pun sudah merambah jam tangan berbasis GPS untuk keperluan olahraga luar ruangan. Beberapa tahun ke depan, akan semakin banyak gawai (<em>gadget</em>) untuk keperluan gaya hidup sehat (<em>fitness lifestyle</em>).</p>
<p>Memang televisi cerdas yang sepertinya akan menjadi medan tempur panas dalam waktu dekat.&nbsp;Selanjutnya? Saat ini saja kita sudah menemukan <a href="http://chip.co.id/news/read/2011/10/10/1293424/Atasi.Masalah.Mesin.Cuci.dengan.Aplikasi.Android.LG.Smart.Diagnosis">mesin cuci</a> yang bisa terhubung dengan ponsel. Apakah nanti mesin cuci cerdas akan berbasis Android dan terhubung ke internet? Atau, nanti kita bisa berbicara dengan kulkas cerdas Apple? Silakan berimajinasi.</p>
<p>&mdash;&nbsp;<a href="http://adha.ms/">Adham Somantrie</a>.</p>
]]>
      </description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>This post is fetched by feed on 18-May-2012 09:05. Original post of <a href='http://adha.ms/p/438/mesin-cuci-cerdas-android'>Mesin Cuci Cerdas Android?</a> can be reached at <a href='http://adha.ms/p/438/mesin-cuci-cerdas-android'>http://adha.ms/p/438/mesin-cuci-cerdas-android</a>. </p><p>Perang komputer meja sudah berlalu sejak dekade lalu. Begitu juga dengan perang komputer jinjing (laptop) yang sudah redup. Kini perang ponsel cerdas yang sedang memanas. Apple (iOS) dan Google (Android) sedang memimpin peperangan, sementara Microsoft (Windows Phone) dan RIM (BlackBerry) yang sedang berdarah-darah. Selain ponsel cerdas, komputer tablet turut terlibat dalam peperangan tersebut.&nbsp;Sudah mulai jenuh? Bisa jadi. Tapi amunisi masih banyak dan ruang perang masih luas.</p>
<p><img src="https://lh4.googleusercontent.com/-Cgd3ejQqkko/T0SioNrTAUI/AAAAAAAAEdQ/wWi0BGsRmr8/s800/Untitled.jpg" alt="" width="480" height="343" /></p>
<p>Tanpa disadari, sebenarnya perang sudah merambah keluar industri ponsel dan komputer. <a href="http://adha.ms/p/398">Televisi cerdas</a> bukanlah hal baru, dan sepertinya sudah mulai menginvasi rumah kita. Samsung selaku produsen televisi sudah mulai agresif. Apple dikabarkan juga sedang meramu televisi cerdasnya. Dengan platform Android, sepertinya para produsen televisi bisa mengembangkan bersama-sama televisi cerdas, layaknya para produsen ponsel cerdas saat ini.</p>
<p><img src="https://lh3.googleusercontent.com/-OVm7Upckz6w/T0SbD-p3EGI/AAAAAAAAEcw/-ACF04CkE1k/s800/Sony%2520SmartWatch.jpg" alt="" width="480" height="306" /></p>
<p>Selain televisi cerdas, jam tangan cerdas sudah mulai melimpah di pasaran. Berawal dari iPod nano touch yang dijadikan jam tangan, kini banyak jam tangan cerdas (yang lagi-lagi) berbasis Android seperti <a href="http://adha.ms/p/423">MotoACTV</a> maupun <strong>LiveView</strong> dan <strong>SmartWatch</strong> dari Sony.</p>
<p><img src="https://lh5.googleusercontent.com/-kfbt7auKQqY/T0SaynYa94I/AAAAAAAAEco/5QA28pdk-nc/s800/Android.jpg" alt="" width="480" height="265" /></p>
<p>Perangkat cerdas (<em>smart consumer electronics</em> maupun <em>smart home appliances</em>) ini bisa menjadi medan tempur baru ketika ponsel cerdas sudah tidak musim lagi nantinya.&nbsp;<strong>Android</strong> punya potensi besar untuk perangkat cerdas. <strong>Televisi Android</strong> bukanlah konsep yang aneh. Saya perkirakan tak lama lagi akan membanjiri pasar. Walaupun televisi cerdas lansiran Apple akan menjadi kandidat kuat mengingat kompetensi Apple dalam merancang antar muka pengguna (<em>user interface</em>) yang humanis dan bersahabat, serta fitur <strong>Siri</strong> yang diprediksi akan memberi pengalaman baru dalam menggunakan televisi. Tak lupa, ada&nbsp;<strong>Boxee</strong> yang sudah berkolaborasi dengan D-Link dan Iomega, juga sempat bekerja sama dengan ViewSonic.</p>
<p><strong>Windows 8</strong> dengan <strong>MetroUI</strong> mungkin sudah dioptimalkan untuk penggunaan baik di komputer maupun tablet layar sentuh. Tetapi untuk diimplementasikan di perangkat lain akan butuh penyesuaian yang tidak sedikit. Saya pikir Microsoft perlu usaha ekstra untuk meningkatkan penggunaan Windows di luar komputer. Bahkan untuk perangkat turunan komputer (PDA, tablet, ponsel cerdas) pun, Windows bisa dianggap belum berhasil.</p>
<p><img src="https://lh4.googleusercontent.com/-hJsQ-A0InlU/T0SgVrIVWAI/AAAAAAAAEdE/FxDw7LtiPhQ/s800/iPod%2520nano%2520%252B%2520FitBit%2520Ultra.jpg" alt="" width="480" height="334" /></p>
<p>Perangkat elektronik berbasis kesehatan pun semakin populer. Selain MotoACTV dan <a href="http://adha.ms/p/396/">Nike+</a> yang bisa digunakan untuk berolahraga, FitBit Ultra dan <a href="http://adha.ms/p/437">Nike+ FuelBand</a> bisa digunakan untuk memantau aktivitas pembakaran kalori sepanjang hari. Garmin selaku produsen GPS pun sudah merambah jam tangan berbasis GPS untuk keperluan olahraga luar ruangan. Beberapa tahun ke depan, akan semakin banyak gawai (<em>gadget</em>) untuk keperluan gaya hidup sehat (<em>fitness lifestyle</em>).</p>
<p>Memang televisi cerdas yang sepertinya akan menjadi medan tempur panas dalam waktu dekat.&nbsp;Selanjutnya? Saat ini saja kita sudah menemukan <a href="http://chip.co.id/news/read/2011/10/10/1293424/Atasi.Masalah.Mesin.Cuci.dengan.Aplikasi.Android.LG.Smart.Diagnosis">mesin cuci</a> yang bisa terhubung dengan ponsel. Apakah nanti mesin cuci cerdas akan berbasis Android dan terhubung ke internet? Atau, nanti kita bisa berbicara dengan kulkas cerdas Apple? Silakan berimajinasi.</p>
<p>&mdash;&nbsp;<a href="http://adha.ms/">Adham Somantrie</a>.</p> 
]]>
		</content:encoded>
		<wfw:commentRss>http://adha.ms/rss/comment/438</wfw:commentRss>
	</item>
	<item>
		<title>Nike+ Fuelband</title>
		<link>http://adha.ms/p/437/nikeplus-fuelband/</link>
		<guid>http://adha.ms/p/437/nikeplus-fuelband/</guid>
		<comments>http://adha.ms/p/437/nikeplus-fuelband/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Feb 2012 08:31:36 +0700</pubDate>
		<dc:creator>Adham Somantrie</dc:creator>
		<description><![CDATA[<p>This post is fetched by feed on 18-May-2012 09:05. Original post of <a href='http://adha.ms/p/437/nikeplus-fuelband'>Nike+ Fuelband</a> can be reached at <a href='http://adha.ms/p/437/nikeplus-fuelband'>http://adha.ms/p/437/nikeplus-fuelband</a>. </p><p><img src="https://lh6.googleusercontent.com/-VfqNf0lumnI/TxmUno7ii1I/AAAAAAAAEXc/WgFocQywz0c/s800/nike-fuelband.jpg" alt="" width="490" height="239" /></p>
<p>Januari 2012 lalu, Nike kembali memperkenalkan produk baru untuk jajaran <a href="http://adha.ms/p/351/nikeplus/">Nike+</a>: <strong>Nike+ FuelBand</strong>. Mirip seperti Nike+ SportBand, namun FuelBand bekerja tanpa sensor sepatu karena <em>accelerometer</em> yang terintegrasi. Namun, tanpa sensor sepatu dan GPS, <a href="http://www.nike.com/fuelband/">Nike+ Fuelband</a> tidak bisa mengukur jarak dan kecepatan lari Anda. Ya, Nike+ Fuelband adalah satu-satunya perangkat Nike+ yang tidak bisa mengukur lari Anda. FuelBand juga tidak bisa disandingkan dengan <a href="http://adha.ms/p/417">Polar WearLink+ Transmitter Nike+</a> untuk mencatat detak jantung.</p>
<p>Lalu apa menariknya? Jika Sportband dan SportWatch hanya bermanfaat saat Anda berlari (selain berlari, hanya akan berfungsi sebagai penunjuk waktu), maka FuelBand akan mengukur aktivitas Anda sepanjang hari. Walaupun tidak bisa mengukur jarak, FuelBand bisa mengukur jumlah langkah (pedometer). Seiring bergeraknya tangan Anda baik dalam aktivitas sehari-hari maupun saat berolah raga, FuelBand bisa mencatat jumlah kalori yang terbakar. Mirip seperti FitBit Ultra.</p>
<p>Intinya, FuelBand merekam pergerakan Anda sepanjang hari dan menghitung kalori yang terbakar. Apapun aktivitasnya, selama tubuh Anda bergerak: jalan kaki, menari, bermain bulu tangkis, maupun memasak di dapur. Selama tidak berenang ataupun berendam, walaupun NikeFuel dapat bertahan jika Anda gunakan saat mandi maupun hujan-hujanan.</p>
<p>Nah, yang menarik dari Nike+ selain perangkatnya adalah sistemnya. Nilai tambah Nike+ adalah pada sistemnya ini. Nike+ mengkonversi kalori yang tercatat menjadi <strong>NikeFuel</strong>, semacam kredit atau poin yang bisa Anda kumpulkan. Jika Anda pernah menggunakan Nike+Active, maka NikeFuel ini semacam bahan bakar untuk bisa "bermain" di situs tersebut. Kurang lebih seperti itu.</p>
<p><img src="https://lh5.googleusercontent.com/-xVh3CXfeL00/T0BdbBAAajI/AAAAAAAAEaM/mc0eg99Xx7Q/s800/nikefuel.jpg" alt="" width="480" height="136" /></p>
<p>Untuk "bermain", kita harus menentukan target (<em>goal</em>) harian kita. Seiring aktivitas dan terbakarnya kalori, maka akan ada indikator <a href="http://nikeplus.nike.com/plus/what_is_fuel/">NikeFuel</a> yang terdiri dari 20 LED yang dimulai dari warna merah hingga hijau. Jika di Sportband dan SportWatch menggunakan layar LCD, Nike+ FuelBand memiliki jajaran lampu LED putih sebanyak 100 unit untuk "layar" informasinya.</p>
<p>Pendekatan permainan (<em>game</em>) ini yang saya pikir membuatnya jadi menarik dibanding sistem lain. Karena pengguna akan lebih termotivasi untuk lebih banyak membakar kalori dan berolahraga demi mengumpulkan NikeFuel. Bukankah motivasi berolahraga adalah hal yang sulit didapat?</p>
<p>Data-data dari FuelBand tentunya bisa diunggah ke situs Nike+ menggunakan koneksi USB seperti halnya Sportband dan SportWatch. Selain USB, FuelBand juga bisa dihubungkan dengan iPhone menggunakan bluetooth dan aplikasi Nike+ FuelBand yang tersedia gratis untuk mengunggah data dari FuelBand.</p>
<p>Sama dengan statistik <a href="http://adha.ms/p/396/bagaimana-untuk-berlari-plus-dengan-nikeplus/">berlari Nike+</a>, di situs Nike+ dan aplikasi Nike+ FuelBand, Anda bisa membaca data pembakaran kalori harian Anda. Termasuk melihat kapan aktivitas yang banyak menghabiskan kalori. Dan tak lupa, fitur sosialisasi untuk "pamer" pencapaian, maupun untuk mencari motivasi dengan berkompetisi dengan pengguna yang lain.</p>
<p>Ah iya, produk ini baru akan tersedia pada 22 Februari 2012 di Amerika Serikat dengan pemesanan terlebih dahulu (<em>pre-order</em>). Harga resminya di sana USD 149. Berminat? Tentunya perlu menunggu beberapa waktu hingga produk ini tersedia secara resmi di pasar Indonesia. Nike+ SportWatch GPS saja belum tersedia resmi di sini kan?</p>
<p>Dengan bergabungnya Nike+ FuelBand ke dalam keluarga Nike+, berikut lini produk <a href="http://nikeplus.nike.com/plus/products/">Nike+ per Februari 2012</a>.</p>
<p><a href="https://picasaweb.google.com/lh/photo/JG4wIBmZMLcSIka7Nvf8r9MTjNZETYmyPJy0liipFm0?feat=embedwebsite"><img src="https://lh5.googleusercontent.com/-Wt0uwDTqigI/TxmUmm1Zi-I/AAAAAAAAEXU/S3OBLtXZKMg/s400/nikeplus-device-2012-jan.jpg" alt="" width="400" height="267" /></a></p>
<p>&mdash;&nbsp;<a href="http://adha.ms/">Adham Somantrie</a>.</p>
<p><strong>PS</strong>: Walaupun FuelBand adalah Nike+, tetapi tidak saya masukkan ke artikel <a href="http://adha.ms/p/396">Bagaimana untuk Berlari Plus dengan Nike+</a> karena tidak bisa digunakan untuk mengukur berlari.</p>
]]>
      </description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>This post is fetched by feed on 18-May-2012 09:05. Original post of <a href='http://adha.ms/p/437/nikeplus-fuelband'>Nike+ Fuelband</a> can be reached at <a href='http://adha.ms/p/437/nikeplus-fuelband'>http://adha.ms/p/437/nikeplus-fuelband</a>. </p><p><img src="https://lh6.googleusercontent.com/-VfqNf0lumnI/TxmUno7ii1I/AAAAAAAAEXc/WgFocQywz0c/s800/nike-fuelband.jpg" alt="" width="490" height="239" /></p>
<p>Januari 2012 lalu, Nike kembali memperkenalkan produk baru untuk jajaran <a href="http://adha.ms/p/351/nikeplus/">Nike+</a>: <strong>Nike+ FuelBand</strong>. Mirip seperti Nike+ SportBand, namun FuelBand bekerja tanpa sensor sepatu karena <em>accelerometer</em> yang terintegrasi. Namun, tanpa sensor sepatu dan GPS, <a href="http://www.nike.com/fuelband/">Nike+ Fuelband</a> tidak bisa mengukur jarak dan kecepatan lari Anda. Ya, Nike+ Fuelband adalah satu-satunya perangkat Nike+ yang tidak bisa mengukur lari Anda. FuelBand juga tidak bisa disandingkan dengan <a href="http://adha.ms/p/417">Polar WearLink+ Transmitter Nike+</a> untuk mencatat detak jantung.</p>
<p>Lalu apa menariknya? Jika Sportband dan SportWatch hanya bermanfaat saat Anda berlari (selain berlari, hanya akan berfungsi sebagai penunjuk waktu), maka FuelBand akan mengukur aktivitas Anda sepanjang hari. Walaupun tidak bisa mengukur jarak, FuelBand bisa mengukur jumlah langkah (pedometer). Seiring bergeraknya tangan Anda baik dalam aktivitas sehari-hari maupun saat berolah raga, FuelBand bisa mencatat jumlah kalori yang terbakar. Mirip seperti FitBit Ultra.</p>
<p>Intinya, FuelBand merekam pergerakan Anda sepanjang hari dan menghitung kalori yang terbakar. Apapun aktivitasnya, selama tubuh Anda bergerak: jalan kaki, menari, bermain bulu tangkis, maupun memasak di dapur. Selama tidak berenang ataupun berendam, walaupun NikeFuel dapat bertahan jika Anda gunakan saat mandi maupun hujan-hujanan.</p>
<p>Nah, yang menarik dari Nike+ selain perangkatnya adalah sistemnya. Nilai tambah Nike+ adalah pada sistemnya ini. Nike+ mengkonversi kalori yang tercatat menjadi <strong>NikeFuel</strong>, semacam kredit atau poin yang bisa Anda kumpulkan. Jika Anda pernah menggunakan Nike+Active, maka NikeFuel ini semacam bahan bakar untuk bisa "bermain" di situs tersebut. Kurang lebih seperti itu.</p>
<p><img src="https://lh5.googleusercontent.com/-xVh3CXfeL00/T0BdbBAAajI/AAAAAAAAEaM/mc0eg99Xx7Q/s800/nikefuel.jpg" alt="" width="480" height="136" /></p>
<p>Untuk "bermain", kita harus menentukan target (<em>goal</em>) harian kita. Seiring aktivitas dan terbakarnya kalori, maka akan ada indikator <a href="http://nikeplus.nike.com/plus/what_is_fuel/">NikeFuel</a> yang terdiri dari 20 LED yang dimulai dari warna merah hingga hijau. Jika di Sportband dan SportWatch menggunakan layar LCD, Nike+ FuelBand memiliki jajaran lampu LED putih sebanyak 100 unit untuk "layar" informasinya.</p>
<p>Pendekatan permainan (<em>game</em>) ini yang saya pikir membuatnya jadi menarik dibanding sistem lain. Karena pengguna akan lebih termotivasi untuk lebih banyak membakar kalori dan berolahraga demi mengumpulkan NikeFuel. Bukankah motivasi berolahraga adalah hal yang sulit didapat?</p>
<p>Data-data dari FuelBand tentunya bisa diunggah ke situs Nike+ menggunakan koneksi USB seperti halnya Sportband dan SportWatch. Selain USB, FuelBand juga bisa dihubungkan dengan iPhone menggunakan bluetooth dan aplikasi Nike+ FuelBand yang tersedia gratis untuk mengunggah data dari FuelBand.</p>
<p>Sama dengan statistik <a href="http://adha.ms/p/396/bagaimana-untuk-berlari-plus-dengan-nikeplus/">berlari Nike+</a>, di situs Nike+ dan aplikasi Nike+ FuelBand, Anda bisa membaca data pembakaran kalori harian Anda. Termasuk melihat kapan aktivitas yang banyak menghabiskan kalori. Dan tak lupa, fitur sosialisasi untuk "pamer" pencapaian, maupun untuk mencari motivasi dengan berkompetisi dengan pengguna yang lain.</p>
<p>Ah iya, produk ini baru akan tersedia pada 22 Februari 2012 di Amerika Serikat dengan pemesanan terlebih dahulu (<em>pre-order</em>). Harga resminya di sana USD 149. Berminat? Tentunya perlu menunggu beberapa waktu hingga produk ini tersedia secara resmi di pasar Indonesia. Nike+ SportWatch GPS saja belum tersedia resmi di sini kan?</p>
<p>Dengan bergabungnya Nike+ FuelBand ke dalam keluarga Nike+, berikut lini produk <a href="http://nikeplus.nike.com/plus/products/">Nike+ per Februari 2012</a>.</p>
<p><a href="https://picasaweb.google.com/lh/photo/JG4wIBmZMLcSIka7Nvf8r9MTjNZETYmyPJy0liipFm0?feat=embedwebsite"><img src="https://lh5.googleusercontent.com/-Wt0uwDTqigI/TxmUmm1Zi-I/AAAAAAAAEXU/S3OBLtXZKMg/s400/nikeplus-device-2012-jan.jpg" alt="" width="400" height="267" /></a></p>
<p>&mdash;&nbsp;<a href="http://adha.ms/">Adham Somantrie</a>.</p>
<p><strong>PS</strong>: Walaupun FuelBand adalah Nike+, tetapi tidak saya masukkan ke artikel <a href="http://adha.ms/p/396">Bagaimana untuk Berlari Plus dengan Nike+</a> karena tidak bisa digunakan untuk mengukur berlari.</p> 
]]>
		</content:encoded>
		<wfw:commentRss>http://adha.ms/rss/comment/437</wfw:commentRss>
	</item>
</channel>
</rss>
