Are you currently viewing from mobile device? Switch to mobile version!

Adham Somantrie

Digital media communications. MBA student. Techie. Founder of siteo.us. Editor for MakeMac. And also a runner.

hi@adha.ms adhams @adhams @adham adhams Adham Somantrie Adham Somantrie

Apple iPad

Lama tidak berjumpa. Tahun 2010 sudah sekitar 4 minggu berjalan, namun saya belum menurunkan satu pun artikel. Inilah artikel perdana saya di tahun 2010 . Pada 27 Januari 2010 (atau 28 Januari 2010, 01.00 WIB) Apple menggelar sebuah perhelatan di Yerba Buena Center, San Francisco, untuk meluncurkan karya terbaru mereka. Saya sendiri sebenarnya menunggu detik-detik peluncurannya dan telah berada di depan komputer untuk menyaksikan liputan langsung (live coverage). Tetapi apa daya, karena waktunya tengah malam, ternyata mata pun menyerah satu jam sebelum acara di mulai. Dan, mari kita sambut produk mutakhir dari Apple Inc, iPad.

iPad

iPad, bisa dibilang merupakan sebuah iPod Touch yang berukuran lebih besar. Dilengkapi dengan layar berteknologi IPS 9,7 inci dan memiliki resolusi 1024x768 piksel. Tentu saja berkemampuan sentuh-jamak (multi-touch). Karena untuk mengoperasikannya langsung dengan sentuhan jari tanpa stylus. Selain on-screen keyboard, pengguna juga dapat menggunakan keyboard eksternal dengan konektivitas bluetooth. Sementara untuk bagian belakangnya, tampaknya menggunakan bahan aluminum seperti pada MacBook Pro dan PowerBook Aluminum. Tidak seperti iPod Touch yang menggunakan stainless steel mengkilap yang rentan baret dan sidik jari.

Tentu saja semua iPad dilengkapi konektivitas Wi-Fi untuk berinteraksi dengan jaringan. Selain iPad WiFi, juga ditawarkan iPad WiFi + 3G. Tentu saja untuk versi yang dilengkapi dengan 3G memiliki kemampuan seluler GSM/EDGE dan UMTS/HSDPA, namun hanya untuk komunikasi data saja, bukan suara. Selain itu, versi 3G juga dilengkapi dengan A-GPS.

Apple mengklaim iPad responsif dan gegas berkat prosesor Apple A4 1GHz anyar mereka. Selain gegas, Apple mengklaim prosesor ini hemat daya, sehingga iPad mampu bekerja hingga 10 jam. Untuk pengisian baterai, sama seperti iPod, menggunakan koneksi USB yang dapat disambungkan ke komputer ataupun ke adaptor USB. Jika adaptor USB untuk iPod hanya berkapasitas 5V/1A (5 watt), maka adaptor USB yang disertakan pada paket penjualan iPad adalah berkapasitas 10 watt (5V/2A). Jika Apple menyertakan adapter berkapasitas tinggi sebagai standar, artinya pengisian melalui port USB di komputer akan lambat sekali (maksimum 5V/500mA = 2.5W)

Produk ini diposisikan sebagai perangkat yang berada di tengah-tengah antara MacBook dan iPod Touch/iPhone. Posisi yang selama ini diisi oleh netbook. Steve Jobs sendiri menganggap netbook tidak pantas mengisi posisi ini. Netbook adalah notebook murah yang dikebiri.

Karena kelas ini umumnya digunakan untuk konektivitas internet dan komputasi sederhana, perangkat ini pun dilengkapi iPhone OS 3.2. Seluruh kemampuan iPod Touch tentu saja mampu dilakukan iPad. Aplikasi dapat berjalan full-screen, maupun dengan resolusi aslinya, sesuai kemauan pengguna. Bahkan aplikasi bawaan iPad lebih kaya daripada iPhone/iPod Touch.

Internet, browsing, dan surel (email) tentu perkara kecil untuk iPhone OS. Kemampuan PIM (personal information manager) juga tidak perlu diragukan lagi. Kemampuan musik iPod juga diintegrasikan dengan tampilan layaknya iTunes di komputer. iTunes Store dan App Store, langsung dapat diakses dari iPad. Maps, tentu saja ada, walaupun tidak praktis menggunakan perangkat 10 inci sebagai alat bantu navigasi. Namun di sisi lain, peta berukuran 9,7 inci tentu akan lebih informatif. Video dan YouTube juga tersedia. Mudah-mudahan saja Apple tidak cukup gila untuk mengintegrasikan sistem Nike+ pada iPad. Kan repot kalo lari sambil nenteng iPad.

Selain itu, iPad juga cocok untuk membaca buku elektronik (e-books). Seperti Amazon Kindle. Untuk itu pula Apple pun merambah dunia penerbitan buku dengan iBooks dan iBookstore. Kita lihat saja nanti bagaimana reaksi Amazon. Dan, siapa yang akan menang dalam kompetisi ini.

Bagaimana untuk bekerja dengan dokumen kantor? Apple telah mempersiapkan Multi Touch iWork untuk iPad. Aplikasi ini terdiri dari Keynote, Pages, dan Numbers yang didesain khusus untuk iPad. Dan ditawarkan masing-masing seharga USD 9.99.

Tampaknya pengguna netbook akan banyak yang beralih ke iPad. Tentu saja pengguna netbook yang sesuai dengan pasar netbook. Bukan pengguna notebook yang ingin murah dan ukuran ringkas. Karena pada dasarnya netbook diciptakan untuk segmen internet lifestyle. Karena itulah iPad, internet pad, sesuai filosofi di awal kelahiran iMac: internet Mac.

Oh, iya. Jangan pesimis dengan kemampuan 3G (seluler) iPad. Tidak seperti iPhone, iPad 3G tidak terbatas hanya kepada operator tertentu. Anda bisa menggunakan semua layanan seluler GSM/3G tanpa ada batasan. Dan tidak dengan subsidi, juga tidak terikat kontrak. Sehingga produk ini harusnya dapat tersebar ke seluruh dunia dengan lancar. Hanya saja, kabarnya slot yang tersedia adalah micro-SIM, sehingga berbeda ukurannya dengan kartu SIM/USIM pada umumnya.

Ooooppss! Tapi ini iPad kok gak ada kameranya sama sekali ya? Baik untuk foto di bagian belakang, maupun di bagian depan sebagai webcam.

Satu hal lagi yang disayangkan, yakni bingkai di sekeliling layar (bezel), tampak sangat besar/tebal sekali. Namun perlu juga dipertimbangkan fungsinya sebagai tempat pegangan. Anda tentu tak ingin menyentuh layar secara tidak sengaja karena iPad minim bingkai.

Untuk harga, Apple membanderol USD 499, USD 599, dan USD 699 masing-masing untuk versi Wi-Fi dengan kapasitas 16GB, 32GB, dan 64 GB. Sementara untuk versi yang dilengkapi dengan 3G ditawarkan lebih mahal USD 130 (USD 629, USD 729, dan USD 829).

Tertarik? Keren, tapi iDon't need it . Eh, tunggu dulu, iPad baru akan tersedia 2 bulan setelah peluncuran, dan versi 3G tersedia 1 bulan lebih lambat lagi.

Adham Somantrie (@adhams).

22 Comments

Published on 2010-01-28 10:47:32. 7226 views.
Tagged in:

Siteous & Share Printer Friendly Version Download as PDF

Nabi Yang Tidak Bertanggung Jawab

Beberapa hari ini di ranah jejaring sosial marak berita mengenai seorang motivator. Bahkan hingga ke layar televisi. Tweet atau pendapat dari beliau bisa dibilang cukup kontroversial. Cukup kontroversial, karena banyak pendapat lain yang kontra. Juga tidak sedikit pendapat yang pro.

Beliau bisa dibilang bukanlah seorang motivator kecil. Pemikiran dan filosofi beliau bahkan menjadi sebuah "jalan hidup", yang beliau klaim sebagai "jalan hidup emas". Juga tidak sedikit "umat"-nya yang mengikuti jejak jalan hidup ini.

Memang aksidental. Mengikuti perkembangan zaman, beliau pun merambah dunia maya. Termasuk twitter yang sedang marak di Indonesia. Pemikirannya pun dipublikasikan di akun twitter-nya. Namun, seperti kata pepatah, everybody is unique person, tidak ada manusia yang sama. Termasuk pola pikir dan pendapat pribadi.

Secara pribadi, saya tidak menentang pendapat beliau yang kontroversial tersebut. Adalah hal yang sah dan wajar jika seseorang memiliki pendapat yang berbeda. Ini adalah hak asasi yang juga termaktub dalam UUD 1945. Kemerdekaan untuk berpendapat.

Mirip dengan kasus Luna Maya yang tersandung twitter beberapa saat lalu. Sang motivator ini juga menuai tweet protes dari beberapa pihak yang tidak sependapat dengan beliau. Dan, mirip juga dengan Luna Maya, motivator ini menghapus tweet-nya.

Sang motivator menghapus tweet-nya. Beliau menutupi kesalahannya. Beliau secara tidak langsung "tidak mengakui pernyataannya sendiri". Apakah beliau masih layak dianggap sebagai motivator super?

Alangkah lebih baik jika sang motivator ini tidak melakukan sebuah langkah "cemen" dengan menyerah di ranah twitter seperti ini. Memang relatif mengenai "cemen" ini. Mungkin ada orang lain yang melakukan hal yang sama. Tetapi beliau adalah motivator, yang umumnya memiliki pemikiran dan filosofi yang lebih matang.

Tidak ada manusia yang sempurna. Tidak ada manusia yang luput dari kesalahan. Namun semua tidak dinilai dari kesalahan manusia, tetapi bagaimana manusia itu mempertanggungjawabkan kesalahannya. Bukan malah lari dari kenyataan dengan tidak bertanggung jawab atas kesalahannya itu. Wow, super sekali! eh...

Seperti sebuah wejangan yang didapat oleh Tika.

"Nduk, jangan lelah menjelajahi hidupmu yo..
Jangan bosan mencobai setiap kemungkinan yg ada, nduk..
Jangan takut salah, jangan takut disalahkan..
Tapi kalo memang kamu salah, Nduk, jangan pernah keberatan untuk meminta maaf.."

Salam super! eh?

— Adham Somantrie.

18 Comments

Published on 2010-02-23 08:08:42. 2615 views.
Tagged in:

Siteous & Share Printer Friendly Version Download as PDF

Aksesoris untuk iPod Touch

iPod Touch

Setelah sebelumnya saya membahas mengenai pengalaman saya menggunakan iPod Touch, kini saya ingin berbagi pengalaman dan saran mengenai aksesoris untuk iPod Touch. Tanpa aksesoris pun, sebenarnya iPod Touch ini sudah relatif memadai untuk digunakan. Namun, dengan beberapa aksesoris tambahan, tentunya dapat mengoptimalkan penggunaan iPod Touch ini. Bahkan, beberapa aksesoris dapat memenuhi kebutuhan personal yang spesifik.

Earphone pengganti. Earphone bawaan iPod sebenarnya sudah cukup mumpuni, walaupun bagi beberapa orang, kualitasnya masih belum memuaskan. Untuk pengguna seperti ini, tentunya disarankan untuk membeli earphone pengganti yang berkualitas prima. Selain itu, menggunakan earphone iPhone juga lebih baik dengan adanya mikropon tambahan (untuk iPod Touch 3rd-gen 32GB dan 64 GB, sudah dilengkapi dengan earphone seperti ini) yang dapat digunakan untuk merekam voice memo ataupun menggunakan aplikasi VoIP seperti Skype.

Sarung. iPod memang cantik. Namun, saya secara pribadi sangat benci dengan tampilan mengkilap stainless steel yang rentan baret dan kotoran. Ah, andai saja bagian belakang iPod Touch seperti iPad ataupun iPhone (versi 2G). Untuk itu, penggunaan sarung, pouch, ataupun silikon disarankan. Tentu saja sesuai selera masing-masing pengguna. Saya sendiri lebih menyukai yang berbasis silikon. Namun jika ingin lebih terlihat elegan dan eksklusif, silakan pilih sarung kulit.

Adaptor. Tidak seperti iPhone, walaupun keduanya diciptakan untuk berdampingan dengan iTunes di komputer, iPod tidak cukup mandiri: untuk pengisian baterai, masih mengandalkan komputer. Jika Anda pengguna yang cukup aktif dan baterai iPod tidak bisa memenuhi kebutuhan Anda, mungkin sudah saatnya Anda mempertimbangkan apator tambahan untuk pengisian baterai. Tentu saja, karena daya yang lebih besar, pengisian baterai menggunakan adaptor akan lebih cepat daripada mengandalkan port USB pada komputer . Saya sendiri membeli Apple ultracompact USB power adapter.

Radio Transceiver. Beberapa orang menginginkan untuk bisa mendengar siaran radio menggunakan iPod. Beberapa orang yang lain, senang mendengarkan musik dari iPod di sistem audio mobil. Namun, tidak banyak sistem audio mobil yang kompatibel dengan iPod. Ada yang menggunakan solusi kabel auxiliary, ada juga yang menggunakan adaptor kaset (cassette adapter). Namun ada solusi lain, menyiarkan musik dari iPod ke audio mobil melalui jalur radio FM. Untuk ini, bisa menggunakan iPod FM transmitter seperti iTrip.

Pelindung layar, screen protector. Walaupun layar iPod Touch berbahan kaca yang diklaim anti baret, tidak ada salahnya berjaga-jaga. Saran dari saya cukup sederhana: jika Anda benci layar Anda kotor oleh tangan yang berminyak, pilih pelindung layar yang tidak mengkilap (matte).

NikePlus sensor. Jika Anda punya hobi lari, maka salurkan bersama Nike+ iPod. Namun, bagi saya pribadi iPod Touch ini terlalu besar untuk dibawa berolah raga lari.

Anda punya saran aksesoris yang lain?

— Adham Somantrie.

4 Comments

Published on 2010-03-16 22:56:31. 5484 views.
Tagged in:

Siteous & Share Printer Friendly Version Download as PDF

Mengakses Situs Siap-iPad dengan Komputer

Setelah peluncuran Apple iPad, tentu saja banyak pengembang aplikasi maupun situs yang menaruh perhatian untuk produk yang satu ini. Selain aplikasi spesifik iPad di Apple AppStore, juga dengan bermunculannya situs-situs siap-iPad (iPad-ready sites).

Seperti saat iPhone diluncurkan pertama kali, banyak pengembang situs yang berlomba-lomba membuat situs yang kompatibel dengan Safari yang ada pada iPhone OS. Dan, dengan adanya aplikasi iPhoney, para pengembang tersebut dapat dengan mudah menguji coba situs yang mereka kembangkan tanpa harus memiliki iPhone maupun iPod Touch. Bagaimana dengan iPad? Apakah akan ada aplikasi iPaddy?

Sebenarnya tidak perlu. Yang Anda butuhkan hanyalah perambah web yang mirip dengan yang digunakan oleh Apple iPad. iPad menggunakan iPhone OS 3.2 yang dilengkapi dengan perambah web milik Apple, Safari. Maka, dengan Safari edisi desktop pun Anda dapat mengakses situs siap-iPad.

Tentu saja perlu ada penyesuaian lagi, karena kebanyakan situs menggunakan sistem pengenalan perambah (browser detection) untuk menyesuaikan halamannya agar sesuai dengan perambah yang digunakan oleh pengunjung. Metode yang digunakan biasanya dengan mengenali user agent string. Maka dari itu, kita perlu menyesuaikan user agent string dari perambah yang kita gunakan.

Pada Safari, pilih menu Preferences, lalu pilih tab Advance pada jendela tersebut. Dan centang Show Develop menu in menu bar.

Pilih menu Develop - User Agent - Other, lalu masukkan user agent string yang digunakan oleh iPad berikut ini:

Mozilla/5.0 (iPad; U; CPU OS 3_2 like Mac OS X; en-us) AppleWebKit/531.21.10 (KHTML, like Gecko) Version/4.0.4 Mobile/7B334b Safari/531.21.10

Dan, silakan coba mengakses situs siap-iPad dengan Safari pada komputer Anda.

iPad-edition gmail on Mac Safari

Oh iya. Jangan lupa, samakan ukuran jendela perambah Anda dengan iPad: 768x1024 pixel.

PS:
Menu ini hanya tersedia pada Safari versi-versi terbaru, tidak tersedia di Safari versi lama. Anda dapat saja menggunakan perambah lain selain Safari selama user agent string-nya bisa diubah, hanya saja beresiko tampilannya tidak mirip dengan perambah pada iPad karena mesin yang berbeda.

Referensi:
iPad ready sites.
Apple Developer - Technical Note TN2262: Preparing Your Web Content for iPad.

1 Comments

Published on 2010-04-05 19:08:21. 3216 views.
Tagged in:

Siteous & Share Printer Friendly Version Download as PDF

Hitam di Atas Putih atau Putih di Atas Hitam

Dalam menyajikan halaman di internet, ada dua pilihan yang umum digunakan: hitam di atas putih (dark on light) dan putih di atas hitam(light on dark). Baiklah, memang tidak harus hitam atau putih. Ini hanyalah metafora: hitam mewakili warna gelap (dark), dan putih mewakili warna yang terang (light).

Secara umum, orang-orang lebih menyukai halaman web yang berlatar putih/terang dengan teks berwarna hitam/gelap. Namun, juga tidak sedikit yang mencintai desain terang di atas gelap. Saya sendiri dulu pernah menggunakan desain halaman yang sama dalam dua edisi: Dark Eight dan Golden Eight. Ada yang menyukai versi gelap, dan tentu saja ada yang bersyukur ketika saya menukarnya dengan versi terang. Selera orang memang berbeda-beda.

Namun, tadi malam saat saya berada di dalam mobil travel, saya baru merasakan bedanya. Saya lebih menyukai tampilan yang berlatar gelap saat saya mengakses aplikasi ataupun halaman web melalui ponsel di tempat yang gelap.

Situs Plurk versi musafir, misalnya, menggunakan latar putih. Saya merasa silau. Namun, untungnya aplikasi Gravity yang saya gunakan untuk mengakses layanan Twitter dan Foursquare cukup baik dengan menyediakan dua pilihan tema warna: terang dan gelap.

Selain itu, bagi penggila gerakan go green, ada perhitungan khusus: dengan tampilan mayoritas gelap, lebih sedikit cahaya yang dihasilkan oleh layar ponsel atau monitor komputer. Yang juga artinya, penghematan daya listrik yang digunakan.

Anda sendiri lebih menyukai yang mana?

10 Comments

Published on 2010-04-20 16:38:09. 2149 views.
Tagged in:

Siteous & Share Printer Friendly Version Download as PDF

Orientasi pada Proses dan Hasil

Orientasi pada proses atau hasil? tergantung siapa yang melakukannya dan siapa yang meminta. Ada beberapa orang yang berorientasi pada hasil, namun ada juga orang yang menganggap proses itu lebih penting daripada sekedar hasil.

Pada pekerjaan, mungkin lebih banyak orang yang berorientasi kepada hasil. Yang penting selesai dan sesuai permintaan. Ini bisa jadi disebabkan karena pekerjaan orang itu ditarget. Ya, hasilnya harus sesuai dengan target yang diberikan. Apalagi sang pemberi tugas tersebut tidak mendefinisikan dengan pasti spesifikasi proses kerjanya.

Namun jika memang pekerjaan itu menuntut hasil yang sesuai dengan target, tidak bisa juga kita mengandalkan prosesnya. Percuma prosesnya berjalan dengan sempurna namun jika hasilnya tidak memenuhi target yang diberikan. You are paid to achieve the target.

Namun, tidak selamanya hasil itu yang paling utama. Terkadang kita mendapat lebih banyak manfaat dari melakukan proses pekerjaan itu daripada hasil yang didapat. Bahkan, terkadang hasilnya sama sekali tidak memuaskan: nol besar.

Hasil yang nol besar atau bahkan minus ini belum berarti kita rugi. Bisa jadi dari proses pekerjaan tersebut ada banyak hal yang bisa kita ambil, baik secara moril maupun materil.

Bisa jadi, sebuah riset yang kita lakukan setelah 3 tahun mengalami jalan buntu. Segala pengorbanan dan usaha yang kita lakukan berakhir sia-sia. Gagal tanpa hasil. Kerugian besar jika dilihat dari sudut pandang hasil. Namun jika dilihat dari sudut pandang proses, tentu sedikit atau banyak akan ada hal-hal kecil yang tidak kita sadari sebagai sebuah "produk" dari sekian banyak riset-riset kecil yang ada di dalam program riset besar tersebut. Tinggal bagaimana kita menyikapi "produk" ini dan memanfaatkannya.

Bahkan, definisi gagal tersebut bisa saja relatif. Mungkin gagal tersebut karena tidak sesuai dengan target yang ditetapkan pada awal. Namun, bisa jadi hal tersebut tidak gagal jika dilakukan di lain waktu. Seperti jika Anda menjual produk yang terlalu canggih yang belum bisa diterima pasar saat ini, namun produk serupa akan meledak dipasaran beberapa tahun ke depan.

Everything is changing. The good one goes better, the bad one goes worse.

Dalam kehidupan juga seperti itu. Dalam filosofi pribadi saya, yang penting usaha dan prosesnya, soal hasil itu urusan nanti. Toh, setiap manusia pasti menuju ke hasil akhirnya, yakni kematian. Namun, yang akan diukur adalah proses yang dilakukan dalam menuju hasil akhir tersebut: apa yang kita lakukan selama hidup.

Berani untuk sukses, berarti berani untuk gagal juga. Toh, dalam memulai sesuatu, kita akan dibayangi oleh keberhasilan dan kegagalan. Jangan takut gagal atau salah, toh seperti dalam tulisan saya yang lain: manusia itu wajar jika berbuat kesalahan. Yang terpenting adalah bagaimana kita menyikapi dan bertanggung jawab atas kesalahan atau kegagalan kita di masa lalu. Dan tentunya selain mengambil hikmahnya, jangan sampai kita mengulangi kesalahan tersebut di masa mendatang. No body is perfect, but we have to learn. Illuminate your life, brighten your life.

Tak selamanya kita harus berorientasi pada hasil, ataupun pada proses saja. Tentu saja alangkah baiknya jika kita bisa mendapat manfaat dari prosesnya dan dari hasilnya juga.

Bagaimana menurut Anda? apakah Anda lebih berorientasi pada hasil, atau pada proses?

Adham Somantrie.

6 Comments

Published on 2010-05-14 08:32:40. 3931 views.
Tagged in:

Siteous & Share Printer Friendly Version Download as PDF

QuickTime X dan QuickTime Pro di Snow Leopard

QuickTime Pro - QuickTime X - Snow Leopard

Para pengguna Mac OS X Snow Leopard (10.6) tentu terhibur dengan QuickTime X baru yang cantik. Tampil dengan nuansa gelap, minimalis dan modern. Tanpa nuansa logam sikatan yang terkesan kuno dan konservatif di 2010. Namun, bagi pengguna yang sudah terbiasa dengan QuickTime Pro tampaknya akan sedikit kecewa.

Fitur "Pro" ternyata tidak terdapat pada QuickTime X, kecuali pemotongan video (trimming) dan ekspor yang terbatas. Fungsi untuk mengambil audio dari berkas audio-video tidak ada. Pun, QuickTime X tidak bisa bekerja sama dengan Perian, sungguh menyedihkan bagi pengguna format multimedia alternatif.

Untuk itu, pengguna diharuskan untuk menambahkan sendiri aplikasi QuickTime 7. Tentunya fitur Pro hanya diberikan kepada pengguna yang memiliki lisensi QuickTime Pro.

Tenang, Apple sebenarnya telah menyediakan QuickTime 7 pada DVD instalasi Snow Leopard, termasuk DVD yang disertakan dalam paket pembelian Mac.

Jadi, langsung saja masukkan DVD tersebut. Lalu buka folder "Optional Installs" dan klik ganda pada berkas Optional Install.mpkg. Nah, pilih "QuickTime 7", atau sekalian beberapa komponen lain yang Anda inginkan. Selesaikan instalasi.

Aplikasi QuickTime Player 7 akan tersimpan pada /Applications/Utilites. Dan selamat menggunakan QuickTime 7.

Untuk QuickTime Pro, tentu saja Anda harus memiliki lisensi yang valid. Buka aplikasi QuickTime Player 7, lalu pilih menu "QuickTime Player 7" - "Registration" untuk memasukkan informasi lisensi QuickTime Pro Anda.

0 Comments

Published on 2010-05-18 14:59:44. 1878 views.
Tagged in:

Siteous & Share Printer Friendly Version Download as PDF

Integrasi TweetDeck dan Siteous

siteous tweetdeck integration
TweetDeck merupakan aplikasi klien twitter yang sangat populer. Dan, menginjak versi 0.34, TweetDeck Desktop ada sebuah fitur yang cukup monumental bagi saya: dukungan terhadap penyedia URL pendek lain. Bagi pemilik layanan URL pendek dan juga penggunanya, ini merupakan kabar gembira. Karena proses pemendekan dapat dilakukan langsung secara otomatis oleh TweetDeck Desktop, tentunya menggunakan layanan URL pendek pilihan masing-masing pengguna.

Termasuk bagi Anda para pengguna siteous yang saya hormati. Anda kini sudah dapat mengintegrasikan layanan URL pendek dari siteous pada TweetDeck.

Jika Anda masih menggunakan TweetDeck Desktop sebelum versi 0.34, mutakhirkan TweetDeck Anda terlebih dahulu. Lalu, ikuti langkah-langkah di bawah ini untuk menggunakan siteous pada TweetDeck Desktop.

Di aplikasi TweetDeck Desktop, masuk ke bagian konfigurasi dengan menekan tombol Settings di bagian kanan atas jendela TweetDeck (ya, bergambar kunci inggris). Lalu pilih opsi Services yang ada di sebelah kiri. Nah, pada kotak pilihan yang ada di sebelah kiri "Select the service you wish to use to shorten URLs", pilih Other.

Setelah itu, akan muncul tulisan "Other URL Shortening Endpoint" dan sebuah kotak teks di sebelah kanannya. Masukkan alamat berikut pada kotak teks tersebut:

http://siteo.us/core.api/?url=%@

Lalu klik tombol Save Settings untuk menyimpan perubahan tersebut.

Aktifkan pilihan Auto URL Shortening yang ada di kotak input saat ingin mengirim berita. Dan, URL panjang yang ada di kotak tersebut akan dipendekkan menggunakan layanan siteous secara otomatis.

Jika Anda tidak ingin pemendekan dilakukan secara otomatis, tidak perlu aktifkan pilihan Auto URL Shortening tersebut. Tetapi Anda harus mengklik setiap URL yang ingin dipendekkan.

siteo.us/adham

Referensi: Siteous Blog: Siteous and TweetDeck.

PS: Sampai tulisan ini diturunkan, baru TweetDeck edisi Desktop yang mendukung "Custom Short URL Service". Sementara edisi iPhone, iPod Touch, dan iPad belum bisa. Semoga ke depannya seluruh edisi TweetDeck bisa menggunakan layanan siteous.

4 Comments

Published on 2010-05-24 10:22:59. 4390 views.
Tagged in:

Siteous & Share Printer Friendly Version Download as PDF

Nomor Telepon Sebagai Identitas

Di era informasi dan telekomunikasi saat ini, nomor telepon dan alamat email adalah salah satu identitas penting yang kita gunakan. Ya, seiring gaya hidup urban dan musafir (mobile), alamat fisik menjadi tidak relevan lagi. Di samping itu, ada juga informasi kontak lain: nomor identifikasi pribadi (PIN) layanan BlackBerry, atau identitas layanan Yahoo!.

Dalam industri telekomunikasi, identitas yang kita sorot dalam beberapa tahun belakangan ini adalah nomor telepon. Bagi sekelompok orang, mengubah nomor teleponnya berarti malapetaka besar: orang tersebut harus menginformasikan perubahan itu ke seluruh kerabatnya, dan itu bukanlah yang yang gampang.

Namun, ada beberapa hal yang memaksa kita untuk merubah nomor telepon. Misalnya kita kehilangan ponsel ataupun hanya kartu SIM-nya saja. Namun dengan adanya pendaftaran pengguna prabayar, sekarang sudah mungkin untuk menerbitkan kartu SIM baru dengan nomor yang sama. Alasan yang paling utama adalah, keadaan yang memaksa orang untuk tidak menggunakan kartu SIM itu lagi: pindah penyedia layanan telekomunikasi, atau pindah ke lokasi lain (luar negeri atau luar kota).

Untuk pengguna layanan telepon yang berbasis area kota (fixed wireless), karena nomor teleponnya menggunakan kode area, sehingga jika digunakan di kota lain harus mengubah nomor teleponnya. Untuk para musafir yang tidak menetap di satu kota, tentu saja tidak bisa memiliki sebuah nomor telepon sebagai "identitas yang absolut". Mungkin solusi bagi para musafir ini adalah dengan menggunakan layanan telepon seluler yang bisa aktif secara nasional.

Jika nomor telepon seluler ini telah menjadi sebuah identitas bagi seseorang. Artinya, orang itu akan terus mempertahankan nomor tersebut selama memungkinkan bagi dirinya. Ini menjadi sebuah keuntungan bagi penyedia layanan telepon seluler (operator), karena orang-orang seperti ini akan menjadi pelanggan yang setia. Tentu saja, selama di Indonesia belum diberlakukan number portability yang memungkinkan orang untuk menggunakan nomor telepon yang sama walaupun berpindah operator.

Agnes BlackBerry

Namun, sejak era internet musafir (mobile internet) meledak, nomor telepon hampir tidak diacuhkan lagi. Kalah populer secara fungsi oleh identitas lain: twitter ID, BB PIN, alamat email, Yahoo! ID, dan sebagainya. Artinya, orang dapat berpindah operator layanan internet musafir tanpa perlu takut identitasnya berubah. Coba ingat slogan salah satu iklan operator: "Pindah sekarang juga, PIN BB-mu tetap sama".

Apalagi bagi para pengguna internet musafir yang aktif, komunikasi tradisional telepon dan SMS jauh berkurang, bahkan mendekati nol.

Sehingga, alasan orang untuk berpindah layanan semakin kuat jika ternyata layanan dari penyedia yang digunakannya tidak memuaskan. Tidak ada lagi alasan menggunakan operator A karena keluarga dan teman-temannya banyak menggunakan operator A sehingga biaya telepon dan SMS bisa lebih murah karena sesama operator.

Bagi operator, fenomena ini tentu berpotensi buruk. Akan banyak pengguna layanan yang menjadi "kutu loncat", berganti-ganti operator sesukanya karena para kutu ini tidak peduli terhadap nomor telepon mereka selama identitas internet mereka masih tetap sama. Operator kehilangan daya ikat mereka.

Namun tentunya, kita belum bisa lepas 100% dari komunikasi tradisional seperti telepon dan SMS. Sehingga bagi beberapa orang (atau dalam kasus tertentu), nomor telepon masih menjadi identitas utama. Apalagi mengingat kualitas layanan internet musafir di Indonesia belum memuaskan.

Adham Somantrie, ST.

8 Comments

Published on 2010-05-26 08:56:06. 3124 views.
Tagged in:

Siteous & Share Printer Friendly Version Download as PDF

WWDC10: iPhone 4 dan iOS 4. Plus: Safari 5.

WWDC 2010

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Apple, Inc. kembali mengadakan gelaran tahunan Apple World Wide Developer Conference, WWDC 2010, pada 7 Juni 2010 (8 Juni 2010 00:00 WIB) di Moscone West, San Francisco, California. Tentu saja, pasca kebocoran iPhone generasi terbaru, iPhone 4 mencuri perhatian publik.

iPhone 4
Setelah iPhone 3GS yang kencang dan mampu mengolah video, iPhone 4 pun ditunggu. Apalagi setelah kasus prototip iPhone 4 yang sempat tercecer dan menggemparkan. Tentunya, para pecinta teknologi ponsel semakin penasaran dengan iPhone 4 ini.

iPhone 4

Dari sisi desain, iPhone 4 menawarkan desain baru yang berbeda dari 3 generasi sebelumnya. Bentuknya cenderung kotak, hanya berkurva di empat sudut. Bagian depan dan belakangnya terbuat dari campuran kaca, sementara bagian sisinya dari logam stainless steel yang juga berfungsi sebagai antena. Dan seperti biasa, tersedia dalam dua pilihan warna: hitam dan putih. Sementara kapasitas yang ditawarkan adalah 16GB dan 32GB.

Seperti pada iPad, kini iPhone 4 pun menggunakan prosesor Apple A4 1GHz. Tentunya dengan prosesor yang lebih tangguh, akan banyak fungsi yang bisa didukung. Dan, Steve Jobs menjanjikan waktu bicara 7 jam pada 3G atau 14 jam pada 2G dengan waktu stand by mencapai 300 jam.

Teknologi sensor baru yang ditambahkan pada iPhone 4 adalah Gyroscope. Dengan disandingkan dengan Accelerometer, maka pengalaman menggunakan iPhone 4 ini akan semakin kaya dengan gerakan.

iPhone 4 menggunakan teknologi layar yang luar biasa. Apple menyebutnya sebagai Retina Display, karena ketajaman piksel yang luar biasa: 326ppi — 960x640 piksel dalam 3.5 inci.

Dari sisi kamera pun mendapat peningkatan yang signifikan. Rekaman video HD 720p dengan maksimal 30fps. Untuk foto bisa mencapai 5 megapiksel. Tentunya dengan LED flash sebagai tambahan pencahayaan. Untuk fokus gambar atau video, Anda bisa menggunakan "tap-to-focus".

Dan juga, kini ada kamera di sisi depan untuk FaceTime, sebuah aplikasi panggilan video. Yang juga bisa digunakan untuk mengambil foto dan merekam video. Menurut informasi yang didapat, aplikasi FaceTime ini hanya berjalan di jaringan wi-fi, tidak bisa menggunakan jaringan seluler 3G. Bahkan, Apple akan membuka standar FaceTime ini, sehingga pihak luar dapat memanfaatkan teknologi FaceTime di produk atau perangkat lain.

Tentunya, karena dilengkapi dengan A-GPS, penandaan lokasi atau geotagging bisa dilakukan.

Oh iya, jangan lupa bahwa iPhone 4 juga seperti iPad: menggunakan MicroSIM.

Aha! Anda ingin tampil chic layaknya pengguna BlackBerry yang menggunakan soft frame? Gunakan bumpers pada iPhone 4!

iPhone 4 Bumpers

iOS 4
iPhone OS adalah sistem operasi yang berbasis Apple Mac OS X yang digunakan pertama kali pada iPhone. iPhone OS juga digunakan pada iPod Touch, serta pada iPad. Bahkan, menurut rumor yang beredar, Apple TV generasi ketiga pun bakal menggunakan iPhone OS. Sehingga nama "iPhone" OS pun semakin menjadi tidak relevan. Maka dari itu Apple telah mengubah nama iPhone OS menjadi iOS mulai versi 4, sehingga tidak identik dengan satu produk saja.

Ini bisa jadi sebagai sebuah langkah konvergensi sistem operasi yang mereka miliki. Selain Mac OS X yang digunakan pada komputer Mac, Apple memiliki beberapa sistem operasi lain: iPhone OS (iOS), iPod OS, dan Apple TV OS. Jika benar Apple TV akan menggunakan iOS juga, maka tidak tertutup kemungkinan di masa mendatang iPod (selain iPod Touch) pun akan menggunakan iOS juga.

Sebelum WWDC10, Apple telah mempresentasikan iPhone OS 4 ini. Fitur-fiturnya pun telah didemokan. iOS 4 ini akan tersedia untuk iPhone 3GS, iPhone 4, iPad, dan iPod Touch generasi ketiga. Sementara iPhone 3G dan iPod Touch generasi kedua tetap dapat menggunakan iOS 4 tetapi minus fitur multitasking. Dikabarkan, pemutakhiran iPhone OS 3 ke iOS 4 adalah gratis untuk iPhone, iPod Touch, dan iPad.

Yang baru pada iPhone 4 dan iOS 4 adalah pada iBooks. Kini iBooks selain tersedia pada iPad, juga akan tersedia pada iPhone. Selain itu, iBooks pun kini mendukung dokumen PDF. Ya, iBooks dapat berfungsi sebagai pembaca dokumen PDF di iPad dan iPhone.

Safari 5 dan HTML 5
Safari 5 bukan bagian dari presentasi pembuka WWDC 10.

Jika Apple sangat mencintai teknologi Adobe PDF, bahkan telah menjadi standar dalam beberapa produknya, namun tidak demikian halnya dengan teknologi Adobe Flash. Jika selama ini banyak halaman web yang bergantung kepada teknologi Flash, maka dengan HTML 5 ketergantungan itu bisa jauh berkurang. Dan, Apple bisa dibilang sebagai yang terdepan dalam kampanye penggunaan HTML 5. Tentu saja ini adalah jawaban atas ketiadaan teknologi Adobe Flash pada iPhone OS (ya, iOS ).

Mengingat penggunaan perambah Apple Safari di dunia tidak cukup signifikan, maka kesuksesan HTML 5 juga akan bergantung kepada adopsi teknologi HTML 5 oleh perambah lain yang lebih populer: Mozilla Firefox atau Opera.

Selain teknologi HTML 5, fitur baru Safari 5 adalah "Reader" yang memungkinkan Anda fokus pada konten atau artikel di halaman tanpa terganggu "ornamen" yang ada di sekelilingnya.

Hal yang membuat saya tidak menggunakan Safari salah satunya adalah karena tidak bisa membuka halaman baru sebagai tab secara default. Safari 5 bisa memaksa jendela baru sebagai tab baru.

Dan akhirnya, kini telah hadir Safari Extensions. Sehingga perambah ini bisa lebih sakti dan canggih lagi, tentunya sesuai kebutuhan Anda. Oh iya, mesin pencari baru pada Safari 5 dan Safari iOS 4 adalah: Bing!

9 Comments

Published on 2010-06-09 16:03:46. 5373 views.
Tagged in:

Siteous & Share Printer Friendly Version Download as PDF

Nike+ Mendengarkan Detak Jantung Anda

Polar Wearlink+ Transmitter for Nike+

Setelah Nike+ mengukur jarak tempuh dan jumlah kalori serta menghitung waktu lari Anda, kini Nike+ juga mendengarkan detak jantung Anda. Menyusul produk sejenis seperti Adidas miCoach yang telah ada terlebih dahulu di pasaran.

Nike tidak meluncurkan produk sensor detak jantungnya. Kali ini Nike bekerja sama dengan Polar USA. Polar Wearlink+ Transmitter for Nike+ adalah produk sensor detak jantung untuk konsumer olahraga yang dirancang untuk dapat bekerja dengan sistem Nike+. Dipasarkan dengan banderol USD 69.95.

Dengan merekam kondisi jantung Anda, tentunya kini Anda dapat berlatih dengan lebih optimal. Tentunya dengan data statistik yang telah dirangkum oleh Nike+, Anda dapat menganalisa latihan Anda.

Cukup melingkarkan tali pengikat di dada Anda, tentunya dengan sensor di depan dada. Lalu, Anda tinggal menghubungkan perangkat ini dengan iPod Nano atau Nike+ Sportband Link. Dan, selamat menikmati LariPlus!

Mari Lari — AdhamPlus.

3 Comments

Published on 2010-06-11 09:26:20. 2934 views.
Tagged in: lari nikeplus polar run

Siteous & Share Printer Friendly Version Download as PDF

iPad + Velcro

Dengan sedikit kreativitas, menggabungkan iPad dan Velcro bisa menciptakan banyak sekali kemungkinan penerapan penggunaan iPad yang luar biasa. Seperti yang telah dilakukan oleh Jesse Rosten, salah satu pengguna Apple iPad, dengan video yang dipublikasikannya. Silakan lihat videonya di YouTube: http://youtu.be/vTSDPKktbUk atau di situs pribadinya, Jesse Rosten - iPad + Velcro.

PS: Bahkan video ini pun dipublikasikan resmi oleh Apple, Inc. di http://apple.com/ipad/velcro/

0 Comments

Published on 2010-06-28 12:53:00. 1544 views.
Tagged in:

Siteous & Share Printer Friendly Version Download as PDF

#sewindu #bbv

Bandung Blog Village

Tak terasa, waktu terus berlalu bagaikan garis waktu di twitter. #sewindu sudah #bbv berdiri. Tentunya banyak cerita, pengalaman, serta sejarah yang dilalui.

Sebagai pionir komunitas blog regional, Bandung Blog Village harus mampu bertahan untuk menjaga eksistensinya, salah satunya dengan regenerasi masif sejak usia keenam (2008). Mengingat sudah banyak anggotanya yang hanyut terbawa nasib dan rejeki serta jodoh ke luar Bandung. Dan, dengan memasuki tahun kesembilan, selain bersyukur atas #sewindu ini, tentunya juga harus merenung dan mengevaluasi #sewindu yang telah berlalu itu.

Karena saat ini keluarga besar BBV sedang berkabung atas musibah yang menimpa, maka peringatan #sewindu ini akan jauh dari kehebohan dan selebrasi yang hingar-bingar. Namun seremoni harus tetap berjalan, sebagai bentuk tanda syukur. Sampai hari ini kami belum bisa mempublikasi undangan resminya. Mungkin beberapa hari lagi.

Silakan kunjungi situs resmi bbv.or.id atau ikuti akun twitter resmi BBV di @bdgblogvillage untuk informasi lebih lanjut mengenai BBV. Sementara dalam beberapa hari ini, para narablog BBV berceloteh dan handai taulan juga bertestimoni dengan hastag #sewindu di twitter.

Yak! Apa yang Anda ingat pada #sewindu lalu? Kalau saya #sewindu yang lalu adalah sejarah monumental urbanisasi ke Kota Bandung dan menjadi seorang mahasiswa.

Bandung, 5 Juli 2010.
— Adham Somantrie, BBV Community Representative.

5 Comments

Published on 2010-07-05 18:50:18. 1488 views.
Tagged in:

Siteous & Share Printer Friendly Version Download as PDF

Bersihkan Timeline TweetDeck dari Foursquare

Bagi beberapa pengguna layanan twitter, tweet yang bersumber dari Foursquare dianggap mengotori garis waktu (timeline) mereka. Bahkan ada yang sampai mencela para pengguna yang mengintegrasikan layanan Foursquare dengan twitter. Dan, tidak sedikit pula yang mengancam untuk melakukan boikot unfollow.

Untuk Anda pengguna TweetDeck Desktop, sebenarnya ada solusi untuk menjaga garis waktu Anda tetap bersih dari Foursquare. Karena pada TweetDeck ada fitur penyaringan (filter).

Catatan: Sila melakukan pemutakhiran aplikasi jika TweetDeck yang ada di komputer Anda belum memiliki fitur ini.

Berikut adalah contoh garis waktu yang belum disaring. Saya melakukan check-in pada Foursquare yang sudah saya integrasikan dengan akun twitter saya.

Unfiltered TweetDeck Timeline

Nah, mari kita saring segala tweet yang berasal dari Foursquare.

Klik tombol Settings pada TweetDeck yang berada di sebelah kanan atas jendela. Ya, yang diwakili simbol kunci inggris. Lalu pilih opsi Global Filter yang ada di sebelah kiri. Pada kotak teks di sebelah From sources masukkan:

foursquare

TweetDeck Global Filter

Lalu klik tombol Save Settings untuk menyimpan perubahan tersebut.

Dan, garis waktu Anda akan terbebas dari tweet yang berasal dari layanan Foursquare.

Filtered TweetDeck Timeline

Nah, tidak perlu misuh-misuh dan marah-marah kan?

Lebih Lanjut:
Sebenarnya trik ini tidak hanya dapat digunakan untuk menyaring Foursquare dari garis waktu Anda. Anda bisa menyaring tweet yang mengandung kata-kata tertentu dengan menggunakan kotak teks Containing words pada jendela konfigurasi Global Filter. Atau, menyaring tweet dari pengguna tertentu dengan menggunakan kotak teks From people.

Selamat berkicau!
@adhams

4 Comments

Published on 2010-07-07 08:41:36. 1989 views.
Tagged in:

Siteous & Share Printer Friendly Version Download as PDF

Seven or Six-Point-One?

I just got Windows 7 as my "side OS" just for playing Colin McRae D.I.R.T 2. Unfortunately, there just was only one edition over all Colin McRae Rally series that ported to Mac platform. And, I do not have any game consoles. So, I have to use Windows to play unless I got Wii or PS3.

As we know, Windows XP is actually Windows NT 5.1, the successor of Windows 2000 (Windows NT 5.0). And, Windows Vista (Windows NT 6.0) is the successor (not success enough ) of Windows XP. But, Microsoft has Windows 7 as the successor of Windows Vista. But Windows 7 is not Windows 7.0! It is Windows NT 6.1. Oh, we are fooled!

Windows NT 6.1

Then, will the next Windows 8 be Windows NT 7.0? or even still Windows NT 6.2?

Adham Somantrie
— Posted over Snow Leopard.

PS: In my opinion, Windows 95 evolute slowly to Windows XP. And, people said there was big changes in Vista and Seven. Then, I think I have to learn "how to use" this Windows Seven.

1 Comments

Published on 2010-07-09 15:59:28. 1592 views.
Tagged in:

Siteous & Share Printer Friendly Version Download as PDF

Menonaktifkan Firewire pada Mac OS X

Disabled Firewire

Firewire (IEEE 1384) adalah salah satu keunggulan Apple dibandingkan produk lainnya. Teknologi koneksi hasil inovasi Apple Computers, Inc. ini sangat bertenaga dan cepat. Hanya saja, walaupun standarnya sudah terbuka untuk digunakan oleh perusahaan lain, tingkat adopsi Firewire tidak tinggi seperti USB yang ditemukan oleh Intel Corp.

Alhasil, hampir seluruh jajaran produk Mac dilengkapi dengan port Firewire ini. Walaupun kini Apple telah mencoba menghapuskan port Firewire 400 pada setiap Mac, namun Apple menggantikannya dengan port Firewire 800 yang memiliki kecepatan ganda di beberapa jajaran Mac profesional.

Namun, terkadang dalam kasus atau kondisi tertentu, ada kalanya pengguna ingin menonaktifkan (disabling) Firewire yang ada pada Mac. Misalnya ketika Firewire tersebut malah menimbulkan masalah atau konflik perangkat lunak. Atau ketika Mac dijadikan komputer publik dan menghindari Mac dikoneksikan dengan perangkat lain melalui Firewire.

Salah satu cara untuk menonaktifkan Firewire adalah dengan menonaktifkan ekstensi kernel (kernel extension, .kext) pada Mac OS X, sehingga Mac OS X tidak dapat mengakses perangkat keras Firewire.

Buka aplikasi Terminal.app.

Untuk berjaga-jaga, kita buat direktori backup. Pada Terminal.app ketik:

sudo mkdir /System/Library/Backup.Extensions/

Pindahkan ekstensi yang berhubungan dengan Firewire ke direktori backup tersebut. Pada Terminal.app ketik:

sudo mv /System/Library/Extensions/IOFireWire* /System/Library/Backup.Extensions/

Selesai. Silakan restart Mac untuk melihat hasilnya.

Nah, jika Anda ingin mengembalikan ke kondisi semua. Cukup kembalikan ekstensi dari backup. Pada Terminal.app ketik:

sudo mv /System/Library/Backup.Extensions/IOFireWire* /System/Library/Extensions/

Dan, saya ingin bertanya. Apakah Anda pernah menggunakan fitur Firewire Mac Anda? Jika pernah, untuk apa? Target disk mode, penyimpanan eksternal, kamera video? Atau malah Anda merasa fitur Firewire di Mac Anda itu tidak berguna sama sekali?

5 Comments

Published on 2010-07-11 22:44:31. 1462 views.
Tagged in:

Siteous & Share Printer Friendly Version Download as PDF

Langkah Pintas Aplikasi Bluetooth di Mac OS X

Bluetooth File Exchange

Apple, Inc. merupakan salah satu perusahaan yang cukup rajin menanamkan fitur konektivitas nirkabel di produknya: wi-fi (AirPort) dan Bluetooth. Kini, semua jajaran produk Mac telah memiliki fitur Bluetooth yang terintegrasi. Dan, tentunya dalam beberapa tahun terakhir, koneksi bluetooth ini telah menjadi salah satu standar untuk perangkat musafir (mobile devices).

Pada Mac OS X, di menu bar terdapat ikon bluetooth yang dapat Anda gunakan untuk mengendalikan perangkat bluetooth pada Mac, juga untuk fungsi-fungsi lain yang berkaitan dengan koneksi bluetooth.

Untung mengirimkan berkas dari Mac ke perangkat lain melalui bluetooth, Anda dapat memilih menu "Send File..." dari ikon bluetooth yang ada di menu bar. Lalu merambah isi penyimpanan untuk menemukan berkas yang ingin dikirim. Setelah itu Anda dapat memilih perangkat tujuan pengiriman.

Namun, bagi beberapa orang (termasuk saya), menemukan berkas ini lebih disukai dengan menggunakan Finder. Namun sayangnya, aplikasi Finder ini tidak memiliki fungsi untuk langsung mengirimkan berkas melalui bluetooth.

Solusinya adalah dengan meletakkan aplikasi Bluetooth File Exchange pada Dock. Buka Finder, masuk ke folder /Applications/Utilites/ dan temukan aplikasi Bluetooth File Exchange. Lalu tarik (drag) ke Dock.

Untuk mengirimkan berkas dari Finder, Anda tinggal menarik berkas tersebut dari jendela Finder ke ikon aplikasi Bluetooth File Exchange yang ada di Dock. Lalu, Anda tinggal memilih perangkat tujuan pengiriman. Bahkan, jika koneksi bluetooth Mac Anda dalam keadaan mati, aplikasi ini akan "menawarkan jasanya" untuk mengaktifkan koneksi bluetooth Mac Anda.

— Adham Somantrie.

PS: Untuk Anda pemilik Mac lama yang tidak memiliki built-in bluetooth, ataupun pengguna Mac OS X dengan perangkat keras non-Apple, Anda bisa saja menggunakan perangkat bluetooth berbasis USB. Umumnya sudah didukung oleh Mac OS X secara langsung.

Tulisan ini juga dipublikasikan di MakeMac : Langkah Pintas Aplikasi Bluetooth di Mac OS X.

0 Comments

Published on 2010-07-18 22:50:54. 1432 views.
Tagged in:

Siteous & Share Printer Friendly Version Download as PDF

MacPro 12-cores, LED Cinema Display 27, Magic TrackPad, iMac

MacPro 12-cores

Apple MacPro 12-cores

Akhirnya Apple merilis MacPro dengan prosesor 12 inti (2 prosesor dengan masing-masing 6 inti). Tentunya opsi prosesor tunggal (4 inti) dan konfigurasi standar prosesor ganda (total 8 inti) masih disediakan bagi anggaran yang ketat.

Selain itu, MacPro juga sudah dipersenjatai dengan ATI Radeon HD 5770 atau HD 5870 yang dilengkapi dengan Mini DisplayPort.

LED Cinema Display 27 inches

LED Cinema Display 27

24 inci kurang besar? Baiklah, Apple kini memperbesar ukurannya menjadi 27 inci. lebih besar daripada milik Ariel. Dan sudah memiliki rasio 16:9 dengan resolusi 2560x1440 piksel. Selain dilengkapi dengan kamera web (webcam) dan speaker berkonfigurasi 2.1, juga dilengkapi dengan USB hub dengan 3 port. Serta mikrofon.

Juga disediakan port magsafe untuk mengisi batere MacBook atau MacBook Pro. Sementara koneksi videonya tetap menggunakan Mini DisplayPort yang mendukung aliran suara. Namun sayangnya, sama seperti LED Cinema Display 24, tetap tidak ada dukungan FireWire.

Ambient light sensor juga sudah ditanamkan di LED Cinema Display 27. Sementara harga yang ditawarkan adalah USD 999.

Magic TrackPad

Apple Magic TrackPad

Ingat dengan teknologi sentuh-jamak (multi touch) yang ada pada MacBook, MacBook Pro, iPod Touch, iPhone, dan iPad? lalu bagaimana dengan pengguna desktop? Ya, ada Magic Mouse yang juga mendukung teknologi sentuh-jamak. Namun, jika Anda sangat mencintai penggunaan trackpad walaupun Anda sedang menggunakan komputer desktop, maka Magic TrackPad ini lah jawabannya. Bahkan dengan ukuran yang lebih besar daripada trackpad yang ada di MacBook Pro!

Juga seperti Magic Mouse, Magic TrackPad ini hanya tersedia dalam varian nirkabel bluetooth yang ditawarkan seharga USD 69.

Tentunya, juga bisa digunakan di MacBook dan MacBook Pro. Tidak hanya desktop saja!

iMac, i3, i5, i7

iMac Tetap ditawarkan dalam pilihan layar 21.5" dan 27". Hanya saja, sama seperti MacPro, iMac kini diperkuat dengan prosesor baru dari lini i3, i5, dan i7. Tidak ada lagi iMac yang menggunakan Core 2 Duo (ataupun Core 2 Quad). Untuk urusan grafis juga diperbaharui dengan ATI Radeon HD 4670, HD 5670, dan HD 5750.

one more thing, Apple Battery Charger

Apple Battery Charger

Ya, benar, alat pengisian daya batere (battery power charger). Apple benar-benar menjualnya. Bahkan dengan batu baterenya! Karena Apple senang sekali dengan perangkat nirkabel — seperti keyboard, mouse, dan tentunya Magic Trackpad — yang menggunakan batere standar AA, maka Apple membuat aksesoris pelengkapnya. Charger dan batere yang berkualitas dan berdesain khas Apple. Juga dengan harga khas Apple: unit charger plus 6 unit batu batere AA seharga USD 29.

Adham Somantrie
MakeMac.com Contributor.

3 Comments

Published on 2010-07-28 01:32:09. 1606 views.
Tagged in:

Siteous & Share Printer Friendly Version Download as PDF

Menyilet Keong Racun

Keong Racun. Sebuah judul lagu yang sedang populer di Indonesia saat ini. Tentunya tidak lepas dari dua nama berikut ini: Sinta (Sinta Nurmansyah) dan Jojo (Jovita Aditiasari). Ya, Keong Racun adalah salah satu lagu yang divideokan oleh Sinta dan Jojo secara lipsync yang mereka unggah ke situs YouTube. Konon, katanya karena mereka gagal mengunggah video tersebut ke Facebook.

YouTube Effect. Inilah salah satu kekuatan media jejaring sosial, kekuatan internet dan web 2.0. Sudah banyak yang merasakan manfaatnya. Misalnya Canon Rock yang membuat para musisi heboh. Atau si Justin Bieber yang bisa bertemu dengan produser bahkan sampai membuat album. Begitu juga dengan Sinta dan Jojo.

Tidak jarang, bahkan video dari lagu yang dinyanyikan ulang (cover version) lebih populer daripada versi artis aslinya. Misalnya saja FunTwo yang lebih populer secara statistik daripada JerryC, sang komposer. Tak heran Sinta dan Jojo bisa lebih mempopulerkan lagu Keong Racun ataupun Cinta Satu Malam daripada Lissa ataupun Melinda.

Basbang memang. Video ini sudah lama beredar di internet, dan juga menjadi topik pembahasan di kalangan pengguna internet. Tapi, ternyata pengguna internet di Indonesia itu masih belum terlalu banyak. Hingga beberapa hari yang lalu media televisi meliput Sinta dan Jojo di acara informasi hiburan (infotainment). Ternyata media internet masih kalah dengan televisi dan berita hiburan. Bahkan lagi-lagi tweeps Indonesia berhasil membuat "keong racun" menjadi trending topic di twitter pasca liputannya di televisi. Bahkan ketika stasiun televisi berlomba-lomba untuk mendatangkan Jojo dan Sinta untuk diwawancara secara eksklusif.

Apakah para awak media sudah kehabisan bahan untuk dijadikan "sensasi"? Kalau memang Jojo dan Sinta ini sebuah fenomena, mengapa terlambat? Atau karena isu "pengharaman infotainment", sehingga mencari topik yang cenderung "aman"? Setidaknya rakyat Indonesia mengkonsumsi video yang lebih baik daripada sekedar video pribadi yang tidak pantas.

Yah, kalau dipikir-pikir, berita hiburan adalah produk media yang paling laku untuk dikonsumsi di Indonesia. Bahkan, bisa dijadikan "alat untuk mencuci otak".

Ah, bisa jadi ini hanyalah konspirasi lain media untuk menjadikan "isu pengalihan". Jangan sampai terdistraksi dan melupakan apa yang sebenarnya lebih penting. Tetaplah fokus pada isu utama: Anang - Syahrini. Mendingan kita tonton saja video dari negeri jiran, Zee Avi - Kantoi.

5 Comments

Published on 2010-08-01 20:38:20. 1571 views.
Tagged in:

Siteous & Share Printer Friendly Version Download as PDF

Redenominasi Rupiah dan Teknologi Informasi

Belakangan ini, isu #redenominasi santer terdengar. Banyak komentar positif maupun negatif dengan rencana kebijakan pemerintah ini. Namun, kira-kira apa dampak dari redenominasi ini terhadap dunia teknologi informasi di Indonesia?

Harga. Perangkat teknologi informasi di Indonesia memiliki harga dengan nominal yang cukup banyak. Rata-rata berkisar di angka jutaan rupiah, atau setidaknya ratusan ribu rupiah. Tentunya dengan rupiah baru hasil redenominasi akan terlihat lebih murah: komputer seharga lima jutaan (Rp.5.000.000,-) akan menjadi lima ribuan (Rp.5.000,-). Tapi tentu saja, secara angka, daya beli masyarakat pun turun seperseribu.

Tapi, pengurangan jumlah nol itu bisa berdampak secara sistemik dalam dunia teknologi informasi. Ketika angka-angka rupiah itu disimpan secara digital, maka akan ada perubahan kebutuhan penyimpanan digital. Dengan pengurangan 3 digit, jika informasi nilai rupiah itu dikirimkan melalui internet, maka ukuran informasinya bisa berkurang sebanyak 3 byte (4 byte termasuk ada satu titik yang hilang). Penghematan sebanyak 4 byte ini untuk setiap sekali penulisan nominal. Jadi misalnya di sebuah dokumen ada penulisan nominal rupiah sebanyak 10.000 kali (misalnya dokumen laporan keuangan), maka dapat menghemat hingga 40.000 byte (40KB).

Pada sistem komputer yang terhubung dengan jaringan komunikasi. Penghematan ukuran data ini dapat berdampak positif kepada trafik jaringan. Semakin sedikit data yang dikirim, maka semakin cepat sampainya. Plus, beban router akan semakin ringan. Juga, panas yang dihasilkan oleh perangkat jaringan juga akan berkurang.

Jika data keuangan ini masif, maka penggunaan penyimpanan data (storage) juga dapat semakin hemat.

Jika dokumen keuangan ini akan dicetak, tentunya jumlah karakter yang dicetakkan oleh printer semakin sedikit. Penggunaan tinta, pita, atau toner akan semakin berkurang. Bahkan, dengan pengurangan jumlah karakter, dalam beberapa kasus bisa mengurangi jumlah halaman. Sehingga kertas yang digunakan untuk mencetak dokumen juga akan berkurang.

Bagaimana dengan sistem informasi keuangan dan perbankan? Dengan basis data, biasanya data keuangan (currency) ini menggunakan tipe data long integer yang menerapkan panjang data yang konstan. Jadi tidak mempengaruhi ukuran basis datanya. Kecuali penyimpanan data keuangan dalam tipe data teks atau varchar yang panjang datanya bervariasi tergantung data yang disimpan.

Tapi, pertanyaan yang terpenting adalah: apakah (pemerintah) Indonesia mampu melaksanakan redenominasi ini dengan baik? Serahkan pada ahlinya.

Adham Somantrie.

5 Comments

Published on 2010-08-04 05:29:26. 2151 views.
Tagged in:

Siteous & Share Printer Friendly Version Download as PDF

XL Network Rally dan PestaBlogger 2010

Kali ini roadtrip PestaBlogger 2010 (#pb2010) disemarakkan juga oleh XL Axiata dengan program XL Network Rally (#xlnetrally). Program XL Network Rally ini adalah program untuk pengujian sinyal XL yang dilakukan oleh pihak XL dengan mengundang serta pihak media untuk mencoba langsung kualitas sinyal jaringan XL. Dan tahun ini pihak blogger dari beberapa kota juga diundang untuk bergabung serta pada 6 dan 7 Agustus 2010 kemarin. Karena pihak XL Axiata mengklaim telah menggandakan kapasitas jaringannya di jalur mudik untuk mengantisipasi lonjakan trafik di musim mudik lebaran.

Saya sendiri ikut mewakili blogger Bandung untuk mengikuti program ini bersama-sama dengan Anggie, Rizal, Wardhiani, dan Wira. Jumat (6/8) pagi kami pun berkumpul di GrhaXL Bandung (Jl. LLRE Martadinata) untuk briefing, sarapan, dan mengikuti video-conference untuk pembukaan acara XL Network Rally dari Jakarta, Bandung, Jogjakarta, dan Surabaya. Oh iya, tentunya ada goodie bag dan kaos gratis! *mental gratisan*

Setelah acara resmi dibuka secara nasional, kami pun menaiki mobil yang disediakan oleh XL untuk mulai berangkat menuju Semarang, kota tempat acara puncak dilangsungkan. Untuk kloter Bandung, keberangkatan terdiri dari 4 mobil: untuk blogger, media, dan dua mobil untuk pihak XL.

Di mobil blogger, selain sopir juga bertambah satu orang lagi panitia: Masset! Yak, kombinasi yang tepat. 6 blogger bertubuh ramping namun berlambung kapasitas tinggi. Seperti yang sudah diprediksikan, perpindakan makanan dari kemasan menuju lambung terus berjalan tanpa henti bagaikan XL Unlimited!

Untuk dapat menikmati dan menguji coba layanan jaringan XL, setiap blogger diberikan kartu perdana XL Broadband Unlimited (dan tentunya diberikan kredit pulsa secara cuma-cuma). Sehingga kami dapat melakukan live-tweet selama perjalanan. Saya sendiri menggunakan ThinkPad X40 dengan modem HSDPA agar lebih nyaman karena bisa menggunakan TweetDeck dan keyboard sungguhan, bukan keyboard mini ponsel.

Setelah berhenti di Subang untuk menunaikan ibadah sholat Jumat, rombongan meneruskan perjalanan hingga ke Indramayu. Dan di RM. Pesona Laut kami pun bergabung dengan rombongan dari Jakarta dan Lampung — termasuk juga Presiden Direktur XL Axiata, sehingga tak heran konvoy XL Network Rally ini dikawal oleh bapak-bapak dari kepolisian yang ternyata bisa juga nyasar.

Setelah makan siang unlimited di RM. Pesona Laut, iring-iringan mobil XL Jakarta-Lampung-Bandung melanjutkan perjalanan dan menghampiri salah satu RBS (Radio Base Station, atau BTS[Base Transceiver Station]) XL untuk site visit. Selain rehat dan pembaruan pasokan makanan ringan, di sini pihak XL juga menjelaskan cara kerja dan fungsi dari perangkat di dalam shelter secara singkat kepada para peserta.

Perjalanan dari Bandung menuju Semarang bukanlah perjalanan yang pendek, apalagi jika dibumbui dengan wisata. Pasokan daya ponsel dan laptop tentunya terbatas, namun sayangnya power inverter yang ada di mobil kami tidak bisa digunakan. Untungnya pihak XL dan panitia cukup sigap dengan mengganti power inverter dengan yang bisa digunakan. Ya, kebutuhan daya untuk laptop dan ponsel kembali terpenuhi untuk terus menguji layanan jaringan XL sepanjang jalur pantura.

Perjalanan dari Indramayu sampai ke Semarang cenderung tidak ada masalah kecuali isu Kristin yang sudah kebelet pipis padahal di Tol Kanci tidak ada rest area. Ditambah dengan isu #pakudin yang semakin mengintimidasi penumpang #kijang06 asal Jakarta. Perjalanan lancar layaknya Jaringan Andal XL, walaupun di beberapa spot jaringan data sedikit tersendat, namun masih dalam batas toleransi. Untungnya, untuk urusan duduk di mobil apalagi sambil melototi layar laptop selama berjam-jam sudah bukan masalah bagi saya yang pernah melakukan drivetest.

Meskipun begitu, perjalanan ini termasuk mundur dari jadwal. Ketika waktu sudah menunjukkan pukul 21.00 WIB, rombongan kami masih berada di kawasan Tegal. Menurut panitia, dijadwalkan makan malam di Semarang secara berjamaah. Namun Semarang masih jauh di depan mata, sehingga diputuskan untuk berhenti dulu dan "memusnahkan" makanan yang ada di RM. Pringsewu, Tegal. Ya, setiap makan saya selalu berterima kasih kepada XL yang memberikan "quota unlimited" seperti layanan broadband mereka.

Pukul 01.00 WIB dini hari (7/8), kijang-kijang mulai memasuki daerah Semarang. Namun, sekali lagi berhenti di SPBU. Dan entah mengapa, mobil yang kami tumpangi mengikuti 3 mobil lain yang tidak ikut berhenti dan langsung meluncur tanpa henti ke Kota Semarang. Eh, sialnya, 3 mobil itu menuju ke Hotel Gumaya sedangkan kami dijadwalkan untuk menuju Hotel Quest (by Aston). Yak, ternyata kami memang punya bakat #nyasar walaupun memiliki inisiatip inisiatif tinggi.

Tak patah semangat walaupun sudah larut malam. Berterimakasihlah kepada teknologi GPS dan layanan Google Maps, hingga kami dapat hinggap dengan selamat di Hotel Quest lalu melakukan registrasi bersama panitia Semarang. Setelah kurang lebih 16 jam perjalanan, naik, mandi, tidur. ZZzzzz.

Dan, pagi pun datang menjemput para peserta yang tampaknya masih betah dalam belaian kasur empuk. Namun, hari ini lah tujuan para blogger. Jadi, tinggalkan sejenak rasa lelah dan kantuk. Segera mandi dan sarapan! Lagi-lagi sarapan unlimited bersponsor berubah menjadi ajang silaturahmi pada blogger.

Setelah keceriaan kembali memuncak — dan tentunya suplai energi di lambung sudah terisi — jamaah blogger meninggalkan Hotel Quest dan menuju Hotel Gumaya Tower untuk mengguncang Semarang!

Oh tidak! sesaat sebelum meninggalkan Hotel Quest, setiap peserta diberi lagi sebuah goodie bag bertajuk Bandeng Juwana!

Dan inilah acara puncaknya. Sesi pertama diisi oleh XL Axiata untuk presentasi program dan produk serta hasil ujicoba jaringan kemarin. Tak lupa tentunya ada sesi tanya jawab untuk rekan-rekan media dan para penggiat internet. Namun, seperti sudah terprediksi, usai sesi XL terjadi kericuhan sistemik pada sesi foto.

Setelah kericuhan berlalu, dimulai sesi silaturahmi antar komunitas daring (online) yang berasal dari berbagai penjuru Indonesia. Setiap komunitas mendapat kesempatan untuk menjelaskan komunitasnya masing-masing. Tak lupa, saya sendiri yang telah diberikan amanah oleh teman-teman BBV (Bandung Blog Village) pun turut meramaikan dengan menceritakan komunitas kami ini. Yang saya takjub, ternyata Indonesia memang kaya. Kaya akan bakat, kaya akan komunitas, kaya akan potensi dari sumber daya manusia!

Yang luar biasa adalah, Wira, salah satu peserta dari Bandung pun memenangkan undian (doorprize) sebuah modem USB HSDPA dari XL — lengkap dengan kartu perdana XL Broadband Unlimited dan voucher pulsa. Selamat! Makan-makan™!

Setelah semua komunitas saling memperkenalkan diri secara formal, sesi dilanjutkan dengan "diskusi" yang tampaknya cukup berat untuk ukuran blogger uzur seperti @ndorokakung antara Ndoro Kakung dan Rara. Setelah diskusi ditutup, dibukalah sesi pamungkas: makan siang dan acara bebas. Yak, tanpa mengurangi rasa hormat telah dapat menikmati hidangan "unlimited", inilah waktu yang paling sempurna untuk kopi darat! Luar biasa, saya bisa bertemu dan berkenalan dengan berbagai bentuk macam manusia Indonesia yang hebat dan bersemangat. Senang bertemu dengan kalian wahai teman-teman baru. Walaupun juga tak bosan untuk bertemu kalian teman-teman lama.

Yang lucu, banyak yang menganggap saya adalah perwakilan dari Jakarta. Tetapi saya perlu melempar es cendol sekalian gelasnya mengacungi jempol kepada panitia. Panitia tahu benar apa yang diinginkan para blogger: makan-makan, foto-foto, dan bandwidth.

Sudah! Cukup kopdarnya! Mari kita uji nyali ke Lawang Sewu! hhmmmm, kesan pertama cukup menyeramkan. Untungnya rame seperti XL Rame! Ya, walaupun dengan aura mistis, ternyata gedung ini cukup dramatis untuk sesi pemotretan. Terlihat beberapa peserta terlihat asyik-masyuk excited dengan fotografi dan fotomodelling.

Baiklah, hari sudah mudah redup. Ditambah dengan iringan tetesan air hujan. Saat nya para peserta berpisah dan kembali pulang ke kota masing-masing. Karena untuk pulang ini kontingen #bandung hanya satu mobil — blogger, sementara media dan pihak XL sudah pulang duluan pada siangnya — maka saya selaku koordinator memutuskan untuk pulang bersamaan dengan kontingen Jakarta dari Semarang sampai Palimanan.

Twitter menjadi sarana komunikasi antar kijang mobil. Bahkan informasi frekuensi radio FM dapat tersebar dengan cepat ketika Kristin menemukan lagu Keong Racun disiarkan.

Singkat cerita, kami pun kembali tersangkut di Tegal Kota Bahari untuk makan malam. Dengan ide dari #kijang06 untuk mencari Sate Tegal. Walaupun bukan makan malam "unlimited", ternyata tidak bisa menghalangi bahwa para peserta ini memiliki kapasitas lambung yang "unlimited". Ternyata nafsu makan tak terbatas itu sudah menjadi fitur.

Memasuki Tol Kanci, tampaknya lambung dan usus para peserta sedang bekerja keras. Dan saya pun terlelap hingga memasuki Kota Bandung sekitar pukul 04.00 WIB.

Ah, terlalu banyak cerita dan "unlimited experience" yang ingin diceritakan. Mungkin nanti saya perlu membuat artikel tambahan untuk cerita-cerita menarik lainnya. Terima kasih teman-teman, peserta, panitia, XL, dan semua pihak yang terlibat. Momen ini tak akan terlupakan.

Terutama untuk pihak sponsor, XL Axiata, saya secara pribadi mengucapkan banyak terima kasih. Karena sebelum ini, saya belum pernah menginjakkan kaki di Pantura, Indramayu, Tegal, dan Semarang. Lain kali kalau ada acara jalan-jalan lagi, saya diajak lagi ya! *ngelunjak*

Sampai jumpa di PestaBlogger 2010!

Adham Somantrie. (@adhams) — XLalu UntukMU di Bulan Ramadhan.

PS: Artikel ini diposkan menggunakan Jaringan Andal XL Axiata HSDPA. Kredit: Beberapa foto diambil oleh Wira Nurmansyah, A.Md.

14 Comments

Published on 2010-08-08 19:59:08. 2938 views.
Tagged in: gelaran jalan-jalan mudik xl xlnetrally

Siteous & Share Printer Friendly Version Download as PDF

Balada Bulan Suci

Banyak orang yang menanti datangnya bulan suci ini. Apalagi di Indonesia, tentunya, sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia — tapi bukanlah negara Islam, catat!

Yang biasa paling ramai adalah aturan bagi rumah (atau warung) makan untuk tutup (atau tertutup) selama bulan puasa. Jika tempat makan saja menjadi korban aturan ini, apalagi tempat hiburan. Alasan klise-nya adalah untuk menghormati bulan suci. Baiklah, tetapi kan bukan berarti ini menjadi pembenaran untuk "tempat hiburan" melakukan praktek di luar bulan suci.

Namun untuk kasus rumah makan, yang mana sebenarnya tidak ada masalah dengan hukum, karena makan itu bukanlah perbuatan yang dilarang (kecuali bagi mereka yang berpuasa ataupun di tempat-tempat tertentu seperti ruang rapat). Saya rasa tidak perlu terlalu naif untuk melarang rumah makan untuk beroperasi. Justru dengan adanya rumah makan yang beroperasi selama siang hari di bulan suci, orang yang berpuasa akan lebih merasakan tantangan dalam ibadahnya.

Di samping itu, jika rumah makan ditutup, untuk yang tidak berpuasa (orang tua renta, wanita yang sedang berhalangan, ataupun warga non-muslim) tentunya akan kesulitan untuk mencari makanan. Hal ini perlu dipertimbangkan.

Mungkin solusinya adalah dengan menutup tempat tersebut agar aktivitas makan-minum tidak terlihat dari luar. Bukan menutup usahanya, sehingga usahanya masih tetap berjalan. Atau seperti beberapa rumah makan yang tidak melayani "makan di tempat" selama warga sedang berpuasa. Sehingga orang tetap dapat membeli makanan dan makan di rumahnya masing-masing.

Selain itu, juga ada fenomena "gelonggong massal" di kalangan plurker. Mengambil kasus sapi gelonggong yang terjadi musiman di Indonesia, banyak orang yang melakukan praktek serupa di saat sahur dengan mengkonsumsi air sebanyak mungkin sesaat sebelum imsak tiba. Tentunya, dengan harapan suplai air di dalam tubuh akan meningkat sehingga tidak akan mengalami dehidrasi saat berpuasa.

Tapi apa yang terjadi? saya sebagai salah satu oknum pelaku gelonggong ini sebenarnya tidak merasakan manfat yang berarti. Bahkan, mitos soal pencegahan dehidrasi itu tidak terbukti. Karena di pagi harinya, air gelonggongan itu akan dibuang. Percuma!

Bukan soal aktivitas "penggelonggongan diri secara massal" ini yang unik. Melainkan istilah "gelonggong" itu sendiri. Karena jika merujuk ke KBBI, kata gelonggong itu sendiri memiliki makna "berlubang-lubang seperti nyiur yang digerek tupai". Nah, apa hubungannya?

Apakah Anda mendapati fenomena-fenomena unik lainnya selama bulan puasa?

Adham Somantrie.

2 Comments

Published on 2010-08-21 01:04:31. 2641 views.
Tagged in:

Siteous & Share Printer Friendly Version Download as PDF

Nelpon Ekstra Irit

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431H. Mohon maaf lahir dan batin. Sekali lagi saya minta maaf buat para pemirsa blog ini karena baru hari ini saya mengaktualkan blog saya ini.

Eh, bagaimana lebarannya? apakah ponsel Anda berdering tanpa henti karena SMS ucapan selamat? atau karena pesan BlackBerry Messenger? email notifikasi Facebook? atau banjir mention di twitter? Atau, Anda terpaksa menggunakan modus "sunyi" dan bahkan menyimpan ponsel Anda di laci?

Beberapa hari belakangan, itu si Boy Itung mondar-mandir di layar televisi. Penasaran juga dia mau ngapain? Ternyata mau bagi-bagi rejeki nelpon irit.

Eh, TelkomFlexi itu kan tarifnya gak jauh beda dengan telepon murah murah. Tentunya sama-sama irit dan sama-sama murah dong? Ini bisa lebih irit lagi! dengan Paket Irit Mingguan eXtra TelkomFlexi.

Emangnya di mana sih letak iritnya?

Dengan paket ini, Anda bisa mendapatkan manfaat 100 kali lipat. Ya, dengan modal Rp.5.000,- Anda bisa mendapatkan manfaat seharga Rp.500.000,- yang bisa Anda manfaatkan tidak hanya sehari, tetapi seminggu. Ya, seminggu. Silahkan bayangkan sendiri menggunakan ponsel seminggu hanya menghabiskan pulsa goceng doang!

Caraaannyaaa????

Eces ah! Tinggal ketik SMS: 5000 lalu kirim ke 123. Gampang kan?

Eh, emangnya itu Rp.500.000,- bisa buat apaan?

Pastinya, bisa dipake buat nelpon ke sesama Flexi baik yang lokal, maupun interlokal/SLJJ dengan 01017, dengan total senilai Rp.350.000,-. Tentunya bisa dipake buat nelpon ke telepon rumah juga dong, nilainya Rp.50.000,-

Loh, itu kan baru Rp.400.000,-? Cepeknya lagi mana?

Tenang, sesuai janjinya Rp.500.000,- maka sisanya yang Rp.100.000,- bisa dipakai untuk SMS ke sesama Flexi dan nelpon ke GSM Telkomsel (lokal dan SLJJ). Masing-masing senilai Rp.50.000,-

Oh iya, untuk nelpon ke telpon rumah dan GSM Telkomsel, paket baru akan bisa digunakan setelah menit kedua setiap panggilan.

Masih mudik? atau mau ke luar kota? Kan ada FlexiCombo! Ya, paket ini bisa digunakan juga ketika sedang menggunakan FlexiCombo! Secara Telkom sudah malang-melintang di Indonesia, cakupan jaringan TelkomFlexi tidak perlu diragukan lagi. Lengkap bukan? kurang apa lagi coba?

Segera daftarkan ponsel Flexi Anda di Paket Irit Mingguan eXtra TelkomFlexi! Eh, belum pakai Flexi? Segera datang ke Plasa Telkom terdekat di kota Anda!Selain itu, ada juga Paket Irit 123 yang tidak kalah menarik loh.

TelkomFlexi, Bukan Telepon Biasa...

Adham Somantrie

1 Comments

Published on 2010-09-13 03:20:45. 1522 views.
Tagged in:

Siteous & Share Printer Friendly Version Download as PDF

Menghentikan Telkomsel PopScreen

Saya menggunakan layanan Telkomsel dengan simPATI sejak 2002 dan tidak pernah mendapati fitur PopScreen ini di layar Nokia E71. Namun ketika saya menggunakan kartu baru simPATI Turbo bundling iPhone 3GS, untuk pertama kalinya saya mendapati pesan Telkomsel PopScreen ini. Padahal saya tidak pernah mendaftar untuk layanan ini, bahkan untuk telepon dan SMS saja saya tidak pernah — saya hanya menggunakan layanan data. Tampaknya fitur ini aktif secara otomatis untuk setiap kartu baru.

Awalnya, saya mencoba untuk mengabaikan. Namun ternyata, PopScreen ini cukup dahsyat layaknya sampah (spam) dan mulai sangat mengganggu. Hingga akhirnya saya menghubungi pusat layanan untuk mengajukan keberatan saya.

Setelah mengajukan permohonan maafnya, petugas itu pun memberikan panduan untuk menonaktifkan fitur ini. Langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk menghentikan PopScreen ini adalah:

1. Masuk ke T-Sel Menu, atau SIM Applications. 2. Pilih PopScreen. 3. Pilih Aktivasi. 4. Pilih Non-aktifkan.

PS: Untuk pengguna iPhone (2G, 3G, 3GS, 4) pilihan "T-Sel Menu" ini dapat diakses melalui: Settings - Phone - SIM Applications.

Adham Somantrie.

10 Comments

Published on 2010-09-20 01:34:01. 11435 views.
Tagged in: iphone popscreen telkomsel

Siteous & Share Printer Friendly Version Download as PDF

Nike (RED) Laces

I'm exhausted for this special edition Nike (RED) Laces. I have tried at all Nike Stores in Bandung: Bandung Indah Plaza, Parijs van Java, and Istana Plaza. Even I went to Nike Store at Plasa Semanggi in Jakarta. Then, I contacted my friend at Medan to look at Nike Store in Sun Plasa. But, nope. There is no Nike (RED) Laces there!

And last, I went to the online marketplace. Then, I got a seller that offer it for USD 8.00 with free shipping to Indonesia. Okay, deal, done!

Nike (RED) Laces

I hope these laces can give us more motivation on run, or on another sports. And here is my Nike Air Max Turbulence+ with Nike (RED) Laces.

Nike AirMax Turbulence+ with Nike (RED) Laces

Lace up. Run out. Save lives.
Adham Somantrie, AdhamPlus.

3 Comments

Published on 2010-09-25 02:18:42. 2835 views.
Tagged in:

Siteous & Share Printer Friendly Version Download as PDF

Tips Menyusun Curriculum Vitae dan Resume

Bagi pencari kerja, CV (Curriculum Vitae) dan resume merupakan hal wajib untuk dimiliki. Karena ini merupakan "brosur" atau "pamflet" untuk "menjual diri" kepada perekrut. Selain kualitas isi, sisi presentasi (tampilan) juga banyak membantu untuk mendapatkan kesempatan emas rekruitasi tahap selanjutnya. Berikut tips yang bisa Anda coba terapkan:

1. Pastikan tidak ada kesalahan ketik dan kesalahan tata bahasa.
2. Hindari penggunaan kata ganti orang pertama: saya, kami, I, atau me.
3. Menjelaskan apa yang telah Anda lakukan dan pencapaian Anda dalam karir.
4. Lebih menekankan pencapaian kerja daripada pekerjaan Anda.
5. Jangan terlalu singkat, namun jangan pula sampai bertele-tele.
6. Berikan informasi kontak yang benar dan jelas.
7. Berikan tujuan kerja yang spesifik dan fokus, sesuai dengan diri Anda, dan juga tentunya sesuai dengan kebutuhan perekrut.
8. Margin halaman minimal 1 (satu) inci.
9. Gunakan hanya 1 (satu) atau 2 (dua) jenis huruf (font/typeface) saja.
10. Gunakan poin-poin untuk menekankan kemampuan (skill) dan pencapaian Anda.
11. Hindari penggunaan garis bawah (underlining).
12. Perhatikan konsistensi tampilan. Misalnya menggunakan huruf kapital untuk nama perusahaan, maka gunakan huruf kapital untuk semua nama perusahaan.

Mudah-mudahan dengan tips ini, resume ataupun CV Anda akan lebih menarik perhatian perekrut, dan Anda akan diberi kesempatan untuk wawancara kerja.

Adham Somantrie
PS: Disadur dari "Human Resource Management: Gaining a Competitive Advantage. Sixth Edition", Noe - Hollenback - Gerhart - Wright. New York, McGraw-Hill. 2008.

2 Comments

Published on 2010-09-29 21:06:01. 6214 views.
Tagged in: office productivity works

Siteous & Share Printer Friendly Version Download as PDF

Jakarta Red Run 2010

Minggu (03/10) kemarin, saya mengikuti Jakarta Red Run 2010 yang diadakan oleh Yayasan Jantung Indonesia dalam rangka memperingati Hari Jantung Sedunia. Menurut berita di media massa, acara ini diramaikan oleh sekitar 8.000 orang peserta.

Tiba di Monas pukul 5.15 WIB dengan asumsi akan pemanasan sekitar 30 menit keliling monas. Ternyata setelah diguyur hujan, jalanan sekeliling monas licin. Baiklah, saya terpaksa mengurungkan niat untuk pemanasan. Tak disangka, Mbak Henro ternyata adalah panitia acara yang secara tidak sengaja saya temukan di depan tenda pendaftaran. Lumayan ada temen ngobrol, daripada mati gaya sendirian. Plus, ada yang bisa dijadiin tukang foto. Hehehe...

Jakarta Red Run 2010

Selama ini saya berlari hanya sekitar 4-7 km saja, sehingga belum cukup keberanian saya untuk mengikuti 10K. Jadi, saya mendaftar untuk Fun Run 3.5K saja. Namun tetap mengutamakan catatan waktu. Alhasil bisa menjadi satu diantara 10 orang pertama yang mencapai garis finis.

Untuk catatan waktu pribadi saya menggunakan Nike+ SportBand yang telah saya gunakan selama ini. Dan juga sekalian uji coba aplikasi Nike+ GPS di iPhone 3GS. Ternyata aplikasi Nike+ GPS seharga 1.99 USD ini tidak lagi membutuhkan sensor di sepatu untuk beroperasi. Hanya menggunakan GPS untuk mengukur kecepatan. Tentunya akan membutuhkan perangkat yang dilengkapi GPS dengan iOS 4.0 ke atas (ya, tidak bisa di iPod Touch karena minus GPS). Mungkin perkara Nike+ GPS ini akan saya bahas di tulisan tersendiri.

Nike+ GPS iPhone 3GS

Baiklah, karena kurang hafal dengan rute, dan kurang familiar dengan Jalan Medan Merdeka, saya dan beberapa orang di depan saya salah rute. Sehingga total jarak tempuh kami menjadi 5K. Saya sih karena mengikuti pelari yang ada di depan saya. Ketika dia salah rute, maka saya pun salah!

Yak, saya dan beberapa orang yang salah rute itu akhirnya sampai di garis finis dengan jarak sekitar 4.8 km. Dan, para peserta 10K sudah ada yang finis duluan!

Ada 2 orang lagi teman sekelas kuliah saya yang turut meramaikan Jakarta Red Run 2010 ini: Rian dan Dipo. Mereka mengambil 10K Amatir. Yayaya, saya tidak mendapatkan nomor dada karena saya mengambil Fun Run 3.5K. Ada juga Nieken dan Yuti, teman sekelas yang turut hadir namun hanya sebagai penggembira.

MBA ITB 43 Representative

Siap untuk 5th Annual Jakarta Race, 31 Oktober 2010?

Adham Somantrie, AdhamPlus.

4 Comments

Published on 2010-10-04 23:26:21. 2507 views.
Tagged in:

Siteous & Share Printer Friendly Version Download as PDF

Distro Survey

distrosurvey

Saya bersama beberapa rekan dari kampus sedang mengadakan penelitian mengenai pasar komoditas dan produk dari "distro", terutama yang berada di Kota Bandung, namun tidak tertutup kemungkinan juga untuk kota-kota lain di luar Bandung.

Survey — mungkin lebih tepat jika disebut kuesioner (questionnaire) — ini kami adakan di internet selain dilakukan secara luring (offline) di beberapa tempat di Kota Bandung.

Target survey ini sendiri adalah untuk para konsumen produk distro. Juga memungkinkan untuk non-konsumen yang tertarik dengan produk-produk distro ini sendiri. Secara demografi, survey ini terbuka untuk pria dan wanita dari segala usia.

Survey ini akan dilaksanakan hingga 31 Oktober 2010. Dan kami akan mengundi 3 (tiga) orang peserta survey yang beruntung yang akan mendapatkan produk distro sebagai cindera mata.

Tertarik? Silakan langsung menuju http://siteo.us/distrosurvey dan pastikan data diri akurat, siapa tahu Anda termasuk dari tiga orang yang beruntung

Adham Somantrie, ST.
— ITB #29.11.00.19

PS:
Ketiga orang yang terpilih akan kami hubungi melalui alamat email atau nomor telepon yang disediakan di dalam survey. Halaman ini juga nantinya akan dimutakhirkan untuk mengumumkan nama para peserta yang terpilih tersebut. Kami akan membatalkan nama-nama yang tidak memberikan data yang valid pada survey, dan akan mengundi peserta lainnya untuk menggantikan.

Update:
Selamat kepada ketiga orang berikut:
- Senny, senny*****@gm***.com
- Rino, ytse_*****@ya***.com
- Aulia, auliaibrahi*****@gm***.com

2 Comments

Published on 2010-10-18 21:53:35. 1419 views.
Tagged in:

Siteous & Share Printer Friendly Version Download as PDF

Coca-Cola Live Positively

Live Positively adalah sebuah program dari Coca-Cola Indonesia untuk membawa perubahan positif di Indonesia. Hidup dengan lebih positif. Coca-Cola mengadakan acara Live Positively pada hari Jumat (15/10) dan Sabtu (16/10) di Mall Kelapa Gading 3, Jakarta Timur. Saya bersama beberapa blogger lainnya diberi kesempatan secara resmi untuk meliput acara ini di hari kedua.

Melalui program Live Positively ini, Coca-Cola mencoba untuk memberikan dampak positif pada tujuh pilar yang terangkai dalam berbagai elemen — pasar, komunitas, lingkungan hidup, dan tempat kerja — yakni: Manfaat Produk, Gaya Hidup Aktif dan Sehat, Komunitas, Manajemen Energi dan Perlindungan Iklim, Kemasan Berkelanjutan, Perlindungan terhadap Air, dan Lingkungan Kerja.

Dalam acara luring (offline) tersebut, Coca-Cola mencoba menanamkan ketujuh pilar positif tersebut kepada para pengunjung dengan mengajak mereka untuk bermain dalam 7 permainan (games) yang masing-masing mewakili pilar tersebut.

Uniknya, setiap pengunjung diberikan sebuah "paspor" yang akan distempel setiap selsai memainkan satu permainan. Ketika paspor itu sudah dilengkapi dengan 7 stempel yang berbeda, maka pengunjung berhak untuk mendapatkan sehelai kaos Coca-Cola yang terbuat dari botol plastik yang sudah didaur ulang. Menarik!

Selain permainan, tentunya ada pembagian produk air minum secara gratis. Anda tidak suka minuman berkarbonasi? tenang saja, karena The Coca-Cola Company juga memiliki produk minuman yang tidak berkarbonasi seperti FresTea dan MinuteMaid.

Juga ada penampilan musik serta perbincangan dengan pihak Mitra Netra yang tidak kalah menarik.

Mitra Netra ini banyak bergerak di kegiatan sosial dalam membantu para tuna netra. Salah satu kegiatannya adalah mengkonversi buku-buku versi cetak menjadi buku versi Braille. Dan dengan kampanye #liveplus di twitter, pihak Coca-Cola menyumbangkan seperangkat komputer untuk pihak Mitra Netra ini setiap 200 tweets dengan hashtag #liveplus.

Menindak lanjuti Live Positively, panggung juga didekorasi menggunakan kaleng Coca-Cola dan Diet Coke! Selain itu juga ada Pak Bob Novandy, seorang pengrajin lampion yang berkreasi dengan botol plastik bekas. Ada juga patung Live Positively yang terbuat dari 1298 kaleng bekas.

Coca-Cola juga tidak lupa untuk memajang evolusi botol dari tahun ke tahun.

Selain itu, juga beberapa barang yang merupakan hasil daur ulang dari botol plastik bekas Coca-Cola.

Program Live Positively ini telah diluncurkan secara global sebelum di Indonesia. Beberapa negara lain juga akan segera menyusul dalam menerapkan program ini.

Jadi, apakah Anda siap untuk hidup positif dan merubah lingkungan sekitar Anda untuk jadi lebih positif?

— Adham Somantrie.

Tentang The Coca-Cola Company
The Coca-Cola Company merupakan perusahaan air minum terbesar di dunia dengan sekitar 500 merk minuman. Merupakan produsen minuman berkarbonasi, jus dan minuman jus serta teh dan kopi siap minum nomor satu. Terdistribusi di lebih dari 200 negara dengan jumlah sajian mencapai 1,6 miliar per hari. www.thecoca-colacompany.com

Tentang Coca Cola di Indonesia
Coca-Cola masuk ke Indonesia sejak 1927 dan diproduksi secara lokal sejak 1932. Saat ini, Coca-Cola diproduksi di 10 pabrik pembotolan di Indonesia.

2 Comments

Published on 2010-10-19 22:13:24. 3312 views.
Tagged in:

Siteous & Share Printer Friendly Version Download as PDF

PestaBlogger+ 2010 #1: Akhir Era Para Blogger

#pb2010

Akhir era blogger? Mungkin saya sedikit pesimis. Tapi tentu saja saya punya alasannya. Dan tentu saja penyelenggara punya alasan untuk menambahkan "plus" di akhir frasa
PestaBlogger" tersebut. Mungkin, ini untuk merangkul pengguna jejaring sosial yang bukan blogger (walaupun beberapa jejaring sosial tersebut termasuk blog: blog-mikro [microblog]). Atau mungkin saja, "profesi" sebagai blogger itu sudah tidak sepopuler beberapa tahun yang lalu.

Dan, terkadang banyak yang tidak menyadari bahwa ngeblog itu tidak harus menulis artikel dan panjang. Internet bukan lagi tempatnya teks yang polos. Internet mendukung informasi yang kaya, multimedia. Bahkan kini kapasitas dan infrastruktur internet di Indonesia sudah jauh lebih baik dibanding beberapa tahun lalu sehingga mampu mendukung komunikasi yang kaya. Blog foto (photoblog) dan podcast juga bisa dibilang sebagai blogger, kok.

Lalu "plus" ini apa maksudnya? Sepertinya, pengguna mayoritas internet di Indonesia sepertinya bukan blogger (lagi). Banyak netizen atau onliners yang aktif bersosialisasi di internet, namun tidak ngeblog (atau, sudah tidak ngeblog lagi seperti halnya Priyadi. #eh?). Penyelenggara PestaBlogger kali ini ingin mengundang tamu yang lebih luas, memperbesar target pengunjungnya. Banyaknya pengguna twitter, Facebook, bahkan Foursquare tentu sangat menarik bagi penyelenggara.

Jika kita lihat kampanye dan aktivitas para sponsor yang berkeliaran, sebagian besar juga tidak lagi fokus kepada para blogger. Banyak yang lebih meminta akun twitter ataupun Facebook. Salah satu sponsor misalnya, melakukan kampanye agar para pengunjung mengikuti akun twitter mereka dan menyukai halaman penggemar (likes, fan pages) Facebook mereka. Sama sekali tidak menanyakan alamat blog.

Mas Ikhlasul Amal — selaku tamu VIP rombongan PestaBlogger+ 2010 dari Bandung yang menggunakan alibi "narablog fotografi" untuk menjustifikasi miskin artikel — juga sedikit kebingungan saat breakout session untuk mencari kelas yang terpaut blog fotografi. Kini tidak sedikit kelas yang lebih konsentrasi pada komunitas, gerakan, produk, maupun jejaring sosial. Walaupun tentunya masih ada kelas yang masih tetap fokus pada blog.

Jadi, blogger tidak lagi potensial? Atau sudah sedemikian berkembang dan bergeser? Silakan berkomentar, bebas kok.

— Adham Somantrie.

14 Comments

Published on 2010-10-31 21:24:26. 3299 views.
Tagged in:

Siteous & Share Printer Friendly Version Download as PDF

PestaBlogger+ 2010 #2: Mau Ngapain?

Sudah keempat kalinya PestaBlogger diadakan. Terhitung yang pertama pada 2007 dan yang baru saja dilangsungkan pada 30 Oktober 2010 di Epicentrum Walk. Saya sendiri baru dua kali mengikuti: pertama kali pada 2008, pada 2009 saya absen karena urusan pekerjaan, dan tahun ini. Sama seperti 2008, PestaBlogger+ 2010 ini juga banyak memberikan pilihan kepada para peserta untuk menikmatinya: break-out sessions.

Terkadang, walaupun acara dimulai dari pagi hingga petang, banyak peserta yang merasa waktu itu sangat sempit. Bahkan beberapa melanjutkan "pesta" setelah PestaBlogger resmi ditutup. Ya, terkadang kita terlalu banyak rencana dan keinginan yang ingin dilakukan saat PestaBlogger, namun sang waktu berkata lain.

Jika Anda merupakan blogger yang termasuk serius, mungkin Anda dapat menikmati PestaBlogger dengan mengikuti break-out sessions sesuai dengan minat Anda. Namun, jiwa sosial dan silaturahmi bangsa Indonesia tentu mengajak Anda untuk beramah-tamah dengan ribuan blogger (pastisipan) lainnya. Ya, tidak sedikit acara yang bisa mengumpulkan para blogger dari seluruh nusantara dalam satu tempat dan satu waktu. Belum lagi games lucu dan menarik yang datang dari booth para sponsor. Tentu tidak sedikit waktu yang kita habiskan di sana.

Beberapa orang bahkan memberikan tips untuk menghadiri PestaBlogger: siapkan niat dan tujuan yang kuat, serta manajemen waktu yang baik untuk berpindah dari satu wahana ke wahana yang lain. Ya, mirip dengan wisata ke dunia fantasi memang. Terkadang kita tidak punya cukup waktu untuk mencoba seluruh wahana yang ada.

Blogger itu kreatif. Menurut saya relatif seperti itu. Jadi, selain wahana yang disebutkan di atas, bisa jadi ada "wahana" independen lain yang tidak ada di jadwal yang dilakukan oleh blogger ataupun komunitas pada PestaBlogger. Ya, porsi waktu Anda tetap dan tidak bertambah untuk menikmati itu semua.

Dan, bagi saya, PestaBlogger akhirnya hanyalah menjadi ajang kopi darat yang masif. Kapan lagi bisa bertemu dengan rekan-rekan blogger di masa lalu yang kini sudah tenggelam dengan kesibukannya masing-masing. Rekan-rekan komunitas yang kini terbawa arus rejeki dan jodoh ke luar kota. Dan saya rasa PestaBlogger masih menjadi satu-satunya ajang yang memungkinkan kita untuk berfoto bersama dengan banyak blogger-blogger dari seluruh nusantara dalam satu hari!

Saya juga mengikuti beberapa kelas breakout session kok. Pertama saya mengikuti kelas "ngomik" @niwat0ri dan @richoz @suparmanibab. Lalu saya mengikuti sesi dari MyGamma selaku pihak yang telah mensponsori saya untuk mengikuti PestaBlogger+ 2010 ini.

Bandung Blog Village

Dan, PestaBlogger selalu menjadi ajang reuni akbar untuk para anggota Boys Before Vlowers, eh Bandung Blog Village (BBV). Di mana banyak anggotanya yang sudah pergi meninggalkan Bandung untuk melanjutkan hidup. Ah, saya bahkan tidak sempat membuka twitter ataupun jejaring sosial lainnya. Ketika bisa bersosialisasi langsung secara luring (offline), untuk apa jejaring sosial? Hm, bisa jadi beberapa blogger malah tidak membutuhkan internet sama sekali saat PestaBlogger.

Anda sendiri bagaimana? menikmati segala sesi resmi, atau membuat sesi sendiri bersama rekan-rekan? atau hanya sekedar menikmati keriuhan acara? atau, datang hanya untuk goodie bag dan juga hadiah-hadiah dari para sponsor?

Itu terserah Anda!

Adham Somantrie.

2 Comments

Published on 2010-11-07 21:26:00. 1223 views.
Tagged in:

Siteous & Share Printer Friendly Version Download as PDF

BuzzCity Mobilizer

BuzzCity Mobilizer, sebuah layanan dari BuzzCity Pte Ltd — perusahaan yang mensponsori saya untuk PestaBlogger+ 2010 kemarin — yang membantu para blogger untuk menjangkau dunia musafir, mobile. Sebenarnya tidak hanya publishers (blogger) saja yang ada di dalam ekosistem layanan ini, tetapi ada juga para advertisers dan merchants.

Singkatnya, BuzzCity Mobilizer ini dapat membantu membuatkan situs edisi musafir untuk blog Anda. Sehingga bagi Anda pemilik blog, dapat dengan mudah membuat "moblog" (mobile blog) Anda dengan bantuan BuzzCity Mobilizer. Alamat moblog Anda akan menjadi http://buzzcity.mobi/namaanda . Yang tentunya Anda dapat membuat domain atau subdomain pilihan Anda sendiri yang dapat diarahkan ke alamat BuzzCity Mobilizer Anda.

Untuk lebih mendukung gaya hidup musafir, BuzzCity Mobilizer juga menyediakan QR code untuk URL moblog Anda tersebut. Terima kasih kepada Mbak Veronika Wu yang telah banyak membantu dalam proses penerapan set up akun saya di buzzcity.mobi/adham. Dan juga telah memberikan tiket gratis PestaBlogger+ 2010

BuzzCity Mobilizer juga mengerti jika konten blog Anda itu panjang. Maka, sistem BuzzCity Mobilizer bisa memotong konten blog Anda menjadi beberapa halaman sehingga lebih enak dibaca dari perangkat musafir (mobile devices).

BuzzCity Mobilizer ini bekerja dengan membaca umpan RSS dari blog Anda. Yang artinya akan sangat gampang untuk mengintegrasikan blog Anda dengan sistem Buzzcity Mobilizer. Tapi, tentunya sistem ini memiliki kekurangan. Jika Anda tidak memberikan konten penuh pada RSS Anda, maka konten pada situs BuzzCity Mobilizer Anda juga tidak akan berisi konten penuh. Selain itu, BuzzCity Mobilizer hanya akan menampilkan konten-konten terbaru dari blog Anda, sesuai dengan RSS. Sehingga Anda tidak akan mendapatkan arsip lengkap dari blog Anda di BuzzCity Mobilizer. Sistem komentar juga tidak dapat diintegrasikan ke BuzzCity Mobilizer karena sistem RSS ini. Jadi, pengunjung tidak bisa membaca komentar yang ada di blog Anda, juga tidak bisa memberikan komentar di moblog Anda.

Selain itu, karena ada advertisers dan BuzzCity juga bertindak sebagai agen periklanan, Anda juga bisa memasang iklan di situs musafir Anda tersebut. Tentunya akan ada kompensasi untuk Anda sebagai publisher iklan. Selain Anda dapat memperluas target pembaca konten Anda, Anda juga dapat mendapat penghasilan.

Adham Somantrie
buzzcity.mobi/adham

2 Comments

Published on 2010-11-10 01:32:48. 1591 views.
Tagged in:

Siteous & Share Printer Friendly Version Download as PDF

Siapa Itu Sitti?

Jika Anda membayangkan Sitti itu adalah seorang gadis cantik nan mempesona, maka Anda salah! SITTI sebenarnya adalah sebuah mesin. Ya, mesin. Mesin yang merupakan sistem iklan kontekstual yang sadar isi (content aware). Terdengar seperti AdSense dan AdWords? Anda tidak salah, memang mirip. Tetapi, SITTI adalah spesialis untuk Bahasa Indonesia!

Ah, mungkin Anda berpikir SITTI itu hanyalah pengikut AdSense khusus Bahasa Indonesia seperti yang sudah ada sebelumnya. SITTI tidak mungkin sebuah hal kecil yang biasa saja kalau SITTI mampu mencuri perhatian dari TechCrunch. SITTI memiliki algoritma-nya sendiri untuk mencari iklan yang relevan dengan konteks halaman. Dan tentu saja, seperti yang saya bilang sebelumnya, lebih "ahli" dalam menangani Bahasa Indonesia, non EYD. Pasti akan sangat ironis jika SITTI tidak lebih memahami Bahasa Indonesia daripada Google.

Tapi jika kita membandingkan SITTI dengan Google secara keseluruhan, tentu saja bagaikan gadis kecil dengan sang raksasa. Namun, untungnya, Indonesia bukanlah dunia. Indonesia hanya bagian dari dunia yang besar ini. Dan, bahagianya, SITTI memiliki keunggulan di sini, walaupun hanya dalam beberapa aspek. Tetapi ini merupakan langkah awal yang bagus dalam kompetisi.

Secara pribadi, tentu saya akan lebih memilih menggunakan SITTI untuk iklan di situs saya yang berbahasa Indonesia. AdSense sudah lama saya tinggalkan karena cenderung tidak relevan. Ya, mungkin Google juga masih perlu banyak belajar Bahasa Indonesia. Di samping itu, ternyata SITTI juga mampu mengenai bahasa 'slang' Indonesia hingga bahkan bahasa alay. Ya, tidak bisa dipungkiri bahwasanya masih banyak sekali halaman web berbahasa Indonesia yang tidak baku saat ini.

SITTI pun masih belajar. Walaupun SITTI mengklaim sudah "mempelajari" banyak sekali halaman web berbahasa Indonesia selama bertahun-tahun, saya rasa sistem SITTI masih belum sempurna. Saya sebagai penerbit iklan SITTI, sejak diundang dalam peluncuran terbatas di Kemang beberapa waktu lalu, melihat sistemnya masih belum selesai. Masih banyak fitur-fitur yang belum bisa diakses. Tetapi, saya yakin ini hanya masalah waktu saja. Membangun dan memperbaiki situs itu dapat dikerjakan dengan cepat saat ini.

Dengan banyaknya jumlah blogger Indonesia yang bertumbuh dengan cepat. Juga meningkatnya jumlah halaman berbahasa Indonesia di Internet. SITTI punya banyak potensi. Apalagi saat ini para produsen dan pemilik merk di Indonesia sudah mulai melek internet untuk promosi produk mereka. Saya rasa SITTI memiliki harapan baik untuk menjadi ekosistem yang menjembatani pengiklan, penerbit iklan, dan tentunya pemirsa iklan.

Masih penasaran? silakan kunjungi blog SITTI atau ikuti kicauan twitter @sittibelajar.

Terima kasih banyak untuk Mbak Sekar dan Mbak Nira yang telah mengundang saya untuk makan malam dan peluncuran halus (soft launching) serta uji coba SITTI di Kemang beberapa waktu lalu. Kami para blogger dari Bandung pun tidak sabar menunggu kunjungan SITTI di Kota Kembang ini.

Dan, mari kita lihat bagaimana SITTI akan berevolusi dari gadis kecil menjadi seorang wanita dewasa yang matang. Mungkin hanya waktu yang bisa menjawab. Tapi berapa lama? Tentunya kita bisa memprediksi atau sekedar berkomentar

Adham Somantrie.

5 Comments

Published on 2010-11-23 09:06:24. 2655 views.
Tagged in:

Siteous & Share Printer Friendly Version Download as PDF

Apa Kabar Kepingan Optik?

Poor PowerBook

Di era '90-an, kepingan optik bisa dibilang sebagai terobosan teknologi yang luar biasa. Dengan kapasitas CD yang mencapai 600MB-700MB, merupakan media penyimpanan yang cukup masif. Dilanjutkan dengan format baru, DVD, yang berkapasitas 4,7GB. Hingga pengembangan DVD menjadi DVD-DL yang kapasitasnya mencapai 8.5GB. Media tradisional disket sudah tidak mampu melawannya. Kepingan CD-R/CD-RW dan DVD-R/DVD-RW telah menjadi media penyimpanan dan pertukaran data yang umum.

Era 2000-an, muncul teknologi flash disk. Bentuknya beragam, mulai dari kartu memori yang bermacam-macam formatnya, hingga yang diintegrasikan dengan USB: USB Flash Drive (UFD). Memang harganya masih tergolong mahal saat itu jika dibandingkan kapasitasnya. Apalagi jika membandingkan dengan CD-RW atau bahkan DVD-RW.

Namun, tentunya harga teknologi semakin murah seiring berjalannya waktu. Saat ini, kita bisa mendapatkan USB flash drive berkapasitas 16GB — dua kali lipat kapasitas DVD-DL — dengan harga yang cukup terjangkau: sekitar Rp. 200.000,- hingga Rp. 350.000,- Dan tentunya, kelebihannya adalah di proses baca tulis yang tidak repot seperti CD-R/RW dan DVD-R/RW (memang beberapa format seperti Mount-Rainier dan DVD-RAM lebih tidak merepotkan, namun tidak umum) dan lebih fleksibel: ukurannya lebih kompak serta hanya membutuhkan port USB (atau memory card reader untuk media berbentuk kartu memori).

verbatim clip-it

Beberapa orang seperti niwat0ri adalah salah satu yang masih bertahan untuk tetap menggunakan disket 3.5" (1.44MB) — plus aplikasi splitter and joiner — di saat terjangan USB flash drive berkapasitas 32MB yang berharga mencapai 50 USD. Dan, pada akhirnya ia kalah ketika UFD menjadi populer dan terjangkau — akhirnya dia menggunakan UFD.

Era netbook memberikan dampak luas pada kepingan optik. Orang-orang sudah mulai jarang menggunakan media kepingan optik. UFD menjadi substitusi untuk pertukaran data (belum menjadi subsitusi untuk pengarsipan). Apalagi drive optik menjadi halangan untuk membuat perangkat yang lebih ringan dan kecil. Kebutuhannya pun semakin berkurang: hanya untuk instalasi sistem operasi, CD audio, media penyimpanan masif.

Apple mungkin akan mulai meninggalkan media keping optik untuk instalasi sistem operasi. Contohnya pada produk MacBook Air edisi 2010, instalasi sistem operasi menggunakan UFD yang disertakan. CD audio mulai digantikan dengan edisi digital yang dapat diunduh — ya, untuk beberapa orang, album fisik masih tetap memberikan nilai lebih. Bahkan, beberapa orang sudah meninggalkan DVD dan beralih ke edisi salinan digital. Dan, media penyimpanan masif sudah dapat disubstitusi dengan harddisk eksternal yang semakin terjangkau, dan semakin lega kapasitasnya.

Saat ini yang membutuhkan media optik berkapasitas besar tidak banyak: berkas multimedia definisi tinggi (high-definition, HD), atau aplikasi permainan (games) yang juga berdefinisi tinggi. Mungkin mirip dengan kasus CD audio, film HD mungkin akan menggunakan Bluray-Disc (BD), tapi tidak lama akan tergusur dengan format unduh digital. Tidak banyak kalangan yang akan menggunakan BD untuk multimedia dan game. Apalagi jika kecepatan internet semakin meningkat dan semakin terjangkau. Beberapa permainan bahkan hanya dijual lisensinya saja di internet, sementara aplikasinya sendiri tersedia untuk diunduh — tidak disediakan DVD-nya.

Saya sendiri tidak banyak menggunakan kepingan optik. Saya hanya menggunakan drive optik eksternal pada ThinkPad x40 untuk instalasi sistem operasi pertama kali saja. Bahkan untuk penanggulangan kerusakan sistem, saya lebih suka menggunakan sistem restore harddisk image yang lebih cepat tanpa melibatkan media optik.

Selain itu, saya menggunakan semua CD audio saya hanya sekali saja untuk mengimpornya ke pustaka iTunes saya. Dan, sesekali saya menggunakan lagi pembakar optik eksternal itu untuk membakar CD-R/DVD+R jika memang saya harus memberikan berkas (misalnya laporan atau tugas) dalam bentuk kepingan optik.

Apakah Anda masih menggunakan media kepingan optik? Jika Anda sekarang masih menggunakan teknologi CD atau DVD di komputer Anda, apakah Anda akan menggunakan teknologi Bluray di masa mendatang pada komputer Anda?

Adham Somantrie.

PS:
Foto ilustrasi PowerBook G4: Geoff Myers.
Foto ilustrasi USB flash disk: Verbatim Clip-It.

9 Comments

Published on 2010-12-06 16:14:09. 2386 views.
Tagged in:

Siteous & Share Printer Friendly Version Download as PDF

Microsoft Bloggership 2011: Kekuatan Jejaring Sosial di Indonesia

"While my Indonesian friends and I used to run in fields with water buffalo and goats, a new generation of Indonesians is among the most wired in the world - connected through cell phones and social networks. And while Indonesia as a young nation focused inward, a growing Indonesia now plays a key role in the Asia Pacific and the global economy."
Barrack Obama (Indonesia, 10 November 2010).

Indonesia termasuk salah satu negara yang paling aktif menggunakan jejaring media sosial di internet. Bisa jadi, jumlah penduduk yang memperkuat hal ini. Dan tentunya, karakteristik bangsa Indonesia yang suka bergaul dan bersosialisasi. Pertumbuhan pengguna internet musafir (mobile internet) di Indonesia pun dalam beberapa tahun belakangan mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Bahkan banyak pengguna internet via ponsel yang tidak menyadari bahwa dia menggunakan internet.

Banyak gerakan-gerakan sosial dan kemanusiaan yang bermula dari twitter ataupun Facebook. Misalnya saat kasus Prita atau penggalangan dana bantuan untuk korban musibah bencana alam. Kemajuan di bidang telekomunikasi dan informasi banyak membantu melancarkan komunikasi dan koordinasi gerakan-gerakan tersebut. Koordinasi tidak perlu lagi dengan temu wajah secara fisik, sehingga waktu menjadi lebih efektif, dan biaya transportasi menjadi efisien: hampir tidak ada.

Tentu saja, teknologi itu seperti mata pisau, bisa berdampak positif tetapi juga bisa berdampak negatif. Tergantung penggunaannya. Lancarnya arus informasi tanpa penyaringan informasi misalnya dapat membantu penyebaran berita bohong (hoax) yang dapat meresahkan masyarakat.

Sebagai pengguna internet yang aktif bersosialisasi baik luring maupun daring. Tentunya kita memiliki tanggung jawab terhadap diri sendiri dan masyarakat, bahkan kepada bangsa dan dunia. Gerakan seperti Internet Sehat merupakan suatu gerakan yang memberi banyak dampak positif kepada pengguna internet di Indonesia.

Penggunaan ponsel dan perangkat internet musafir (mobile internet device), tentunya banyak mengurangi penggunaan komputer meja. Sebagian besar pengguna komputer di Indonesia saat ini pun lebih cenderung untuk menggunakan komputer jinjing daripada komputer meja agar lebih dinamis.

Hal positif yang dapat diambil adalah penghematan energi. Tentu saja ponsel lebih hemat energi daripada harus menggunakan komputer meja untuk sekedar mengakses internet. Komputer jinjing pun masih lebih baik, rata-rata hanya mengkonsumsi 45-80 watt. Bahkan netbook dan komputer tablet ada yang hanya mengkomsumsi kurang dari 20 watt saja, tidak jauh berbeda dengan lampu di rumah Anda.

Internet adalah energi baru kita!

Adham Somantrie.

1 Comments

Published on 2010-12-14 21:16:00. 1586 views.
Tagged in:

Siteous & Share Printer Friendly Version Download as PDF

Running with iPod

Do you bring and listen to your iPod when running? I love running, and the Nike+ system make it great, and fun. I just want to share some tips for running with the iPod.

Never bring harddisk when running. No, I'm not kidding. Some people do not know if they bring harddisk on their pocket when running. I'm talking about the harddisk inside the iPod. Some iPods contain the mini harddisk. The original iPod (including iPod Photo and iPod Video), iPod Classic, and iPod mini are using harddisk (microdrive in case of iPod mini) instead of silicon chip or flash disk. Harddisks are sensitive to shock. Even you can carry the iPod safely when you go, but running gives more shock to the harddisk.

Listen to the ambient sound. Don't fully concentrate to the music from the iPod. You need to listen to the sounds around you. You still have to listen to car's horn when you running on the road. There was a lot of people died on the street due to iPod. You can plug the earphone just in one ear, so the another ear can hear the ambient sounds. Avoid the isolating earphones such as in-ear type when you running. This can isolate the sounds around you.

Use the remote. Touch screens are great, but it is difficult to control your iPod Touch, iPod nano touch, or iPhone without looking at the screen. You can decide for earphone with volume and remote control, to keep your concentration. So you can control your music just with the touch of your hand, without have to look at the screen.

Use armband. Armband are invented to bring your iPod in your workout. And it is better than putting your iPod in your "unsecured" pocket. It also improves the GPS reception quality because your device is exposed. And your Nike+ GPS or miCoach tracking will be more accurate.

Watch out the cable! the cable of your earphone. Keep it safe and make sure it will not stuck at the other things or other people.

Disable Shake to Shuffle. This is an amazing application of accelerometer on iPods. But, even it won't work when you switch the "hold" on, believe me, you will feel more comfort when you disable Shake to Shuffle feature. Because you will always "shake" your iPod when you running.

Adham Somantrie.

PS: I originally posted this article for MakeMac in Bahasa Indonesia: Berlari dengan iPod.

0 Comments

Published on 2010-12-20 10:33:24. 7280 views.
Tagged in: ipod lari nikeplus run

Siteous & Share Printer Friendly Version Download as PDF

Integrasi Siteous dan Twitter for iPhone

Sebelumnya saya telah menulis tentang Integrasi TweetDeck dan Siteous. Kali ini saya akan menunjukkan cara integrasi Siteous ke aplikasi Twitter for iPhone. Aplikasi Twitter for iPhone ini juga dapat Anda gunakan pada iPad dan iPod Touch.

Pertama, sentuh tombol Settings yang ada di menu Accounts. Lalu pilih Services, dan pilih URL Shortening. Akan muncul beberapa pilihan layanan pemendek URL. Pilih Custom....

Setelah masuk ke halaman Custom, masukkan alamat berikut pada kotak teks tersebut:

http://siteo.us/core.api/?url=%@

Sentuh tombol Save di kanan atas. Dan keluarlah dari menu Settings tersebut dengan menyentuh tombol kembali yang ada di kiri atas, dua kali, lalu Done.

Untuk memendekkan URL. Saat Anda sedang membuat tweet baru, ketikkan URL pada tweet tersebut. Lalu sentuh tombol yang berada di kanan atas papan ketik (bertuliskan sisa karakter yang dapat digunakan). Papan ketik akan digantikan dengan beberapa menu baru. Sentuh tombol Shrink URLs.

Proses akan membutuhkan waktu beberapa saat, tergantung kecepatan akses internet pada iPhone Anda. Memang tidak ada indikator yang menunjukkan kalau proses pemendekan ini sedang berjalan. Tapi indikasi aktivitas internet di status bar cukup membantu.

siteo.us/adham

PS: Sebelumnya, aplikasi Twitter for iPhone ini adalah Tweetie. Tutorial ini dapat juga digunakan pada aplikasi Tweetie 2.

3 Comments

Published on 2010-12-22 10:03:05. 1562 views.
Tagged in:

Siteous & Share Printer Friendly Version Download as PDF

iTunes Store Error -50 and OSX Ethernet

Warning: This tutorial is targeted for advanced users. You should have knowledge in networking and Mac OS X, beside handy with UNIX commandline when using this tutorial.

Couple weeks ago I just got the error message when synchronizing my iPhone with iTunes in my Mac. To sync-up apps from the AppStore, both iPhone and iTunes should be authorized with the same account. But, I always failed the authorization and got the iTunes Store error 50 message.

There are many possibilities that can cause that error message. But, mostly the network problem. Then I cross checked with another Mac within the same network, just fine! So, I have to suspect and focus to my Mac.

After a whole day in front of my Mac, then I found something odd: Built-in Ethernet of my Mac is on "en2", not "en0" as default. I thought I was forget that I have some modification with my OSX network configuration. You can check it using Terminal.app with typing:

ifconfig -a

It will bring all network interfaces on the Mac. But just focus on ethernets, it has "en-" prefix. Generally, Mac only has one ethernet. So it would be only one "en-". In my case, I got "en2":

en2: flags=8863<UP,BROADCAST,SMART,RUNNING,SIMPLEX,MULTICAST> mtu 1500
ether 00:1c:c0:0e:f9:ea
inet6 fe80::21c:c0ff:fe0e:f9ea%en0 prefixlen 64 scopeid 0x4
inet 192.168.99.249 netmask 0xffffff00 broadcast 192.168.99.255
media: autoselect (100baseTX <full-duplex>
status: active

Yes, We have to bring back "en2" to "en0". Don't go anywhere, stay at the Terminal.app. We have to edit a file. I prefer to use command line.

sudo nano /Library/Preferences/SystemConfiguration/NetworkInterfaces.plist

Then find some lines that have these patterns: "<string>enX</string>" and "<integer>X</integer>". Where X is the identification number of ethernet, in my case, X is 2. So, I find "<string>en2</string>" and "<integer>2</integer>"

I changed those to "<string>en0</string>" and "<integer>0</integer>". Save file (Ctrl+O) and exit nano (Ctrl+X). Quit Terminal.app (CMD+Q). Then, restart the Mac.

After your Mac have done restart, then open "System Preferences", click "Networks". You have to unlock to make changes. Click the "+" button on lower left to add network interface. Choose "Ethernet" for "Interface", and give it some name on "Service Name", for example: "Built-in Ethernet". Configure your ethernet network if necessary, or leave it if your network has automatic configuration (DHCP).

PS:
In my case, I used Snow Leopard 10.6.3. The last step might be slightly different when you are not using Snow Leopard.
I originally posted this article for MakeMac in Bahasa Indonesia: iTunes Store Error -50 dan Ethernet OSX.

0 Comments

Published on 2010-12-27 10:11:01. 1517 views.
Tagged in:

Siteous & Share Printer Friendly Version Download as PDF

Run Over 2010

Saat pertama kali matahari terbit di awal 2010, di kala banyak orang masih terlelap dalam lelahnya setelah selebrasi pergantian tahun, saya memulai tahun 2010 dengan berlari. Berolahraga lari adalah salah satu resolusi saya untuk tahun 2010. Tidak bisa dipungkiri, Nike+ memang menarik bagi saya. Walaupun harganya cenderung tidak ekonomis, tapi ternyata hal itu pula yang membuat saya termotivasi. Tentunya teman-teman komunitas Nike+ juga sangat banyak andilnya dalam memotivasi saya untuk terus berlari.

Saya termasuk orang yang jarang berolah raga. Tapi, syukurlah di tahun 2010, saya mampu mencatatkan jarak tempuh total berlari lebih dari 260 kilometer. Lucu memang, motivasi baru datang setelah membeli Nike+ Sportband. Saat itu saya masih dinas di Medan. Di sela-sela kesibukan pekerjaan, saya menyempatkan untuk berlari keliling komplek tempat tinggal. Terkadang jika waktunya memang senggang dan lagi bersemangat, saya berlari pagi dan sore.

Bangun di pagi seringkali terasa berat, apalagi jika tidak ada pekerjaan yang mesti dilakukan di pagi hari. Namun, dengan motivasi yang tinggi, saya sudah berlari di saat matahari baru terbit. Memang terdengar lucu. Terkadang, di malam hari saya ingin cepat-cepat tidur karena sudah tidak sabar untuk berlari saat matahari terbit esok hari.

Apalagi saat pertengahan tahun saya berada di Jakarta. Dan ada lintasan lari dan jogging di komplek perkantoran tempat saya bekerja. Sehingga seringkali saya berlari di pagi hari sebelum bekerja, atau sore hari setelah pekerjaan selesai.

Memang di tahun 2010, pengeluaran saya untuk hobi baru ini cukup banyak. Setelah Nike+ Sportband dan frekuensi lari meningkat, akhirnya saya menyadari bahwa berlari dengan sepatu abal-abal sangat tidak baik untuk kesehatan. Karena itu saya membeli sepasang sepatu khusus lari. Bahkan saya memburu Nike RED Laces sampai memesan melalui internet ke luar negeri. Dan, tentunya berlari tidak akan nyaman tanpa pakaian yang menunjang. Sehat itu mahal, tapi kalau sakit akan jauh lebih mahal kan?

Fitur jejaring sosial dalam situs nikeplus.com juga sangat memotivasi, terutama pada "Challenge". Yakni kita dapat "berlomba" secara virtual dengan rekan-rekan pengguna Nike+ lainnya. Tentunya kita ingin berada di posisi puncak.

Selain itu, dari hobi yang positif dan sehat ini, saya terkadang berangkat dari Bandung menuju Jakarta hanya untuk berpartisipasi gelaran olahraga lari seperti Jakarta Red Run 2010. Saya juga sempat iseng bersama Aki Herry untuk menghadiri acara amal Nike More Than A Night Run di SCBD Jakarta. Saya pikir, tidak banyak kesempatan untuk bisa berlari berkeliling SCBD. Walaupun ternyata, ongkos transportasinya lebih mahal daripada angka yang disumbangkan dari kontribusi lari saya.

Dari hobi berlari ini pula saya mendapatkan banyak teman-teman baru, terutama dari komunitas Indo Run dan komunitas pengguna Nike+. Bertemu dengan selebriti seperti Maylaffayza atau berteman dengan Sigi Wimala selaku Nike's Ambassador juga bisa terealisasi. Walaupun ternyata saya harus mengakui kalau jarak tempuh mereka lebih jauh dari saya saat berlari di SCBD kemarin.

Jika saya menjemput matahari 2010 dengan berlari, maka menjelang 2011 saya pun mengantarkan matahari 2010 dengan berlari. Ditemani dengan Victoria Pendleton dalam miCoach iPhone, di penghujung 2010 ini pun saya mencatatkan waktu terbaik untuk 5K, tadi sore.

Bagaimana dengan Anda? apakah hobi berlari juga? resolusi apa yang sudah tercapai dalam tahun 2010 ini?

Selamat Tahun Baru 2011!

Adham Somantrie. AdhamPlus.

PS: Gambar paling atas diambil dari film Run, Fatboy, Run (2007).

2 Comments

Published on 2010-12-31 23:37:56. 1571 views.
Tagged in:

Siteous & Share Printer Friendly Version Download as PDF

Ads

Archive

2004SeptemberOktoberNovemberDesember

2005JanuariFebruariMaretAprilMeiJuniJuliAgustusSeptemberOktoberNovemberDesember

2006JanuariFebruariMaretAprilMeiJuniJuliAgustusSeptemberOktoberNovemberDesember

2007JanuariFebruariMaretAprilMeiJuniJuliAgustusSeptemberOktoberNovemberDesember

2008JanuariFebruariMaretAprilMeiJuniJuliAgustusSeptemberOktoberNovemberDesember

2009JanuariFebruariMaretAprilMeiJuniJuliAgustusSeptemberOktoberNovemberDesember

2010JanuariFebruariMaretAprilMeiJuniJuliAgustusSeptemberOktoberNovemberDesember

2011JanuariFebruariMaretAprilMeiJuniJuliAgustusSeptemberOktoberNovemberDesember

2012JanuariFebruariMaretAprilMeiJuniJuliAgustusSeptemberOktoberNovemberDesember

2013JanuariFebruariMaretAprilMei

2004 - 2013Full Archive

© 2003 - 2013, Adham Somantrie. Bandung and Jakarta, Indonesia.
Built with Bootstrap. Made on Mac.