Are you currently viewing from mobile device? Switch to mobile version!

Adham Somantrie

Digital media communications. MBA student. Techie. Founder of siteo.us. Editor for MakeMac. And also a runner.

hi@adha.ms adhams @adhams @adham adhams Adham Somantrie Adham Somantrie

The Lost Symbol

The Lost Symbol

Robert Langdon akan kembali lagi. Kini perjalanan ketiga Robert Langdon dalam novel kelima Dan Brown: The Lost Symbol. Buku ini akan diluncurkan pada 15 September 2009. Mari kita lihat bagaimana petualangan Robert Langdon kali ini, apakah masih mirip dengan kedua buku sebelumnya? Apakah masih dengan konsep sama — Langdon akan ditemani oleh seorang wanita, dan seluruh kejadiannya hanya terjadi dalam kurun waktu kurang dari 24 jam?

Kunjungi tautan situs resmi The Lost Symbol. Anda juga dapat melakukan pra-pesan (pre-order) bukunya di Amazon dengan tautan ini.

Dan sebagai pecinta Bahasa Indonesia, saya akan menunggu edisi terjemahan berbahasa Indonesia saja.

27 Comments

Published on 2009-08-05 23:06:51. 6175 views.
Tagged in:

Siteous & Share Printer Friendly Version Download as PDF

Bandung Baraya Blogger: Road to Pesta Blogger 2009

baraya blogger
Baraya Blogger yang dalam Bahasa Indonesia berarti Saudara Blogger, adalah suatu nama kegiatan blogger Bandung hasil kerja sama komunitas blogger regional di sini, yaitu BBV (Bandung Blog Village) dan Batagor (Bandung Kota Blogger). Dua komunitas yang selama ini sering mengadakan kegiatan secara terpisah, meski tidak jarang juga kami saling membantu.

Asal muasal pembentukan Baraya Blogger adalah dalam rangka menyambut kegiatan Roadshow to Pesta Blogger 2009, yang akan datang ke Bandung pada tanggal 12 Agustus 2009. Tapi terlepas dari kegiatan Pesta Blogger, kami berencana akan secara rutin mengadakan Pesta Blogger Mini melalui Baraya Blogger ini untuk para blogger yang berdomisili di Bandung dan sekitarnya pada tahun-tahun selanjutnya.

So Guyrls, jika kamu blogger yang berdomisili di Bandung, atau pernah tinggal di Bandung, atau peduli dengan kemajuan Bandung, bergabunglah bersama komunitas yang selalu kreatif, ceria, peduli sesama, dan tentu saja peduli pada kemajuan bangsa Indonesia ini.

Baraya Blogger 2009 akan dilaksanakan pada hari Rabu, tanggal 12 Agustus 2009. Pelaksanaan akan dibagi dalam 2 sesi:

Sesi Pagi: BLOGSHOP
Waktu: Pukul 10.00 - 16.00 WIB
Tempat: AMERICAN CORNER ITB
Perpustakaan Pusat ITB (Gd. Biru), Jl. Ganesha 10 Bandung 40132
Tel. (022) 250-0089 Fax. (022) 250-0089

Susunan acara:
1. 09.30 - 10.00 Registrasi
2. 10.00 - 12.00 Worskhop "Blogging for Beginners", berupa tutorial dan praktek membuat blog. Fasilitas berupa komputer/laptop serta koneksi internet akan disediakan oleh American Corner ITB.
3. 12.00 - 13.30 Istirahat, sholat, dan makan siang
4. 13.30 - 14.00 Review workshop session
5. 14.00 - 15.00 Sharing session dengan top bloggers
6. 15.00 - 16.00 Sharing session dengan perwakilan komunitas lokal (Batagor dan BBV)
7. 16.00 Closing : US Embassy
Untuk sesi pagi ini, target peserta dibatasi sebanyak 40 orang. Selain menerima pendaftaran melalui situs ini, undangan juga akan disebar ke sekolah-sekolah.

Sesi Malam: GATHERING
Waktu: Pukul 18.00 - 22.00 WIB
Tempat: RUANG PUTIH
Jl. Bungur 37 Karang Setra Bandung

Susunan Acara:
1. Music Performance, akan menampilkan Filltico
2. Talkshow, yang akan menampilkan 2 pembicara dari blogger Bandung. Pembicara pertama adalah Oktarina Prasetyowati, seorang blogger dan penulis buku. Pembicara kedua adalah Firman Oktora, seorang guru TIK SMAN 2 Bandung, yang telah mengimplementasikan e-learning via blognya.
3. Games berhadiah menarik. Salah satunya adalah Kontes Membawa Teman yang akan berhadiah tiket gratis untuk datang ke acara Pesta Blogger 2009 di Jakarta tanggal 24 Oktober 2009. Akomodasi ditanggung!

Untuk sesi malam ini, pendaftaran peserta dilakukan di sini. Acara ini GRATIS!!! jadi buruan daftar!!! tempat terbatas lho...

PS: Acara ini juga didukung oleh siteous. Tunggu pembagian pin #indonesiaunite di sana!

15 Comments

Published on 2009-08-06 17:12:34. 3296 views.
Tagged in:

Siteous & Share Printer Friendly Version Download as PDF

XP, Bukan Vista, Bukan Juga 7

Windows XP, bukan Windows Vista, bukan juga Windows 7. Ada apa dengan ketiga versi Microsoft Windows itu? Jika Anda harus memilih salah satu di antara tiga pilihan itu — di luar masalah lisensi dan harga — apa yang Anda pilih? Kalau saya, akan memilih Windows XP.

Satu-satunya alasan meninggalkan Windows XP adalah keterbatasannya untuk menangani jumlah RAM yang berkapasitas lebih dari 3GB. Jika RAM Anda tidak lebih dari 3GB, untuk apa menggunakan Windows Vista ataupun Windows 7? — bahkah sebenarnya Windows XP 64-bit mampu menangani RAM lebih dari 3GB.

Alasan teknis lain untuk meninggalkan Windows XP dan beranjak ke versi mutakhir adalah kompatibilitas aplikasi yang kita gunakan — ada aplikasi yang digunakan untuk bekerja tidak dapat berjalan di Windows XP.

Nah, di luar ketiga masalah itu — lisensi, kapasitas RAM, dan kompatibilitas aplikasi — apalagi yang memaksa kita untuk tidak tetap menggunakan Windows XP? Mungkin tinggal masalah dukungan dari Microsoft untuk Windows XP yang akan segera berakhir.

Saya selalu memakai prinsip "mengapa harus Vista jika XP sudah mencukupi". Dengan mesin yang kencang, namun jika diberi beban yang berat, maka mesin tersebut juga akan bekerja keras. Namun jika mesin kencang diberi beban yang ringan, maka mesin akan bekerja lebih ringan — masih banyak sumber daya yang tersisa untuk mengerjakan pekerjaan lain. Dan mungkin tidak Anda sadari, semakin keras kerja komputer Anda, maka semakin tinggi konsumsi dayanya: semakin boros batere Anda.

Aplikasi lain, Microsoft Office, selama saya tidak membutuhkan dokumen berbasis XML, saya lebih suka menggunakan Office 2003. Office 2007 hanya saya gunakan jika menghadapi dokumen berbasis XML. Bahkan di Mac, saya menggunakan Office X pada mesin PowerPC. Office 2008 hanya saya gunakan pada mesin Intel — Office X dan Office 2004 akan membebani Mac bermesin Intel.

Begitu juga dengan Adobe Creative Suite — saya lebih intensif menggunakan Photoshop. Saya lebih senang menggunakan Adobe Photoshop CS daripada harus membebani PowerBook dengan Adobe CS3 ataupun CS4. Kecuali Mac Anda bermesin Intel, tentu saja lebih baik segera menggunakan Adobe CS3 karena telah dioptimalkan untuk mesin Intel. Dan mengapa para pengguna Windows senang sekali ketika Adobe CS3 keluar? padahal fitur mereka tidak jauh berbeda.

Namun, jika pertanyaannya adalah Snow Leopard atau Slow Leopard? tentu saja Snow Leopard yang telah dioptimalkan — kecuali Anda pengguna Mac PowerPC, Tiger tampak lebih baik kecuali Anda memang membutuhkan Leopard.

Nah, selama Anda tidak membutuhkan fitur-fitur teranyar — atau bahkan tidak mengerti bagaimana menggunakan fitur-fitur anyar yang banyak tersebut — mengapa Anda mesti menggunakan versi terbaru?

Jangan menyianyiakan sumber daya yang berasal dari uang yang Anda investasikan ke komputer Anda hanya untuk fitur yang tidak terpakai. Pertimbangkan efisiensi dan efektivitas penggunaan alat (tools) terhadap produktivitas Anda.

9 Comments

Published on 2009-08-12 11:39:23. 2747 views.
Tagged in:

Siteous & Share Printer Friendly Version Download as PDF

Telkomsel Indonesia dan iPhone 3GS

iPhone 3GS

Setelah sebelumnya sukses dengan membawa iPhone 3G ke Indonesia, Telkomsel kembali mencoba membawa Apple iPhone 3GS ke Indonesia. Sebelumnya, Apple telah memperkenalkan iPhone 3GS saat WWDC '09 bulan Juni kemarin. Dan iPhone 3G S sudah dapat dibeli oleh warga Amerika beberapa minggu setelahnya. Keterlambatan datangnya iPhone 3GS ke Indonesia masih dalam batas kewajaran. Sama seperti sebelumnya, Telkomsel membuka pendaftaran untuk pra-pesan (pre-order) iPhone 3G S melalui situsnya: telkomsel.com/iphone.

Namun, berbeda dengan di negara asalnya. Jika di Amerika hanya menjual iPhone 3G edisi 8GB saja setelah hadir iPhone 3GS 16GB dan 32GB, maka di Indonesia Telkomsel hanya menjual iPhone 3G edisi 16GB saja. Untuk iPhone 3GS, baik edisi 16GB maupun 32GB, masing-masin tersedia dalam dua pilihan warna: hitam dan putih.

Selain itu, iPhone 3G edisi Telkomsel Indonesia pun mengalami penyesuaian harga. Edisi 16GB kini ditawarkan dengan harga yang sama dengan edisi 8GB saat pertama peluncurannya. Sementara, untuk iPhone 3GS, Telkomsel Indonesia belum mengumumkan harga dan paket yang akan ditawarkan, baik untuk pra-bayar dan paska-bayar, atau pun akan dijual secara bebas.

Dengan peningkatan kecepatan yang cukup signifikan pada iPhone 3GS, mudah-mudahan kapasitas jaringan Telkomsel pun memadai untuk melayani aplikasi iPhone 3GS ini di Indonesia. Karena diprediksi, penggunaan video dan pertukaran video melalui jaringan seluler akan meningkat dengan adanya iPhone 3GS.

Tentunya, jika iPhone 3G 16GB kini ditawarkan sekitar Rp.9.600.000,- untuk paket prabayar tanpa kontrak langganan (Turbo). iPhone 3GS 16GB dan 32GB tentunya akan ditawarkan dengan harga di atas itu: delapan angka rupiah untuk produk Steve Jobs terbaru!

Apakah Anda akan melakukan pra-pesan produk Apple ini?

37 Comments

Published on 2009-08-14 08:21:43. 28972 views.
Tagged in:

Siteous & Share Printer Friendly Version Download as PDF

#indonesiaunite: Merdeka 2.0

KopdarJakarta, rock on!

26 Comments

Published on 2009-08-14 13:31:45. 8177 views.
Tagged in:

Siteous & Share Printer Friendly Version Download as PDF

Merdeka 2.0: Deklarasi AwakMedan

Seperti yang pernah saya tulis sebelumnya, munculnya komunitas-komunitas narablog regional sudah tidak dapat dibendung karena keragaman karakteristik narablog. Bahkan tidak jarang untuk sebuah daerah yang cukup luas atau besar, ada beberapa komunitas narablog yang berbeda.

AwakMedan.Net Merdeka 2.0
AwakMedan, adalah salah satu komunitas narablog regional Medan dan sekitarnya. Komunitas AwakMedan ini sebenernya sudah "berkeliaran" di dunia maya sejak beberapa bulan yang lalu. Hanya saja, mereka ternyata belum mendeklarasikan "kemerdekannya" secara nyata di dunia luring (offline). Sebab itu, AwakMedan pun mengadakan sebuah acara bertajuk Merdeka 2.0 pada hari Minggu, 16 Agustus 2009, di Merdeka Walk Medan.

Dengan waktu berbulan-bulan, tentunya persiapan deklarasi cukup matang. AwakMedan membuat sebuah spanduk bertuliskan "Indonesia Merdeka 2.0: Awak Ada Karena Indonesia". Memang waktunya disesuaikan berdekatan dengan hari peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, bahkan nama tempatnya pun berbau "merdeka".

Para "awak" ini pun mengumpulkan tanda tangan dan menuliskan pesan singkat yang berisi semangat dan harapan untuk AwakMedan.

AwakMedan.Net Merdeka 2.0

Kebetulan saya sedang berada di Kota Medan untuk urusan pekerjaan, saya pun menghadiri acara ini. Apalagi, salah satu "awak" mereka adalah Poetra, rekan saya di BBV yang kini sudah meninggalkan Kota Bandung untuk membangun daerahnya.

Bahkan, AwakMedan telah memiliki kaos seragam resmi pertama mereka saat deklarasi!

AwakMedan.Net Merdeka 2.0

Setelah deklarasi berakhir sebelum maghrib. Acara dilanjutkan di sebuah rumah makan "Mie Aceh" di kawasan Setiabudi. Selain makan malam bersama, AwakMedan pun membahas agenda Road to Pesta Blogger 2009 Chapter Medan.

Selamat dan sukses, AwakMedan!

Adham Somantrie
Bandung Blog Village, Community Representative.

8 Comments

Published on 2009-08-17 02:19:01. 3429 views.
Tagged in:

Siteous & Share Printer Friendly Version Download as PDF

Inventors of the Access Network Technologies

There was an international archeology team from the United Nation. They're exploring the lands and the seas, all over the world. Almost all countries are visited and examined. Beside the archaeology relics and stuffs, they also found some interesting facts about the technology that used to communicate each other (telecommunication) by the people of the stone age.

The teams found the fossil with a long thick copper — wire shape — in North America land. The result of the examination is it was an copper cable. And, the wire copper is supposed invented by the ancient American people.

But, the teams also found great fossil in European land. They found the human fossil with a cristal clear glasses. It supposed a optical fibre wire. And, it comes true after the lab examination: it is a real optical fibre. European people would pride, their ancestor have founded the optical fibre cables, many decade before the today's nano technology era.

Last, the archaeologist goes to Indonesia, another suspect of Atlantis, the lost civilization. And unfortunately, they found nothing inside the rich land of Indonesia. And, the theory that say Indonesia was the Atlantis is failed to proved. They must try another method to prove it. But, the conclusion already taken: Indonesia was found the wireless communication technology, due to lack of copper and glasses during the archaeological exploration.

PS: This is a popular joke in Indonesian wireless telecommunication people.

8 Comments

Published on 2009-08-25 15:44:29. 2425 views.
Tagged in:

Siteous & Share Printer Friendly Version Download as PDF

Ads

Archive

2004SeptemberOktoberNovemberDesember

2005JanuariFebruariMaretAprilMeiJuniJuliAgustusSeptemberOktoberNovemberDesember

2006JanuariFebruariMaretAprilMeiJuniJuliAgustusSeptemberOktoberNovemberDesember

2007JanuariFebruariMaretAprilMeiJuniJuliAgustusSeptemberOktoberNovemberDesember

2008JanuariFebruariMaretAprilMeiJuniJuliAgustusSeptemberOktoberNovemberDesember

2009JanuariFebruariMaretAprilMeiJuniJuliAgustusSeptemberOktoberNovemberDesember

2010JanuariFebruariMaretAprilMeiJuniJuliAgustusSeptemberOktoberNovemberDesember

2011JanuariFebruariMaretAprilMeiJuniJuliAgustusSeptemberOktoberNovemberDesember

2012JanuariFebruariMaretAprilMeiJuniJuliAgustusSeptemberOktoberNovemberDesember

2013JanuariFebruariMaretAprilMei

2004 - 2013Full Archive

© 2003 - 2013, Adham Somantrie. Bandung and Jakarta, Indonesia.
Built with Bootstrap. Made on Mac.