Adham Somantrie

Adham Somantrie

Keamanan Kartu Debit

Posted on 2007-05-05 12:42:04. 1428 views.
Sebenarnya sudah lama saya mendapatkan kartu debit, yakni sejak Bank Mandiri memutuskan untuk menukar seluruh kartu ATM versi biru dengan kartu ATM+debit versi biru-putih (Visa electron) sekitar tahun 2004. Dan juga sejak BNI memutuskan untuk menukar kartu ATM (KartuPlus) berwarna hijau toska berlambangkan perahu layar dengan kartu ATM+debit berwarna silver (debit MasterCard).

Secara visual, sebenarnya saya lebih suka kartu ATM keluaran Bank Mandiri yang lama, yakni yang berwarna biru. Selama memegang kedua kartu debit ini, saya baru menggunakan kartu debit dari Bank Mandiri. Itu pun baru dua kali, dan baru dalam beberapa bulan terakhir ini. Pertama, sewaktu membeli kamera digital. Kedua, saat belanja CD di toko musik.

Yang saya perhatikan, proses otentifikasi kartu hanya sekedar saat menggesek, apakah dapat terdebit atau tidak (apakah kartu berlaku atau tidak). Tidak ada proses otentifikasi lain. Tidak ada proses otentifikasi dengan PIN (Personal Identification Number). Kita hanya perlu menandatangani lembar struk debitnya. Minimal, penjual/pedagang/merchant harus menyamakan tanda tangan yang ada di struk dengan yang ada di belakang kartu. Lebih baik lagi, pihak penjual memeriksa identitas pribadi pembeli seperti KTP untuk disamakan dengan nama yang ada di kartu debit (juga foto yang ada di KTP dengan pemegang KTP?)

Dengan tidak adanya proses otentifikasi yang baik ini, maka sangat riskan sekali jika kartu debit ini jatuh ke tangan pihak yang tidak bertanggung jawab. Secara, pihak tersebut dapat menyalahgunakan kartu tersebut untuk berbelanja dengan langsung memotong (debit) nominal yang ada di tabungan kita.

Tapi untungnya, kartu debit Mandiri hanya bisa "electronic use only". Yang berarti hanya bisa digunakan untuk mendebit dengan proses elektronik (gesek). Tapi sialnya, karena "electronic use only", kartu ini tidak dapat digunakan untuk bertransaksi secara online (via internet). Untuk membeli lagu di iTunes Music Store misalnya. Atau untuk membeli software yang hanya beberapa dollar. Atau, untuk digunakan bersama PayPal.

Mungkin hal ini sudah pernah di bahas oleh Om Priyadi, tapi saya tidak bisa berkomentar karena saya sendiri baru mencoba kartu debit baru-baru ini. Hehehehe...

Tarif Fren Makin Hemat? Iya Gitu?

Posted on 2007-05-07 22:05:36. 4171 views.
Mungkin sudah pada tau kalo Mobile-8 akhir-akhir ini berpromosi tentang turunnya tarif pulsa pada produk Fren-nya. Yang tadi awalnya Rp.7,- per unit (30 detik) kini menjadi Rp.5,- per unit. Apakah memang lebih murah? Dalam kasus ini adalah produk Fren prabayar.

Sementara pada promo Fren 2006 ditawarkan tarif Rp.7,- per 30 detik sejak menit kedua, dan dibebankan Rp.275,- per 30 detik pada menit pertama sehingga total pulsa yang terpakai untuk menelepon selama sejam adalah Rp. 1.388,-

Nah, ternyata pada promo Fren 2007 ini, walaupun tarif yang ditawarkan turun menjadi Rp.5,- per 30 detik, ternyata tarif ini dihitung sejak menit ketiga. Untuk 2 menit pertama, dibebankan tarif sebesar Rp.300,- per 30 detik. Ya, tarifnya naik untuk 2 menit pertama. Dan kenaikan ini ternyata lebih besar daripada turunnya tarif di menit-menit selanjutnya. Sehingga untuk percakapan selama sejam adalah sebesar Rp.1.780,- (Info tarif)
* Note: terima kasih untuk Mas Nugroho yang telah mengkoreksi *

Naik bukan? Silakan perhatikan grafik perbandingannya di bawah ini. Garis hijau untuk Fren 2006 (Rp.7,- per 30 detik) dan garis biru untuk Fren 2007 (Rp.5,- per 30 detik)

Tariff Comparison

Saya mengambil sampel hingga 120 menit percakapan. Dan dapat dilihat jelas bahwa tarif Fren 2007 lebih mahal daripada Fren 2006. Walaupun tampak akan ada konvergensi, namun sangat tidak logis, kecil kemungkinan ada orang yang berkomunikasi lebih dari 2 jam.

Kita lihat lagi efek dari perubahan tarif ini. Untuk menit ketiga hingga menit ke-60, dengan tarif baru ini pengguna lebih hemat Rp.232,- (58 menit x 2 (Rp.7 - Rp.5)). Tetapi untuk 2 menit pertama, pengguna diberatkan Rp.636,- ((2 menit x Rp.600) - (Rp.550 + Rp.14)). Tampak jauh bukan?

Sehingga, pihak Mobile-8 sebaiknya tidak menggunakan embel-embel Fren kini lebih hemat.

Tetapi tarif flat Rp.20,- per detik untuk ke selular lain di seluruh Indonesia memang lebih hemat!

Update 8 Mei 2007: Barusan dapet SMS promo dari Fren (888), bahwa kini tarif fren hanya Rp.10,- per detik untuk ke selular lain. Tambah hemat aja nih... Setelah di cross check ke situs resminya, ternyata ini adalah termasuk dalam promo satu tarif Fren. Tarif Rp.10,- per detik berlaku mulai menit keenam selama masa promosi (1 Mei sampai 15 Juni 2007).

Malam Minggu Datang Lagi

Posted on 2007-05-13 16:15:04. 1047 views.
Perkebunan Nusantara Ciater
Malam minggu datang lagi. Malam minggu kemarin (Sabtu 12/05 - Minggu 13/05) saya, Rian dan Cicin melakukan sedikit perjalanan kecil. Tidak... tidak... bukan maksud saya untuk menyaingi Zamroni sang pangeran jeng jeng asal kota Jogja. Tetapi memang menjadi rencana yang spontan.

Awalnya, Sabtu sore saya hanya berkunjung ke kos-kos-an Rian dalam rangka sekedar "say hello". Hingga akhirnya matahari terbenam, saya dan Rian memutuskan untuk keluar jalan-jalan, dan sebelum berangkat kami makan malam dulu di warung tenda "Ayam Bakar/Goreng Pak Ewok" yang berlokasi di Jl. Setiabudhi, di dekat kos Rian. Saya merekomendasikan anda untuk mencoba mencicipi masakan di sini. Rasanya "maknyussss" kalo kata Pak Bondan Winarno.

Setelah perut terisi penuh (sehingga tidak dapat berjalan dengan normal lagi) kami meluncur ke BEC (Bandung Electronic Center) sekedar iseng aja liat-liat barang elektronik sekalian ngecek harga Memory Stick buat W850i. Hingga sekitar pukul 21.00 WB (waktunya Bandung) kami meninggalkan BEC dan menuju ke kos-kos-an Cicin yang berlokasi di Jl. Sumbawa.

Setelah "say hello" kepada beberapa teman lain yang juga tinggal di kos-kos-an tersebut dan beberapa perbincangan ringan, tercetuslah sebuah ide kurang kerjaan untuk jalan-jalan ke Lembang. Deal! Sepasang Yamaha Jupiter Jet Z dan seekor Suzuki Satria F150 dipersiapkan untuk berangkat. Dan kebetulan kondisi jalan raya menuju Lembang pada saat itu tidak terlalu macet dibandingkan malam minggu biasanya.

Dan ketiga pemuda itu pun menikmati perjalanannya yang terjal berliku dalam memanjat gunung dengan motornya masing-masing. Hingga akhirnya sampailah di Lembang. Secara Cicin belum makan malam, kami berhenti di warung sate padang untuk mengisi perut (lagi, untuk saya dan Rian). Sekitar pukul 22.00 WL (waktu Lembang), karena merasa tanggung, kami pun melanjutkan lagi perjalanan hingga Ciater.

Siap Bergotong Royong
Ternyata perjalanan menuju ciater jauh lebih menarik daripada Bandung-Lembang. Dengan tikungan-tikungan cepat dan beberapa tikungan tajam, cukup memacu adrenalin dan membuat dinginnya udara malam tidak terasa. Oh... tidak! Kami tidak kebut-kebutan! Cukup 60 km/jam hingga 80 km/jam, bahkan cukup 40 km/jam di tikungan sudah membuat sensasi tersendiri dalam berkendara.

Sesampainya di Ciater, ya sudah! Kami pulang! Namanya juga orang iseng. Tapi kami tidak mungkin pulang sia-sia dengan tangan hampa. Kami selalu berhenti di sejumlah spot-spot menarik untuk mengabadikan momen. Ya, pasti! dengan berfoto ria. Perjalanan pulang pun setali tiga uang dengan perjalanan pergi, sama menariknya, sama menantangnya.

Sebelum pulang, sekali lagi kami hinggap dulu di "Surabi Enhaii". Seperti biasa, saya makan malam dua kali. Karena itu saya mesti makan dulu. Saya hanya memesan roti bakar telor keju dengan ditemani susu hangat rasa cappucino. Rasanya lumayan enak, boleh lah untuk direkomendasikan.

Karena sepulang dari "Surabi Enhaii" dirasa sudah cukup malam (sekitar pukul 01.30 WS, waktu Setiabudhi) maka saya dan Cicin memutuskan untuk menginap di kos Rian yang juga di Jl. Setiabudhi itu. Berhubung roti bakar tadi tidak cukup memuaskan, sekali lagi saya membuat mi instan di kos Rian seraya menonton DVD Resident Evil 2 yang ternyata sudah saya tonton di salah satu stasiun televisi swasta (yang saat itu saya kira adalah Resident Evil yang pertama). Dan pulang ke rumah pada pagi harinya sekitar jam 06.30 WKR (waktu kos Rian).

Yah, beginilah para pria-pria kesepian dalam mengisi waktu dan menikmati malam minggunya.

W850i, Telkomsel, dan Gmail App

Posted on 2007-05-15 08:48:24. 4431 views.
Saya menggunakan ponsel Sony Ericsson W850i dan layanan seluler simPATI dari Telkomsel. Namun saya sering bermasalah dengan jaringan GPRS. Beberapa masalahnya adalah: saya tidak dapat mendownload Gmail Mobile App dan saya tidak dapat mengaktifasi Opera Mini.

Tampaknya operator ini sedikit bermasalah dengan HTTPS, karena ketika saya membuka gmail format WAP dari browser di ponsel, muncul error mengenai SSL/HTTPS ketika ingin membuka halaman login (secara halaman login gmail menggunakan HTTPS). Masalah yang lain adalah, ketika saya membuka situs Gmail App, walaupun ponsel saya dapat dikenal oleh situs tersebut, ternyata saya tidak dapat melakukan download aplikasi tersebut. Saya hanya mendapati "HTTP Error 406" di layar browser saya. Yang artinya, browser saya tidak dapat menerima data jenis tersebut.

Masalah berikutnya adalah Opera Mini. Setelah gagal dengan browser bawaan ponsel, saya mencoba browser alternatif ini. Proses instalasi berjalan lancar: download dari situsnya menggunakan PowerBook, kirim ke W850i menggunakan bluetooth, lalu jalankan instalasinya di ponsel. Lalu Opera Mini akan melakukan "connection test" dan mengkonfigurasi dirinya sendiri. Lancar. Setelah beres, saya coba untuk browse ke situs gmail app. Untuk penggunaan pertama kalinya, Opera Mini menampilkan "license agreement" dan melakukan aktifasi. Nah, proses aktifasi ini yang bermasalah, setelah 30 menit tidak ada kemajuan dari proses ini. Tampak permasalahan ada di operator jaringan.

Hingga akhirnya saya mencoba untuk menggunakan layanan dari operator lain, hanya untuk memastikan apakah terjadi kesalahan yang sama. Saya meminjam kartu SIM IM3 milik adik saya (saya tidak membeli starter pack baru karena malas melakukan registrasi prabayar, hehehe). Oke, saya gunakan kartu tersebut dan melakukan konfigurasi GPRS secara OTA (over the air) melalui situs SonyEricsson di bagian "dukungan produk" - "pengaturan internet bergerak (WAP)".

Setelah konfigurasi perangkat beres (ya, jangan lupa memilih koneksi IM3 sebagai koneksi utama GPRS, instead of TSEL-GPRS, secara sekarang sedang menggunakan kartu IM3), maka saya coba untuk browsing ke situs gmail app dengan browser bawaan. Tampak lancar, dan situs tersebut pun dapat mengenali ponsel saya (brand SonyEricsson) dan memilihkan link gmail app yang sesuai dengan ponsel saya. Saya coba download aplikasi tersebut. Proses download berjalan lancar tanpa ada pesan kesalahan "HTTP Error 406" seperti sebelumnya. Lalu diteruskan dengan proses instalasi aplikasi ke ponsel. Setelah proses instalasi, saya coba untuk menggunakan aplikasi ini. Aplikasi gmail mobile ini dapat saya gunakan dengan baik dan lancar. Bahkan saya langsung mencoba untuk mengirimkan email dari ponsel ke salah satu email saya, dan email tersebut dapat di-retrieve menggunakan POP3 dengan baik pada PowerBook.

W850i and Gmail App

Saya pun mencoba aktifasi Opera Mini. Dan ternyata tidak ada masalah dalam proses aktifasi. Proses browsing pun kini dapat dilakukan dengan lancar.

Setelah semua lancar, saya tukar kembali kartu SIM pada ponsel dengan kartu SIM Telkomsel simPATI saya sebelumnya. Dengan menggunakan layanan operator ini, saya mencoba kembali aplikasi Gmail App dan Opera Mini. Voila, kedua aplikasi tersebut dapat berjalan dengan baik tanpa ada pesan error. Tetapi, keesokan harinya, ketika saya mencoba aplikasi Gmail App ternyata "cookie" login sudah expire, sehingga saya mesti login lagi. Nah, proses login ini memerlukan koneksi HTTPS sehingga dengan kartu simPATI Gmail App ini tidak dapat melakukan proses login.

Kesimpulan sementara: tampaknya pelanggan simPATI mesti beralih sementara ke operator lain untuk aktifasi Opera Mini dan penggunaan Gmail App. Apakah ada tanggapan dari pihak Telkomsel? mudah-mudahan masalah HTTPS ini dapat segera ditangani oleh pihak terkait.

Catatan: Saya melakukan percobaan ini dari kediaman di Antapani, Bandung, pada hari Minggu, 13 Mei 2007 malam sekitar pukul 19.00 hingga 21.00 WIB. Tidak ada maksud untuk memojokkan pihak operator manapun (sambil lirik-lirik tante Mira)

Update 15 Mei 2007 23:09 WIB:
Saya mengirim email tentang masalah ini ke salah satu technical support Telkomsel dan telah dibalas bahwa harus sedikit mengubah konfigurasi GPRS di handset. Jika menggunakan konfigurasi OTA, ubah APN dari "telkomsel" menjadi "internet" dan matikan settingan proxy (disable, non-aktif). Setelah saya coba, sekarang simPATI sudah dapat menggunakan Gmail App dengan lancar. Terima kasih kepada Network Team Telkomsel.

Mohon maaf, karena ternyata ada kesalahan dalam melakukan update engine blog ini, pada tanggal 15 Mei 2007 mulai sekitar pukul 10.00 hingga 23.00 blog ini tidak dapat memproses komentar yang anda kirimkan. Sekali lagi saya mohon maaf kepada pengunjung yang gagal dalam mengirimkan komentarnya. Terima kasih atas perhatiannya.

PowerBook Nano

Posted on 2007-05-19 18:06:59. 3071 views.
Adham Somantrie and PowerBook Nano
PowerBook Nano (PowerBook G4 12") merupakan Macintosh portabel kelas profesional terakhir yang diproduksi Apple hingga tahun 2006. Supercomputer you can actually take with you on an airplane.

Setelah jajaran PowerBook dihentikan dan kemudian digantikan dengan jajaran MacBook Pro, ternyata MacBook Pro hanya ditawarkan dalam ukuran 15 dan 17 inci. Sementara PowerBook ukuran 12 inci dihentikan penjualannya saat MacBook diluncurkan. Sehingga untuk saat ini (sampai tulisan ini diturunkan) tidak ada Macintosh portabel kelas profesional berukuran dibawah 14 inci.

Bahkan untuk beberapa orang, AA Nata misalnya, rela untuk tidak menggunakan Mac berbasis intel dan tetap mencari-cari untuk menggunakan PowerBook Nano ini dikarenakan oleh ukurannya yang kecil dan kompak namun tetap bertenaga.

Dari kabar yang beredar di internet, Apple akan meluncurkan MacBook Pro Nano (MacBook Pro 12") tahun ini. Apakah MacBook Pro Nano akan menjadi penerus dari PowerBook Nano yang legendaris? tentu saja jika kabar ini benar.

Dan, apakah saya selaku pengguna PowerBook Nano akan beralih ke MacBook Pro Nano? secara saya tidak menyukai brand "Intel" (no hard feeling, just personal preference, and brand-minded) dan belum melihat kestabilan Mac platform x86. Dan yang pasti, dari melihat sejarah masa lalu, PowerBook Nano dihargai USD 1,999. Tentunya saya tidak akan membelinya saat harganya belum bersahabat dengan kantong saya. Seperti PowerBook Nano yang saya beli saat harganya sudah mencapai USD 1,000. Dengan status sebagai used-Mac tentunya! (Mac bekas, bukan bekas Mac, hehehe)

Sedikit catatan mengenai foto:
Foto aslinya diambil oleh salah seorang teman saya saat saya sedang membawa PowerBook di lingkungan kampus. Beliau menggunakan modus "B/W", sehingga foto tersebut pastinya tidak "fully-coloured". Foto diambil menggunakan kamera pada ponsel SonyEricsson W850i. Ternyata hasilnya tersebut tidak bagus. Namanya juga "embedded-camera" Hehehehe...

Disclaimer:
The image (ads) is made just for fun purpose. Absolutely have no commercial purposes.
Adham Somantrie has no relationship with Apple, Inc. (just an ordinary customer).
Apple, Apple logo, and PowerBook are registered trademarks of Apple, Inc.

Character and Attitude of Indonesian Youth

Posted on 2007-05-24 22:23:30. 1074 views.
My thought starts from my English lecturer's (Ms. Flo) question in class about Indonesian youth's character and attitude. She was confused why today's youths have bad attitude and weak character. And Mr. Budi Rahardjo's article here works as catalyst. So, I wrote this. In English, dislike usual, because she is my English lecturer, absolutely.

The complete question is: "Why today's youths have worse attitude and weaker character than their previous generation?". I just trying to analyze, and answer with my opinion. Okay, someone's attitude and character mostly built by the environment. And it is clear, today's environment is changed at all. People grew, new technologies invented everyday, people are changed (absolutely, people's lifestyle is), and people changed their environment. Modernization kick traditions out. Industrialization take people's spare time. Here I tried to discover some reasons:

Televisions's Commercial Ads
From about two decades later till now, TVs spread around the world. In last 10 years in Indonesia, TV stations grew fast. From just a few station to more than 10 national TV stations. From half-day broadcast, to a 24 hour TV broadcast. Today, who are never watch the TV? mostly people do. Who powered these stations? Commercial Advertisements! Mostly TV stations are free service, just few of them are the paid one. Everyday, every hours, (even every minutes) the watchers watch ads in their TV. These ads changes the people. These turn watchers to consumerism. And, hedonism is a new lifestyle. Worst, people will do anything for this.

Bad TV Programs
We can see that mostly TV programs is bad, not educative, even harm the morale. It is enough, I don't watch TV except for news, talk-show, and some box-office movies now. The rest? "just drag them to trash". Today's TV programs are killing our youth's character. Electronic cinema (you know, the popular name is "sinetron") teach hedonism, gamblings, betrays, fightings, violences, even killings and free sex. Unfortunately, these programs are available from morning till night everyday, absolutely in prime time. It is an effective brainwashing tools for kids and youth.

Electronic/Video Games.
Today is the era of electronic and video games. It makes kids and youth just stay at home to play games on their own room. This is an anti-social propaganda. Kids and youth did not go out to hang out with their friends, or with other people. They are not learn how people did outside. Just they, and the game consoles. Fortunately, internet became more popular recent years. Is it make game consoles more social?

I have a friend that was a game-maniac. Since he mostly played game in his life, he had bad academic performance because he didn't have spare time to study or hang with friends out, just played the game! Another bad effects are happen if they didn't take care of game ratings. I was shocked when I found Grand Theft Auto III DVD near my-four-years-old-nephew's PlayStation 2 game console. Do you know that game is mature-rated (rated by ESRB, see next paragraph)? Unfortunately, just few people or parents that care about this rating. It makes sense if kids played adult-rated or mature-rated games will harm their character-building process. It is bad if kids played game with violence content and strong language.

ESRB's Mature Rating:
"Titles rated M (Mature) have content that may be suitable for persons ages 17 and older. Titles in this category may contain intense violence, blood and gore, sexual content and/or strong language".

SMS?
Okay, this just my litle contemplation. Capacity of standard SMS is a limitation. 160 characters usually are not enough for a full "real message". So, people send the SMS with "to the point" message, without greetings. By the time, people forget the greetings, even in offline communication.

My Own Conclusion:
People changed. Technologies, modernizations, and industrializations did. Even they brings better life, they also harm our humanity. As we know, technologies are like two-sided knife: the good side can be used to cut something; the evil side can be used to kill somebody or ourselves. Lifestyle is changed, so attitude and character was changed too.

PS: Dear Ms. Flo, even my opinion is not acceptable by some people (may be you are?), I hope that I had written this properly in English.

Catatan: Tumben-tumbennya nulis serius gini, pake bahasa Inggris lagi... hehehe...

My Apple WWDC 07 Predictions

Posted on 2007-05-28 15:56:02. 1446 views.
WWDC 07
What will happen for this year's Apple WWDC (Worldwide Developers Conference) on June 11-15 at San Francisco? Usually, Steve Jobs will kick-off the WWDC with his keynote. And he used to use this event to launch, annaunce, and introduce new products and corporate news. These are just my predictions what Apple will do right there:

iPhone Launch
iPhone was introduced in MacWorld San Francisco '07. And Apple said that will brings the iPhone to the stores in June 2007. Cingular (AT&T) has ready to market iPhone. So, WWDC '07 is the best event to announce it.

MacBook Pro upgrade, with Santa Rosa
Intel had launched their latest technology, "Santa Rosa" platform, also known as "Centrino Pro" in PC world. Apple used to implement the latest technology on their products. MacBook was upgraded couple weeks ago. Today's MacBook Pros are still using Intel's 667MHz FSB technology while "Santa-Rosa" platform use 800MHz FSB technology. So, the next upgrade will be Santa-Rosa based MacBook Pros with LED display backlight. What about Mobile Radeon HD 2000 series?

MacBook Pro Nano
I have told you about this before. Today, Apple does not have ultra portable (under 14 inch) for their professional class notebooks. And it looks that will release it now. With illuminated keyboard and ambient sensors? I'm hoping.

Leopard, Public Beta?
Leopard on WWDC 07
This is a great event for launching this cat, Leopard, after some delay. But, Apple claims that WWDC participant will take a beta copy of it. Still unfinished? WWDC 06 participant took home an unfinished copy of Leopard. And now, unfinished again? Apple, Where is the final release? Hidden or still unfinished? Come on, you said that Vista party is over. It is Leopard party time now! You promised the cat for spring 2007, and it is already summer now.

New design for iMac
Apple usually give different designs for each generation iMac: G3, G4, G5. But, Intel Core Duo and Core 2 Duo generation still use G5's design, except the built-in iSight (it's a minor). Did you think design of today's iMac is expired? From August 2004 till June 2007? Apple, this is the time to redesign iMac (and MacPro?).

PowerPC Comeback?
After IBM launch their latest processor, POWER6 at 4.7GHz clockspeed, for their servers. Maybe, Apple will switch back to PowerPC? Then Intel's dynasty on Macintosh land will over, because Intel has stopped their exclusive contract with Apple after their big success of Core 2 Duo (Core Microarchitecture). Or, AMD has ready for Mac? But, AMD mobile processor is not settle yet instead of Intel. I'm just hoping PowerBook 12" with new PowerPC.

Okay, those above just my own opinion and prediction (and hope, hehehe) for WWDC 07. How about yours?

Disclaimer:
Adham Somantrie absolutely has no commercial purposes and has no relationship with Apple, Intel, AMD, nor IBM.

Site Search

Loading...

Ads

short url service Edward Forrer 30% Off Discount Wadezig! Internet Sehat Available Ad Spot Available Ad Spot

Featured Contents

iPod Touch Experience Jailbreak iPod Touch iPhone OS 3.1 Telkomsel Indonesia dan iPhone 3GS Menggunakan Layanan PayPal Tanpa Kartu Kredit

Nike+

Facebook Connect

Connect with Facebook

Share