Are you currently viewing from mobile device? Switch to mobile version!

Adham Somantrie

Digital media communications. MBA student. Techie. Founder of siteo.us. Editor for MakeMac. And also a runner.

hi@adha.ms adhams @adhams @adham adhams Adham Somantrie Adham Somantrie

Orientasi pada Proses dan Hasil

Orientasi pada proses atau hasil? tergantung siapa yang melakukannya dan siapa yang meminta. Ada beberapa orang yang berorientasi pada hasil, namun ada juga orang yang menganggap proses itu lebih penting daripada sekedar hasil.

Pada pekerjaan, mungkin lebih banyak orang yang berorientasi kepada hasil. Yang penting selesai dan sesuai permintaan. Ini bisa jadi disebabkan karena pekerjaan orang itu ditarget. Ya, hasilnya harus sesuai dengan target yang diberikan. Apalagi sang pemberi tugas tersebut tidak mendefinisikan dengan pasti spesifikasi proses kerjanya.

Namun jika memang pekerjaan itu menuntut hasil yang sesuai dengan target, tidak bisa juga kita mengandalkan prosesnya. Percuma prosesnya berjalan dengan sempurna namun jika hasilnya tidak memenuhi target yang diberikan. You are paid to achieve the target.

Namun, tidak selamanya hasil itu yang paling utama. Terkadang kita mendapat lebih banyak manfaat dari melakukan proses pekerjaan itu daripada hasil yang didapat. Bahkan, terkadang hasilnya sama sekali tidak memuaskan: nol besar.

Hasil yang nol besar atau bahkan minus ini belum berarti kita rugi. Bisa jadi dari proses pekerjaan tersebut ada banyak hal yang bisa kita ambil, baik secara moril maupun materil.

Bisa jadi, sebuah riset yang kita lakukan setelah 3 tahun mengalami jalan buntu. Segala pengorbanan dan usaha yang kita lakukan berakhir sia-sia. Gagal tanpa hasil. Kerugian besar jika dilihat dari sudut pandang hasil. Namun jika dilihat dari sudut pandang proses, tentu sedikit atau banyak akan ada hal-hal kecil yang tidak kita sadari sebagai sebuah "produk" dari sekian banyak riset-riset kecil yang ada di dalam program riset besar tersebut. Tinggal bagaimana kita menyikapi "produk" ini dan memanfaatkannya.

Bahkan, definisi gagal tersebut bisa saja relatif. Mungkin gagal tersebut karena tidak sesuai dengan target yang ditetapkan pada awal. Namun, bisa jadi hal tersebut tidak gagal jika dilakukan di lain waktu. Seperti jika Anda menjual produk yang terlalu canggih yang belum bisa diterima pasar saat ini, namun produk serupa akan meledak dipasaran beberapa tahun ke depan.

Everything is changing. The good one goes better, the bad one goes worse.

Dalam kehidupan juga seperti itu. Dalam filosofi pribadi saya, yang penting usaha dan prosesnya, soal hasil itu urusan nanti. Toh, setiap manusia pasti menuju ke hasil akhirnya, yakni kematian. Namun, yang akan diukur adalah proses yang dilakukan dalam menuju hasil akhir tersebut: apa yang kita lakukan selama hidup.

Berani untuk sukses, berarti berani untuk gagal juga. Toh, dalam memulai sesuatu, kita akan dibayangi oleh keberhasilan dan kegagalan. Jangan takut gagal atau salah, toh seperti dalam tulisan saya yang lain: manusia itu wajar jika berbuat kesalahan. Yang terpenting adalah bagaimana kita menyikapi dan bertanggung jawab atas kesalahan atau kegagalan kita di masa lalu. Dan tentunya selain mengambil hikmahnya, jangan sampai kita mengulangi kesalahan tersebut di masa mendatang. No body is perfect, but we have to learn. Illuminate your life, brighten your life.

Tak selamanya kita harus berorientasi pada hasil, ataupun pada proses saja. Tentu saja alangkah baiknya jika kita bisa mendapat manfaat dari prosesnya dan dari hasilnya juga.

Bagaimana menurut Anda? apakah Anda lebih berorientasi pada hasil, atau pada proses?

Adham Somantrie.

6 Comments

Published on 2010-05-14 08:32:40. 3930 views.
Tagged in:

Siteous & Share Printer Friendly Version Download as PDF

QuickTime X dan QuickTime Pro di Snow Leopard

QuickTime Pro - QuickTime X - Snow Leopard

Para pengguna Mac OS X Snow Leopard (10.6) tentu terhibur dengan QuickTime X baru yang cantik. Tampil dengan nuansa gelap, minimalis dan modern. Tanpa nuansa logam sikatan yang terkesan kuno dan konservatif di 2010. Namun, bagi pengguna yang sudah terbiasa dengan QuickTime Pro tampaknya akan sedikit kecewa.

Fitur "Pro" ternyata tidak terdapat pada QuickTime X, kecuali pemotongan video (trimming) dan ekspor yang terbatas. Fungsi untuk mengambil audio dari berkas audio-video tidak ada. Pun, QuickTime X tidak bisa bekerja sama dengan Perian, sungguh menyedihkan bagi pengguna format multimedia alternatif.

Untuk itu, pengguna diharuskan untuk menambahkan sendiri aplikasi QuickTime 7. Tentunya fitur Pro hanya diberikan kepada pengguna yang memiliki lisensi QuickTime Pro.

Tenang, Apple sebenarnya telah menyediakan QuickTime 7 pada DVD instalasi Snow Leopard, termasuk DVD yang disertakan dalam paket pembelian Mac.

Jadi, langsung saja masukkan DVD tersebut. Lalu buka folder "Optional Installs" dan klik ganda pada berkas Optional Install.mpkg. Nah, pilih "QuickTime 7", atau sekalian beberapa komponen lain yang Anda inginkan. Selesaikan instalasi.

Aplikasi QuickTime Player 7 akan tersimpan pada /Applications/Utilites. Dan selamat menggunakan QuickTime 7.

Untuk QuickTime Pro, tentu saja Anda harus memiliki lisensi yang valid. Buka aplikasi QuickTime Player 7, lalu pilih menu "QuickTime Player 7" - "Registration" untuk memasukkan informasi lisensi QuickTime Pro Anda.

0 Comments

Published on 2010-05-18 14:59:44. 1878 views.
Tagged in:

Siteous & Share Printer Friendly Version Download as PDF

Integrasi TweetDeck dan Siteous

siteous tweetdeck integration
TweetDeck merupakan aplikasi klien twitter yang sangat populer. Dan, menginjak versi 0.34, TweetDeck Desktop ada sebuah fitur yang cukup monumental bagi saya: dukungan terhadap penyedia URL pendek lain. Bagi pemilik layanan URL pendek dan juga penggunanya, ini merupakan kabar gembira. Karena proses pemendekan dapat dilakukan langsung secara otomatis oleh TweetDeck Desktop, tentunya menggunakan layanan URL pendek pilihan masing-masing pengguna.

Termasuk bagi Anda para pengguna siteous yang saya hormati. Anda kini sudah dapat mengintegrasikan layanan URL pendek dari siteous pada TweetDeck.

Jika Anda masih menggunakan TweetDeck Desktop sebelum versi 0.34, mutakhirkan TweetDeck Anda terlebih dahulu. Lalu, ikuti langkah-langkah di bawah ini untuk menggunakan siteous pada TweetDeck Desktop.

Di aplikasi TweetDeck Desktop, masuk ke bagian konfigurasi dengan menekan tombol Settings di bagian kanan atas jendela TweetDeck (ya, bergambar kunci inggris). Lalu pilih opsi Services yang ada di sebelah kiri. Nah, pada kotak pilihan yang ada di sebelah kiri "Select the service you wish to use to shorten URLs", pilih Other.

Setelah itu, akan muncul tulisan "Other URL Shortening Endpoint" dan sebuah kotak teks di sebelah kanannya. Masukkan alamat berikut pada kotak teks tersebut:

http://siteo.us/core.api/?url=%@

Lalu klik tombol Save Settings untuk menyimpan perubahan tersebut.

Aktifkan pilihan Auto URL Shortening yang ada di kotak input saat ingin mengirim berita. Dan, URL panjang yang ada di kotak tersebut akan dipendekkan menggunakan layanan siteous secara otomatis.

Jika Anda tidak ingin pemendekan dilakukan secara otomatis, tidak perlu aktifkan pilihan Auto URL Shortening tersebut. Tetapi Anda harus mengklik setiap URL yang ingin dipendekkan.

siteo.us/adham

Referensi: Siteous Blog: Siteous and TweetDeck.

PS: Sampai tulisan ini diturunkan, baru TweetDeck edisi Desktop yang mendukung "Custom Short URL Service". Sementara edisi iPhone, iPod Touch, dan iPad belum bisa. Semoga ke depannya seluruh edisi TweetDeck bisa menggunakan layanan siteous.

4 Comments

Published on 2010-05-24 10:22:59. 4390 views.
Tagged in:

Siteous & Share Printer Friendly Version Download as PDF

Nomor Telepon Sebagai Identitas

Di era informasi dan telekomunikasi saat ini, nomor telepon dan alamat email adalah salah satu identitas penting yang kita gunakan. Ya, seiring gaya hidup urban dan musafir (mobile), alamat fisik menjadi tidak relevan lagi. Di samping itu, ada juga informasi kontak lain: nomor identifikasi pribadi (PIN) layanan BlackBerry, atau identitas layanan Yahoo!.

Dalam industri telekomunikasi, identitas yang kita sorot dalam beberapa tahun belakangan ini adalah nomor telepon. Bagi sekelompok orang, mengubah nomor teleponnya berarti malapetaka besar: orang tersebut harus menginformasikan perubahan itu ke seluruh kerabatnya, dan itu bukanlah yang yang gampang.

Namun, ada beberapa hal yang memaksa kita untuk merubah nomor telepon. Misalnya kita kehilangan ponsel ataupun hanya kartu SIM-nya saja. Namun dengan adanya pendaftaran pengguna prabayar, sekarang sudah mungkin untuk menerbitkan kartu SIM baru dengan nomor yang sama. Alasan yang paling utama adalah, keadaan yang memaksa orang untuk tidak menggunakan kartu SIM itu lagi: pindah penyedia layanan telekomunikasi, atau pindah ke lokasi lain (luar negeri atau luar kota).

Untuk pengguna layanan telepon yang berbasis area kota (fixed wireless), karena nomor teleponnya menggunakan kode area, sehingga jika digunakan di kota lain harus mengubah nomor teleponnya. Untuk para musafir yang tidak menetap di satu kota, tentu saja tidak bisa memiliki sebuah nomor telepon sebagai "identitas yang absolut". Mungkin solusi bagi para musafir ini adalah dengan menggunakan layanan telepon seluler yang bisa aktif secara nasional.

Jika nomor telepon seluler ini telah menjadi sebuah identitas bagi seseorang. Artinya, orang itu akan terus mempertahankan nomor tersebut selama memungkinkan bagi dirinya. Ini menjadi sebuah keuntungan bagi penyedia layanan telepon seluler (operator), karena orang-orang seperti ini akan menjadi pelanggan yang setia. Tentu saja, selama di Indonesia belum diberlakukan number portability yang memungkinkan orang untuk menggunakan nomor telepon yang sama walaupun berpindah operator.

Agnes BlackBerry

Namun, sejak era internet musafir (mobile internet) meledak, nomor telepon hampir tidak diacuhkan lagi. Kalah populer secara fungsi oleh identitas lain: twitter ID, BB PIN, alamat email, Yahoo! ID, dan sebagainya. Artinya, orang dapat berpindah operator layanan internet musafir tanpa perlu takut identitasnya berubah. Coba ingat slogan salah satu iklan operator: "Pindah sekarang juga, PIN BB-mu tetap sama".

Apalagi bagi para pengguna internet musafir yang aktif, komunikasi tradisional telepon dan SMS jauh berkurang, bahkan mendekati nol.

Sehingga, alasan orang untuk berpindah layanan semakin kuat jika ternyata layanan dari penyedia yang digunakannya tidak memuaskan. Tidak ada lagi alasan menggunakan operator A karena keluarga dan teman-temannya banyak menggunakan operator A sehingga biaya telepon dan SMS bisa lebih murah karena sesama operator.

Bagi operator, fenomena ini tentu berpotensi buruk. Akan banyak pengguna layanan yang menjadi "kutu loncat", berganti-ganti operator sesukanya karena para kutu ini tidak peduli terhadap nomor telepon mereka selama identitas internet mereka masih tetap sama. Operator kehilangan daya ikat mereka.

Namun tentunya, kita belum bisa lepas 100% dari komunikasi tradisional seperti telepon dan SMS. Sehingga bagi beberapa orang (atau dalam kasus tertentu), nomor telepon masih menjadi identitas utama. Apalagi mengingat kualitas layanan internet musafir di Indonesia belum memuaskan.

Adham Somantrie, ST.

8 Comments

Published on 2010-05-26 08:56:06. 3124 views.
Tagged in:

Siteous & Share Printer Friendly Version Download as PDF

Ads

Archive

2004SeptemberOktoberNovemberDesember

2005JanuariFebruariMaretAprilMeiJuniJuliAgustusSeptemberOktoberNovemberDesember

2006JanuariFebruariMaretAprilMeiJuniJuliAgustusSeptemberOktoberNovemberDesember

2007JanuariFebruariMaretAprilMeiJuniJuliAgustusSeptemberOktoberNovemberDesember

2008JanuariFebruariMaretAprilMeiJuniJuliAgustusSeptemberOktoberNovemberDesember

2009JanuariFebruariMaretAprilMeiJuniJuliAgustusSeptemberOktoberNovemberDesember

2010JanuariFebruariMaretAprilMeiJuniJuliAgustusSeptemberOktoberNovemberDesember

2011JanuariFebruariMaretAprilMeiJuniJuliAgustusSeptemberOktoberNovemberDesember

2012JanuariFebruariMaretAprilMeiJuniJuliAgustusSeptemberOktoberNovemberDesember

2013JanuariFebruariMaretAprilMei

2004 - 2013Full Archive

© 2003 - 2013, Adham Somantrie. Bandung and Jakarta, Indonesia.
Built with Bootstrap. Made on Mac.