Seperti biasa, perjalanan dimulai dengan mengumpulkan para
Tentu saja perjalanan dari Bojongsoang ke Cimahi mesti melalui kota Bandung. Secara lagi weekend, tentu saja Anda dapat membayangkan kondisi lalu-lintas kota Bandung yang macet dan sembrawut. Konvoi 10 motor tanpa ada bantuan voor rider dari pihak yang berwenang tentu saja dapat menyebabkan perjalanan menjadi kacau, apalagi dengan slogan "banyak jalan menuju
Di perjalanan pun tidak sedikit permasalahan yang terjadi, mulai dari kasus ban bocor sampai peserta yang memisahkan diri tanpa konfirmasi untuk beberapa keperluan. Saya sendiri bergabung dengan kloter 2 yakni bersama Ridho, Andhika, dan Yenni yang tadinya menunggu Danang dan Teguh yang melarikan diri untuk mengisi bensin. Setelah masing-masing kloter beristirahat dan beribadah di tempat yang berbeda, akhirnya seluruh peserta terkumpul lagi di warung gorengan di depan gerbang Villa Istana Bunga. Lalu akhirnya berangkat menuju Curug Cimahi.
Seluruh peserta tampak berbahagia setelah memasuki pintu masuk Curug Cimahi. Dan tentu saja semua antusias untuk menuruni tangga menuju curug. Hal ini dapat terlihat dari beberapa photo-session yang kerap kali dilakukan. Tapi ternyata, it is a long road to heaven, wakakakaka... Akhirnya tampak beberapa peserta yang mulai kehilangan keceriaannya dalam menuruni tangga


Setelah sampai di bawah, terbayarlah semua perjuangan itu. Air terjun dengan tangan terbuka menyambut kehadiran kami. Tapi tampak cuaca kurang berbahagia, hingga turunlah hujan dan kami berteduh di pondok yang ada. Walapun demikian, keadaan tidak dapat menahan semangat '45 para peserta yang sangat antusias untuk menikmati air terjun dan tentu saja tujuan utama : photo session. Yang pada akhirnya hasil foto kurang bagus dikarenakan turunnya hujan. Dengan "pose of the day": di atas batu!
Percikan air terjun pun terasa sampai sekitar belasan meter dari tempatnya jatuh. Sehingga peserta menjaga jarak agar tidak terpercik. Tapi entah apa yang menjadi daya tariknya, sehingga semua peserta lambat laun mendekati air terjun hingga beberapa meter saja dari air terjun

Setelah sekian lama, berpose di depan air terjun dan bebatuan cadas akhirnya tidak menarik lagi. Peserta pun mencari tantangan lain: menuju hilir air terjun (hilir? pokoknya yang di bawah itu... gak tau namanya apa... hehehehe...). Aktifitas ini dimulai oleh beberapa oknum, yang akhirnya diikuti oleh sebagian besar peserta. Termasuk Mila dan Ila yang akhirnya di-wisuda oleh teman-teman dari TE-27-05 di bawah air terjun, hingga mereka berdua diakui sebagai 2 orang sarjana teknik telekomunikasi.
Sebelumnya, kami mau meminta maaf kepada teman-teman sekelas yang lain yang tidak mengikuti acara ini dikarenakan kurangnya komunikasi dan koordinasi. Tapi tenang, bulan depan kita akan jalan-jalan lagi kok. *wink*
superkayak
jalan jalan muluw lo dam
2007-02-24 09:13:13 from 172.16.15.181 at 1.1 proby.stttelkom.ac.id:172 (squid/2.5.STABLE12) (222.124.158.148)