Are you currently viewing from mobile device? Switch to mobile version!

Adham Somantrie

Digital media communications. MBA student. Techie. Founder of siteo.us. Editor for MakeMac. And also a runner.

hi@adha.ms adhams @adhams @adham adhams Adham Somantrie Adham Somantrie

Pempek Lenggang

Pempek adalah makanan khas Malaysia Sumatera Selatan. Ada banyak jenis dan variannya. Salah satunya adalah Pempek Lenggang. Jika Anda biasa menemui pempek telur, ini mirip. Jika biasanya telurnya di dalam pempek, maka ini pempeknya di dalam telur.

Saya biasanya mendapati menu pempek di setiap lebaran. Namun, terlalu banyak pempek lenjer bisa membuat bosan. Jika Anda pun mengalami kebosanan seperti saya, maka beraksi lah di dapur Anda!

Cukup potong-potong kecil 4 unit pempek lenjer. Siapkan telur ayam 2 butir, kocok dadar. Tambahkan garam, gula, dan merica secukupnya. Lalu ceburkan potongan pempek tersebut ke adonan telur tersebut.

Iris bawang daun dan cabe rawit. Panaskan minyak di kuali, lalu tumis sebentar irisan bawang daun dan cabe rawit tadi. Cairkan margarin jika Anda suka. Setelah itu masukkan adonan telur dan pempek tadi, goreng sampai matang.

Setelah matang, lempar pindahkan ke piring. Sirami dengan cuka (kuah pempek). Tambahkan potongan dadu mentimun, irisan daun seledri, dan irisan cabe rawit sesuai selera masing-masing.

Jika ingin, Anda juga bisa menambahkan mie kuning atau mihun untuk menemaninya.

This is it, Pempek Lenggang a la chef Farah Quinn Adham Somantrie!

Pempek Lenggang

PS: Cabe rawit bersifat optional, dapat diabaikan jika tidak suka rasa pedas. Cuka pempek masih terasa pedas bagi Anda? tambahkan kecap manis.

16 Comments

Published on 2009-12-02 09:30:26. 3495 views.
Tagged in:

Siteous & Share Printer Friendly Version Download as PDF

Kritik Pengguna Untuk Meningkatkan Kualitas Layanan

ATT Mark the Spot

Selain tim teknis dari penyedia produk, pengguna juga merupakan salah satu kelompok yang mengerti kualitas dan karakteristik produk tersebut. Bahkan, lebih baik: mereka melihat produk tersebut dari sisi yang berbeda. Banyak perusahaan yang melibatkan pengguna untuk membantu memperbaiki produk mereka.

Beta tester, menjadi metode favorit untuk uji coba sebuah produk, misalnya perangkat lunak. Pengguna yang antusias mendapatkan kesenangan tersendiri untuk mencoba produk baru yang belum dilepas untuk publik. Sementara produsen mendapat keuntungan umpan balik dan masukan dari para penguji coba. Dan, biaya uji coba oleh pengguna tersebut bisa saja gratis: penghematan anggaran uji coba dan riset.

Baru-baru ini, AT&T, sebuah perusahaan penyedia layanan telekomunikasi seluler di Amerika pun menggunakan metode ini untuk meningkatkan kualitas layanannya. AT&T Mark the Spot adalah aplikasi untuk iPhone OS 3, yang tentu saja disediakan AT&T secara gratis untuk para pelanggannya. Aplikasi ini adalah "sarana komplain" para pengguna jika mengalami kualitas layanan yang buruk. Memang bersifat satu arah: pengguna melaporkan ke AT&T, dan hanya mendapatkan "ucapan terima kasih".

Tentu manfaat yang didapat oleh pengguna berkaitan dengan aplikasi ini tidaklah secara langsung. Masukan-masukan tersebut digunakan oleh pihak penyedia layanan untuk proses optimasi jaringan mereka: pengguna akan mendapatkan jaringan yang membaik.

Dengan aplikasi ini, pengguna dapat melaporkan masalah yang dialami: panggilan jatuh (dropped call), terputusnya koneksi (connection disconnect), blank spot, dan lainnya. Bahkan dengan fitur GPS pada iPhone 3G dan iPhone 3GS, lokasi masalah tersebut dapat dideteksi secara akurat.

Tentu saja, dengan metode ini, aktivitas drive test untuk pengukuran kondisi dan kualitas layanan dapat dikurangi. Karena kritik dari pengguna lebih "nyata" daripada sekedar hasil percobaan.

"Jangan minta kritik kepada temanmu, karena mereka akan memuji. Tetapi mintalah kritik kepada orang yang membencimu, niscaya ia akan mencari kesalahanmu sampai yang terkecil." (petuah bijak seorang tua)

Akankah para penyedia layanan di Indonesia mau mengikuti metode ini?

Adham Somantrie. 2009.

6 Comments

Published on 2009-12-08 11:13:49. 2356 views.
Tagged in:

Siteous & Share Printer Friendly Version Download as PDF

iPod Touch Experience

iPod Touch - NFSU

iPod Touch, merupakan varian iPod yang paling monumental. Bahkan, fitur tambahannya melampaui fitur dasarnya sebagai pemutar musik dan video. Awalnya, iPod Touch adalah versi ringan dari iPhone: minus fungsi telepon, kamera, dan GPS. iPhone sendiri pada awalnya diperkenalkan sebagai konvergensi dari tiga produk: iPod, telepon seluler, dan perangkat internet musafir (mobile internet device). Namun seiring waktu, iPod Touch dan iPhone juga merangkap sebagai perangkat permainan musafir (portable gaming device) dan komputer saku (pocket computer).

Sudah lama saya merencanakan untuk membeli sebuah iPod Touch. Setelah presentasi peluncuran iPod Touch generasi ketiga pada September kemarin (Apple Rock n Roll Event 2009), baru saya memutuskan untuk membeli iPod Touch generasi kedua berkapasitas 8GB.

Mengapa saya menunggu dan akhirnya mengambil generasi kedua? Perbedaan iPod Touch generasi pertama dan kedua cukup signifikan: kecepatan prosesor, kualitas layar, tombol kontrol volume suara, speaker terintegrasi, koneksi bluetooth. Sementara perbedaan dengan generasi ketiga sejauh ini hanya pada kecepatan prosesor (dan juga kelengkapan penjualan yang sudah menyertakan earphone yang dilengkapi mikrofon). Tentunya, saya mesti menunggu hingga generasi ketiga ini tersedia di pasar Indonesia. Selain itu, faktor harga tentu berpengaruh: generasi kedua akan dijual lebih murah saat generasi ketiga hadir. Dan satu hal penting yang perlu Anda ketahui: iPod Touch generasi ketiga hanya tersedia dalam kapasitas 32GB dan 64GB. Sementara yang berkapasitas 8GB itu tetap generasi kedua (tanpa prosesor baru dan tanpa earphone bermikrofon).

Bahkan, saya membeli iPod Touch generasi kedua yang masih dilengkapi dengan iPhone OS 2.x, bukan iPhone OS 3.x. Upgrade iPhone OS 1.x ke 2.x dan ke 3.x memang gratis untuk iPhone, tetapi tidak untuk iPod Touch. Upgrade iPod Touch dari OS 1.x ke 2.x dan ke 3.x dibebankan biaya. Namun, itu adalah aturan secara legal/hukum. Secara teknis, Anda dapat melakukan upgrade secara gratis dengan beberapa trik: tentu saja ini ilegal. Nah, karena masih memiliki iPhone OS 2.x, harga jual iPod Touch ini pun semakin diobral oleh toko. Jadi, jika Anda dihadapkan kepada pilihan iPod Touch generasi sama dengan versi OS yang berbeda, pilih yang menggunakan OS lebih lama jika Anda dapat berhemat banyak (dan mau mengambil jalan ilegal).

Saya tidak mau membahas iPod Touch ini secara teknis, karena spesifikasi teknisnya sudah dijelaskan di situs resminya. Memang produk Apple pada umumnya tidak terlalu mengandalkan spesifikasi teknis, namun lebih mengandalkan kepada pengalaman pengguna yang wah: different user experience.

Kenapa saya memilih iPod Touch? pertama, tentu saja karena iTunes. Saya menggunakan iTunes sejak saya pertama kali menggunakan iPod pada tahun 2005. Selain manajemen musik yang mudah dengan iTunes, karena iPod dan iTunes memang dibuat untuk hidup bersama, sinkronisasi di antara keduanya pun lebih baik dan hampir tanpa masalah. Itulah alasannya saya selalu mempercayakan pemutar musik portabel saya kepada produk Apple. Saya sudah mencoba menggunakan produk lain, namun saya tidak puas.

Selain fitur manajemen musiknya yang serasi dengan iTunes sehingga pengguna iTunes dapat mengoperasikan iPod dengan mudah, iPhone OS pada iPod Touch juga memberikan sensasi pengalaman tersendiri, apalagi dengan fitur sentuhan-jamak (multitouch). Dukungan aplikasi pihak ketiga pun beragam dan sensasional. Bermain game dengan iPod Touch sungguh suatu pengalaman tersendiri, selama kurang lebih tiga bulan memiliki iPod Touch saya tidak bosan untuk memainkan Need For Speed Undercover (NFSU) yang saya beli di App Store seharga USD 4.99. Fitur accelerator yang diimplementasikan pada iPod Touch ini merupakan metode input yang unik untuk aplikasinya. Seperti pada NFSU, kita memutar iPod Touch ke kiri dan ke kanan layaknya mengemudikan setir mobil.

Selain untuk gaming, Apple juga merujuk iPod Touch sebagai komputer portabel mini dan perangkat internet musafir (mobile internet device, MID). Konektivitas wi-fi tersedia untuk berselancar di internet melalui jaringan nirkabel. Namun mengingat tidak banyaknya hotspot gratisan yang bebas, terkadang menyesal juga tidak membeli iPhone yang memiliki koneksi WAN seluler (GPRS/HSDPA). Tetapi karena di tempat saya tersedia koneksi broadband yang disalurkan melalui access point, berinternet tidak begitu menjadi masalah.

Sementara untuk solusi internet di luar ruangan, saya memanfaatkan ponsel Nokia E71 saya dengan aplikasi JoikuSpot (versi Light gratis dengan fitur terbatas, untuk versi Premium seharga EUR 9.00 tanpa batasan fitur), sehingga koneksi internet HSDPA dari penyedia layanan seluler dapat saya alihkan ke iPod Touch melalui wi-fi.

Tentu saja iPod Touch dapat memutar video. Namun menonton film di iPod Touch bukanlah ide yang bagus: menonton film berdurasi 2 jam di layar 3.5 inci (plus teks subtitle) sambil dipegang di tangan, capek! Namun untuk menonton video klip musik ataupun video pendek cukup memuaskan. Walaupun ada aplikasi khusus untuk YouTube, namun saya lebih suka mengunduh video YouTube sebagai MP4 melalui komputer lalu mentransfernya ke iPod Touch: tanpa tambahan konversi video.

Dengan banyaknya dukungan aplikasi, bahkan banyak juga situs web yang menyediakan versi khusus iPhone (dan iPod Touch), mengakses layanan jejaring sosial seperti Facebook, Twitter, Plurk, Meme, bahkan chatting menjadi lebih seru. Walaupun keterbatasan iPhone OS hingga saat ini adalah tidak bisa menjalankan dua aplikasi secara bersamaan (diluar aplikasi musik). Maka, chat menjadi kurang menarik karena tidak dapat dilakukan bersamaan dengan aplikasi lain karena berpindah-pindah antara aplikasi tidak sebaik OS yang sudah mendukung multitasking.

Satu hal yang perlu dicatat lagi, seperti pada iPod lainnya paket penjualan standar iPod Touch tidak menyediakan adaptor (charger) seperti pada iPhone 3G. Jadi, Anda harus mengisi baterai dengan menghubungkan iPod Touch ke komputer Anda menggunakan kabel USB yang disediakan. Kecuali Anda memiliki adaptor yang dapat dibeli terpisah. Mungkin saya perlu membeli adaptor USB ini di masa mendatang.

Selain itu, apa yang tidak akan saya dapatkan? Tentu saja koneksi internet musafir seluler, GPS, dan kamera digital seperti yang tersedia pada iPhone 3G dan iPhone 3GS. Fitur radio FM, yang untungnya saya tidak pernah menggunakannya. Namun konon pada iPod Touch generasi ketiga perangkat penerima dan pengirim radio FM sudah tersedia di dalamnya, hanya saya perangkat lunaknya belum disediakan oleh Apple: mungkin dengan pembaruan perangkat lunak Anda dapat menerima siaran radio di iPod Touch generasi ketiga dan menyiarkan musik untuk Anda dengarkan di pesawat radio mobil Anda. Bisa jadi.

Fungsi telepon? oh tidak, iPod adalah pemutar musik, bukan sebuah ponsel. Dunia tahu akan hal itu. Namun, tidak tertutup kemungkinan untuk VoIP seperti Skype atau Google Talk. Anda hanya perlu earphone yang dilengkapi dengan mikropon dan koneksi internet nirkabel.

Apakah Anda memiliki pengalaman menarik selama menggunakan iPod Touch?

Adham Somantrie (@adhams)

17 Comments

Published on 2009-12-12 12:17:56. 16142 views.
Tagged in:

Siteous & Share Printer Friendly Version Download as PDF

GPS, Musafir, dan Bisnis

Layanan berbasis lokasi, atau location based service (LBS) mungkin bukanlah hal yang baru. Di dunia telekomunikasi seluler, hal ini sudah mengemuka di awal dekade, bahkan saat ini sudah banyak yang mengimplementasikannya. Aplikasi dari LBS ini bermacam-macam, mulai dari untuk mengirimkan pesan kepada pelanggan ketika berada di area tertentu, sampai pelacakan lokasi pelanggan.

Aplikasi yang menarik dari LBS adalah iklan. Dengan LBS, pengguna akan mendapatkan iklan dari suatu toko yang berada di daerah tersebut. Toko tersebut dapat beriklan dengan efektif, sementara penyedia layanan seluler mendapatkan keuntungan dari biaya pemasangan iklan. Lalu apa yang di dapatkan pelanggan? Tidak ada selain pesan-pesan yang mengganggu. Benarkah? bisa jadi tidak. Untuk pelanggan yang merasa iklan tersebut sesuai dengan produk yang dibutuhkannya, tentu saja mereka tidak merasa rugi. Selain itu, jika penerima pesan iklan tersebut berhak mendapatkan potongan harga atau penawaran khusus yang menarik, tentu saja mereka tidak rugi.

Dengan adanya teknologi GPS, penunjukan lokasi tentu akan semakin akurat. Namun, penyedia layanan seluler tidak dapat mengakses informasi yang akurat ini, karena GPS bekerja di luar infrastruktur telekomunikasi seluler. Artinya, aplikasi LBS yang memanfaatkan informasi GPS ini tidak terbatas pada perusahaan telekomunikasi: pihak ketiga pun dapat memanfaatkan celah ini.

Umumnya, ponsel dengan fitur GPS sudah dapat melakukan koneksi internet seluler. Anda bisa melihat aplikasi Google Maps with Latitude. Di mana para penggunanya dapat saling berbagi lokasi mereka. Apa yang Google dapatkan? sepertinya tidak ada.

Hmm, saya rasa ada sebuah kesempatan lain. Anda dapat membuat aplikasi untuk ponsel yang memanfaatkan GPS. Anda juga harus membuat sebuah layanan internet, di mana setiap pelanggannya harus mendaftar. Lalu, aplikasi tadi akan mengunggah lokasi pengguna secara berkala, sehingga di peladen (server) pusat layanan Anda akan mendapatkan lokasi setiap pengguna. Dan, seperti LBS pada jaringan seluler, Anda bisa mengirimkan iklan kepada pengguna. Tentu saja, iklan ini merujuk kepada pihak (toko) yang berada di di daerah pengguna tersebut. Untuk model bisnis, Anda bisa merujuk aplikasi pada jaringan seluler yang ada di atas: yang penting semua untung (anda sebagai penyedia layanan, pelanggan sebagai penerima manfaat iklan, pemasang iklan, bahkan penyedia layanan komunikasi).

Anda bahkan tidak memerlukan peta. Tapi Anda perlu membuat kebijakan yang tegas dalam mengelola informasi lokasi para pelanggan. Privasi. Juga penyaringan iklan yang sesuai dengan minat pelanggan, jangan sampai menjadi pesan sampah atau spam. Juga perlu ada persetujuan dengan pengguna tentang penerimaan iklan.

Untuk diversitas ponsel, Anda tentunya akan berhadapan dengan berbagai sistem ponsel yang berbeda: iPhone OS, Nokia-Symbian, Google Android, BlackBerry OS, ataupun Java Mobile.

Apakah Koprol akan mengimplementasikan konsep ini? mengingat Koprol merupakan sebuah layanan yang juga berbasis lokasi pengguna, dan konsep jaringan sosial juga merupakan nilai tambah.

Atau Anda berani untuk mengambil kesempatan ini? Yang penting, kalau sudah sukses jangan lupa bagi-bagi royaltinya. Hehehehe

Adham Somantrie.

4 Comments

Published on 2009-12-15 10:52:52. 2660 views.
Tagged in:

Siteous & Share Printer Friendly Version Download as PDF

Nike+

Nike plus iPod

Nike Plus (Nike+) adalah salah satu produk kolaborasi dari Nike. Nike Plus awalnya didesain untuk bekerja sama dengan iPod: Nike+ iPod. Konsep Nike Plus adalah merekam aktivitas olahraga dan memproses data tersebut untuk umpan balik dan rekomendasi kepada pengguna.

Cara kerjanya cukup sederhana, sistem ini terdiri dari beberapa elemen: sepatu, sensor, dan penerima data sensor (iPod). Sensor menganalisa gerakan kaki dan memberikan informasi ini kepada penerima data sensor, yakni iPod (langsung, atau dengan perangkat penerima tambahan). Sementara sensor ini diletakkan di dalam sepatu yang didesain khusus sehingga memiliki ruang khusus untuk meletakkan sensor ini.

Data yang diterima oleh iPod akan diproses menjadi informasi mengenai jarak tempuh, waktu tempuh, dan informasi performa pelari lainnya. Karena menggunakan iPod sebagai pemroses, selain pelari dapat mendengarkan musik saat berlari, pelari juga dapat mengetahui informasi seputar performa mereka.

NikePlus.com Sync

Selain itu, data-data ini dapat diproses lebih lanjut di komputer dan di situs NikePlus.com untuk melihat statistik para pelari. Tentunya dengan statistik ini, NikePlus.com juga dapat memberikan rekomendasi dan bimbingan latihan olah raga untuk pelari tersebut. Bahkan, dengan fitur sosial, para pelari dapat membandingkan statistik dan performa mereka dengan pengguna Nike Plus lainnya.

Awalnya, sistem Nike Plus bekerja dengan keluarga iPod nano dengan tambahan penerima. Namun seiring waktu, Apple pun mengintegrasikan perangkat penerima sinyal data dari sensor ini ke dalam iPod Touch mulai generasi kedua dan iPhone 3GS.

Sensor ini sendiri dijual dalam dua paket: hanya sensor (USD 19), dan sensor beserta penerima (USD 29).

Nike plus iPod at Gym

Selain itu, Apple pun mengembangkan konsep ini dengan bekerja sama dengan produsen perangkat fitness dan gym untuk memproduksi alat yang kompatibel dengan sistem Nike + iPod. Sehingga para pengguna iPod dapat menghubungkan iPod mereka dengan alat fitness menggunakan sambungan USB. Tentunya, data dari alat fitness ini juga dapat diproses oleh NikePlus.com

Nike plus Sportband

Dengan Nike+ Sportband (USD 59, sudah termasuk sensor), pelari yang menggunakan sensor Nike+ dapat mencatat performa mereka tanpa perlu iPod. Nike+ Sportband ini bekerja sebagai pengganti iPod untuk menerima sinyal dan memproses data dari sensor. Tentunya, Nike+ Sportband ini tidak dapat menggantikan iPod sebagai pemutar musik.

Nike LunarTrainer+

Memang sistem ini didesain untuk bekerja dengan sepatu yang "kompatibel", yakni Nike+ shoes, seperti Nike LunarTrainer+. Namun, sebenarnya perbedaan sepatu ini dengan sepatu biasa hanyalah pada ruang tempat peletakan sensor. Pinot misalnya, telah berhasil menggunakan sepatu lain dengan sensor ini, bahkan dengan sendal jepit. Sayang sekali sepatu favorit saya, Nike Air Zoom Moire+, yang diluncurkan pada 2006 bersamaan dengan Nike + iPod tidak tersedia lagi di pasaran.

Namun, selain gerakan yang ditangkap oleh accelerometer pada sensor, ternyata tekanan oleh kaki juga diperhitungkan oleh sensor ini. Sehingga, menggunakan sensor ini dengan meletakkannya bukan di bawah telapak kaki pelari akan mengurangi tingkat akurasinya.

— Adham Somantrie.

49 Comments

Published on 2009-12-29 22:22:14. 15358 views.
Tagged in: lari nikeplus run

Siteous & Share Printer Friendly Version Download as PDF

Ads

Archive

2004SeptemberOktoberNovemberDesember

2005JanuariFebruariMaretAprilMeiJuniJuliAgustusSeptemberOktoberNovemberDesember

2006JanuariFebruariMaretAprilMeiJuniJuliAgustusSeptemberOktoberNovemberDesember

2007JanuariFebruariMaretAprilMeiJuniJuliAgustusSeptemberOktoberNovemberDesember

2008JanuariFebruariMaretAprilMeiJuniJuliAgustusSeptemberOktoberNovemberDesember

2009JanuariFebruariMaretAprilMeiJuniJuliAgustusSeptemberOktoberNovemberDesember

2010JanuariFebruariMaretAprilMeiJuniJuliAgustusSeptemberOktoberNovemberDesember

2011JanuariFebruariMaretAprilMeiJuniJuliAgustusSeptemberOktoberNovemberDesember

2012JanuariFebruariMaretAprilMeiJuniJuliAgustusSeptemberOktoberNovemberDesember

2013JanuariFebruariMaretAprilMeiJuni

2004 - 2013Full Archive

© 2003 - 2013, Adham Somantrie. Bandung and Jakarta, Indonesia.
Built with Bootstrap. Made on Mac.