Adham Somantrie

Adham Somantrie

Amazon Kindle

Posted on 2007-12-05 11:17:29. 1548 views.


Amazon telah meluncurkan portable e-book reader-nya: Kindle. Sebelumnya, Sony juga pernah meluncurkan produk sejenis, Sony Reader, namun tidak terlalu populer di pasaran.

Amazon menggunakan sistem yang mirip seperti iPod-iTunes, Kindle adalah seperti iPod namun data yang ditanganinya adalah data teks buku (bukan data multimedia) dan Amazon adalah perpustakaannya toko buku online (sementara iTunes Music Store adalah toko musik).

Apalagi Amazon Kindle juga memiliki konektifitas tanpa kabel (EV-DO) yang memungkinkan penggunaannya tidak perlu melibatkan komputer sama sekali. Kemampuan memutar MP3 juga dimiliki perangkat ini, walaupun tidak mungkin menjadikan perangkat yang besar ini sebagai portable music player.

Apakah Kindle bisa merubah kebiasaan orang dari membaca buku konvensional ke e-book?

Ban Sepeda Motor

Posted on 2007-12-09 07:08:29. 10587 views.
Bagi sebagian besar pengendara sepeda motor mungkin kurang memperhatikan hal yang satu ini: ban. Padahal sebenarnya ban sangat berpengaruh terhadap kenyamanan dan tentunya keamanan dalam berkendara. Penggunaan ban yang tepat dapat membuat pengendara aman dan nyaman dalam berkendara.

Hal yang penting dalam memilih ban adalah: ukuran/lebar, jenis, dan motif.

Ukuran/lebar ban harus disesuaikan dengan kendaraan dan tujuan. Penggunaan ban dengan lebar yang kecil tentu saja memiliki bidang yang bergesekan dengan jalanan lebih kecil, yang artinya gaya gesek yang terjadi lebih kecil. Sehingga tenaga dari sepeda motor tidak banyak yang habis dalam pergesekan. Namun, karena kecilnya bidang gesek ini, maka akan beresiko motor gampang terpeleset jika melewati jalan yang berbatu atau tidak rata. Sebaliknya, dengan ban dengan tapak yang lebar sepeda motor cenderung lebih stabil, walaupun banyak tenaga yang terbuang karena besarnya gaya gesek ban dan jalan.

Jenis ban juga mempengaruhi keamanan. Ban kering atau ban basah? Untuk amannya, pilihlah ban basah, mengingat cuaca di Indonesia sekarang sedang tidak stabil, dapat terjadi hujan kapan saja (sebenarnya lebih tepat: Bandung, bukan Indonesia). Karena penggunaan ban kering di saat hujan sangat berbahaya. Contohnya saya beberapa waktu lalu yang hampir celaka karena ban belakang mengunci saat pengereman. Ini disebabkan karena ban tidak dapat "mencengkeram" jalan dengan baik saat kondisi jalanan basah. Karena itu juga, penggunaan ban kering saat jalanan basah atau licin juga beresiko terpeleset saat berbelok dengan rebahan yang cukup rendah.

Penggunaan ban basah saat kering juga tidak optimal. Karena bidang ban yang menapak ke jalanan lebih kecil karena banyak alur yang digunakan untuk "membuang" air. Namun, penggunaan ban basah saat kondisi jalanan kering jauh lebih aman daripada penggunaan ban kering saat hujan.

Kondisi kompon ban juga harap diperhatikan. Karena pada umumnya orang mengganti ban saat bannya sudah "habis" atau "gundul", padahal terkadang saat ban belum habis sementara komponnya sudah keras, sehingga "cenkeraman" ban ke jalanan sudah tidak optimal lagi. Untuk memeriksa kompon, dapat menggunakan metode yang sederhana: tekan-tekan ban dengan kuku jari, apakah masih cukup lembut? dan apakah ban tersebut cepat pulih kembali setelah "dilukai" dengan kuku tadi?

Hal lain yang dapat dijadikan parameter untuk penggantian ban adalah adanya keretakan pada karet ban (getas). Hal ini biasanya terjadi karena perubahan suhu yang cukup jauh. Misalnya saat motor diparkir di bawah terik matahari, maka suhu karet ban akan naik. Lalu kita melewati jalanan yang tergenang air, nah ban yang panas tersebut seketika "tersiram" oleh air yang suhunya jauh lebih dingin. Hal ini yang memicu pecahnya karet (getas).

Motif, cukup diperhatikan oleh kalangan fashion otomotif. Tapi jangan sampai salah memilih ban hanya karena motif. Motif alur yang ada di ban mempengaruhi kinerja ban saat melewati jalanan berair, alur tersebut berfungsi untuk menyimpan air dan membuangnya sehingga bagian ban lain dapat menapak di jalanan dengan sempurna. Sedangkan ban "slick" yang tidak mempunyai alur, sebaiknya tidak digunakan untuk jalanan berair atau basah, karena saat melintasi genangan air, ban tidak bersentuhan langsung dengan jalanan, namun "dibantali" dengan genangan air tersebut, sehingga rentan untuk "terpeleset".

Selain itu, juga terdapat jenis alur bidirectional dan unidirectional. Ban bidirectional dapat digunakan dalam dua arah (orientasi), ke arah depan dan ke belakang. Sehingga motif alurnya cenderung simetris secara vertikal. Ban ini biasanya didesain untuk penggunaan normal sehari-hari. Sementara ban unidirectional hanya dapat digunakan untuk satu arah (orientasi), tetapi ban jenis ini biasanya memiliki performa yang lebih baik dalam "membuang air". Karena di sepeda motor tidak ada kemungkinan memasang roda terbalik, lebih disarankan untuk menggunakan jenis ban unidirectional. Beda halnya dengan kendaraan roda empat, mobil, ban unidirectional cukup merepotkan, karena ban yang sudah terpasang di velg untuk roda sebelah kanan tidak dapat langsung di gunakan untuk sebelah kiri, karena "arah" ban-nya akan terbalik. Kasus ini biasanya terjadi pada ban serep. Karena biasanya persediaan ban serep hanya satu, sementara kita tidak dapat memprediksi roda sebelah kiri atau kanan yang akan digantikan.

Saat ini saya menggunakan ban Yoko baik untuk roda depan maupun belakang motor saya, Jupiter Jet. Dengan ukuran 80/80 untuk depan dan 90/80 untuk belakang. Sementara saya menggunakan velg Enkei dengan ukuran 1.40 di depan dan 1.60 di belakang. Untuk pemakaian sehari-hari cukup memuaskan, dan tidak ada masalah untuk "rebahan rendah" di tikungan. Hanya saja kompon ban ini jelek saat kondisi jalanan basah atau hujan, daya cengkeramnya buruk di jalanan basah.

Liquid Trio Experiment: Spontaneous Combustion

Posted on 2007-12-19 10:38:43. 1506 views.


Liquid Trio Experiment adalah bentuk baru dari Liquid Tension Experiment yang ditinggal John Petrucci karena urusan keluarga. Mike Portnoy, Tony Levin, dan Jordan Rudess meneruskan proyek "supergroup" ini walaupun tanpa Petrucci. Tetapi pada akhirnya, Petrucci tetap mengisi bagian gitar pada album ini, walaupun dilakukan menyusul setelah album hampir selesai.

Album ini diluncurkan pada 23 Oktober 2007 di Amerika Serikat, dan pada 22 Oktober 2007 di negara-negara Eropa. Lalu, kapan album ini masuk ke Indonesia?

Track list:
1. "Chris And Kevin's Bogus Journey" - 7:54
2. "Hot Rod" - 6:21
3. "Rpp" - 3:06
4. "Hawaiian Funk" - 4:39
5. "Cappuccino" - 3:26
6. "Jazz Odyssey" - 8:49
7. "Fire Dance" - 8:23
8. "The Rubberband Man" - 6:52
9. "Holes" - 4:38
10. "Tony's Nightmare" - 2:49
11. "Boom Boom" - 6:33
12. "Return Of The Rubberband Man" - 9:43
13. "Disneyland Symphony" - 4:47

DreamTheater.net, Side Projects Discography: Liquid Trio Experiment - Spontaneous Combustion

National Treasure: Book of Secrets

Posted on 2007-12-22 01:18:03. 1516 views.
Beberapa hari ini ada wacana nonton I Am Legend bareng Rian, dan tentunya saya akan bersama Lia. Tetapi selalu gagal karena jadwal personal yang tidak bisa disinkronisasikan. Hingga akhirnya hanya saya dan Lia saja yang akan menonton pada hari Jum'at (21/12). Dan untungnya, Jum'at siang sekitar jam 10 sebelum saya berangkat, saya memeriksa ulang jadwal Cineplex untuk memastikan jam tayang, ya sekedar time organizing demi efektifitas waktu. Dan, disitulah saya melihat bahwasanya National Treasure: Book of Secrets telah siap untuk ditayangkan di teater 2 BSM XXI. Tentunya, secara sepihak saya membatalkan rencana untuk menonton I Am Legend yang konon walaupun bagus secara artistik tetapi mempunyai alur cerita yang klasik.



Oke, saya akhirnya nonton bersama Lia, tanpa Rian yang tidak jadi mengajak Sally nonton karena Sally pada Kamis malamnya mendadak ke Jakarta.

Melanjutkan dari cerita sebelumnya, Benjamin Gates (Nicholas Cage) adalah seorang pemburu harta karun dan pecinta teori konspirasi. Tidak hanya Ben, tetapi seluruh keluarganya secara turun temurun, kecuali ibunya. Kali ini, seperti biasa, dia bersama temannya: Riley Poole (Justin Bartha) dan Abigail Chase (Diane Kruger); kembali mencari harta yang tersimpan bertahun-tahun. Tetapi bukan untuk kekayaan, untuk penelitian kebudayaan serta untuk menjaga nama baik keluarganya (tepatnya, membersihkan nama baik keluarga). Karena, di sekuelnya ini, ternyata ada beberapa hal yang menyebabkan kakek moyang Ben, Thomas Gates, menjadi tersangka kuat pembunuhan Presiden Lincoln.

Seperti National Treasures sebelumnya tentunya akan banyak sekali puzzles. Tetapi menurut saya pribadi, teka-teki-nya lebih menantang di film sebelumnya. Dan, buat penggemar teori konspirasi, tidak banyak teori konspirasi yang menarik dibandingkan film sebelumnya. Tetapi tidak membuat film kedua ini menjadi jelek. Secara keseluruhan, tetap menarik dan layak ditonton.

Jika di film sebelumnya, kejahatan terbesar Ben adalah mencuri naskah "proklamasi" Amerika Serikat, maka di film kedua ini dia akan menculik Presiden Amerika Serikat. Ya, menculik! Menculik? Perhatikan halaman 47, halaman empat puluh tujuh!

Google dan Multiply

Posted on 2007-12-23 23:28:11. 2078 views.
Terkadang, kondisi memaksa saya untuk mengunduh musik dari situs Multiply. Kondisi dimana musik itu tidak dapat dibeli di toko musik Indonesia, seperti album Serj Tankian: Elect The Dead atau Liquid Trio Experiment: Spontaneous Combustion yang sampai saat ini belum saya temukan di toko musik. Itu pun saya menggunakan account Multiply orang lain, biasanya meminjam account teman.

Terkadang, saya juga mengunduh musik ilegal ini untuk mendengarkan materi keseluruhan album sebelum membeli CD-nya. Misalnya kelompok musik d'cinnamons meluncurkan hits "Ku Yakin Cinta". Untuk mendapatkan lagu itu berada di koleksi musik saya, salah satu caranya adalah saya harus membeli albumnya. Apakah saya harus membeli CD tersebut hanya untuk satu lagu saja? Jika ternyata sebagian besar materinya menarik, tentunya saya tidak perlu ragu untuk membeli CD tersebut. Kalau sudah punya MP3-nya, kenapa mesti beli CD-nya lagi? Kualitas suara! Saya menghindari musik bajakan bukan karena idealis, tetapi karena perfeksionis.

Untuk mencari musik di situs Multiply, tentunya tidak mudah. Dan saya memanfaatkan situs pencari paling populer, yakni Google untuk membantu pencarian saya.

Dalam mencari musik, saya menggunakan empat kata kunci: nama artis, judul lagu atau judul album, site, dan url. Nama artis, judul lagu, dan judul album jika terdiri lebih dari satu kata, maka kita harus menggunakan tanda kutip (quotes). Sementara site digunakan untuk membatasi pencarian hanya pada situs Multiply. Dan url untuk mempersempit lagi pencarian, karena biasanya halaman unduh musik mengandung kata "music" dalam URL nya.

Jadi, pencariannya menggunakan perintah berikut: "serj tankian" "elect the dead" site:multiply.com inurl:music . Dan hasil pencariannya kurang lebih akan seperti berikut:



Dan masalahnya sekarang, jika Anda mengikuti hasil pencarian tersebut dengan mengklik tautan tersebut, maka Anda akan mendapati halaman berikut:



Ya, Anda akan dialihkan ke halaman http://multiply.com/notfound. Bukan, itu bukan karena broken link. Tetapi Multiply sekarang sudah mengantisipasi para pencari musik yang menggunakan layanan mesin pencari. Multiply akan mengalihkan halaman jika ia menemukan bahwasanya situs yang merujuk (HTTP referrer page information) adalah mesin pencari, seperti Google.

Lalu bagaimana? Sebenarnya triknya cukup sederhana. Anda hanya perlu meng-copy alamat tersebut, misalnya dengan klik kanan pada tautan, dan memilih menu "Copy Link Location" (pada Firefox misalnya) atau "Copy Link" (pada Safari misalnya).



Lalu paste alamat tersebut pada address bar browser Anda. Atau Anda juga boleh membuka tab baru dan mem-paste alamat tersebut pada address bar di tab baru tersebut jika Anda suka. Tekan "Enter" di keyboard atau tombol "Go" di browser.



Dan, voila!

Manajemen Teater BSM XXI

Posted on 2007-12-26 14:01:38. 2058 views.
BSM XXI, merupakan tempat nonton favorit saya. Sebenarnya tidak terlalu favorit, hanya saja beberapa faktor membuat saya lebih menyukai untuk ke sini. Faktor posisi geografis adalah yang paling utama secara BSM dekat dengan rumah saya di Antapani, dan dekat pula dengan kampus di Dayeuh Kolot. Apalagi jika dibandingkan dengan Blitz PVJ yang jaraknya jauh serta trafik lalu lintas yang menjijikkan. Di samping itu, teater 1 BSM sudah tersertifikasi THX. Tentunya bisa menambah kepuasan dalam menikmati film.

Tetapi mungkin ada yang salah dengan penempatan film ke teater di BSM XXI. Misalnya pada saat saya menonton National Treasure: Book of Secrets (NT:BoS) di hari perdananya (21/12) kemarin. Film ini ditempatkan di teater 2, sementara teater 1 yang sudah mendukung THX malah diisi dengan film "Beranak Dalam Kubur" (BDK). Ada yang salah? Secara film BDK tidak menyajikan suara dengan kualitas THX, tetapi ditempatkan di teater yang mendukung THX. Padahal NT:BoS sudah memiliki suara dengan kualitas THX, namun ditempatkan di teater 2 yang tidak THX-capable. Bahkan film "I Am Legend" pun sebenarnya lebih berhak ditempatkan di teater 1 daripada BDK.

Bahkan, hingga hari ini (26/12) saya ambil jadwal tayang BSM XXI dari 21Cineplex.com sebagai berikut:



dan, masih. BDK di teater 1 dan NT:BoS di teater 2. Mungkin menurut pihak BSM XXI, BDK akan lebih menjual dibandingkan NT:BoS secara kebanyakan penonton adalah "abegeh". Mungkin kapasitas teater 1 lebih besar? atau memang teater 1 memang dipersiapkan untuk film "andalan" (dalam sisi penjualan, bukan kualitas). Tapi kok di hari premiere-nya pun, NT:BoS tidak bisa dinikmati dalam kualitas THX. Tapi apakah nanti AVP2 (Alien Versus Predator 2) akan mengalami nasib yang sama dengan NT:BoS? bertarung dengan film nasional agar bisa ditayangkan pada teater yang mendukung THX?

Elins Digital Magazine #3

Posted on 2007-12-29 18:49:01. 1590 views.
Beberapa waktu yang lalu, Puji Priyono, yang biasa dikenal dengan "d3ptzz", salah seorang mahasiswa elektronika instrumentasi dari UGM mengabari saya bahwa Elins Digital Magazine edisi 3 sudah terbit. Sebuah majalah digital hasil karya kreatif mahasiswa Elektronika Instrumentasi UGM.

Saya banyak mengenal teman-teman elins UGM hanya lewat internet. Ya, semua karena blog yang katanya adalah trend sesat sesaat™ itu. Saya sendiri belum pernah bertemu secara langsung. Ya, semua karena si eblis™ raja jengjeng itu. Makasih Zam...

Saya sendiri tidak terlalu tertarik dengan elektronika instrumentasi maupun kontrol, namun majalah ini menjadi menarik karena saya tahu bahwa ada tulisan saya di sana. Tulisan saya mengenai Tarif Prabayar Untuk Layanan Data Selular dimuat di majalah itu. Tentunya pihak terkait telah meminta ijin sebelumnya.

Beberapa minggu yang lalu, Puji, yang ternyata pemimpin umum redaksi, meminta saya untuk menulis artikel yang akan dimuat di majalah tersebut. Sebenarnya saya ingin sekali menyumbang tulisan, tapi apa daya, TA 2.0 memiliki prioritas tinggi dengan status red alert. Sehingga saya memberi izin kepada Puji untuk memuat tulisan yang ada di blog saya. Saya membebaskannya untuk memilih, dan Puji memilih tulisan itu.

Memang terkadang masalah copy-paste tulisan dari blog menjadi rumit ketika ada yang melakukannya tanpa izin. Apalagi untuk tujuan komersial. Seringkali, tulisan yang merupakan buah pemikiran tidak dihargai oleh orang lain, secara finansial misalnya. Untuk membuat tulisan yang baik, membutuhkan pemikiran dan analisa yang matang. Untuk berpikir secara matang, orang membutuhkan pendidikan, ilmu, dan pengalaman. Ini adalah hal-hal yang sulit untuk didapatkan. Seperti cerita AA Nata maupun AA Eep.

Saya sendiri tidak keberatan jika tulisan saya dimuat di media apa pun, tentunya dengan meminta izin terlebih dahulu. Untuk keperluan non komersil, apalagi untuk tujuan edukasi, saya tidak meminta imbalan. Tetapi bukan berarti saya menolak imbalan, hehehehe.... Sementara untuk tujuan komersial, tentunya akan ada negosiasi pembagian profit. Karena, blogger juga butuh makan!

Silakan download majalahnya di sini, free!

Site Search

Loading...

Ads

short url service Edward Forrer 30% Off Discount Wadezig! Internet Sehat I'm Going to PestaBlogger Dukung Startup Lokal - SparxUp Awards

Featured Contents

iPod Touch Experience Jailbreak iPod Touch iPhone OS 3.1 Telkomsel Indonesia dan iPhone 3GS Menggunakan Layanan PayPal Tanpa Kartu Kredit

Nike+

Facebook Connect

Connect with Facebook

Share