Are you currently viewing from mobile device? Switch to mobile version!

Adham Somantrie

Digital media communications. MBA student. Techie. Founder of siteo.us. Editor for MakeMac. And also a runner.

hi@adha.ms adhams @adhams @adham adhams Adham Somantrie Adham Somantrie

Tips Persiapan untuk Memulai Blog

Saat mengisi Seminar Kreativitas Blog beberapa waktu yang lalu, terdapat beberapa tips bagi yang ingin memulai blog baru. Saya sengaja tidak mengunggah salinan lembar presentasi saya: hanya berisi garis-garis besar (outline) tanpa penjelasan, dan lebih banyak gambar, ilustrasi, dan tangkapan layar. Untuk itu, saya akan mencoba menuliskannya kembali untuk Anda yang mungkin tidak sempat menghadiri seminar tersebut.

Konsep blog. Mau dibuat seperti apa blog Anda? tentu saja Anda mesti membuat rumusan atau konsep dari blog Anda. Sehingga Anda dapat lebih gampang mengevaluasi dan mengembangkan blog Anda di masa mendatang. Apakah berkonsep personal atau bertema khusus. Mau bersifat komersial ataupun non-komersial.

Bidang materi blog. Tentukan bidang materi tulisan atau artikel yang akan Anda sajikan dalam blog. Setelah Anda memutuskan topik yang akan Anda bahas dan tulis dalam blog, maka fokuskan dalam topik tersebut. Kecuali jika Anda menggunakan konsep personal dalam blog Anda, Anda dapat menulis topik apapun yang memang Anda senangi, tanpa batasan tertentu.

Tujuan dan target. Tetapkan kembali tujuan utama keputusan Anda untuk membuat sebuah blog. Selalu ingat dan camkan. Bahkan, catat jika perlu. Ini untuk mengantisipasi perubahan tujuan di tengah jalan, yang bisa saja menyebabkan (blog) Anda dianggap plin-plan atau tidak konsisten. Jika perlu, tetapkan beberapa target. Misalnya mempublikasikan tulisan secara teratur setiap beberapa selang waktu secara konsisten, atau menetapkan target jumlah pengunjung per bulan. Namun ingat, jangan membuat target yang Anda sendiri tidak yakin dapat menggapainya.

Target pembaca dan bahasa. Setelah terkonsep dan menentukan bidang materi yang akan dibahas, maka sebaiknya target pembaca juga ditentukan. Hal ini berkaitan juga dengan bahasa yang akan digunakan dalam menulis artikel. Misalnya kita menargetkan pembaca blog adalah dari Indonesia, maka tidak salah untuk menggunakan Bahasa Indonesia. Namun jika menargetkan pembaca dari seluruh dunia (internasional), maka sebaiknya tidak menggunakan Bahasa Indonesia, ataupun bahasa daerah tertentu. Gunakan Bahasa Inggris untuk artikel yang ditujukan untuk pembaca internasional.

Desain dan tata letak. Kecuali Anda membuat mesin blog sendiri, biasanya mesin blog sudah memiliki beberapa desain dan tata letak blog yang siap pakai — atau mungkin bisa ditambahkan setelah instalasi. Namun jika Anda merasa kurang puas dengan yang disediakan, Anda dapat mencari templat lain di internet. Atau, jika Anda mampu, Anda dapat juga mendesain sendiri dan mengatur tata letak blog Anda sesuai dengan keinginan Anda.

Biaya operasional. Jangan lupakan masalah finansial. Anda kemungkinan akan mengeluarkan beberapa biaya: biaya hosting, biaya domain, biaya akses internet, dan biaya lainnya. Bergantung dari blog Anda: apakah menggunakan hosting gratis atau berbayar; apakah menggunakan domain sendiri, atau menumpang domain dari penyedia layanan blog (atau menumpang domain teman?). Dengan perencanaan biaya yang baik, aktifitas ngeblog Anda tidak akan mengganggu kesehatan finansial Anda. Begitu juga sebaliknya: blog Anda tidak akan terbengkalai karena masalah finansial.

Branding. Jika dan hanya jika perlu. Untuk beberapa blog yang memang membutuhkan banyak pengunjung, misalnya situs-situs komersial, tentu saja Anda perlu memikirkan branding untuk blog (ataupun diri Anda) agar lebih mudah untuk "dijual" dan diingat para pembaca. Atau bahkan, dapat menarik trafik dari pengunjung baru. Termasuk juga bagaimana cara mengiklankan blog Anda. Sekali lagi, jika dan hanya jika dianggap perlu. Jika memang tidak perlu branding, sebaiknya jangan dipaksakan.

Jangan memaksakan diri. Ya, jangan terlalu memaksakan diri memenuhi target. Jangan sampai blog membuat Anda mengalami stres ataupun guncangan psikologi. Dengan psikologi yang terganggu, Anda bisa saja terganggu dalam mengerjakan sebuah tulisan untuk blog Anda — kualitas dan kekuatan tulisan Anda bisa saja berkurang signifikan!

Semoga bermanfaat. Oh iya, nantikan tulisan selanjutnya — masih dari Seminar Kreativitas Blog: Tips dan Trik Ngeblog. Berkreasi, dan terus berkreasi. Rock on!

Adham Somantrie, BBV National Representative.

10 Comments

Published on 2009-01-05 15:47:43. 5276 views.
Tagged in:

Siteous & Share Printer Friendly Version Download as PDF

BBV, Kembali Solid Setelah Vakum

Bandung Blog Village
Nama Bandung Blog Village (BBV) barangkali sudah tak asing bagi kalangan blogger di Bandung. Betapa tidak, karena BBV terbilang komunitas blogger pertama yang didirikan khusus regional Bandung.

Tepatnya pada 5 Juli 2002, BBV resmi berdiri, setelah beberapa calon anggota BBV mengadakan pertemuan di sebuah rumah makan di Jln. Pahlawan, Bandung. Awal pertemuan mereka rupanya juga merupakan sebuah keisengan, dari sekadar ajakan iseng dalam kotak shoutbox. Beberapa blogger yang membaca ajakan tersebut sepakat untuk melakukan kopi darat.

Setelah lebih dari enam tahun tergabung dalam BBV, rupanya jumlah keanggotaan BBV tak meningkat tajam. Menurut Community Representative BBV, Adham Somantrie, hal tersebut disengaja demi menjaga kualitas komunitas.

"Dari awal, kita memang enggak bertujuan untuk menambah jumlah anggota banyak-banyak, kita lebih menekankan kualitas. Harapannya supaya semua anggota saling kenal dan memiliki kedekatan tersendiri, yang penting solid," kata Adham. Dari jumlah tersebut, anggota BBV terbilang beragam, mulai dari mahasiswa, wiraswastawan, karyawan, praktisi IT, pekerja lepas, penulis, bahkan ibu rumah tangga dan siswa sekolah menengah.

Ketika awal terbentuk, anggota BBV yang mayoritas mahasiswa kerap berkumpul di suatu tempat, atau bahkan bermain internet bersama. "Kalau dulu kan laptop masih mahal, terus hotspot juga jarang, alhasil kita suka bareng-bareng ke warnet, coba-coba warnet," kata Adham.

Untuk menjadi anggota BBV, blogger harus lebih dulu aktif di Cafelounge milik BBV. Cafelounge sendiri merupakan portal terbuka yang bisa dimasuki oleh berbagai kalangan, tak harus blogger. "Anggota BBV juga bagian dari Cafelounge, tetapi BBV khusus bagi mereka yang suka ngeblog. Sementara Cafelounge buat yang suka ngumpul bareng, berarti tidak tertutup kemungkinan dari non-blogger. Hampir setiap weekend, ngariung bareng di kafe," kata Adham.

Bagi anggota BBV dan pengunjung, Cafelounge ibarat serambi, ruang tamu. Semua orang bisa bergabung. "Kalau dia memenuhi syarat, kita ajakin bergabung. Yang penting, harus aktif dulu di Cafelounge, terus datang kalau kopdar," kata Adham.

Menurut koordinator lapangan BBV, Ihwanul Iman, cikal bakal anggota BBV sendiri dulunya tergabung dalam komunitas blog Indonesia, Blogerrian dan Blogbugs. "Tetapi, itu kan sifatnya nasional, jadi kita bikin yang lokal," kata Ihwan.

Selain untuk wadah interaksi seputar blog dan berbagai informasi lainnya, Ihwan menambahkan bahwa mayoritas kegiatan yang dilakukan cenderung nonformal. "Seseruan aja, ngobrol, dan olah raga," kata Ihwan.

Namun, kesibukan yang melanda beberapa anggota inti BBV membuat kegiatan sempat terhenti. Tak sedikit pula yang harus meninggalkan Kota Bandung karena tuntutan pekerjaan. BBV pun sempat vakum selama beberapa tahun. Untuk itu, 2008 lalu BBV melakukan regenerasi dan kembali aktif berkumpul.

Untuk mencari komunitas ini sebenarnya cukup mudah. Dengan datang ke dua tempat makan yang biasanya mereka sambangi tiap Sabtu malam, Warung Pasta Jln. Ganeca dan Republik Kuliner Jln. Purnawarman, mereka dengan mudah dikenali. Sekumpulan anggota BBV sudah siap memanfaatkan fasilitas hotspot dan berselancar lewat blog. (Endah Asih/"PR")***

Sumber: Pikiran Rakyat edisi cetak. Rabu 7 Januari 2009.

Tulisan Terkait:
Blog, Keunikan Budaya Digital
Pendapat Mereka

7 Comments

Published on 2009-01-07 07:30:32. 1943 views.
Tagged in:

Siteous & Share Printer Friendly Version Download as PDF

Industri Musik Indonesia Menjual Nama?

Entah kebetulan, sedang musim, atau hanya perasaan saya saja. Industri musik di Indonesia sedang dalam titik terendah dakam satu dekade terakhir. Beberapa orang menyatakan kualitas musikalitas industri musik (dan juga tentunya selera pasar) Indonesia pasca Peter Pan mengalami kemunduran.

Baiklah, kembali ke topik awal. Kebanyakan produk industri musik Indonesia hanya menjual nama saja. Bisa kita lihat, beberapa musisi yang sudah memiliki reputasi tinggi membentuk band baru. Namun, tetap saja menggunakan nama sang musisi tersebut untuk nilai komersial. Formatnya standar, "musisi dan bandnya": Andra and The Backbone, Steven and Coconutreez, Yovie and The Nuno, Ahmad Dhani feat. The Rock, Bondan feat. Fade 2 Black, Syahrani and Queensfireworks, Maia and The Queen's Army, dan beberapa lainnya.

Jika memang percaya dengan kualitas musiknya, mengapa band tersebut tidak yakin (percaya diri) dengan identitasnya sendiri — tanpa perlu menunggangi popularitas sang musisi senior?

Mungkin saja, band tersebut adalah proyek pribadi sang musisi senior tersebut. Dalam artian, musisi senior tersebut yang merancang, mengendalikan, dan mengkonsep materi band tersebut — sementara personil lainnya hanya bertugas sebagai eksekutor (player). Jika begitu adanya, mengapa mencantumkan "and the band", bukankah lebih baik disebutkan nama musisinya saja? toh, hanya dia yang "benar-benar bekerja".

Sebagai contoh, bisa kita lihat Ari Lasso. Dalam album perdana dan sekuelnya, Ari Lasso tidak membawa nama band-nya dalam menjual album. Walaupun bisa kita lihat, di dapur rekaman album tersebut banyak sekali musisi-musisi senior di dalamnya — termasuk personil dan mantan personil Dewa 19. Musisi-musisi senior tersebut hanya bekerja "di dapur rekaman". Untuk kepentingan panggung publik, Ari Lasso memiliki band sendiri — Ari Lasso Band — yang pada saat itu hanya bertugas sebagai eksekutor.

Apa mungkin saat itu belum ada tren seperti saat ini? Sehingga Ari Lasso tidak menggunakan "Ari Lasso and The something Band".

Oke, mungkin mereka semua benar-benar bekerja. Mereka berbagi tugas. Setiap personil memiliki kontribusi yang cukup besar dalam proyek band tersebut — ya, sang musisi senior wajar jika berkontribusi lebih. Jika begini, mengapa tidak menggunakan nama bandnya saja tanpa tambahan nama sang musisi tersebut? bahkan di depan!

Toh, tampaknya pada saat ini, prestasi industri musik Indonesia adalah tergantung kepada proses promosi: brainstorming — brainwashing! Dengan lagu yang tidak jelek (ya, tidak juga dapat dibilang sangat bagus) dan dikombinasikan dengan pemaksaan melalui media massa — televisi, radio, internet, nada sambung telepon, dan lainnya — maka lagu tersebut diramalkan akan "sukses diterima oleh pasar". Apalagi untuk band pendatang baru yang tidak memiliki "dukungan musisi senior". Dengan kombinasi tersebut, jadilah band populer secara instant — dan juga bersifat disposable.

PS: Saya bukanlah seorang musisi, bukan pula seorang seniman profesional. Mungkin saja tulisan ini sepenuhnya bersifat subjektif dari sudut pandang saya selaku penikmat musik Indonesia.

6 Comments

Published on 2009-01-10 13:34:05. 4253 views.
Tagged in:

Siteous & Share Printer Friendly Version Download as PDF

Konfigurasi Ulang Sistem PicoBook Netbook

PicoBook, adalah netbook yang saya beli beberapa minggu lalu setelah memberikan Seminar Kreativitas Blog: Axioo Pico DJM616. Dengan beberapa tambahan: USB bluetooth dan peningkatan kapasitas RAM menjadi 2GB.

PicoBook Pro

Hal yang kurang pas di hati saya adalah: PicoBook ini memiliki harddisk berkapasitas 160GB, namun hanya berisi satu partisi dengan ukuran penuh, termasuk sistem operasi Windows XP Home Edition di dalamnya. Menyatukan partisi sistem dan data adalah ide buruk untuk pengguna Windows.

Karena itu, saya mencoba mengkonfigurasi ulang harddisknya: membuatnya menjadi dua partisi. Untuk melakukannya tanpa mengorbankan data yang ada, saya mencoba dengan menggunakan aplikasi Norton Partition Magic. Sialnya, entah kenapa Partition Magic melaporkan ada kesalahan pengukuran geometri pada harddisk. Dan, setelah Partition Magic memperbaikinya, muncul pesan kesalahan lain, huruf drive (drive letter) tidak dapat diidentifikasi.

Maka, saya mencoba melakukan instalasi yang segar, fresh install. Karena masih baru, maka belum ada data penting. Walaupun dalam paket pembelian disertakan CD instalasi Windows XP Home Edition for Ultra Low Cost Computer, namun tidak akan berguna tanpa drive optik tambahan: netbook tidak memiliki drive optik! Dan, saya terpaksa menggunakan drive optik desktop 5.25 inci yang disambungkan dengan IDE-to-USB connector.

Melalui instalasi Windows XP, saya mengkonfigurasikan partisi menjadi dua: 8GB untuk drive C: yang akan diisikan sistem operasi: PicoSystem, dan sisanya saya alokasikan untuk drive D: yang akan diisikan data: PicoData.

Hal berikutnya yang saya rencanakan untuk PicoBook adalah: membuat sistem operasi FreeBSD di harddisk internal atau pada SD Card, dan memindahkan installer Windows XP dari media CD ke media SD Card.

Sistem operasi FreeBSD yang akan saya buat adalah untuk sistem PicoRecovery. Di mana, dengan menggunakan FreeBSD (atau sistem UNIX lainnya seperti Linux) saya dapat dengan mudah membuat disk image dari partisi utama, PicoSystem, dan menyimpan salinannya pada PicoData. Begitu juga sebaliknya, ketika terjadi masalah pada PicoSystem, saya cukup menjalankan sistem FreeBSD PicoRecovery ini, lalu menimpa partisi PicoSystem dari disk image yang telah dibuat sebelumnya pada PicoData.

Namun untuk kasus yang cukup berat, di mana konsep PicoRecovery tidak lagi dapat diandalkan, maka jalan yang akan ditempuh adalah menginstal ulang sistem Windows pada PicoBook. Menggunakan CD instalasi yang disediakan? membutuhkan drive optik eksternal!

Untuk menyederhanakannya, maka pindahkan CD instalasi tersebut ke dalam SD card atau flashdisk. Karena netbook tidak memiliki drive optik, namun memiliki kemampuan untuk melakukan boot sistem dari perangkat USB seperti flashdisk — atau dari SD card, jika netbook Anda memiliki fasilitas pembaca SD card.

SD card atau USB flash disk berisi installer Windows XP serta beberapa berkas tambahan seperti driver dan aplikasi adalah ide yang cukup bagus untuk para pengguna netbook, termasuk PicoBook.

Dan tentunya, saya akan menuliskan langkah-langkahnya ketika saya telah sukses mencobanya nanti.

11 Comments

Published on 2009-01-12 17:58:39. 5083 views.
Tagged in:

Siteous & Share Printer Friendly Version Download as PDF

Layanan Hotel Borobudur Indonesia

Beberapa waktu yang lalu, saya menemani ayah saya yang sedang berada di Jakarta. Ayah saya ke Jakarta untuk urusan kantor dan urusan golf bersama rekan-rekan kerjanya. Karena tidak ada keluarga di Jakarta dan juga karena urusan kantor, Ayah saya menginap di Hotel Borobudur Jakarta, dengan alasan jarak yang (sangat) dekat dengan kantornya. Hotel Borobudur, yang kalau saya tidak salah lihat, memajang sertifikat sebagai Hotel berbintang lima.

Ayah saya tiba di Jakarta pada hari Kamis (08/01) sore. Karena pada hari itu saya baru pulang dari urusan kerjaan pada malam hari, saya tidak sempat mampir ke sana. Jumat (09/01), keesokan sorenya, untung urusan kerjaan sudah selesai sebelum matahari terbenam. Jadi, setelah urusan kerjaan di Kebayoran Lama rampung, saya menuju ke hotel dimana ayah saya menginap, kamar 1012.

Tentunya, setelah bekerja seharian di dalam mobil, saya langsung mengisi baterai PicoBook dan Nokia Tempe Nokia E61i. Sedikit permasalahan klasiknya adalah: walaupun ini hotel di Indonesia, namun stopkontak (power outlet) yang tersedia di kamar bukan standar Indonesia. Apakah di zaman perangkat bergerak (mobile gadget) ini para tamu hotel tidak boleh mengisi baterai perangkatnya (ponsel, laptop, kamera, dll.)? Biasanya hanya disediakan di kamar mandi untuk penggunaan pencukur (shaver).

Namun, dengan sedikit trik teknis, saya berhasil menancapkan "cabang-T" di stopkontak yang tersedia di dinding. PicoBook dan Nokia E61i berhasil mendapatkan asupan energi.

Layanan hotel ini cukup baik. Namun saya sangat bermasalah dengan toilet kering: tidak ada selang air untuk membasuh, juga jauh dari jangkauan sumber air. Hello, we're still in Indonesia!

Sabtu (10/01) pagi sekali, Ayah saya sudah berangkat ke lapangan hijau nan luas itu untuk membuang keringat. Sementara saya menikmati kasur yang empuk itu setelah seminggu menempelkan pantat di kursi belakang Toyota Avanza. Tentu saja, tak lupa tag bertuliskan Do no disturb saya gantungkan di depan pintu kamar. Ketika siang menjelang, saya pun bersiap diri dan membereskan beberapa barang-barang di kamar sebelum layanan kamar (housekeeping) berkerja. Ya, beberapa barang berharga dan sensitif (misalnya laptop) membutuhkan penanganan khusus pula, tidak semua orang bisa menanganinya dengan baik.

Sabtu malam, saya kembali ke hotel bersama ayah saya yang sudah selesai menunaikan olah raganya. Pintu dibuka, kamar tentu saja didapati dalam kondisi rapi dan bersih. Layanan kamar telah bekerja. Namun apa yang saya dapati selain itu?

Ketika saya hendak mengisi asupan tenaga untuk ponsel, saya pun terkonclang. Saya tidak dapat melakukannya. Adaptor (charger) Nokia AC-4E (ya, fast travel charger, 890mA) saya rusak dengan tiga kondisi: Kaki nya bengkok, jack yang menuju ponsel mengalami sedikit kerusakan halus, dan kabelnya terputus! Tidak ada yang memasuki kamar itu sejak saya meninggalkan kamar dan kami kembali, kecuali dari pihak hotel: petugas layanan kebersihan kamar?

Namun, usaha saya menyambungkannya kembali dengan peralatan seadanya — cutter dan selotip — gagal: adaptor tetap tidak dapat berfungsi.

Sementara Minggu (11/01) subuh besoknya kami akan check-out, dan saya memutuskan untuk tidak melakukan komplain ke pihak hotel.

Ini bukan masalah materi atau ganti rugi. Sebuah adaptor ponsel tentunya tidak akan berarti jika dibandingkan biaya menginap di sana selama tiga malam. Saya pikir, mengurus hal-hal "kecil" seperti ini akan sangat berbirokrasi "khas Indonesia": usaha tidak sebanding dengan hasil. Di samping, saya masih memiliki adaptor lain (yang saya tinggalkan di kantor) yang bisa saya gunakan — namun kini harus digunakan secara bergantian, satu adaptor untuk dua ponsel. Mungkin memang kami tidak menggunakan kamar yang terbaik (premium suites), namun bukan berarti kami tidak berhak mendapatkan pelayanan yang hati-hati, kan?

Bahkan, saya tidak mau hal ini bisa berakibat buruk terhadap karir pegawai layanan kamar tersebut.

Saya hanya menyayangkan, hotel yang besar (dan katanya berbintang lima) memiliki layanan yang baik namun tidak hati-hati. Menurut saya, kecelakaan ini terjadi karena sang petugas pembersih kamar tidak bekerja dengan hati-hati. Mudah-mudahan pihak manajemen dapat menindak kejadian ini dengan meningkatkan kualitas layanannya. Sehingga hal-hal seperti ini tidak perlu terjadi lagi.

Dengan pengalaman seperti ini, mungkinkah saya merekomendasikan hotel ini kepada orang lain?

— Adham Somantrie, tamu Hotel Borobudur.

20 Comments

Published on 2009-01-14 09:11:10. 4621 views.
Tagged in:

Siteous & Share Printer Friendly Version Download as PDF

WordCamp Indonesia 2009

WordCamp Indonesia 2009
WordCamp Indonesia 2009.
Learn from The Best.

Saya mendapat kesempatan untuk menghadiri WordCamp Indonesia 2009, the first annual conference for Indonesian WordPress Enthusiasts, yang diadakan di Erasmus Huis Jakarta pada 17 dan 18 Januari 2009. Saya datang sebagai perwakilan atau community representative bersama kontingen Bandung Blog Village dan juga tim-tim finalis Bandung Blog Vaganza 2008. Karena kesibukan saya, dan juga koordinasi yang cukup mendadak — seharusnya para mentor-mentor tim peserta SchoolPress yang hadir — maka saya dan juga kontingen hanya menghadiri WordCamp Indonesia untuk hari kedua saja.

WordCamp Indonesia 2009
Oke, blog saya ini memang tidak menggunakan WordPress — walaupun banyak yang mengira saya menggunakan WordPress — saya menggunakan produk saya sendiri AdhamCore. Tapi saya adalah pengguna WordPress untuk beberapa blog lain, seperti AdhamTech.Net dan Siteous (akan hadir).

Sesi dalam WordCamp ini tediri dari beberapa seminar dan diskusi. Beberapa pengisinya antara lain Romi Satria Wahono, Nukman Luthfie, Michael Hutagalung, dan lainnya. Dan tentu saja Ahmed Muliono Matt Mullenweg, sang "dewa" WordPress, sang pemilik Automattic. Juga tampak Pitra Sugiono Cristian Sugiono yang hadir sebagai peserta WordCamp dalam kapasitasnya sebagai blogger profesional.

Dan dalam kapasitas BBV sebagai salah satu pihak yang mendukung acara WordCamp Indonesia 2009 dengan acara Bandung Blog Vaganza 2008 (BBV'08), maka BBV dan para finalis BBV'08 diberi kesempatan untuk mengisi satu sesi untuk sedikit introduksi BBV'08 dan presentasi materi para finalis.

BBV + Matt

Beberapa hal mengenai Matt. Ternyata Matt cukup muda, dan seumuran dengan saya! — ah, seandainya saya dulu melepas kode AdhamCore dan membuat AdhamCore Multi-User Dan ternyata, Matt juga bisa makan nasi! ya nasi yang sama dengan yang saya makan. Tetapi dengan garpu!

And, here I go with Matt...

Adham Somantrie feat. Matt Mullenweg

Ah, banyak sekali hal-hal positif dan manfaat dari WordCamp Indonesia 2009 yang saya hadiri ini — walaupun cuma hadir satu hari saja. Sesi diskusi dan seminar membuka banyak ide dan konsep webpreneur. Selain itu, WordCamp Indonesia 2009 tentu saja menjadi ajang kopdar dadakan bagi para blogger. Apalagi, kontingen AngingMammiri juga datang langsung dari pulau seberang.

Sampai jumpa di WordCamp Indonesia 2010! Rock on!

— Adham Somantrie. BBV Community Representative, AdhamCamp WordCamp Indonesia 2009 Participant.

20 Comments

Published on 2009-01-20 11:47:00. 3586 views.
Tagged in:

Siteous & Share Printer Friendly Version Download as PDF

Tips dan Trik Ngeblog

Sesuai janji saya sebelumnya pada artikel Tips Persiapan untuk Memulai Blog, dalam Seminar Kreativitas Blog saya juga memberikan beberapa Tips dan Trik Ngeblog. Tips dan trik blog versi saya tersebut adalah sebagai berikut:

Buatlah materi isi (content) blog dari bidang yang Anda senangi atau kuasai. Membuat tulisan dengan topik yang tidak Anda senangi atau kuasai tentu saja tidak akan membawa hasil yang maksimal. Jika Anda menguasai atau menyenangi topik tertentu, buatlah tulisan tentang topik tersebut. Hasilnya akan lebih baik, karena Anda cenderung melakukannya dengan senang hati.

Riset dan kunjungan pustaka. Coba lakukan riset dan kunjungan pustaka untuk memperkuat opini dan analisa dalam tulisan Anda. Tentunya, seperti sebuah karya tulis ilmiah, dengan riset dan pustaka rujukan maka tulisan Anda dapat lebih dipercaya kredibilitasnya.

Silakan bereksperimen dan berkreasi, namun jangan lupakan pelanggan blog. Eksperimen dan kreasi terkadang dapat memberikan nuansa baru yang menyenangkan — dan juga menarik! Namun, jangan gegabah. Misalnya dengan berinovasi memasukkan video "ucapan selamat datang" di halaman depan blog. Tentunya akan memberikan pukulan keras terhadap koneksi pengunjung. Atau, contoh lain, menggunakan kombinasi warna yang menyakitkan mata: mungkin memberikan efek kejut yang segar, namun bisa menyiksa jika membaca dengan durasi yang cukup lama.

Blog personal harus lebih terasa personal. Jangan takut untuk subjektif. Jika memang Anda mengkonsepkan blog Anda sebagai blog personal, maka Anda juga berhak mengisinya dengan "sentuhan personal". Tidak harus baku dan kaku — jangan dingin.

Sedikit ilustrasi bisa menemani tulisan yang sepi. Beberapa media cetak konvensional seringkali memberikan gambar atau ilustrasi dalam sebuah artikel. Padahal, belum tentu gambar tersebut berkaitan erat dengan artikel atau berita yang disajikan. Namun, penyajian teks yang monoton tanpa ilustrasi (apalagi sebuah tulisan yang panjang) akan membosankan. Silakan berikan gambar, foto, atau ilustrasi yang ada hubungannya dengan topik atau tema tulisan, walaupun ilustrasi tersebut tidak dapat mendukung tulisan secara langsung. Setidaknya dapat menghibur mata pembaca.

Pilih penyedia layanan blog yang sesuai. Terdengar sepele, namun cukup penting. Penyedia layanan blog (atau juga mesin blog) yang berbeda memiliki fitur yang berbeda pula, bahkan terkadang penggunaannya pun berbeda — spesifik. Misalnya penyedia layanan blog foto (photo blog atau photolog, tentu saja jika digunakan untuk keperluan blog non fotografis akan sangat tidak efisien. Atau jika Anda lebih menyenangi blog dengan materi berbasis video (video blog atau vlog), tentunya lebih efektif jika menggunakan layanan blog yang memang diperuntukkan untuk video daripada menggunakan layanan blog konvensional.

Gunakan layanan lokal untuk pengunjung lokal. Jika target Anda adalah pengunjung dari Indonesia, tidak ada salahnya menggunakan penyedia layanan lokal. Saat ini sudah banyak penyedia layanan web yang berlokasi di Indonesia. Jika Anda memang berniat mencari pembaca dari Indonesia saja (tidak terlalu memperhatikan para pembaca dari luar negeri), maka gunakanlah layanan hosting atau layanan blog yang berlokasi di Indonesia. Selain akses yang lebih cepat, tentu saja kita bisa meminimalisir trafik internet ke luar negeri. Misalnya, jika ingin berbagi video kepada sesama penduduk Indonesia, lebih bijak menggunakan layanan pertukaran file lokal (seperti Indowebster) daripada harus menggunakan RapidShare.

Hormati koneksi pengunjung Anda. Ini termasuk hal penting yang terkadang suka dilupakan pemilik blog. Perhatikan ukuran gambar dan video. Jika ukuran berkasnya terlalu besar, mungkin Anda bisa memberikan versi kecil (thumbnail) saja, yang jika diklik akan membawa pengunjung ke versi besarnya.

Hindari hal-hal yang tidak perlu dalam "menghias" blog Anda. Masih ada kaitannya dengan koneksi pengunjung. Terlalu banyak "perhiasan" di blog terkadang malah mengganggu kenyamanan pembaca — termasuk koneksi pembaca. Dan, tentunya terlalu banyak perhiasan tanpa penempatan yang baik adalah buruk dari sisi desain, fungsionalitas, dan aksesibilitas. Sesuatu yang berlebihan itu cenderung kurang bagus.

Hormati artist dan kreator lain. Hal yang sering dilupakan orang Indonesia. Hindari pembajakan! Jangan sembarangan menggunakan materi — tulisan, foto, gambar, ilustrasi, apapun! — dari situs lain. Periksa terlebih dahulu mengenai izin dan lisensi penggunaannya. Beberapa situs dan blog mengizinkan kita menggunakan materi yang ada di situsnya secara gratis dan bebas, namun tetap dengan sepengetahuan pemiliknya. Jika Anda menggunakannya — tentunya dengan sepengetahuan dan seizin pemilik materi — tidak ada salahnya memberikan informasi dari mana materi tersebut kita dapatkan. Namun jangan salah, ada juga beberapa materi yang dilarang keras oleh pemiliknya untuk kita gunakan. Tolong dihormati. Karena Anda sebagai blogger juga memiliki kesempatan sebagai pembuat materi (content creator). Jika ingin karya Anda dihormati, maka hormati karya orang lain.

Berkreasi, dan terus berkreasi. Rock on!

— Adham Somantrie, BBV National Representative.

22 Comments

Published on 2009-01-23 01:39:41. 13273 views.
Tagged in:

Siteous & Share Printer Friendly Version Download as PDF

iPhone 3G di Indonesia Bersama Telkomsel

Telkomsel Indonesia - iPhone 3G

Bagi para penggemar produk Apple dan pendamba iPhone, tampaknya tak lama lagi dapat menggunakan iPhone secara normal, resmi, dan legal di Indonesia. Memang, sekarang pun sudah banyak yang menggunakan iPhone di Indonesia. Masalah unlock memang bukan perkara sulit lagi bagi yang memiliki kemampuan. Masalah legalitas unlock tidak terlalu penting di negara ini. Masalah resmi atau tidak? ah, gak peduli. Tapi soal garansi? ini baru ada hubungannya dengan masalah resmi atau tidak.

Di situs Apple sendiri, bendera Indonesia dengan tulisan "Indonesia" di sampingnya (agar tidak tertukar dengan bendera Monako) sudah berkibar di daftar negara yang menyediakan iPhone — masih di bagian coming soon. Tidak perlu kita ragukan lagi apakah itu Bendera Merah Putih Indonesia asli atau palsu — apalagi menanyakan kepada Ahmad Dhani dan Roy Suryo. Artinya, Apple sudah memastikan bahwa iPhone 3G akan hadir "secara baik-baik" di Indonesia (mudah-mudahan) dalam waktu dekat.

iPhone dan iPhone 3G, di negara asalnya, Amerika, ditawarkan dengan konsep bundel dengan layanan telepon seluler: AT&T. Tentu saja dengan kontrak 2 tahun dengan iPhone dalam kondisi terkunci: tidak dapat digunakan dengan penyedia layanan lain. Dan di Indonesia tampaknya tidak jauh berbeda. Selama ini digosipkan Telkomsel akan menjadi rekan bisnis Apple dalam menjual iPhone 3G di Indonesia. Dan tampaknya itu akan menjadi sebuah kenyataan, karena sudah ada halaman pemesanan iPhone di situs Telkomsel. Selain itu, saya sebagai pengguna layanan produk Telkomsel simPATI juga mendapat informasi mengenai program Telkomsel iPhone 3G saat melakukan pemeriksaan saldo kredit menggunakan *888# dari ponsel saya.

Namun, tidak ada keterangan lebih lanjut. Apakah hanya ditawarkan kepada pelanggan paskabayar saja, atau juga kepada pelanggan prabayar. Apakah ditawarkan dengan harga subsidi (tentunya dengan kontrak minimal) atau tidak. Juga belum diketahui informasi harga yang akan ditawarkan oleh pihak Telkomsel. Namun, dari pihak Telkomsel tampaknya akan memberikan penawaran lengkap tiga varian: 8GB hitam, 16GB hitam, dan 16GB putih.

Yak. Mari kita tunggu kabar selanjutnya! Mudah-mudahan terjangkau.

28 Comments

Published on 2009-01-25 01:24:14. 18770 views.
Tagged in:

Siteous & Share Printer Friendly Version Download as PDF

Ads

Archive

2004SeptemberOktoberNovemberDesember

2005JanuariFebruariMaretAprilMeiJuniJuliAgustusSeptemberOktoberNovemberDesember

2006JanuariFebruariMaretAprilMeiJuniJuliAgustusSeptemberOktoberNovemberDesember

2007JanuariFebruariMaretAprilMeiJuniJuliAgustusSeptemberOktoberNovemberDesember

2008JanuariFebruariMaretAprilMeiJuniJuliAgustusSeptemberOktoberNovemberDesember

2009JanuariFebruariMaretAprilMeiJuniJuliAgustusSeptemberOktoberNovemberDesember

2010JanuariFebruariMaretAprilMeiJuniJuliAgustusSeptemberOktoberNovemberDesember

2011JanuariFebruariMaretAprilMeiJuniJuliAgustusSeptemberOktoberNovemberDesember

2012JanuariFebruariMaretAprilMeiJuniJuliAgustusSeptemberOktoberNovemberDesember

2013JanuariFebruariMaretAprilMei

2004 - 2013Full Archive

© 2003 - 2013, Adham Somantrie. Bandung and Jakarta, Indonesia.
Built with Bootstrap. Made on Mac.