Are you currently viewing from mobile device? Switch to mobile version!

Adham Somantrie

Digital media communications. MBA student. Techie. Founder of siteo.us. Editor for MakeMac. And also a runner.

hi@adha.ms adhams @adhams @adham adhams Adham Somantrie Adham Somantrie

Inovasi Membuat Dunia Menjadi Lebih Baik

Kalau dipikir-pikir, hidup di zaman kita ini sangat enak, ya? Apalagi bila kita kilas balik ke zaman dahulu kala; Belum ada mobil, listrik, apalagi internet. Pergi ke luar kota harus berjalan kaki selama berhari-hari, minimal naik kuda. Mau mengirim pesan, butuh waktu yang tidak singkat, bahkan bisa berminggu-minggu.

Sejujurnya, kita harus berterima kasih kepada para inovator yang telah membantu membuat hidup kita jauh lebih baik. Terima kasih kepada Thomas Alva Edison yang telah menemukan lampu listrik. Terima kasih kepada Orville dan Wilbur Wright, tanpa mereka mungkin saat ini kita akan naik Zeppelin, itu pun kalau Ferdinand von Zeppelin ada. Juga kepada para inovator lainnya yang jumlahnya terlalu banyak untuk disebut.

Bukan hanya di luar negeri. Di Indonesia pun, kita bisa menyebut banyak nama yang telah sukses sebagai inovator. Ada nama Tirto Utomo, orang yang pertama kali memproduksi dan menjual air putih dalam kemasan. Ada nama Satya Witoelar, orang yang membangun layanan sosial media pertama di dunia yang berbasis lokasi. Dan masih banyak nama lainnya.

Satu pertanyaan yang perlu kita renungkan, “Bisakah saya menjadi seorang penemu juga?”

Jangan buru-buru berkata “Tidak mungkin.” Karena tak ada yang tidak mungkin selama kita yakin dan mau mencoba.  Anda pun bisa kok, menjadi penemu alias inovator. Caranya:

1. Tekuni hobi dan passion Anda secara serius dan mendalam. Karena hobi tidak hanya mendatangkan kebahagiaan pribadi. Tidak jarang sebuah hobi bisa menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain.

2. Cari masalah apa yang paling sering dipermasalahkan orang-orang di lingkungan Anda, tapi sampai saat ini belum ada solusinya.

3. Pikirkan dan cari tahu, ide kreatif apa yang bisa digunakan untuk mengatasi masalah tersebut.

4. Langsung action. Segera wujudkan ide tersebut menjadi sebuah inovasi baru.

Nah, kebetulan saat ini ada sebuah program yang bisa membantu Anda menjadi seorang penemu: DoNetworkID dari Lenovo.

Bila Anda tertarik, coba bentuk tim dari sekarang. Sebab program ini memang mengharuskan seperti itu. Lalu cari dan urun rembug mengenai ide dan proyek inovatif apa yang akan diikutsertakan. Setelah itu, silahkan langsung berpartisipasi dalam DoNetworkID dari Lenovo.

Kabar baiknya adalah, Tim Anda akan dipandu oleh 3 mentor terhandal di Indonesia: Budi Putra (konsultan teknologi), Nurdiansyah (peneliti dan pemerhati pendidikan), dan Onno W Purbo (independent IT writer). Komentar ketiga orang tersebut mengenai program ini bisa dilihat di sini, sini, dan sini.

Pendaftaran dibuka pada 8 Desember 2011 s/d 25 Januari 2012. Sementara Pemilihan peserta favorit dilaksanakan pada 5 s/d 25 Januari 2012. Pemilihan finalis berlangsung pada 26 Januari s/d 29 Februari 2012. Dan, pemenang akan diumumkan pada 1 Maret 2012.

Satu orang bisa mengubah dunia menjadi lebih baik. Namun, dibutuhkan lebih banyak kepala untuk membuat dunia menjadi jauh lebih baik.

Info lebih lanjut mengenai program ini bisa dibaca di laman ini. Siapa tahu, program ini bisa menjadi peluang besar bagi Anda untuk menjadi seorang inovator yang mengubah peradaban dunia menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Ah, iya. Tweeps, jangan lupa untuk dukung program Do Network Indonesia ini dengan Twibbon Do Network Indonesia.

— Adham Somantrie.

2 Comments

Published on 2012-01-09 15:30:23. 1283 views.
Tagged in: lenovo

Siteous & Share Printer Friendly Version Download as PDF

Mega Kuningan Half Marathon

Sabtu (07/01) kemarin, dengan setengah nekad dan setengah tekad saya melakukan lari setengah marathon (half marathon) untuk pertama kalinya. Memang bukan lomba resmi, hanya berlari seorang diri. Mirip Xperiathon, tapi tidak ada kompetisi. Memang untuk tahun 2012 ini, target saya adalah menamatkan lomba lari half-marathon.

Untuk rutenya, saya memilih Kawasan Mega Kuningan karena faktor lokasi yang dekat dengan tempat tinggal saya. Selain itu, juga karena lingkungannya yang cukup kondusif serta cukup sepi dari lalu lintas saat akhir pekan. Video berlari saya di Mega Kuningan pada Februari 2011 ada di sini.

Musim hujan tentunya menjadi momok tersendiri bagi para pelari luar ruangan. Namun cuaca mendung dan hujan gerimis merupakan suatu berkah untuk saya pribadi karena saya tidak akan kepanasan. Bahkan, tetap teduh jika sudah melewati pukul 08.00 pagi.

Jarak terjauh yang pernah saya tempuh adalah saat lomba Adidas KOTR, yakni 16.8 km. Maka saya perlu tambahan sekitar 4 km. Walaupun sepatu Adidas ClimaCool Ride berhasil mengantar saya ke garis finish saat lomba SCSM kategori 10K pada Desember kemarin, namun saya belum yakin kenyamanannya untuk jarak 21K. Untuk itu, saya terpaksa membongkar kardus dan "menghidupkan kembali" Nike Air Turbulence+ yang sudah sobek bagian dalamnya itu. Dengan bantuan selembar plester penutup luka, diharapkan sepatu ini bisa digunakan tanpa gangguan dari plastik cangkang yang sebelumnya selalu menusuk kaki.

Nike Air Turbulence

Hujan memang turun pada malam sebelumnya. Bahkan hingga subuh. Namun sekitar pukul 06.00 WIB saya sudah bisa memulai lari setelah melakukan pemanasan sebelumnya. Untuk mengukur jarak, saya mengandalkan Nike+ Sportband yang sudah dikalibrasi. Tingkat keakuratannya mencapai 97.5%.

21 km tentunya bukan jarak yang dekat untuk pelari amatir, apalagi saya belum pernah mencapai jarak tersebut. Namun, kekuatan fisik hanyalah 10%, 90% sisanya adalah kekuatan pikiran. Saya menggunakan target bertahap: 5K, 10K, 16.8K, dan 21K. Saat start, kejar angka 5K di dalam benak. Setelah 5K tercapai, lalu pusatkan pikiran untuk 10K. Dan seterusnya. Metode ini berhasil untuk saya pribadi untuk menghilangkan persepsi bahwa 21K itu jauh.

Mega Kuningan bukanlah area yang luas. Sekali mengelilinginya hanyalah sekitar 2 hingga 4 km, tergantung variasi rute. Untuk jarak 21K, tentunya saya perlu berlari dengan banyak putaran berulang (looping). Dengan kondisi gerimis halus, tidak banyak yang berlari pada pagi itu. Mungkin saya terlihat seperti orang gila yang terus-menerus berlari mengelilingi Mega Kuningan tanpa henti. Tapi ingatlah, 90% kesuksesan berlari adalah kekuatan pikiran. Jadi konsentrasilah hanya pada lari.

Untuk kebutuhan hidrasi, karena ini bukan lomba resmi, maka tidak ada water station. Sehingga saya harus mampir di warung yang ada di pinggiran Mega Kuningan untuk membeli air minum dalam kemasan botol sehingga bisa saya bawa saat berlari. Ketika air minum habis, maka saya kembali mampir untuk membeli kembali.

Di kantong celana, saya membawa camilan energi (energy bar) untuk asupan nutrisi. Setelah memasuki KM 10, maka saya mengkonsumsi energy bar dan minum sambil berjalan kaki. Karena saya termasuk orang yang makannya lambat, maka "pengisian" ini saya lakukan sekitar 700 m.

Menjelang KM 11, sekitar pukul 07.30 hujan mulai turun dengan deras. Saya terpaksa berteduh di pos parkir gedung terdekat. Sekitar pukul 08.15 hujan sudah mulai reda, dan saya melanjutkan lari.

Di KM 16.8 hingga KM 17.8 saya kembali melakukan "pengisian" sambil berjalan kaki. Setelah itu, tentunya sisa perjalanan sudah tinggal sedikit, kurang dari 3.5 km. Namun realisasinya tidak segampang itu. Walaupun sudah beristirahat dan mengisi tenaga, badan sudah mulai merasa jenuh, kaki pun sudah mulai terasa pegal. Yak, di sini lah kekuatan pikiran itu menjadi penting. Sebelumnya saya sempat hit the wall mau berhenti di KM 15. Namun sebagai penamat KOTR 16.8K tentunya saya tidak boleh menyerah di KM 15.

Hingga akhirnya saya berhasil mencatatkan jarak 21.21 km di Sportband dengan waktu bersih 2:48:03. m/

Pesan moralnya adalah, untuk lari jarak jauh fisik saja tidak cukup, mental juga harus dilatih. Sebelum ini, saya tidak pernah berlari lebih dari 10K pasca Adidas KOTR pada akhir September 2011. Sebelumnya juga saya tidak ada persiapan untuk half-marathon. Inilah alasan mengapa di awal tulisan saya bilang setengah nekad.

Tetapi, walaupun tanpa persiapan yang baik, saya tetap melakukan perhitungan yang baik. Untuk jarak, sebagai penamat Adidas KOTR 16,8K tentunya menambah 4 km masih masuk akal. Untuk fisik, selain istirahat yang cukup, tentunya perlu asupan energi yang cukup. Pengisian tenaga (carbo loading) harus dilakukan sebelum berlari. Dan alat bantu pemantau detak jantung (heart rate monitor) saya anggap penting untuk mengawasi kondisi jantung, agar tidak terlalu dipaksa (over-trained).

Manajemen waktu dan tenaga sangat penting. Saya mengambil KM 10 dan KM 16.8 untuk mengkonsumsi energy bar. Jangan lupa minum air untuk mencegah dehidrasi. Namun jangan terlalu banyak minum air, agar tidak terguncang di dalam perut. Kondisi perut tentunya jangan kosong, namun juga jangan penuh. Tahan kecepatan, terutama di 10KM pertama. Saya menurunkan kecepatan 10-20% guna menghemat energi untuk di paruh kedua.

21K memang bukan jarak yang dekat, waktu tempuh juga tidak sebentar. Para pemula biasanya membutuhkan waktu lebih dari 2 jam, bahkan lebih dari 3 jam. Agar tidak bosan selama berlari, penggunaan iPod sebagai hiburan cukup disarankan.

Pencapaian ini penting secara pribadi sebagai pembuktian (proof of concept) bahwa menamatkan half-marathon itu bukanlah suatu yang mustahil bagi saya sekarang. Ini dapat menjadi motivasi untuk half-marathon berikutnya, termasuk saat berlomba. Jadi saya akan terdorong untuk menyelesaikan 21K jika kembali menyerah di tengah lomba. Juga menjadi perbandingan (benchmark) catatan waktu untuk latihan maupun lomba 21K berikutnya.

Terakhir, karena ini half-marathon perdana bagi saya, maka catatan waktu tidak begitu penting. Yang penting adalah menyelesaikan lari. Untuk catatan waktu, bisa dipertajam di kemudian hari.

Jadi, untuk teman-teman pelari yang saat ini sedang berlatih untuk half-marathon, semoga pengalaman lari half-marathon perdana saya ini dapat memberi semangat. Mari lari!

— Adham Somantrie.

10 Comments

Published on 2012-01-11 05:43:24. 2143 views.
Tagged in: lari run

Siteous & Share Printer Friendly Version Download as PDF

Tangkuban Parahu Trail Run

Melanjutkan kenekatan saya, pada Minggu (08/01), sehari setelah melaksanakan Mega Kuningan Half Marathon, saya bersama rekan-rekan Indo Runners melakukan trail run di Tangkuban Parahu, Jawa Barat.

Berangkat saat subuh bersama-sama dengan segerombolan pelari IndoRunners cabang Jakarta lainnya, lalu berkumpul dengan pelari IndoRunners cabang Bandung sekitar jam 08.00 di Pasteur Hyper Point, Bandung. Selain pelari dari Bandung, Bogor, Jakarta, dan sekitarnya, ternyata ada juga partisipan mancanegara: Lui Dwen-Tjin dan Leong Li-Shan, mahasiswi asal Malaysia yang sedang menimba sumur ilmu di Unpad.

Setelah acara sambut-sambutan dan silaturahmi, seluruh partisipan bersiap-siap. Saya dan beberapa pelari lainnya menyempatkan diri untuk sarapan. Walaupun saya hanya menemui lontong (polos, benar-benar hanya beras dibungkus daun) dan gorengan khas Indonesia. Tentunya tak lupa berfoto.

Sesampainya di Tangkuban Parahu, partisipan sedikit terkejut dengan cuaca yang sangat tidak bersahabat. Saya dan beberapa rekan bahkan sempat tidak berani keluar dari mobil karena hujan, udara dingin, dan angin yang kencang sekali. Badai. Mengerikan!

Tapi untuk apa saya bangun pagi-pagi dan berangkat jauh-jauh dari Jakarta? Setelah membeli jas hujan warna pink, kami berlima pun sepakat untuk keluar mobil dan menghadapi cuaca.

Memang kekuatan pikiran itu  lagi-lagi memegang peranan penting. Dengan niat yang kuat, alhasil cuaca buruk pun tidak menjadi masalah yang besar dalam lari kami.

Kilometer pertama tidak menjadi masalah yang besar. Sudut tidak terlalu curam, hanya tanjakan landai dengan medan yang berbatu. Apalagi hujan sudah mulai reda, sehingga kami bisa melepas jas hujan dan bergerak lebih leluasa tanpanya.

Namun, semua berubah setelah memasuki kilometer kedua. Bebatuan indah dengan jalanan landai sirna. Tergantikan dengan bukit berbatu nan terjal. Sangat terjal. Belum lagi terpaan angin kencang yang selain meniupkan suhu rendah, juga menggoyahkan pijakan kaki para partisipan.

Setelah tanjakan berbatu, trek kembali menurun. Kali ini cukup terbantu dengan banyaknya tumbuhan yang melindungi para pelari dari terpaan angin. Walaupun karena hujan sebelumnya, tentu saja trek menjadi berlumpur, dan pastinya licin. Jika sebelumnya di medan berbatu saya masih bisa leluasa bergerak dengan sepatu Adidas ClimaCool Ride yang ringan dan fleksibel, namun untuk trek licin sepatu ini tidak banyak membantu. Terlebih di turunan. Tak sedikit korban yang terpeleset dan terjatuh, tapi untungnya tidak ada yang terluka parah, hanya lecet-lecet saja.

Setelah menyusuri turunan yang menantang itu, tibalah para peserta di titik henti berikutnya: di bibir kawah! Silakah menikmati video berikut.

Trek pun selesai di titik awal: parkiran mobil. Total jarak sekitar 4 hingga 5 kilometer yang ditempuh secara berjamaah selama 1 jam 20 menit.

Tak cukup sampai di situ. Beberapa partisipan merasa "kurang", apalagi pelari jalan raya. Begitu melihat aspal, mereka secara impulsif memutuskan untuk turun dari parkiran kawah ke gerbang depan dengan berlari. Tidak mau menumpang mobil.

Ya, ya, ya. Saya hanya berlari seperempat jalan, sisanya menumpang mobil. Hahaha. Tentunya setelah menghajar half-marathon dan bongkahan batu Tangkuban Parahu, kekuatan kaki sudah mulai ringkih. Selain itu, sudut jalanan cukup curam, membuat saya sulit untuk menjaga kecepatan berlari. Tentunya ini bisa berdampak buruk terhadap kaki kalau tidak kuat. Jadi, belum tentu jalanan menurun itu menarik bagi pelari.

Hal yang perlu diperhatikan untuk lari trail ini adalah outfit. Penggunaan sepatu tentunya sangat disarankan yang memang jenis trail agar sesuai dengan karakter trek. Saya menggunakan sepatu "jalan raya" yang memang cenderung rata, sehingga tidak banyak membantu di medan licin. Namun, kalau hanya bebatuan dengan medan yang landai, tak ada masalah selama tidak turun hujan. Juga pilih sepatu yang cukup tahan air, karena tidak nyaman berlari dengan sepatu dan kaos kaki basah.

Jaket juga perlu dipertimbangkan. Untuk suhu rendah mungkin ketahanan orang bisa berbeda. Saya masih bisa merasa cukup nyaman hanya dengan menggunakan kaos IndoRunners dan celana pendek. Namun jika turun hujan, tetap perlu jaket yang tahan air. Atau, ya pakai jas hujan.

Namun leher dan kepala saya yang tidak kuat terhadap suhu dingin tersebut. Hal ini bisa menyebabkan pusing serta membuat otot leher menjadi kaku. Jadi saya perlu mempertimbangkan tutup kepala untuk trail berikutnya.

Nutrisi dan logistik juga perlu. Carbo loading dan sarapan sebelum berlari. Karena udara dingin, kadang kita juga perlu kalori tambahan. Energy bar atau pisang juga boleh untuk cemilan di tengah perjalanan. Air minum untuk menghindari dehidrasi. Memang terkesan rutenya pendek, hanya 5K. Namun waktu tempuh yang hampir satu setengah jam juga perlu diperhatikan.

Dan yang pasti, pemanasan (warm-up) dan peregangan (stretching) menjadi sangat perlu untuk suhu dingin dan trek ekstrim ini. Jadi, tidak boleh bandel dan malas untuk pemanasan.

Setelah berhasil menyelesaikan tantangan, kontingen IndoRunners melanjutkan dengan makan siang berjamaah di daerah Punclut.

Terima kasih untuk teman-teman IndoRunners cabang Bandung yang telah mengorganisir acara ini dan mengundang kami. Dan tentunya kami dari IndoRunners cabang Jakarta akan menyambut dengan tangan terbuka jika ada pelari dari luar kota yang ingin bergabung dengan lari jalan raya bergaya urban khas Ibukota.

— Adham Somantrie.

Catatan: Foto-foto diambil oleh Aki Niaki, Bu Yustrida, dan Om Wailan. Video diambil oleh Bu Yustrida.

4 Comments

Published on 2012-01-14 09:34:15. 1741 views.
Tagged in: lari run trail

Siteous & Share Printer Friendly Version Download as PDF

Belanja Daring di Multiply, Bayar Pakai XL Tunai

Masyarakat Indonesia semakin akrab dengan layanan belanja daring (online). Mulai dari situs belanja luar negeri, hingga situs belanja lokal. Situs belanja luar negeri biasanya menerima pembayaran melalui kartu kredit. Sementara toko daring lokal menerima pembayaran dengan pemindahbukuan (transfer) rekening bank, karena penggunaan kartu kredit kurang populer untuk pembayaran belanja daring di Indonesia. Bahkan tak sedikit yang menawarkan layanan pembayaran di tempat pembeli (cash on delivery).

multiply

Multiply adalah salah satu situs pasar daring (online marketplace) yang berkomitmen dengan pasar Indonesia. Selain mengakomodasi transaksi pembayaran melalui pemindahbukuan rekening bank dan PayPal, kini Multiply juga menerima transaksi dengan layanan XL Tunai sejak 31 Januari 2012 sebagai alternatif tambahan untuk memudahkan pelanggan bertransaksi.

Dengan hadirnya pilihan pembayaran XL Tunai, para pengguna layanan seluler XL dapat melakukan transaksi melalui handphone. Sehingga tidak perlu lagi mencari mesin ATM, antri di bank, ataupun menggunakan token untuk transaksi perbankan melalui internet.

Untuk berbelanja di Multiply, tentu saja Anda harus memiliki akun Multiply. Dan untuk melakukan pembayaran dengan XL Tunai, selain menggunakan kartu SIM XL, tentunya harus memiliki saldo XL Tunai yang cukup.

Jika Anda belum mengaktifkan layanan XL-Tunai, Anda cukup melakukan pendaftaran via SMS dengan cara masuk ke menu Transaksi XL Tunai di *123*120# dan pilih menu Belanja Online untuk mendapatkan panduan, atau bisa langsung mengirimkan SMS ke 120.

Kunjungi situs Multiply untuk berbelanja. Saat checkout, pilih opsi XL Tunai sebagai metode pembayaran.

Opsi Pembayaran Multiply

Lalu ikuti petunjuk pembayaran yang disediakan.

Bayar dengan XL Tunai

Setelah prosedur pembayaran selesai, maka status pembayaran di Multiply akan berubah menjadi "Lunas". Selesai!

Pengisian ulang XL Tunai juga mudah. Pengisian ulang dapat dilakukan di semua ATM yang terhubung ke jaringan ATM Prima, Alto ataupun Bersama, dengan menggunakan kartu ATM yang memiliki dana cukup untuk mengisi XL Tunai. Pelanggan menggunakan menu transfer, dengan kode bank: 016 (BII) dan nomor rekening diisi nomor telefon pelanggan yang dituju. Lalu pelanggan akan mendapatkan bukti transaksi dari ATM maupun SMS dari shortcode 120.

Yuk, belanja di Multiply, bayar pakai XL Tunai.

— Adham Somantrie.

1 Comments

Published on 2012-01-31 22:33:01. 1786 views.
Tagged in: belanja multiply online shopping xl

Siteous & Share Printer Friendly Version Download as PDF

Ads

Archive

2004SeptemberOktoberNovemberDesember

2005JanuariFebruariMaretAprilMeiJuniJuliAgustusSeptemberOktoberNovemberDesember

2006JanuariFebruariMaretAprilMeiJuniJuliAgustusSeptemberOktoberNovemberDesember

2007JanuariFebruariMaretAprilMeiJuniJuliAgustusSeptemberOktoberNovemberDesember

2008JanuariFebruariMaretAprilMeiJuniJuliAgustusSeptemberOktoberNovemberDesember

2009JanuariFebruariMaretAprilMeiJuniJuliAgustusSeptemberOktoberNovemberDesember

2010JanuariFebruariMaretAprilMeiJuniJuliAgustusSeptemberOktoberNovemberDesember

2011JanuariFebruariMaretAprilMeiJuniJuliAgustusSeptemberOktoberNovemberDesember

2012JanuariFebruariMaretAprilMeiJuniJuliAgustusSeptemberOktoberNovemberDesember

2013JanuariFebruariMaretAprilMei

2004 - 2013Full Archive

© 2003 - 2013, Adham Somantrie. Bandung and Jakarta, Indonesia.
Built with Bootstrap. Made on Mac.