Are you currently viewing from mobile device? Switch to mobile version!

Adham Somantrie

Digital media communications. MBA student. Techie. Founder of siteo.us. Editor for MakeMac. And also a runner.

hi@adha.ms adhams @adhams @adham adhams Adham Somantrie Adham Somantrie

Sukaria!

Berlari, hobi baru yang saya senangi. Namun tidak salah memang Apple dan Nike membuat sistem Nike+ iPod, karena berlari akan lebih ceria jika ditemani dengan alunan musik. Apalagi untuk durasi yang cukup lama, misalnya di atas 30 menit, berlari tanpa musik terkadang membuat bosan. Yang pada akhirnya kebosanan itu bisa membuat kita malas untuk terus melanjutkan lari. Berlari sambil mendengarkan musik bisa membuat kita untuk tetap bersemangat.

Ada beberapa senarai main (playlist) yang saya buat khusus untuk berlari. Bahkan terkadang spesifik untuk durasi atau jarak tertentu. Umumnya saya mengumpulkan semua lagu yang saya sukai untuk menemani saya berlari di sebuah senarai, lalu memainkannya secara acak (shuffle).

Salah satu lagu yang cocok untuk menemani lari saya adalah Sukaria!.

Yang hebatnya, Anda tidak akan menemukan lagu ini di toko-toko musik. Melainkan dapat diunduh di situs Multiply milik Fay. Sesuai dengan judulnya, lagu ini mencoba untuk membuat para pendengarnya merasa riang gembira dan bersukaria. Tentunya rasa sukaria yang Anda inginkan saat berlari agar dapat semakin jauh dan semakin kencang. Selain raga yang sehat, juga perlu jiwa yang sehat. Jadi, mari berolahraga (apapun olahraganya) dengan sukaria.

Jika lagu ini disediakan secara cuma-cuma untuk diunduh, tidak ada salahnya mendukung dengan berlangganan RBT kan? Untuk pelanggan XL, silakan ketik SMS "SUKA1" lalu kirim ke 1818 untuk berlangganan RBT di ponsel Anda.

Selamat ulang tahun, Maylaffayza! Kapan meluncurkan single terbaru?

4 Comments

Published on 2011-07-11 22:01:30. 4149 views.
Tagged in: lari nikeplus run sukaria

Siteous & Share Printer Friendly Version Download as PDF

Asuransi Kebun Binatang Ragunan

Minggu (17/07) pagi kemarin, saya bergabung dengan teman-teman pelari untuk berlari pagi di Kebun Binatang Ragunan. Selain mencari suasana yang berbeda, juga tentunya lebih segar karena banyak pohon dan lebih sepi karena tidak banyak pesepeda pada gelaran car free day di Jalan Sudirman. Selain itu, aksesnya juga cukup mudah. Saya yang dari seputaran Mega Kuningan cukup menggunakan transportasi TransJakarta Busway. Dan dari Terminal Busway Ragunan tinggal berjalan kaki saja ke Kebun Binatang Ragunan ini.

Tentunya sebagai warga negara yang baik, saya perlu membeli karcis masuk untuk membantu pembiayaan operasional fasilitas publik ini. Beberapa meter dari terminal tersedia loket pembelian karcis. Tarifnya adalah Rp.4.000,- untuk dewasa dan kalau tidak salah Rp.2.000,- untuk anak-anak. Juga tertulis tarif asuransi sebesar Rp.500,- Di kantung saya awalnya ada tiga lembar uang kertas nominal Rp.2.000,-, namun kini hanya tinggal dua lembar saja karena satu lembar sudah digunakan untuk membayar karcis busway.

Saya menyodorkan dua lembar uang dua-ribuan itu ke petugas loket. "Kurang, Pak" jawabnya. Lalu saya terpaksa mengeluarkan dompet dari dalam tas dan memberikan selembar uang lima puluh ribuan. Selesai, tanpa banyak masalah.

Namun, setelah saya pikir kembali. Apakah ini salah satu strategi untuk "memaksa" pengunjung untuk membeli asuransi? Tentunya, sebagai penyedia fasilitas publik, pengelola Kebun Binatang Ragunan ini perlu (bahkan, harus) menyediakan asuransi pada pengunjungnya sebagai perlindungan konsumen. Apalagi resiko yang ada juga cukup berbahaya. Misalnya ketika ada binatang buas yang lolos keluar dari kandangnya.

Jika memang setiap pengunjung wajib membeli dan diberikan asuransi, mengapa tidak digabungkan saja tarif dan karcisnya (bundling)? Misalnya harga karcis menjadi Rp.4.500,- tetapi sudah termasuk asuransi. Bahkan tidak perlu ada karcis tambahan (satu karcis saja), yang artinya lebih hemat dari sisi produksi dan lebih ramah lingkungan.

Tapi kalau memang tidak wajib untuk membeli asuransi, maka pengunjung berhak untuk membeli karcis tanpa asuransi. Yang artinya, petugas loket tersebut tidak berhak menjawab "Kurang, Pak" ketika saya menyodorkan dua lembar uang dua ribuan itu.

Rp.500,- memang relatif kecil dan tidak berharga bagi kalangan tertentu. Tetapi Kebun Binatang Ragunan ini juga bukanlah sebuah tempat rekreasi yang mewah. Kebun binatang ini merupakan fasilitas publik yang dapat digunakan oleh berbagai kalangan. Bisa jadi, bagi beberapa kalangan, uang Rp.500,- tersebut cukup berat.

Adham Somantrie.

4 Comments

Published on 2011-07-18 20:31:03. 2354 views.
Tagged in: asuransi lari ragunan run

Siteous & Share Printer Friendly Version Download as PDF

XL Network Rally 2011

Melanjutkan kesuksesan XL Network Rally 2010, pihak XL Axiata kembali menggelar program XL Network Rally 2011 pada Sabtu (23/07) dan Minggu (24/07) kemarin. Sedikit berbeda dengan XL Network Rally 2010, tahun ini para blogger Jakarta dan Bandung berangkat menuju Semarang menggunakan kereta api dari Stasiun Gambir. Tak tanggung-tanggung, disediakan gerbong eksklusif Kereta Wisata Nusantara yang konon sering digunakan oleh seorang pengusaha berkumis untuk mudik bersama istrinya. Pun, kereta itu dilengkapi dengan jaringan wi-fi untuk berinternet.

Selusin blogger dilepas oleh Ibu Dian Siswarini (Direktur Teknologi dan Layanan PT. XL Axiata, Tbk.) sebelum keberangkatan di Sabtu pagi yang cerah itu. Walau tubuh layu dan mata sayu tidak mengurangi keriaan. Memang pada Jumat (22/07) saya harus menunaikan ujian akhir semester (UAS) di Bandung hingga pukul 22.45 WIB dan berangkat ke Jakarta pukul 23.45 WIB. Sampai di Jakarta sekitar pukul 02.45 WIB sementara pukul 05.00 WIB sudah harus bertolak ke Stasiun Gambir. Tapi ini kan gelaran yang cuma diadakan sekali dalam setahun!

Di dalam gerbong yang mewah ini, penumpang dihibur dengan iringan musik baik oleh "pengamen" juga oleh sistem hiburan karaoke yang tersedia. Peserta juga asyik-masyuk dengan permainan yang diadakan oleh penyelenggara, mulai dari menyusun gambar hingga petualangan memecahkan teka-teki. 6 jam perjalanan yang menghibur, apalagi ditambah dengan sajian sarapan, kudapan, hingga makan siang! Oh iya, tak lupa kudapan kerupuk melarat di Cirebon!

Bukanlah netizen sejati kalau tidak menggunakan internet musafir(mobile) dengan ponsel maupun gawai(gadget) lain. Tentunya peserta acapkali "pletak-pletuk" papan ketik komputer atau ponsel, maupun "menutul-nutul" layar sentuh gawainya untuk mengakses internet, baik menggunakan koneksi seluler maupun jaringan nirkabel (wi-fi) yang tersedia.

Walaupun kini sudah beralih profesi, tapi kali ini saya kembali berhadapan dengan TEMS Investigation. Ya, perangkat lunak untuk mendiagnosa kondisi jaringan seluler. Selain uji jaringan secara pengalaman pengguna (user experiential), tentunya perlu ada pengujian secara teknis maupun statistis.

Sekitar pukul 15.00 WIB, kereta tiba di Stasiun Tawang Semarang. Rombengan Rombongan XL NetRally pun disambut oleh Mbak Ira —Head of Corporate Communications XL— yang sudah lebih dulu tiba di Semarang karena mengikuti XL NetRally pada hari sebelumnya bersama wartawan. Diiringi rintihan rintik hujan rombongan menaiki bis menuju Hotel Gumaya Tower yang megah itu. Setelah mendaftar sebagai tamu hotel dan bergabung dengan kontingen dari kota lainnya —Surabaya, Jogjakarta, Solo— sebagian besar peserta melanjutkan keriuhan menuju Toko Oen untuk berwisata kuliner. Sementara saya dengan wajah lesu tubuh layu dan mata sayu akhirnya menyerah dan terdampar di kamar hotel.

Setelah magrib, rombongan lengkap berkumpul di lobby Hotel Gumaya dan dimobilisasi menuju Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) untuk mengikuti gelaran #obsat (Obrolan Langsat) yang merupakan pertama kali diadakan di Jawa Tengah dan kedua kali diadakan di luar Jakarta. Dibawakan oleh Ndorokakung dan Mbak Ira, kali ini #obsat bersama XL dan Polri mengambil tema mudik asik. Ini yang menarik, pihak kepolisian pun turut! Yang lebih menarik lagi adalah perwakilan dari NTMC (National Traffic Monitoring Centre), yakni Briptu Eka Frestya dan Brigadir Avvy Olivia! Anda mesti sudah familiar dengan wajahnya yang acapkali tayang di layar kaca.

Selain topik berlalu lintas dan persiapan mudik, juga ada presentasi dari pihak XL mengenai persiapan jaringan untuk mengantisipasi mudik. Ada juga perwakilan OtoBlogger Indonesia (OBI) yang melakukan XL Network Rally dengan touring menggunakan sepeda motor dari Jakarta menuju Semarang. Selain memantau kondisi jalanan dan lalu lintas mereka juga memantau kondisi sinyal XL di beberapa titik sepanjang jalur mudik Jakarta-Semarang. Luar biasa, ini baru pengendara sepeda motor sejati! Satu lagi, OBI bahkan memberikan rekomendasi berdasarkan hasil pantauan mereka!

Kembali ke Briptu Eka dan Brigadir Avvy, sesuai prediksi bahwa sebagian besar (terutama kaum pria) terperangah dengan kedua makhluk ini. Tak ayal, sebelum dan setelah bincang-bincang di panggung, keduanya dikerubuti oleh para pengunjung yang ingin mengabadikan momen bersama dalam jepretan gambar.

Setelah acara obsat berakhir, para blogger pun kembali ke hotel. Tidak, ternyata sebagian besar masih ingin melanjutkan keriaan dan keriuhan hari ini. Beberapa ada yang berbincang santai di beranda hotel, namun sebagian lagi mengevakuasi diri secara massal ke Taman KB. Saya memilih untuk tidak meninggalkan hotel, walaupun sebenarnya hati ingin sekali melanjutkan keriuhan, tetapi logika mendominasi karena hari esok masih memiliki agenda yang panjang.

Bangun pagi, sekitar pukul 6.00 WIB saya turun dari kamar untuk sarapan bersama beberapa peserta lain dan juga tamu dari NTMC (ya, termasuk kedua brigadir ayu itu). Beberapa peserta ada yang memilih untuk tidak menikmati fasilitas sarapan yang disediakan hotel tetapi memilih sarapan di jalanan Kota Semarang yang lebih khas. Termasuk kesempatan untuk memotret wajah Semarang di pagi hari.

Setelah semua selesai mandi, sarapan, jalan-jalan, dan beberes, maka seluruh peserta memulai rangkaian acara hari kedua yang diawali dengan wisata misteri sejarah ke Lawang Sewu. Walaupun terkesan sama dengan tahun lalu, ternyata kini Lawang Sewu sudah berbenah, aura mistis sudah banyak berkurang seiring dengan dilakukannya renovasi (bukan restorasi). Sebagian peserta pun mencoba "wahana" berwisata di dalam lantai bawah tanah yang gelap dan lembab. Tentunya ditemani oleh pemandu yang informatif. Selain "wisata mistis" di bawah tanah, Lawang Sewu yang masih dalam proses renovasi ini pun sekarang jauh lebih indah dan terawat. Para narablog foto maupun fotografer tentu tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini. Misalnya Ikhlasul Amal yang sampai tertinggal rombongan karena terlalu asik berfoto.

Lanjut ke lokasi wisata berikutnya, yakni Kuil Sam Poo Kong yang tentunya bernuansa oriental. Konon ini adalah kuil terbesar di Kota Semarang yang dulunya berada di tepi laut, tempat berlabuhnya Laksamana Cheng Ho. Kuil ini tentunya tak kalah menarik untuk dikunjungi, dan pastinya untuk diabadikan dalam jepretan gambar, termasuk instagram.

Dan acara ditutup dengan wisata kuliner Soto Pak Man, lengkap dengan Es Cendol Duren yang mampu mendinginkan cuaca Semarang yang terik, sebelum bertolak pulang ke kota masing-masing.

Saya beserta teman-teman rombongan Jakarta dan Bandung pun terbang pulang menuju Cengkareng. Hingga kemudian berpisah menuju kediaman masing-masing.

Akhir kata, saya mengucapkan terima kasih untuk teman-teman, peserta, panitia, XL, dan semua pihak yang terlibat dalam gelaran XL Network Rally 2011 ini. Semoga tali silaturahmi kita akan terus terjalin, tidak terhenti sampai di sini saja.

Adham Somantrie (@adhams)

Kredit: Sebagian foto adalah hasil jepretan Priyadi.

4 Comments

Published on 2011-07-29 09:52:37. 3615 views.
Tagged in: gelaran jalan-jalan mudik xl xlnetrally

Siteous & Share Printer Friendly Version Download as PDF

Ads

Archive

2004SeptemberOktoberNovemberDesember

2005JanuariFebruariMaretAprilMeiJuniJuliAgustusSeptemberOktoberNovemberDesember

2006JanuariFebruariMaretAprilMeiJuniJuliAgustusSeptemberOktoberNovemberDesember

2007JanuariFebruariMaretAprilMeiJuniJuliAgustusSeptemberOktoberNovemberDesember

2008JanuariFebruariMaretAprilMeiJuniJuliAgustusSeptemberOktoberNovemberDesember

2009JanuariFebruariMaretAprilMeiJuniJuliAgustusSeptemberOktoberNovemberDesember

2010JanuariFebruariMaretAprilMeiJuniJuliAgustusSeptemberOktoberNovemberDesember

2011JanuariFebruariMaretAprilMeiJuniJuliAgustusSeptemberOktoberNovemberDesember

2012JanuariFebruariMaretAprilMeiJuniJuliAgustusSeptemberOktoberNovemberDesember

2013JanuariFebruariMaretAprilMei

2004 - 2013Full Archive

© 2003 - 2013, Adham Somantrie. Bandung and Jakarta, Indonesia.
Built with Bootstrap. Made on Mac.