Are you currently viewing from mobile device? Switch to mobile version!

Adham Somantrie

Digital media communications. MBA student. Techie. Founder of siteo.us. Editor for MakeMac. And also a runner.

hi@adha.ms adhams @adhams @adham adhams Adham Somantrie Adham Somantrie

Kuis Karya Indonesia

Tak bisa dipungkiri lagi, produk asing umumnya punya citra berkualitas dan wajar dihargai mahal dibanding produk nasional, apalagi produk lokal. Kalau masyarakat kita selalu berpikir barang impor selalu superior dan barang lokal selalu inferior, bagaimana mungkin kita bisa berkarya?

Mari kita buktikan bahwa karya Indonesia juga berkualitas dan mampu bersaing dengan karya asing. Bisa jadi, tak sedikit pula karya anak bangsa yang jauh lebih baik daripada karya dari luar negeri.

Yuk, suarakan opini dan ide Anda tentang cara mendukung karya Indonesia. Caranya gampang:

1. Suarakan ide dan opini di twitter, tentunya dengan menggunakan tagar(hashtag) #karyaindonesia.

2. Follow akun twitter @adhams.

3. Kemudian tuliskan URL link tweet di kolom komentar di bawah.

Tersedia 5 (lima) eksemplar buku Srimulat: Aneh Yang Lucu untuk 5 (lima) orang pemenang yang tweet-nya dianggap menarik dan kreatif.

Selamat berkreasi dan dukung terus karya Indonesia!

Syarat dan ketentuan: 1) Peserta kuis adalah warga negara Indonesia dan berdomisili di Indonesia. 2) Hadiah akan dikirim menggunakan jasa ekspedisi. Ongkos kirim ditanggung oleh penyelenggara. 3) Kuis ditutup pada 14 Februari 2012 pukul 24:00 WIB. 4) Pemenang kuis akan diumumkan pada 16 Februari 2012. 5) Jika pemenang tidak memenuhi syarat (tidak follow akun dan/atau tidak berada di Indonesia) maka dianggap gugur.

Pemutakhiran 16 Februari 2012:

Selamat kepada para peserta yang akan mendapatkan buku Srimulat Aneh Yang Lucu: @dafhy, @katamaca, @Bima69Cosmic, dan @fauzanalfi. Para pemenang akan dihubungi melalui email untuk pengiriman hadiah.

Terima kasih atas partisipasinya!

7 Comments

Published on 2012-02-04 17:21:15. 1933 views.
Tagged in: kuis

Siteous & Share Printer Friendly Version Download as PDF

Mengintip OS X Mountain Lion (10.8)

Kamis malam (16/02, WIB) Apple meluncurkan “intipan” generasi penerus untuk Mac OS X Lion (10.7), yakni Mountain Lion (10.8). Memang distribusinya masih terbatas untuk para pengembang (developer), seperti biasanya. Melihat penamaannya, sepertinya Mountain Lion ini merupakan versi “perbaikan” (fine tune) untuk Lion, seperti halnya Snow Leopard (10.6) yang meneruskan Leopard (10.5). Apa yang baru di Mountain Lion?

Apple banyak membawa fitur-fitur dari iOS ke OSX di Lion, begitu juga dengan Mountain Lion: Notification Center, AirPlay Mirroring, Reminders, iMessage dan bahkan Game Center. Integrasi twitter juga akan ditemukan di Mountain Lion. Selain itu, fitur Gatekeeper akan melindungi Mac dari aplikasi berbahaya (malicious).

Implementasi iMessage cukup menarik, apalagi ternyata iMessage di Mac akan menggantikan iChat yang sudah cukup uzur dengan aplikasi Message. Seperti halnya di iOS, iMessage akan menggunakan AppleID dan/atau akun iCloud sebagai identitas pengguna. Jika menggunakan identitas yang sama dengan di iOS, maka pesan pada seluruh perangkat pun akan terselaraskan (synchronized) sehingga mengantarkan pengalaman berkomunikasi yang seamless antar perangkat.

Sebagai pengganti iChat, Messages selain mendukung iMessages, juga tetap mendukung protokol Jabber, Google Talk, AIM/iChat, dan Yahoo!

iCloud tentunya tetap akan menjadi salah satu andalan Apple, apalagi di era komputasi awan (cloud computing), penggunaannya akan semakin luas dan umum. Dan mengingat iCloud juga menjadi salah satu layanan “jualan” Apple.

Prediksi saya, Mountain Lion akan didistribusikan melalui Mac AppStore seperti halnya Lion dengan harga yang cukup terjangkau karena distribusi digital yang ekonomis. Bahkan jika mengingat harga upgrade Snow Leopard dari Leopard yang murah, maka harga OS X “perbaikan” ini akan membuatnya lebih murah lagi.

Info resmi Mountain Lion bisa dilihat di laman Mountain Lion di situs Apple. Ah, iya. Tak perlu menunggu Mountain Lion diluncurkan, aplikasi Messages versi beta sudah bisa Anda unduh dan gunakan di Mac OS X 10.7.3. Tak sabar ingin mencoba?

Adham Somantrie.

PS: Tulisan ini juga dipublikasikan di MakeMac : Mengintip OS X Mountain Lion (10.8).

4 Comments

Published on 2012-02-17 20:26:47. 967 views.
Tagged in: mac osx

Siteous & Share Printer Friendly Version Download as PDF

Nike+ Fuelband

Januari 2012 lalu, Nike kembali memperkenalkan produk baru untuk jajaran Nike+: Nike+ FuelBand. Mirip seperti Nike+ SportBand, namun FuelBand bekerja tanpa sensor sepatu karena accelerometer yang terintegrasi. Namun, tanpa sensor sepatu dan GPS, Nike+ Fuelband tidak bisa mengukur jarak dan kecepatan lari Anda. Ya, Nike+ Fuelband adalah satu-satunya perangkat Nike+ yang tidak bisa mengukur lari Anda. FuelBand juga tidak bisa disandingkan dengan Polar WearLink+ Transmitter Nike+ untuk mencatat detak jantung.

Lalu apa menariknya? Jika Sportband dan SportWatch hanya bermanfaat saat Anda berlari (selain berlari, hanya akan berfungsi sebagai penunjuk waktu), maka FuelBand akan mengukur aktivitas Anda sepanjang hari. Walaupun tidak bisa mengukur jarak, FuelBand bisa mengukur jumlah langkah (pedometer). Seiring bergeraknya tangan Anda baik dalam aktivitas sehari-hari maupun saat berolah raga, FuelBand bisa mencatat jumlah kalori yang terbakar. Mirip seperti FitBit Ultra.

Intinya, FuelBand merekam pergerakan Anda sepanjang hari dan menghitung kalori yang terbakar. Apapun aktivitasnya, selama tubuh Anda bergerak: jalan kaki, menari, bermain bulu tangkis, maupun memasak di dapur. Selama tidak berenang ataupun berendam, walaupun NikeFuel dapat bertahan jika Anda gunakan saat mandi maupun hujan-hujanan.

Nah, yang menarik dari Nike+ selain perangkatnya adalah sistemnya. Nilai tambah Nike+ adalah pada sistemnya ini. Nike+ mengkonversi kalori yang tercatat menjadi NikeFuel, semacam kredit atau poin yang bisa Anda kumpulkan. Jika Anda pernah menggunakan Nike+Active, maka NikeFuel ini semacam bahan bakar untuk bisa "bermain" di situs tersebut. Kurang lebih seperti itu.

Untuk "bermain", kita harus menentukan target (goal) harian kita. Seiring aktivitas dan terbakarnya kalori, maka akan ada indikator NikeFuel yang terdiri dari 20 LED yang dimulai dari warna merah hingga hijau. Jika di Sportband dan SportWatch menggunakan layar LCD, Nike+ FuelBand memiliki jajaran lampu LED putih sebanyak 100 unit untuk "layar" informasinya.

Pendekatan permainan (game) ini yang saya pikir membuatnya jadi menarik dibanding sistem lain. Karena pengguna akan lebih termotivasi untuk lebih banyak membakar kalori dan berolahraga demi mengumpulkan NikeFuel. Bukankah motivasi berolahraga adalah hal yang sulit didapat?

Data-data dari FuelBand tentunya bisa diunggah ke situs Nike+ menggunakan koneksi USB seperti halnya Sportband dan SportWatch. Selain USB, FuelBand juga bisa dihubungkan dengan iPhone menggunakan bluetooth dan aplikasi Nike+ FuelBand yang tersedia gratis untuk mengunggah data dari FuelBand.

Sama dengan statistik berlari Nike+, di situs Nike+ dan aplikasi Nike+ FuelBand, Anda bisa membaca data pembakaran kalori harian Anda. Termasuk melihat kapan aktivitas yang banyak menghabiskan kalori. Dan tak lupa, fitur sosialisasi untuk "pamer" pencapaian, maupun untuk mencari motivasi dengan berkompetisi dengan pengguna yang lain.

Ah iya, produk ini baru akan tersedia pada 22 Februari 2012 di Amerika Serikat dengan pemesanan terlebih dahulu (pre-order). Harga resminya di sana USD 149. Berminat? Tentunya perlu menunggu beberapa waktu hingga produk ini tersedia secara resmi di pasar Indonesia. Nike+ SportWatch GPS saja belum tersedia resmi di sini kan?

Dengan bergabungnya Nike+ FuelBand ke dalam keluarga Nike+, berikut lini produk Nike+ per Februari 2012.

— Adham Somantrie.

PS: Walaupun FuelBand adalah Nike+, tetapi tidak saya masukkan ke artikel Bagaimana untuk Berlari Plus dengan Nike+ karena tidak bisa digunakan untuk mengukur berlari.

1 Comments

Published on 2012-02-20 08:31:36. 4339 views.
Tagged in: fuelband nikeplus

Siteous & Share Printer Friendly Version Download as PDF

Mesin Cuci Cerdas Android?

Perang komputer meja sudah berlalu sejak dekade lalu. Begitu juga dengan perang komputer jinjing (laptop) yang sudah redup. Kini perang ponsel cerdas yang sedang memanas. Apple (iOS) dan Google (Android) sedang memimpin peperangan, sementara Microsoft (Windows Phone) dan RIM (BlackBerry) yang sedang berdarah-darah. Selain ponsel cerdas, komputer tablet turut terlibat dalam peperangan tersebut. Sudah mulai jenuh? Bisa jadi. Tapi amunisi masih banyak dan ruang perang masih luas.

Tanpa disadari, sebenarnya perang sudah merambah keluar industri ponsel dan komputer. Televisi cerdas bukanlah hal baru, dan sepertinya sudah mulai menginvasi rumah kita. Samsung selaku produsen televisi sudah mulai agresif. Apple dikabarkan juga sedang meramu televisi cerdasnya. Dengan platform Android, sepertinya para produsen televisi bisa mengembangkan bersama-sama televisi cerdas, layaknya para produsen ponsel cerdas saat ini.

Selain televisi cerdas, jam tangan cerdas sudah mulai melimpah di pasaran. Berawal dari iPod nano touch yang dijadikan jam tangan, kini banyak jam tangan cerdas (yang lagi-lagi) berbasis Android seperti MotoACTV maupun LiveView dan SmartWatch dari Sony.

Perangkat cerdas (smart consumer electronics maupun smart home appliances) ini bisa menjadi medan tempur baru ketika ponsel cerdas sudah tidak musim lagi nantinya. Android punya potensi besar untuk perangkat cerdas. Televisi Android bukanlah konsep yang aneh. Saya perkirakan tak lama lagi akan membanjiri pasar. Walaupun televisi cerdas lansiran Apple akan menjadi kandidat kuat mengingat kompetensi Apple dalam merancang antar muka pengguna (user interface) yang humanis dan bersahabat, serta fitur Siri yang diprediksi akan memberi pengalaman baru dalam menggunakan televisi. Tak lupa, ada Boxee yang sudah berkolaborasi dengan D-Link dan Iomega, juga sempat bekerja sama dengan ViewSonic.

Windows 8 dengan MetroUI mungkin sudah dioptimalkan untuk penggunaan baik di komputer maupun tablet layar sentuh. Tetapi untuk diimplementasikan di perangkat lain akan butuh penyesuaian yang tidak sedikit. Saya pikir Microsoft perlu usaha ekstra untuk meningkatkan penggunaan Windows di luar komputer. Bahkan untuk perangkat turunan komputer (PDA, tablet, ponsel cerdas) pun, Windows bisa dianggap belum berhasil.

Perangkat elektronik berbasis kesehatan pun semakin populer. Selain MotoACTV dan Nike+ yang bisa digunakan untuk berolahraga, FitBit Ultra dan Nike+ FuelBand bisa digunakan untuk memantau aktivitas pembakaran kalori sepanjang hari. Garmin selaku produsen GPS pun sudah merambah jam tangan berbasis GPS untuk keperluan olahraga luar ruangan. Beberapa tahun ke depan, akan semakin banyak gawai (gadget) untuk keperluan gaya hidup sehat (fitness lifestyle).

Memang televisi cerdas yang sepertinya akan menjadi medan tempur panas dalam waktu dekat. Selanjutnya? Saat ini saja kita sudah menemukan mesin cuci yang bisa terhubung dengan ponsel. Apakah nanti mesin cuci cerdas akan berbasis Android dan terhubung ke internet? Atau, nanti kita bisa berbicara dengan kulkas cerdas Apple? Silakan berimajinasi.

— Adham Somantrie.

6 Comments

Published on 2012-02-23 08:16:23. 1313 views.
Tagged in: gadget opini

Siteous & Share Printer Friendly Version Download as PDF

Ads

Archive

2004SeptemberOktoberNovemberDesember

2005JanuariFebruariMaretAprilMeiJuniJuliAgustusSeptemberOktoberNovemberDesember

2006JanuariFebruariMaretAprilMeiJuniJuliAgustusSeptemberOktoberNovemberDesember

2007JanuariFebruariMaretAprilMeiJuniJuliAgustusSeptemberOktoberNovemberDesember

2008JanuariFebruariMaretAprilMeiJuniJuliAgustusSeptemberOktoberNovemberDesember

2009JanuariFebruariMaretAprilMeiJuniJuliAgustusSeptemberOktoberNovemberDesember

2010JanuariFebruariMaretAprilMeiJuniJuliAgustusSeptemberOktoberNovemberDesember

2011JanuariFebruariMaretAprilMeiJuniJuliAgustusSeptemberOktoberNovemberDesember

2012JanuariFebruariMaretAprilMeiJuniJuliAgustusSeptemberOktoberNovemberDesember

2013JanuariFebruariMaretAprilMei

2004 - 2013Full Archive

© 2003 - 2013, Adham Somantrie. Bandung and Jakarta, Indonesia.
Built with Bootstrap. Made on Mac.