Adham Somantrie

Adham Somantrie

Mari Belajar: RAID

Posted on 2007-06-02 22:14:09. 11651 views.
Kata Pengantar
Pada mainboard generasi sekarang, banyak sekali yang sudah dilengkapi dengan fitur RAID, terutama pada mainboard hi-end. Namun, mungkin banyak diantara pemirsa blog ini yang belum tahu atau mengerti mengenai teknologi tersebut.

Pendahuluan
RAID, Redundant Array of Inexpensive(Independent) Disks, adalah suatu sistem yang terbentuk dari beberapa harddisk/drive. Secara sederhana, kita biasa membuat beberapa partisi dalam satu harddisk. Nah, dengan RAID, kita dapat membuat satu partisi dari beberapa harddisk.

Batasan Masalah
Dikarenakan masih dalam proses belajar, maka tulisan ini hanya membahas konfigurasi standar RAID, tidak membahas konfgurasi lanjut RAID (nested dan non-standard/proprietary).

RAID 0
Juga dikenal dengan modus stripping. Membutuhkan minimal 2 harddisk. Sistemnya adalah menggabungkan kapasitas dari beberapa harddisk. Sehingga secara logikal hanya "terlihat" sebuah harddisk dengan kapasitas yang besar (jumlah kapasitas keseluruhan harddisk).

Pada awalnya, RAID 0, digunakan untuk membentuk sebuah partisi yang sangat besar dari beberapa harddisk dengan biaya yang efisien.

Misalnya:
Kita membutuhkan suatu partisi dengan ukuran 500GB. Harga sebuah harddisk berukuran 100GB adalah Rp.500.000,- sedangkan harga harddisk berukuran 500GB adalah Rp.5.000.000,-. Nah, kita dapat membetuk suatu partisi berukuran 500GB dari 5 unit harddisk berukuran 100GB dengan menggunakan RAID 0. Tentunya skenario ini lebih murah karena memakan biaya lebih murah: 5 x Rp.500.000,- = Rp.2.500.000,-. Lebih murah daripada harus membeli harddisk yang berukuran 500GB. Itulah kenapa pada awalnya disebut redundant array of inexpensive disk.

Contoh lain:
Pada saat ini ukuran harddisk terbesar yang tersedia di pasaran adalah 500GB, sedangkan kita membutuhkan suatu partisi dengan ukuran 2TB. Nah, kita dapat membeli 4 unit harddisk berkapasitas 500GB dan mengkonfigurasinya dengan RAID 0, sehingga kita dapat memiliki suatu partisi berkururan 2TB tanpa harus menunggu harddisk dengan kapasitas sebesar itu tersedia di pasar.

Data yang ditulis pada harddisk-harddisk tersebut terbagi-bagi menjadi fragmen-fragmen. Dimana fragmen-fragmen tersebut disebar di seluruh harddisk. Sehingga, jika salah satu harddisk mengalami kerusakan fisik, maka data tidak dapat dibaca sama sekali.

Namun ada keuntungan dengan adanya fragmen-fragmen ini: kecepatan. Data bisa diakses lebih cepat dengan RAID 0, karena saat komputer membaca sebuah fragmen di satu harddisk, komputer juga dapat membaca fragmen lain di harddisk lainnya.

RAID 0

RAID 1
Biasa disebut dengan modus mirroring. Membutuhkan minimal 2 harddisk. Sistemnya adalah menyalin isi sebuah harddisk ke harddisk lain dengan tujuan: jika salah satu harddisk rusak secara fisik, maka data tetap dapat diakses dari harddisk lainnya.

Contoh:
Sebuah server memiliki 2 unit harddisk yang berkapasitas masing-masing 80GB dan dikonfigurasi RAID 1. Setelah beberapa tahun, salah satu harddisknya mengalami kerusakan fisik. Namun data pada harddisk lainnya masih dapat dibaca, sehingga data masih dapat diselamatkan selama bukan semua harddisk yang mengalami kerusakan fisik secara bersamaan.

RAID 1

RAID 2
RAID 2, juga menggunakan sistem stripping. Namun ditambahkan tiga harddisk lagi untuk pariti hamming, sehingga data menjadi lebih reliable. Karena itu, jumlah harddisk yang dibutuhkan adalah minimal 5 (n+3, n > 1). Ketiga harddisk terakhir digunakan untuk menyimpan hamming code dari hasil perhitungan tiap bit-bit yang ada di harddisk lainnya.

Contoh:
Kita memiliki 5 harddisk (sebut saja harddisk A,B,C, D, dan E) dengan ukuran yang sama, masing-masing 40GB. Jika kita mengkonfigurasi keempat harddisk tersebut dengan RAID 2, maka kapasitas yang didapat adalah: 2 x 40GB = 80GB (dari harddisk A dan B). Sedangkan harddisk C, D, dan E tidak digunakan untuk penyimpanan data, melainkan hanya untuk menyimpan informasi pariti hamming dari dua harddisk lainnya: A, dan B. Ketika terjadi kerusakan fisik pada salah satu harddisk utama (A atau B), maka data tetap dapat dibaca dengan memperhitungkan pariti kode hamming yang ada di harddisk C, D, dan E.

RAID 2

RAID 3
RAID 3, juga menggunakan sistem stripping. Juga menggunakan harddisk tambahan untuk reliability, namun hanya ditambahkan sebuah harddisk lagi untuk parity.. Karena itu, jumlah harddisk yang dibutuhkan adalah minimal 3 (n+1 ; n > 1). Harddisk terakhir digunakan untuk menyimpan parity dari hasil perhitungan tiap bit-bit yang ada di harddisk lainnya.

Contoh kasus:
Kita memiliki 4 harddisk (sebut saja harddisk A,B,C, dan D) dengan ukuran yang sama, masing-masing 40GB. Jika kita mengkonfigurasi keempat harddisk tersebut dengan RAID 3, maka kapasitas yang didapat adalah: 3 x 40GB = 120GB. Sedangkan harddisk D tidak digunakan untuk penyimpanan data, melainkan hanya untuk menyimpan informasi parity dari ketiga harddisk lainnya: A, B, dan C. Ketika terjadi kerusakan fisik pada salah satu harddisk utama (A, B, atau C), maka data tetap dapat dibaca dengan memperhitungkan parity yang ada di harddisk D. Namun, jika harddisk D yang mengalami kerusakan, maka data tetap dapat dibaca dari ketiga harddisk lainnya.

RAID 3

RAID 4
Sama dengan sistem RAID 3, namun menggunakan parity dari tiap block harddisk, bukan bit. Kebutuhan harddisk minimalnya juga sama, 3 (n+1 ; n >1).

RAID 4

RAID 5
RAID 5 pada dasarnya sama dengan RAID 4, namun dengan pariti yang terdistribusi. Yakni, tidak menggunakan harddisk khusus untuk menyimpan paritinya, namun paritinya tersebut disebar ke seluruh harddisk. Kebutuhan harddisk minimalnya juga sama, 3 (n+1 ; n >1).

Hal ini dilakukan untuk mempercepat akses dan menghindari bottleneck yang terjadi karena akses harddisk tidak terfokus kepada kumpulan harddisk yang berisi data saja.

RAID 5

RAID 6
Secara umum adalah peningkatan dari RAID 5, yakni dengan penambahan parity menjadi 2 (p+q). Sehingga jumlah harddisk minimalnya adalah 4 (n+2 ; n > 1). Dengan adanya penambahan pariti sekunder ini, maka kerusakan dua buah harddisk pada saat yang bersamaan masih dapat ditoleransi. Misalnya jika sebuah harddisk mengalami kerusakan, saat proses pertukaran harddisk tersebut terjadi kerusakan lagi di salah satu harddisk yang lain, maka hal ini masih dapat ditoleransi dan tidak mengakibatkan kerusakan data di harddisk bersistem RAID 6.

RAID 6

Kesimpulan dan Saran
Banyak manfaat yang didapat dengan konfigurasi RAID, yakni kecepatan, reliabilitas data, dan toleransi kesalahan. Namun belum lengkap rasanya jika membahas RAID tanpa membahas hot-swappable harddisk, juga beberapa konfigurasi lanjut seperti RAID 0+1 atau RAID 1+0. Mungkin akan dibahas di lain waktu.

Mudah-mudahan tulisan singkat ini dapat bermanfaat bagi pemirsa sekalian.

Daftar Pustaka
Karna, Nyoman Bogi Aditya. "Computer Organization: Chapter 6" . Bandung: Sekolah Tinggi Teknologi Telkom, 2005.
Virgono, Agus. "Sistem Operasi". Bandung, Sekolah Tinggi Teknologi Telkom, 2006.
Wikipedia. "RAID". Wikipedia, the free encyclopedia. 2007. Wikimedia Foundation, Inc. 29 May. 2007.

Music + Bluetooth = New Indie Music Promotion?

Posted on 2007-06-08 21:52:03. 2449 views.
Bagi sebagian band pendatang baru, biasanya mereka tidak mementingkan keuntungan komersial/materil. Mereka lebih mementingkan promosi band mereka sendiri, agar dapat dikenal (dan tentunya diterima) oleh masyarakat (dalam hal ini, pendengar musik).

Banyak cara yang dilakukan untuk promosi ini. Salah satunya adalah dengan membajak musik mereka sendiri, atau membagi-bagikan salinan digital-nya secara bebas dan gratis. Bahkan mungkin membagikan salinannya dalam bentuk media/fisik, kaset atau CD. Tergantung modal juga sebenarnya, untuk membagikan dalam bentuk media/fisik, tentunya membutuhkan dana untuk pembelian media tersebut. Kalo dana terbatas, pembagian salinan digital tentunya tidak membutuhkan dana untuk media.

Cara yang agak umum yakni dengan memasukkan lagu-lagu dalam bentuk berkas digital (umumnya dengan kompresi MP3 yang sudah umum) ke warnet-warnet. Dengan harapan, para pengunjung warnet akan menyalin dan/atau memainkan lagu tersebut. Sehingga lagu dan band tersebut dikenal. Apalagi, diharapkan jika pengunjung tersebut menyalin dan membawa pulang lagu tersebut dan membagibagikannya kepada teman-teman beliau. Tentu saja ini bentuk promosi yang benar-benar hampir tanpa biaya.

Music + Bluetooth = New Indie Distribution?

Cara lain yang tercetus di pikiran saya adalah dengan metode "blue-spamming". Ya, melakukan aktifitas spam dengan teknologi nirkabel bluetooth. Skenarionya cukup sederhana. Hanya membutuhkan ponsel yang memiliki fitur konektifitas bluetooth. Lagu-lagu yang dijadikan andalan disimpan di dalam memori ponsel tersebut. Tentunya kita ingin mencari "korban" yang banyak, maka dari itu kita harus pergi ke pusat-pusat keramaian, mall misalnya (atau boleh juga ke stadion bola kaki). Nah, di pusat keramaian tersebut, kita cukup scanning perangkat-perangkat yang dapat dideteksi oleh ponsel kita. Setelah itu, kita kirimkan berkas lagu-lagu tersebut. Biasanya, orang-orang senang mendapat kiriman lagu, gratis pula. Tapi tidak semua orang mau menerimanya, jadi biasakanlah jika ternyata kiriman kita ditolak. Harapan lebih lanjut adalah: orang tersebut senang mendengarkannya dan membagikannya kepada orang lain.

Hal yang perlu diperhatikan adalah kecepatan koneksi bluetooth yang masih belum kencang. Dikarenakan keterbatasan ini, makanya kita tidak dapat mengirimkan semua lagu dalam satu album. Sehingga kita mesti memilih satu atau dua lagu yang akan dijadikan lagu andalan. Selain itu, ukuran berkas juga dapat menjadi masalah dalam jeda transmisi (transmission delay). Oleh karena itu, berkas tersebut ada baiknya dikompres dengan lebih "padat" lagi dengan menurunkan "bitrate"-nya. Tentunya jangan sampai kualitas suaranya turun jauh sehingga tidak nikmat lagi untuk didengar.

Seperti kata Slank: "Membajak musik orang lain adalah haram hukumnya. Membajak musik sendiri, tidak ada hukumnya". Hehehe...

Selamat mencoba!

The Dark Age

Posted on 2007-06-14 21:46:04. 1838 views.
Setelah 8 semester kuliah di salah satu perguruan tinggi telekomunikasi swasta di Kab. Bandung, setelah tidak ada lagi kuliah, dan setelah tidak ada lagi ujian, maka dimulailah masa-masa kegelapan, yakni saatnya mengerjakan TA™. Masa-masa yang ditakuti oleh hampir semua mahasiswa, tetapi tetap harus dilewati! Untuk menyinkronkan suasana hati, maka situs ini dirancang ulang dengan tema kegelapan: Dark Age Eight.

Awalnya desain ini hanya berkonsep minimalis (dan gelap tentunya). Tapi saat diuji coba, banyak yang berkomentar kalau desainnya terlalu polos. Maka dari itu dicoba untuk ditata sedemikian rupa sehingga terlihat lebih "ramai". Juga termasuk logo yang pake efek refleksi yang merupakan "petuah" dari Achmad Bisri sang Ayah BBV: "pake efek glossy biar Web 2.0". Wakakaka... Juga Ikez dan Poetra yang banyak memberi komentar mengenai desainnya.

Kesan yang dicari adalah gelap, bukan suram. Saya tidak ingin berakhir dengan masa depan yang suram tentunya. Bisa-bisa, malah tidak lulus-lulus nantinya. Zamroni sang eblis™ aja udah mau sidang, sebentar lagi lulus. Karena itu diberikan sedikit aksen berwarna pink untuk memberikan kesan kecerahan hati, kasih sayang, dan cinta.

Kok jadi curhat gini? Do'a-kan saya... dan selamat menikmati desain baru ini...

Format Partisi iPod

Posted on 2007-06-17 19:17:16. 3347 views.
iPod hanya bekerja jika harddisknya (atau, microdrive, atau memori flash-nya) diformat dalam Mac OS Extended (HFS+) atau format FAT32. Kecuali iPod Shuffle yang hanya bekerja dalam format FAT32. Dan jelas iPod tidak dapat bekerja jika partisinya diformat dalam NTFS yang umum digunakan para pengguna Windows XP atau bahkan UFS (Unix File System) yang digunakan oleh maniak FreeBSD.

Jika iPod diformat menggunakan Mac, maka iPod tersebut akan diformat menggunakan HFS+. Namun jika iPod diformat menggunakan Windows, maka iPod akan diformat menggunakan FAT32. Tentunya, karena FAT32 sangat umum, hampir setiap sistem operasi setelah zaman Windows 95 OSR2 (OEM Service Release 2.0; Windows 95B) dapat membacanya (dan menulisnya).

Pengguna iPod disarankan untuk menggunakan format FAT32, karena iPod akan dapat digunakan baik jika dihubungkan ke iTunes di PC Windows maupun Mac. Sementara jika menggunakan format HFS+, maka iPod tidak dapat dikenali oleh iTunes versi Windows.

Namun yang menjadi masalah adalah untuk pembaruan(update). iPod berformat FAT32 ,walaupun bisa dikenali oleh Mac, tidak dapat di-update menggunakan updater (kini updater terintegrasi dalam aplikasi iTunes) dari Mac. Sehingga untuk memperbarui firmware-nya mesti diupdate menggunakan Windows. Sementara iPod berformat HFS+, karena hanya dikenali oleh Mac, tentunya mesti di-update menggunakan Mac.

Sehingga, jika Anda masih banyak bekerja dengan Windows, atau masih memiliki akses ke PC Windows, gunakanlah FAT32 agar lebih universal. Jika Anda tidak memiliki akses ke PC Windows, dan masih menggunakan Mac berbasis PowerPC, maka gunakanlah format HFS+ agar Anda dapat memperbarui firmware iPod Anda, walaupun harus merelakan jika iPod Anda tidak dikenali oleh Windows. Namun jika Anda menggunakan Mac berbasis Intel, dan rela memiliki Windows di dalamnya, gunakanlah format FAT32 agar lebih universal, dengan syarat: Anda harus menggunakan Windows untuk memperbarui firmware iPod Anda.

Bagaimana mengupdate iPod Shuffle yang hanya bekerja dengan format FAT32 di Mac? saya sendiri tidak tahu dan belum pernah mencobanya. Mungkin Mac mampu menangani format FAT32 ini khusus untuk iPod Shuffle. Dan tidak ada informasi spesifik mengenai masalah kompatibilitas format partisi iPod Shuffle dari Apple sendiri.

Soundrenaline 2007: Sounds of Change

Posted on 2007-06-24 11:40:25. 2880 views.
A Mild Live Soundrenaline 2007

Locations:
Padang, Palembang, Bandung, Surabaya, and Bali.

International line ups:
Dearest (Canada), Death Before Disco (Belgium), Saw Loser (Singapore), and Scraping for Change(USA).

Indonesian line ups:
/rif, Ari Lasso, Andra and The Backbone, Audy, BIP, Boomerang, Clubeighties, Cokelat, Dewa 19, GIGI, God Bless (yeeaahhh! please come to Bandung!), Netral, PAS, Seurieus, Slank, Steven and The Coconutreez, and more...

I really hope Ari Lasso, Dewa 19 and God Bless for Soundrenaline Bandung. Because they was not shown for Bandung on Soundrenaline 2003 and 2005.

Okay, there is no Ariel and Peter Pan, but there is The Titans... and what? Kangen Band? Is Soundrenaline still a rock event? or just for crowd? Nidji? Samsons? The Rain? Ungu? Dygta?

The exact schedules is not published yet, just "July and August 2007".

A Mild Live: Soundrenaline 2007 official website

Update, 10 July 2007:
Schedules are:

Padang, 15 July 2007.
Pangkalan TNI AU Padang.

Palembang, 22 July 2007.
Lapangan Parkir Stadion Sriwijaya.

Bandung, 29 July 2007.
Lapanga Brigif II (Cimahi)

Surabaya, 5 August 2007.
Sirkuit Pantai Ria Kenjeran.

Denpasar, 12 August 2007.
Garuda Wisnu Kencana.

Kemaren saya ke Aquarius Dago, sesuai informasi bahwa tempat ini menjual tiket Soundrenaline 2007, tapi ternyata belum tersedia tiketnya di sana.

Welcome to Windows, Safari!

Posted on 2007-06-25 16:59:19. 1168 views.
WWDC 2007: Safari Windows

Pengen nyobain Apple Safari? tapi gak punya Mac? Kini Apple melepaskan versi Windows dari browser kesayangannya mengikuti jejak iTunes yang sudah lebih dahulu dilepas ke belantara PC.

Webdeveloper yang tidak menggunakan Mac sekarang mendapatkan "testbed browser" baru. Tidak perlu beralih ke platform Mac kalo cuma ingin menjajal Safari. Tapi dengan menjajal Safari, mungkin malah akan semakin ingin beralih secepatnya. Hehehehe... Secara sekarang Mac udah bisa "run the Windows".

Download Safari 3 Beta

iPhone, kawan!

Posted on 2007-06-30 09:13:47. 1540 views.


Gimana? ada yang berminat untuk membelinya? atau ada yang sudah punya? Atau ingin menunggu versi 3G untuk Asia (tentunya perihal 3G dan spesifikasinya masih merupakan rumor) 2008 nanti?

Untuk melengkapinya, tentunya silakan download iTunes 7.3 yang tampaknya tidak disertakan dalam paket penjualan. Seperti iPod generasi 2006-2007 yang juga tidak menyertakannya karena kecilnya packaging.



Catatan: Gambar diambil tanpa izin dari AppleInsider dan situs resmi Apple, Inc..

Site Search

Loading...

Ads

short url service Edward Forrer 30% Off Discount Wadezig! Internet Sehat I'm Going to PestaBlogger Dukung Startup Lokal - SparxUp Awards

Featured Contents

iPod Touch Experience Jailbreak iPod Touch iPhone OS 3.1 Telkomsel Indonesia dan iPhone 3GS Menggunakan Layanan PayPal Tanpa Kartu Kredit

Nike+

Facebook Connect

Connect with Facebook

Share