Are you currently viewing from mobile device? Switch to mobile version!

Adham Somantrie

Digital media communications. MBA student. Techie. Founder of siteo.us. Editor for MakeMac. And also a runner.

hi@adha.ms adhams @adhams @adham adhams Adham Somantrie Adham Somantrie

Bedah MacBook

Hari ini, akhirnya saya melakukan bedah MacBook saya dulu, yang kini digunakan oleh adik saya di Jakarta. Setelah kasus random shutdown yang dulu sempat heboh di kalangan pemilik MacBook Core Duo (generasi pertama), akhirnya MacBook tersebut kembali bermasalah. Saya mendapat laporan via telepon dari adik saya, dengan keluhan MacBook tidak bisa boot-up dan muncul gambar folder dan tanda tanya.

Gejala tersebut muncul jika MacBook tidak dapat menemukan partisi yang berisi sistem operasi untuk melakukan boot up. Kemungkinan yang ada adalah: partisinya saja yang rusak, atau harddisknya rusak secara fisik. Namun, saya gagal ketika mencoba untuk menjalankan target disk mode pada MacBook itu, sehingga saya mengambil kesimpulan bahwa harddisknya rusak secara fisik. Walaupun saya sampai saat ini belum mencoba harddisk tersebut secara intensif.

Awalnya, saya ingin mencari harddisk baru yang berukuran sama, lalu menjual MacBook tersebut dan membeli MacBook generasi yang lebih baru. MacBook saya tersebut adalah generasi pertama. Namun, setelah dihitung-hitung: keuntungan yang didapat tidak sebanyak harga yang mesti dibayarkan.

Oleh karena itu, saya mengambil jalan lain, yakni membangun kembali MacBook itu. Dan telah dipersiapkan beberapa nyawa baru: harddisk Hitachi 160GB (OEM Lenovo ThinkPad); RAM 2GB: 1GB Corsair ValueSelect, dan 1GB Samsung (OEM Lenovo ThinkPad); serta batere baru dari GudangBatere Sebenarnya ada satu materi lagi, yakni SuperDrive Dual Layer yang rencananya akan menggantikan Combo Drive. Namun rencana ini dibatalkan, karena adik saya tidak terlalu butuh sebuah DVD writer.

Dikarenakan kemalasan untuk membongkar sendirian, dan kekurangan perlengkapan, saya menuju kediaman Rian untuk melakukan pembedahan.

Pembedahan ini dapat dilaksakan dengan lancar. Cara pembongkaran sangat mudah sekali untuk produk jenis MacBook ini. Tidak seperti pembedahan PowerBook Nano. Intruksi pembedahan dapat dilihat di situs iFixIt.

Alat yang dibutuhkan adalah: sebuah koin, obeng bunga kecil, dan obeng bintang 6 kecil. Pertama-tama, kita perlu membuka batere dengan bantuan koin tadi. Lalu dengan obeng bunga, kita akan membuka 3 baut yang mengikat penutup harddisk dan RAM. Setelah penutup tadi terbuka, maka kita dapat mengeluarkan RAM dengan tuas yang ada. Untuk mengambil harddisk, kita cukup menarik plastik yang ada.

Penggantian RAM dan harddisk ini tidak menghilangkan garansi, bahkan pihak Apple pun memberikan petunjuk Do-It-Yourself untuk penggantian perangkat ini.

Setelah harddisk baru terpasang, maka akan dilakukan proses instalasi Mac OS X Tiger. Namun saya melakukan kesalahan yang cukup fatal: saya lupa membawa DVD instalasi MacBook saya. Yang perlu diingat, Mac berbasis Intel tidak dapat diinstal dengan Tiger edisi retail. Hanya bisa diinstal dengan Tiger yang disertakan dalam paket pembelian. Tentunya hal ini bisa diakali dengan beberapa trik, tetapi terlalu lama untuk melakukan proses remastering.

Akhirnya kami mencoba menggunakan DVD instalasi milik MacBook Rian. Dan, sesuai dengan dugaan, DVD tersebut menolak untuk diinstal ke mesin MacBook saya. Karena MacBook Rian adalah generasi ketiga (2.16 GHz, SuperDrive, White) sementara MacBook saya adalah generasi pertama (1.83 GHz, Combo, White).

Akhirnya kami mencoba instalasi melalui mesin Rian yang dihubungan dengan kabel FireWire. Dimana MacBook saya dijalankan dengan target disk mode. Program instalasi dapat berjalan dengan normal, proses pemformatan dilakukan dengan Disk Utility. Namun installer menolak untuk melakukan instalasi ke harddisk yang ada di MacBook saya.

Hingga akhirnya kami mengambil jalan pintas: pasangkan saja harddisknya ke MacBook Rian. Lagian, ngebongkarnya gampang kok dan, udah kadung ngoprek

Dan, instalasi tetap gagal. Hingga akhirnya saya baru menyadari, bahwa Mac berbasis Intel menggunakan skema partisi GUID Partition Map, bukan Apple Partition Map seperti pada Mac berbasis PowerPC. Ya, saya memformat harddisk saya dengan skema Apple Partition Map. Maaf, saya pengguna PowerPC!

Setelah instalasi selesai, harddisk dikembalikan ke MacBook-nya masing-masing. Dan semua pun berjalan normal. Hm... ternyata MacBook saya kembali segar dengan suntikan harddisk, RAM, dan batere yang "lega".

Tinggal membekali sebuah harddisk eksternal untuk adik saya guna keperluan backup data-data pentingnya. Seandainya kejadian harddisk rusak kembali menimpa di waktu yang akan datang, masih ada salinan data-data pentingnya di harddisk tersebut. Ya, belajarlah dari pengalaman: backup itu penting!

Dan, konon, Time Machine pun tidak bisa membantu untuk kasus harddisk rusak fisik

PS:
Foto diambil dengan ponsel K770i, jadi hasilnya tidak sebagus EOS dong!
Lampiran mengenai generasi-generasi MacBook ini tidak dijamin keakuratannya.
Jika ada kesalahan, tolong diinformasikan.

Lampiran:
MacBook Generasi 1: (Core Duo)
Prosesor Core Duo: 1.83GHz (Combo Drive) atau 2.0 GHz (Super Drive Single Layer); RAM 512MB; VGA Intel GMA950 64MB shared; Harddisk 60GB atau 80GB. (Pertengahan 2006)

MacBook Generasi 2: (Merom)
Prosesor Core 2 Duo: 1.83GHz (Combo Drive, RAM 512MB) atau 2.0 GHz (Super Drive, RAM 1GB); VGA Intel GMA950 64MB shared; Harddisk 60GB, 80GB atau 120GB. (Akhir 2006)

MacBook Generasi 3: (Merom Update)
Prosesor Core 2 Duo: 2.0 GHz (Combo Drive) atau 2.16 GHz (Super Drive); RAM 1GB; VGA Intel GMA950 64MB shared; Harddisk 80GB, 120GB atau 160GB. (Pertengahan 2007)

MacBook Generasi 4: (Santa Rosa)
Prosesor Core 2 Duo: 2.0GHz (Combo Drive) atau 2.2 GHz (Super Drive); RAM 1GB; VGA Intel X3100 144MB shared; Harddisk 80GB, 120GB atau 160GB. (Akhir 2007)

MacBook Generasi 5: (Penryn)
Prosesor Core 2 Duo: 2.1 GHz (Combo Drive, RAM 1GB) atau 2.4 GHz (Super Drive, RAM 2GB); VGA Intel X3100 144MB shared; Harddisk 120GB, 160GB atau 250GB. (Awal 2008)

17 Comments

Published on 2008-04-02 00:10:15. 6580 views.
Tagged in:

Siteous & Share Printer Friendly Version Download as PDF

Wisuda


Lulusan Terakhir STT Telkom

***

Lulus!

***

Wisuda

***

Wisuda

***

Tiga foto diambil oleh teman-teman PhotoST.
Foto terakhir diambil oleh adik saya.

18 Comments

Published on 2008-04-03 21:54:15. 4016 views.
Tagged in:

Siteous & Share Printer Friendly Version Download as PDF

Jumpa CahAndong

Senin (07/04) saya berangkat ke Jogjakarta dari Palembang melalui Jakarta (connecting flight). Dan saya sempatkan untuk bertemu dengan para eblis penghuni neraka Jogja.

Berhubung saya cuma kenal dan hanya bisa menghubungi Zamroni, maka saya coba hubungi beliau untuk berjumpa dengan eblis CahAndong. Namun sayang seribu kali sayang, Selasa (08/04) beliau harus pergi meninggalkan Jogja menuju ibukota demi masa depan. Sehingga saya coba sempatkan untuk melepasnya di stasiun Tugu, sekalian saya membeli tiket untuk pulang.

Bermodalkan foto di Wiki Laknat, akhirnya saya nekat aja panggil orang yang mirip dengan foto tersebut. Untungnya, benar bahwasanya itu adalah Zam. Lah, jangan sampai ada orang lain yang mirip dengan Zam, kesian orang itu...

Malamnya, Tika mengajak saya untuk menghadiri acara kumpul-kumpul anak Mac.Web.id di "BookPoint". Namun disamping Tika sendiri tidak menghadiri acara tersebut karena alasan fisik, saya juga tidak menghadiri karena sudah terlanjur janji dengan anak-anak CahAndong untung berkumpul malam ini.

Sekitar jam setengah sembilan malam, saya datang ke Djambur sesuai instruksi dari Tika. Di sana hanya bisa didapati Alex bersama seorang teman wanitanya. Disusul dengan makan malam. Sambil mengabari beberapa rekan-rekan melalui SMS.

Funkshit, satu-satunya yang mengirim SMS konfirmasi bahwa tidak dapat hadir karena dia harus pulang ke rumah secara dia sudah lama tidak pulang ke rumah, layaknya Bang Toyib.

Dan, satu-persatu orang pun mulai berdatangan ke lokasi. Sandal, Leksa, Gunawan, Ekowanz, dan Antogirang Antobilang. Hanya saja Tika yang tidak kunjung hadir hingga saya pulang sekitar pukul sebelas malam. Bahkan, menurut laporan, Tika pun tidak hadir hingga acara kumpul-kumpul dibubarkan paksa oleh warga.

Terima kasih atas sambutan dari rekan-rekan CahAndong. Walaupun dari seluruh bloger yang saya temui waktu itu adalah belum pernah saya temui sebelumnya, alias pertemuan pertama, namun mereka sungguh ramah dan bersikap tangan terbuka. Termasuk Alex yang hobi curhat

Mohon maaf teman-teman, waktuku tidak banyak. Saya ingin sekali berlama-lama dengan kalian. Saya tidak bisa menemani kalian hingga larut malam karena saya punya rencana lain untuk keesokan paginya

Dan, terima kasih buat Tika yang telah banyak membantu melalui telepon selular. Yang walaupun katanya pengen nganter pulang ke stasiun, tapi hingga saya sampai di Bandung pun saya tidak melihat sedikitpun penampakan Tika yang kebangetan itu

9 Comments

Published on 2008-04-13 14:58:10. 2679 views.
Tagged in:

Siteous & Share Printer Friendly Version Download as PDF

Seputar Mac dan Mac OS X

Sehubungan obrolan melalui pesan instan (instant messaging) bersama Deniar beberapa waktu lalu, yang menanyakan legalitas Mac OS X dan bundelnya bersama Mac, maka saya akan mencoba membahasnya di blog. Semoga bermanfaat.

Adham Somantrie and PowerBook Nano

Pertanyaannya adalah: "Apakah dalam setiap pembelian Mac akan juga mendapatkan sistem operasi Mac OS (beserta lisensinya)"?

Sampai saat ini, setiap pembelian Mac (iMac, MacPro, MacMini, MacBook, dan MacBook Pro) akan dibundel bersama dengan Mac OS X. Yang untuk saat ini adalah Mac OS X 10.5 Leopard. Untuk kepentingan server, tentunya menggunakan xServe dan Mac OS X Server, namun tidak dibahas dalam tulisan ini, karena tulisan ini ditujukan untuk penggunaan sehari-hari.

Namun yang perlu disadari adalah, walaupun Mac OS X dipaketkan dalam setiap pembelian Mac, Mac OS X tersebut adalah tetap perangkat lunak komersil yang untuk menggunakannya harus memiliki lisensi. Singkatnya, Mac OS X bukanlah perangkat lunak gratis. Hal ini mirip dengan komputer (PC) bermerk yang dipaketkan dengan sistem operasi Microsoft Windows Vista. Walaupun kita mendapatkan Windows dalam paket pembelian komputer, bukan berarti Windows tersebut adalah perangkat lunak yang dapat digunakan, disalin, atau didistribusikan dengan bebas tanpa batasan.

Masyarakat terkadang suka salah mengenai lisensi ini. Bukan berarti karena saya memiliki PowerBook maka dapat menginstal Leopard menggunakan DVD instalasi milik orang lain. Dalam contoh kasus ini, PowerBook dijual dengan paket sistem operasi Mac OS X 10.4 Tiger. Dimana untuk lisensi Leopard, baik instalasi penuh maupun upgrade dari versi sebelumnya (Tiger, Panther, dll.) adalah berbayar.

Tetapi tidak selalu seperti itu. Konon, upgrade dari Mac OS X 10.0 (Puma) ke 10.1 (Cheetah) adalah gratis. Ini cerita menurut MacNoto, karena saya sendiri saat itu masih bergelut dengan mesin dengan prosesor berlabel AMD.

MacNoto dan EepInside Macnoto dan EepInside dengan MacBook Pro masing-masing.

Untuk versi retail, Mac OS X Leopard single license hanya boleh digunakan pada satu unit Mac saja. Tidak peduli walaupun kita secara perseorangan memiliki lebih dari satu Mac. Namun juga ada solusi lain, misalnya lisensi Family Pack yang bisa digunakan hingga 5 (lima) unit Mac.

Memang tidak ada pilihan untuk membeli Mac tanpa disertakan paket lisensi Mac OS X. Apalagi saat ini Mac sudah menggunakan mesin berbasis Intel. Yang artinya, lebih banyak pilihan sistem operasi yang dapat digunakan oleh pengguna. Tidak seperti masa "PowerPC Mac" yang secara praktis hanya Mac OS X lah satu-satunya sistem operasi yang tersedia, walaupun sebenarnya ada sistem operasi lain yang tersedia seperti Linux, FreeBSD, dll.

Begitu juga dengan aplikasi yang ada di Mac OS X. Layaknya Windows, tersedia banyak aplikasi perangkat lunak gratis yang bisa digunakan. Di luar itu, juga tersedia aplikasi berbayar seperti shareware maupun perangkat lunak komersil, misalnya Adobe Creative Suite. Tidak bisa dipungkiri bahwa "harga" perangkat lunak tidak tergantung dari sistem operasinya. Untuk sistem operasi gratis seperti Linux, ada juga beberapa aplikasinya yang berbayar, misalnya Cedega.

Jadi, mirip seperti Windows, aplikasi untuk Mac OS X juga ada yang gratis dan ada juga yang berbayar. Tentunya tergantung dari perusahaan pengembang perangkat lunak tersebut.

Pertanyaan lain adalah: "Apakah Mac OS X dapat dibajak?"

Pertanyaan yang cukup menarik, apalagi seperti yang kita ketahui, tidak seperti Windows, Mac OS X tidak menggunakan serial number untuk instalasi maupun penggunaannya. Tapi kembali ke masalah tadi, bukan berarti Mac OS X adalah perangkat lunak bebas, karena ada aturan penggunaan dan lisensi. Walaupun ternyata satu keping DVD instalasi Mac OS X Leopard retail version dapat digunakan untuk menginstal ratusan unit Mac.

Apple sepertinya tidak terlalu ambil pusing dengan pembajakan Mac OS X. Tidak seperti Microsoft yang mana jika Windows dibajak artinya penurunan penjualan. Toh, walaupun Mac OS X dibajak, mereka tetap menggunakan mesin Mac keluaran Apple. Karena Apple tidak hanya berjualan perangkat lunak, tetapi perangkat kerasnya. Jadi mereka masih mendapatkan pendapatan dari penjualan perangkat kerasnya. Mungkin ini lah salah satu alasan kenapa Apple tidak mau melepas Mac OS X ke mesin non-Apple.

Dan hal ini terjadi ketika Apple mulai menggunakan mesin Intel. Mac OS X menjadi lebih gampang dibajak untuk digunakan di mesin non-Apple. Namun dibalik itu, konon, sebagian besar pengguna hackintosh (Mac OS X di mesin non-Apple) akan berujung dengan membeli MacBook (atau Apple Mac lainnya) . Yang artinya, adalah peningkatan penjualan bagi Apple.

26 Comments

Published on 2008-04-16 21:24:30. 6192 views.
Tagged in: apple mac osx

Siteous & Share Printer Friendly Version Download as PDF

Koran Kompas Kok Telat?

Sabtu (19/04) dan Minggu (20/04) ini saya menghabiskan akhir pekan di Depok, di tempat paman saya. Tidak ada yang spesial, hanya sekedar silaturahmi dan sekalian mengantarkan kepingan-kepingan DVD berisi foto-foto acara keluarga.

Minggu pagi, sepupu saya membeli koran Kompas. Dulu, saat saya masih kecil, orang tua saya berlangganan koran ini. Waktu itu, koran cukup membantu menambah dan mengaktualkan wawasan. Karena saat itu keluarga saya hanya bisa mengandalkan siaran televisi nasional, TVRI, untuk aktualisasi berita dan penambahan wawasan. Namun, sejak krisis moneter keluarga kami berhenti berlangganan koran. Selain masalah biaya, saat itu kami sudah dapat menikmati siaran televisi swasta. Dan beragam saluran televisi ini (untuk waktu itu) dapat diandalkan untuk penambahan dan pengaktualan wawasan keluarga kami.

Namun, di koran Kompas edisi Minggu, 20 April 2008 itu memuat sebuah artikel yang cukup menarik bagi saya. Koran yang saya pegang itu memuat artikel mengenai Apple Inc. yang meluncurkan produk MacBook Air.

Koran harian ternama membahas MacBook Air pada April 2008? Mengapa saya meragukan kredibilitas dan nama besar Kompas seketika itu juga?

MacBook Air diperkenalkan kepada publik pada Januari 2008 dan pengapalannya (shipping) dimulai sebulan setelah itu. Kenapa Kompas baru membahasnya pada bulan April? Setahu saya, tidak ada berita baru yang signifikan mengenai MacBook Air akhir-akhir ini. Saya saja sudah langsung membahasnya saat produk itu diluncurkan.

Dan sedikit kutipan dari artikel tersebut : "Apple pun tidak mau ketinggalan, mereka baru saja mengeluarkan laptop terbaru, MacBook Air, yang diklaim Steve Jobs, pendiri Apple, sebagai laptop tertipis di dunia."

Baru saja? Oh! Kompas adalah koran harian, kemana saja editornya beberapa bulan ini? Baiklah, mungkin saja jatah kolom untuk tema teknologi tidak ada setiap hari. Namun, alasan itu pun tidak masuk akal, apakah tema teknologi hanya seminggu sekali? sebulan sekali? Tetap tidak akan sampai pada 20 April 2008.

Saya tidak ada maksud untuk menjatuhkan Kompas, ataupun niat buruk lainnya. Mudah-mudahan tulisan ini dapat menjadi masukan untuk pihak redaksi sebagai kritik yang membangun.

Adham Somantrie, ST.

Update, 21 April 2008:
Pranala artikel pada edisi internet tersedia di sini. Dan ternyata, Kompas pernah membahas MacBook Air ini pada 16 Januari 2008 di sini. Tapi kenapa kompas memuat artikel yang serupa beberapa bulan kemudian?

10 Comments

Published on 2008-04-20 21:14:51. 6865 views.
Tagged in:

Siteous & Share Printer Friendly Version Download as PDF

Djarum Black Urban Art 2008 Bandung

Djarum Black Urban Art 2008 diadakan di beberapa kota di Indonesia. Salah satunya adalah di Bandung pada Sabtu (26/04) kemarin, tepatnya di Cihampelas Walk. Urban Art ini adalah acara yang disponsori oleh Djarum Black yang berisi kompetisi para seniman-seniman "kota" alias urban artist.

Beberapa acaranya adalah lomba Vektor Art, Custom Sneakers, Character Design, Skateboard Design, dan juga ada beberapa hiburan.

Di sana juga disediakan "buku tamu" yang bisa kita coret-coret sepuasnya untuk menyalurkan bakat seni maupun "bakat sok nyeni".

Djarum Black Urban Art 2008 Bandung - Adham Somantrie

Karya finalis-finalis ini dipajang dan dipamerkan kepada pengunjung. Sepertinya juga siap untuk dilelang, karena di setiap karya ada keterangan "harga mulai Rp. 1.000.000,-". Mungkin bisa dijual atau dilelang kepada pengunjung yang tertarik setelah lomba selesai.

Konsep desain yang diusung adalah "segitiga merah" dari logo Djarum Black. Beberapa contoh unik adalah penggunaan media (kanvas?) yang tidak berbentuk segiempat, melainkan segitiga.

Selain itu, juga ada stand dari pihak Concept dan Suave yang menjual majalah serta merchandise-nya. Saya sendiri menyempatkan diri untuk mampir di stand Concept dan membeli edisi perdana Babyboss yang dijual hanya Rp.20.000,- serta satu paket pin Concept yang terdiri dari 15 buah pin yang ditawarkan seharga Rp.25.000,-

Pin Concept

Seluruh karya ini akan dijurikan saat puncak acara Djarum Black Urban Art 2008 di Jakarta.

Djarum Black Urban Art 2008 Bandung - Adham Somantrie.com

Tidak sedikit juga pengunjung yang mengabadikan atau "menyalin" karya-karya ini dengan ponsel maupun kamera digital mereka.

Djarum Black Urban Art 2008 Bandung

Selain acara lomba, juga ada acara hiburan seperti Live Grafitti yang dimulai pada malam hari. Live Grafitti dilakukan oleh Ucok (Aldi), yang kebetulan tetangga satu komplek saya di Dumai.

Djarum Black Urban Art 2008 Bandung - Ucok, Live Grafitti

Juga ada Live Music hip-hop/rap (saya kurang paham mengenai genre musik ini, mungkin ada yang bisa menjelaskan lebih spesifik?) dengan DJ nasional dan internasional. Serta pertunjukan break dance (apakah istilah ini masih digunakan setelah '80?).

Djarum Black Urban Art CiWalk 2008 - Break Dance

Sebenarnya masih ada stand Djarum Black lengkap dengan mbak-mbak SPG yang dikelilingi oleh 4 mobil hitam berstiker "Djarum Black" (Lancer, Celica, Civic, satu lagi lupa ). Hanya saja, tidak ada yang masuk frame di EOS 350D maupun EOS 500N saya.

9 Comments

Published on 2008-04-29 09:47:16. 5572 views.
Tagged in:

Siteous & Share Printer Friendly Version Download as PDF

Ads

Archive

2004SeptemberOktoberNovemberDesember

2005JanuariFebruariMaretAprilMeiJuniJuliAgustusSeptemberOktoberNovemberDesember

2006JanuariFebruariMaretAprilMeiJuniJuliAgustusSeptemberOktoberNovemberDesember

2007JanuariFebruariMaretAprilMeiJuniJuliAgustusSeptemberOktoberNovemberDesember

2008JanuariFebruariMaretAprilMeiJuniJuliAgustusSeptemberOktoberNovemberDesember

2009JanuariFebruariMaretAprilMeiJuniJuliAgustusSeptemberOktoberNovemberDesember

2010JanuariFebruariMaretAprilMeiJuniJuliAgustusSeptemberOktoberNovemberDesember

2011JanuariFebruariMaretAprilMeiJuniJuliAgustusSeptemberOktoberNovemberDesember

2012JanuariFebruariMaretAprilMeiJuniJuliAgustusSeptemberOktoberNovemberDesember

2013JanuariFebruariMaretAprilMei

2004 - 2013Full Archive

© 2003 - 2013, Adham Somantrie. Bandung and Jakarta, Indonesia.
Built with Bootstrap. Made on Mac.