Are you currently viewing from mobile device? Switch to mobile version!

Adham Somantrie

Digital media communications. MBA student. Techie. Founder of siteo.us. Editor for MakeMac. And also a runner.

hi@adha.ms adhams @adhams @adham adhams Adham Somantrie Adham Somantrie

Barang Bawaan Mudik

Salah satu hal menarik di saat musim mudik seperti ini adalah mengenai barang bawaan untuk mudik. Apa saja yang dibawa saat mudik? Ini lah barang bawaan saya untuk mudik kali ini.

Pakaian. Ya tentu saja saya membawa pakaian, beberapa potong baju kaos dan kemeja, sepotong sweater, satu jaket, satu celana jeans dan satu celana kain yang saya kenakan. Termasuk sepasang sendal, karena saya lebih suka mengenakan sepatu selama perjalanan.

Fragrances. Paling-paling hanya parfum. Sementara untuk perlengkapan mandi saya lebih suka membeli lagi sesampainya di tujuan. Tapi jika perjalanan mudik memakan waktu lebih dari satu hari (biasanya mampir dulu ke rumah saudara), saya membawa handuk kecil dan sikat gigi. Sisanya? minta saja dengan yang ditumpangi. Hehehehe...

Telepon Selular. Tidak mungkin ketinggalan, ponsel adalah hal yang wajib di bawa oleh orang-orang di tahun 2007 ini. SonyEricsson W850i lengkap dengan earphone dan beberapa album musik dalam bentuk digital sebanyak 800MB di dalam media penyimpanannya tentunya dibutuhkan saat saya butuh hiburan untuk mengisi waktu di dalam perjalanan. Dan tak ketinggalan, fungsi utamanya sebagai alat komunikasi untuk mengabari sanak keluarga mengenai kondisi dan kabar saya selama di perjalanan.

Komputer. PowerBook Nano tentu saja saya bawa, selain merupakan barang yang mesti saya sentuh setiap hari, tentunya saya membutuhkannya untuk mencicil pekerjaan TA 2.0™ saya selama di rumah. Tak ketinggalan bahkan saya membawa buku TA referensi dan dokumentasi mengenai TA 2.0™ saya. Hehehehe... Dan tak ketinggalan, Mighty Mouse, yang tak pernah saya bawa keluar rumah pun terpaksa saya bawa kali ini. Siapa yang tahan untuk selalu menggunakan trackpad selama sebulan di kampung halaman?

Kamera. Sebagai fotografer amatir gadungan, pastinya tidak mungkin meninggalkan kamera saya. Bagi siapapun, baik fotografer maupun orang awam, tentunya tidak ingin melewatkan momen-momen indah saat berlebaran dan berlibur untuk diabadikan. Juga untuk menyalurkan hobi fotografi seraya mengisi kegiatan liburan di kampung halaman.

Termasuk diantara ponsel dan komputer adalah adaptor untuk mengisi baterai laptop, ponsel, dan kamera. Juga kabel USB yang dipergunakan untuk memindahkan data. Kabel FireWire juga saya bawa untuk jaga-jaga andai saja saya perlu menghubungkan PowerBook Nano saya dengan Mac lain.

Surat dan dokumen. Tentunya mulai dari KTP, SIM, KTM, surat nikah paspor, hingga pas foto dalam berbagai ukuran. Siapa tahu surat-surat ini dibutuhkan dalam perjalanan maupun jika ada urusan administrasi kenegaraan saat di rumah.

Oleh-oleh. Jika pada tahun lalu saya membawa brownies khas Bandung itu, mudik kali ini saya hanya membawa beberapa kotak pisang molen sebagai oleh-oleh.

Ya, bawaan saya termasuk standar untuk mudik. Bagaimana dengan Anda sendiri (atau sekeluarga?)? mungkinkah barang bawaan Anda cukup heboh untuk mudik kali ini? atau mungkin tulisan ini ingin dijadikan bahan timpukan? silakan saja, aturannya gampang: cukup ceritakan barang bawaan Anda untuk mudik kali ini.

Dalam rangka hari raya Idul Fitri 1428H, saya mengucapkan: "Mohon Maaf Lahir dan Batin. Semoga Amal Ibadah kita diterima di sisi Allah SWT. Amin".

PS: Ternyata susah sekali menjadi seorang fakir benwit™ di kawasan miskin benwit ini.

12 Comments

Published on 2007-10-08 13:48:43. 3567 views.
Tagged in:

Siteous & Share Printer Friendly Version Download as PDF

Selamat Idul Fitri 1428 Hijriyah!

Lebaran!

Selamat Idul Fitri 1428 Hijriyah!
Taqabalallahu minna wa minkum, shiyaamana wa shiyaamakum.

Mohon maaf jika ada tulisan maupun komentar serta perkataan dan perbuatan baik online maupun offline yang kurang berkenan di hati.

Mohon maaf lahir dan batin. Semoga amal ibadah kita diterima-Nya.

17 Comments

Published on 2007-10-12 15:43:56. 10262 views.
Tagged in:

Siteous & Share Printer Friendly Version Download as PDF

Menjadi Musafir Bandwith di Saat Mudik

Di Bandung, saya memiliki akses internet di tempat tinggal dengan memanfaatkan sistem RT/RW.NET menggunakan layanan TelkomSpeedy. Sementara di kampus saya dapat mengakses internet menggunakan layanan kampus yang menggunakan Telkom AstiNet. Apalagi di Bandung juga banyak tersedia hotspot gratis di tempat-tempat umum seperti kafe dan mall. Sehingga saya hampir dapat mengakses internet kapan saja.

Namun kondisi ini tentunya berubah jika saya meninggalkan lokasi "nyaman" tersebut. Sebagai bagian dari masyarakat teknologi informasi, internet dirasa cukup penting dan bisa dibilang menjadi kebutuhan dasar.

Misalnya saat saya pulang mudik ke kota kelahiran saya di Dumai, Riau. Baru saya merasakan deritanya menjadi seorang fakir bandwith.

Beberapa cara untuk mendapatkan asupan bandwith di Indonesia pada umumnya adalah seperti berikut:

Memanfaatkan akses internet kantor atau kampus. Biasanya institusi-institusi seperti kantor, sekolah, ataupun kampus sudah menyediakan akses internet gratis (tapi biasanya terbatas) bagi para anggotanya. Tentunya hal ini tidak berlaku bagi saya saat sedang mudik.

Warnet. Warnet termasuk cara mudah murah meriah untuk mengakses internet bagi masyarakat perkotaan. Apalagi untuk daerah mahasiswa (sekitar kampus). Namun sayangnya, selain harga yang cukup mahal (mencapai Rp. 8000/jam), kualitas layanannya masih belum memadai (baca: lambat, subjektif: menurut saya) untuk di kota kelahiran saya. Dan saya tidak ingin kedua faktor ini merusak puasa saya, hehehe. Apalagi, saya lebih suka menggunakan komputer sendiri untuk "menarik" e-mail dengan metode POP3, menggunakan agregator RSS untuk "menarik" berita, dan chatting dengan AdiumX.

Menggunakan saluran telepon (PSTN). Menggunakan layanan TelkomNet Instan ataupun penyedia jasa internet lainnya. Dengan TelkomNet Instan misalnya, adalah salah satu cara praktis dan gampang untuk terkoneksi ke internet. Cukup bermodalkan komputer lengkap dengan modem dan saluran telepon aktif, maka kita sudah dapat mengakses internet. Dan sayangnya (sialnya), pilihan ini tidak berlaku untuk saya, karena rumah saya berada di kompleks perumahan BUMN yang menggunakan sistem PABX untuk saluran teleponnya, bukan sambungan PSTN Telkom.

Mencari hotspot. Untuk pengguna laptop yang memiliki kemampuan WLAN, biasanya suka mencari hotspot ke pusat-pusat keramaian. Sayangnya kondisi ini hanya ada di beberapa kota, terutama kota Bandung yang hampir semua pusat keramaian dicakup oleh penyedia layanan internet Melsa. Dan di Dumai sayangnya tidak ada penyedia layanan internet selain TelkomNet Instan.

Cara yang paling menyakitkan adalah dengan menggunakan layanan internet dari telepon selular. Disebut "menyakitkan" karena tarif-nya masih belum bersahabat untuk sistem prabayar. Umumnya operator CDMA memberikan tarif yang lebih murah daripada operator GSM. Ada dua cara menggunakannya: mengakses langsung dari ponsel/pdaphone, dan mengakses dari komputer dengan memanfaatkan ponsel sebagai modem.

Untuk akses langsung dari ponsel, aktifitas email dengan POP3/SMTP adalah cukup efisien. Akses web dengan memanfaatkan aplikasi Opera Mini juga lebih hemat, karena web akan dikompres terlebih dahulu. Bahkan menurut rekan saya yang suka menggunakan GPRS untuk aktifitas emailnya, mengakses Gmail menggunakan Opera Mini lebih hemat daripada menggunakan aplikasi Gmail Mobile App.

Untuk akses dari komputer, umumnya ada 2 cara untuk menjadikan ponsel sebagai modem: menggunakan kabel data (umumnya USB), dan menggunakan koneksi Bluetooth.

Saya menggunakan operator Mobile-8 dengan produk Fren prabayar untuk ponsel CDMA saya, yakni Nokia 2116. Sayangnya jaringannya belum mencakup daerah saya. Pilihannya adalah saya membeli kartu dari operator CDMA lain yang ada di daerah saya. Namun saya memang tidak pernah mempersiapkan untuk menjadi seorang musafir bandwith. Ponsel saya tidak memiliki fasilitas koneksi bluetooth, sehingga saya harus menggunakan kabel USB yang tidak saya miliki. Di samping itu, saya juga tidak memiliki perangkat lunaknya baik untuk Windows XP maupun untuk Mac OS X.

Untuk ponsel GSM saya, SonyEricsson W850i, saya menggunakan produk simPATI prabayar dari Telkomsel. Namun untuk kepentingan GPRS, saya menggunakan produk prabayar IM3 yang memiliki tarif lebih hemat. Tentunya ponsel ini sudah bersahabat dengan PowerBook Nano. Dan akhirnya jalan ini yang saya pilih walaupun sangat menyakitkan. Hasilnya, agregasi RSS sukses dilakukan dengan Vienna, chatting dengan AdiumX, dan menarik email POP3 dari Gmail menggunakan aplikasi Apple Mail.app.

Selain dengan CDMA 1x dan GPRS, juga ada teknologi EDGE, 3G, dan HSDPA yang menawarkan akses internet berkecepatan tinggi. Misalnya Telkomsel Flash yang ditawarkan oleh Tante Mira. Hanya saja, jangankan HSDPA, 3G saja belum tersedia secara merata di daerah-daerah.

Bagaimana dengan Anda di saat mudik? apakah menjadi musafir bandwith juga? atau bahkan menjadi fakir bandwith? Namun tentunya jika durasi mudik tidak lama (kurang dari seminggu), tentunya Anda masih dapat berpuasa internet. Tidak seperti saya yang hampir sebulan di kampung halaman nan miskin bandwith.

8 Comments

Published on 2007-10-18 11:34:39. 3571 views.
Tagged in:

Siteous & Share Printer Friendly Version Download as PDF

Tarif Prabayar Untuk Layanan Data Selular

Tarif datar (flat) untuk layanan data selular biasanya hanya tersedia untuk pelanggan pascabayar. Sementara untuk pelanggan prabayar masih dibebankan pentarifan "pay as you go", yakni pembayaran sesuai dengan penggunaan.

Pentarifan secara umum ada tiga jenis: berbasis waktu (time based), berbasis volume (volume based), dan datar (flat).

Time-based. Yakni pelanggan dibebankan biaya sesuai dengan durasi penggunaannya. Misalnya per detik, per menit, atau per jam. Contohnya adalah TelkomNet Instan yang membebankan biaya kepada pelanggan per menit dari aksesnya.

Volume-based. Yakni pelanggan dibebankan biaya sesuai dengan jumlah data yang diakses atau ditransfer. Ada yang per MB, maupun per KB. Contohnya layanan GPRS dari telepon selular IM3 prabayar atau simPATI prabayar, dikenakan tarif per KB: Rp 1/KB untuk IM3 dan Rp 12/KB untuk simPATI.

Flat. Yakni pelanggan dibebankan biaya tetap untuk selang waktu tertentu. Biasanya per bulan untuk akses tak terbatas. Contohnya adalah TelkomSpeedy Unlimited. Pelanggan dibebankan biaya Rp 750.000 per bulan untuk akses tidak terbatas. Sedikit mirip dengan tarif berbasis waktu, namun bedanya untuk tarif datar ini adalah jumlah dan lamanya penggunaan tidak mempengaruhi biaya yang dibebankan. Baik untuk penggunaan maksimal maupun tidak dipergunakan sama sekali, biaya yang ditagihkan akan tetap sama.

Namun ada juga pentarifan yang menggunakan kombinasi dari ketiganya. Misalnya TelkomSpeedy dengan quota, misalnya kita diberikan "jatah" 2GB per bulan dengan biaya Rp 200.000,-. Nah untuk setiap bulannya kita hanya dibebankan biaya sebesar Rp 200.000,- jika kita mengakses internet dengan volume data kecil dari atau sama dengan 2GB. Namun jika kita mengakses lebih dari quota tersebut, maka akan dibebankan per MB untuk kelebihannya.

Ada juga yang memberikan quota dalam bentuk waktu, misalnya 40jam akses selama sebulan untuk biaya Rp. 300.000,- dan beban tambahan untuk kelebihan waktu akses Rp. 10.000,- per jam.

Catatan: beberapa contoh tarif di atas menggunakan tarif nyata, namun beberapa contoh menggunakan contoh tarif fiksi, hanya untuk kepentingan penjelasan.

Nah, layanan data menggunakan telekomunikasi selular untuk pelanggan prabayar di Indonesia, sejauh yang saya ketahui belum ada yang menggunakan tarif flat. Tarif internet flat di Indonesia pada umumnya hanya disediakan untuk pelanggan pascabayar, baik untuk telekomunikasi selular ataupun lainnya.

Tarif berbasis waktu maupun volume akses adalah cocok untuk penggunaan yang sedikit atau penggunaan temporer. Namun untuk koneksi internet tetap atau harian, dengan pemakaian yang cukup besar, maka tarif flat akan lebih efisien bagi pelanggan.

Namun kenapa penyedia layanan selular belum menyediakan skema tarif flat ini untuk pelanggan prabayar? Di luar kebijakan penyedia layanan, mungkin yang menjadi kendala adalah pembebanannya. Sulit untuk membebankan tarif datar ini untuk pelanggan prabayar, karena sistem prabayar tidak memiliki siklus waktu yang tetap untuk pembayarannya. Tidak seperti pasca bayar yang umumnya memiliki siklus pembayaran yang tetap, misalnya per bulan.

Tetapi dengan kecanggihan sistem tagihan (billing, accounting) para penyedia layanan jasa selular yang kini dapat membedakan tagihan untuk pembicaraan (voice), sms, baik untuk sesama operator maupun antar operator, nampaknya tarif datar ini menjadi semakin mungkin untuk diimplementasikan.

Misalnya seperti ini. Jika sekarang saja sudah ada pemisahan voucher antara yang pembicaraan dan sms (juga reguler: keduanya), kenapa tidak ada voucher khusus untuk akses data (internet)? sebagian pelanggan takut menggunakan layanan internet dari telepon selular karena takut penggunaannya tidak terkontrol hingga akhirnya dapat menyebabkan habisnya kredit (pulsa). Dengan adanya pemisahan ini, pelanggan ini dapat menjadi lebih tenang dalam berinternet.

Nah, "voucher khusus internet" ini dapat dijual dengan tarif berbasis waktu maupun volume akses. Misalnya, voucher untuk 10 jam akses seharga Rp. 100.000,- , saat pelanggan memeriksa pulsa mungkin kurang lebih seperti ini: "sisa pulsa reguler anda : Rp. 10.450,- pulsa sms: 5 sms, pulsa internet: 10 jam 0 menit". Jadi pelanggan mendapatkan "pulsa internet" yang dapat digunakan selama 10 jam. Pulsa internet ini berkurang seiring pemakaian internet, tanpa mengganggu pulsa lainnya: reguler, khusus pembicaraan, ataupun khusus sms.

Bagaimana dengan tarif datar? bisa dilakukan dengan "voucher unlimited", misalnya untuk akses tak terbatas 7 hari seharga 200.000,- . Saat pelanggan memeriksa pulsa mungkin kurang lebih seperti ini: "sisa pulsa reguler anda : Rp. 10.450,- pulsa sms: 5 sms, masa aktif akses internet sampai 20 Desember 2007". Nah, dengan sistem seperti ini, pelanggan dapat mengakses internet dengan bebas sampai dengan batas waktu (tanggal) aktifnya "pulsa internet" ini. Dan tentunya juga tidak mengganggu pulsa lainnya.

Mungkin ketika "pulsa internet" ini habis, atau belum diisi, kita tetap dapat menggunakan pulsa reguler untuk akses internet. Namun untuk menghindari, terpakainya pulsa reguler secara tidak sengaja karena ketidaktahuan pelanggan ketika pulsa internetnya habis, penyedia layanan bisa memutuskan sambungan internet sementara dan mengirimkan pesan (sms) informasi mengenai habisnya pulsa ini.

Atau dengan menggunakan login (username dan password) yang berbeda antara pemakaian pulsa reguler dan pulsa internet.

Atau (lagi?), dengan cara ekstrim: pelanggan tidak bisa mengakses internet tanpa voucher khusus internet.

Angka-angka diatas hanyalah contoh. Jika memang nanti bakal diimplementasikan dengan tarif dan kualitas yang wajar, saya rasa penetrasi internet di Indonesia akan lebih baik. Hanya saja, apakah para operator sudah memiliki infrastruktur akses internet yang "mapan" seperti para penyedia jasa internet? Karena dengan jumlah pelanggan yang besar ini, fluktuasi pemakaian bandwith bisa naik turun dengan dahsyat.

Internet for everyone, Indonesia!

11 Comments

Published on 2007-10-21 20:37:23. 5888 views.
Tagged in:

Siteous & Share Printer Friendly Version Download as PDF

SonyEricsson Themes: iPhony

Inspired by user interfaces of Apple iPhone, iPod, and Leopard. Made from scratch with Adobe Photoshop CS and SonyEricsson Themes Creator under Mac OS X for hours. Except the "Clown Fish" wallpaper, derived from Apple.

Compatibility list:

* iPhony.thm
for Version 4.5 SE with 240x320 pixel screen resolution:
K790, K800 (tested), K810, S500, T650, W580, W830, W850 (tested), W880.
compatible (but not 100%) with another model with 240x320 pixel screen.

* iPhony - K610.thm
for Version 4.5 SE with 176x220 pixel screen resolution:
K530, K550, K610 (tested), W660, W710, Z610, Z710.
compatible (but not 100%) with another model with 176x220 pixel screen.

* iPhony - K750.thm
for Version 4.0 SE with 176x220 pixel screen resolution:
K600, K750 (tested), W700, W800.
compatible (but not 100%) with another model with 176x220 pixel screen.

* iPhony - W810.thm
for Version 4.1 SE with 176x220 pixel screen resolution:
W550, W600, W810 (tested), Z550, Z558.
compatible (but not 100%) with another model with 176x220 pixel screen.

Get it now on my deviantart page.

Feedbacks from SonyEricsson's user, please... or digg this.
and, maybe... donations hahahaha....

26 Comments

Published on 2007-10-24 06:32:44. 10127 views.
Tagged in:

Siteous & Share Printer Friendly Version Download as PDF

Kucing Garong Sudah Dilepas!

Kucing garong yang selama ini berkeliaran adalah liar adanya. Dan tadi malam (26/10) Apple Inc. meresmikan peluncuran kucing garong Mac OS X Leopard (10.5). Leopard memang sudah ditunggu-tunggu sejak lama. Bahkan sebelum Vista diluncurkan, para pengguna Mac sudah menantinya, hingga diprediksikan akan dilepas berbarengan dengan Vista, namun ternyata sampai iPhone dijual pun ternyata kucing garong ini masih belum dilepas.

Sesuai janjinya, akhirnya di penghujung Oktober ini Leopard resmi diluncurkan. Menurut klaim dari Apple, ada lebih dari 300 fitur baru di OSX terbaru ini. Buat yang menyukai iTunes, kabar baiknya adalah antarmuka Finder akan seperti iTunes, lengkap dengan CoverFlow-nya untuk merambah berkas yang ada di Mac. Fitur Spaces memungkinkan VirtueDesktop untuk dibuang. Dan tentunya fitur yang paling fenomenal: Time Machine.

Tidak lupa, Leopard mendukung mesin 64-bit seperti PowerPC G5 dan Intel Core 2 Duo secara native. Anda bahkan bisa menjalankan aplikasi 32-bit dan 64-bit secara bersamaan.

Kebutuhan hardware yang diminta Leopard adalah prosesor PowerPC G4 (867MHz atau lebih cepat), PowerPC G5, atau Intel. Kebutuhan RAM minimal 512MB, tapi disarankan untuk menggunakan RAM 1GB atau lebih. Sementara untuk ruang harddisk, dibutuhkan sekitar 9GB dan sebuah pembaca optikal DVD untuk instalasi. Sementara untuk fitur Time Machine, dibutuhkan harddisk tambahan. Aplikasi Photo Booth membutuhkan iSight atau kamera yang kompatibel. Sementara untuk Front Row, hanya bisa dijalankan di Mac yang memiliki penerima inframerah dan Apple Remote. Dan, Boot Camp membutuhkan prosesor Intel.

Leopard tersedia hanya dalam dua versi: Desktop (Client) dan Server. Semuanya adalah Ultimate Edition. Versi desktop dengan lisensi pengguna tunggal (single user) dipasarkan seharga USD 129, dan untuk family-pack dipasarkan seharga USD 199 di Apple Store.

Buat yang baru saja membeli Mac dan hanya mendapatkan Tiger (Mac OS 10.4), silakan coba Mac OS X Leopard Up-to-Date Program.

Update 2 November 2007:
Leopard juga dilengkapi iSync 3.0 yang sudah mendukung SonyEricsson W850i. Wah, asyik nih!

12 Comments

Published on 2007-10-27 09:15:40. 3112 views.
Tagged in:

Siteous & Share Printer Friendly Version Download as PDF

NAT-PT dengan FreeBSD 4.10 + KAME Extension

Salah satu metode transisi IPv6/IPv4 adalah dengan menggunakan teknik NAT-PT, Network Address Translation - Protocol Translator. Mirip dengan NAT yang biasa digunakan untuk membagi IP publik, hanya saja private network-nya adalah IPv6, sementara public network-nya (WAN Side?) IPv4.

Peringatan:
Tulisan ini sangat serius dan panjang. Ditujukan bagi kalangan opensource dan praktisi jaringan komputer tingkat lanjut. Bagi yang ingin sekedar blogwalking, dapat mengabaikan tulisan ini, karena dapat menjadi sangat memuakkan

Walaupun beberapa fungsi dari KAME Project sudah diimplementasikan ke dalam kernel FreeBSD Release, namun fungsi NAT-PT ini belum. Sehingga kita masih harus menambah perluasan (extension) KAME ini secara manual ke dalam kernelnya.

Dalam tutorial ini, saya menggunakan FreeBSD 4.10 i386 Release dan KAME extension snapshot tanggal 6 Desember 2004. Sebelumnya saya telah mencoba FreeBSD 5.4 Release dengan KAME extension snapshot 1 September 2007, namun selalu gagal saat meng-compile kernelnya.

Tahap Instalasi

Setelah mendapatkan snap-kit KAME, ekstrak file tersebut. Misalnya, saya meletakkan file tersebut di /home/lia:

root@agnesia # cd /home/lia
root@agnesia # tar -xvzf kame-20041206-freebsd410-snap.tgz
root@agnesia # cd kame/

Lakukan persiapan sesuai dengan jenis dan versi sistem operasi. Di sini menggunakan FreeBSD 4.10

root@agnesia # make TARGET=freebsd4 prepare

Masuk ke direktori freebsd4 yang telah dipersiapkan.

root@agnesia # cd freebsd4

Ada baiknya jika Anda membuat salinan kernel (optional):

root@agnesia # cp /kernel /kernel.prev
root@agnesia # cd /usr
root@agnesia # mkdir include.clean
root@agnesia # cd include.clean
root@agnesia # (cd ../include; tar Bpcf - . ) | tar Bpxf -

Kita mulai pembuatan kernel baru, sebelumnya kita sesuaikan konfigurasi kernel, untuk mengaktifkan fungsi NAT-PT:

root@agnesia # cd /home/lia
root@agnesia # cd kame/freebsd4/sys/i386/conf
root@agnesia # cp GENERIC.KAME KERNELKAME
root@agnesia # ee KERNELKAME

Cari baris #options NATPT, lalu hapus # di depannya. Simpan file tersebut dan tutup aplikasi ee. Bagi yang tidak terbiasa menggunakan ee, boleh menggunakan editor lain, seperti vi misalnya.

Lanjutkan dengan membuat konfigurasi kernel.

root@agnesia # config ./KERNELKAME

Buat kernel barunya.

root@agnesia # cd ../../compile/KERNELKAME
root@agnesia # make depend && make

Jika proses kompilasi berjalan lancar dan sukses, install kernel baru tersebut.

root@agnesia # make install

Setelah selesai, lanjutkan dengan instalasi userland tools.

root@agnesia # cd /home/lia/
root@agnesia # cd kame/freebsd4/
root@agnesia # make includes
root@agnesia # make install-includes
root@agnesia # make
root@agnesia # make install

Oke, semuanya beres, restart komputer.

root@agnesia # fastboot

Setelah restart, periksa kernelnya:

root@agnesia # uname -a

Contoh output-nya:

FreeBSD agnesia 4.10-RELEASE FreeBSD 4.10-RELEASE #0: Sat Jan 13 19:56:03 WIT 2001 riojaya@agnesia:/usr/home/lia/kame/freebsd4/sys/compile/KERNELKAME i386

Aplikasi tambahan (userland) berada di /usr/local/v6/sbin/ dan /usr/local/v6/bin/. Tambahkan ke variabel PATH untuk memudahkan pekerjaan.

Tahap Konfigurasi

Sekarang mari kita konfigurasikan gateway kita. Pertama, konfigurasikan interface jaringan terlebih dahulu. Untuk sisi IPv4, saya di sini menggunakan rl0 dengan alamat IPv4 10.14.200.166/24. Berikut potongan /etc/rc.conf :

hostname="agnesia"
ifconfig_rl0="10.14.200.166 netmask 255.255.255.0"

Lalu konfigurasikan untuk sisi IPv6, saya menggunakan interface sis0 dengan alamat IPv6 2001::200:166/64. Berikut potongan /etc/rc.conf :

ipv6_enable="YES"
ipv6_network_interfaces="sis0"
ipv6_gateway_enable="YES"
ipv6_ifconfig_sis0="2001::200:166 prefixlen 64"

untuk mempermudah, aktifkan mode ipv4-address-mapped-ipv6. Sebenarnya tidak perlu dikonfigurasikan, karena secara otomatis fungsi ini akan aktif sendiri. Berikut potongan /etc/rc.conf :

ipv6_ipv4mapping="YES"

Konfigurasikan NAT-PT dengan membuat file /etc/natpt.conf. Contoh konfigurasi juga disertakan di /home/lia/kame/kame/kame/natptconfig/natpt.conf. Berikut contoh konfigurasinya:

prefix 3ffe:ffff:ffff::
map from any6 to 10.14.200.166 port 28672 - 32767
map enable

Baris prefix 3ffe:ffff:ffff:: adalah untuk menentukan prefix alamat IPv4 yang akan dipetakan ke alamat IPv6. Baris map from any6 to 10.14.200.166 port 28672 - 32767 untuk menkonfigurasikan NAT-PT untuk akses dari jaringan IPv6 ke jaringan IPv4 dengan menggunakan alamat 10.14.200.166. Sedangkan baris map enable adalah untuk mengaktifkan translasi.

Setelah dikonfigurasikan, jalankan NAT-PT menggunakan natptconfig.

root@agnesia # natptconfig -f /etc/natpt.conf

Sementara untuk melihat aturan NAT-PT:

root@agnesia # natptconfig show rules

dan untuk melihat translasi yang sedang berlangsung:

root@agnesia # natptconfig show xlate

Tahap konfigurasi klien IPv6

Jika klien berada di jaringan yang sama dengan gateway NAT-PT, konfigurasikan alamat IPv6-nya agar sama alamat jaringannya (network address/ID). Misalnya dengan interface ed0, sistem operasi FreeBSD, di /etc/rc.conf:

ipv6_enable="YES"
ipv6_network_interfaces="sis0"
ipv6_ifconfig_ed0="2001::200:ff prefixlen 64"

Atau dengan menggunakan ifconfig (untuk linux misalnya):

root@anastasya ~ # ifconfig ed0 add 2001::200:ff/64

Lalu atur routing table-nya agar alamat dengan prefix 3ffe:ffff:ffff:: dikirimkan melalui gateway NATPT (2001::200:166). Berikut potongan /etc/rc.conf

ipv6_static_routes="natpt"
ipv6_route_natpt="3ffe:ffff:ffff:: -prefixlen 64 2001::200:166"

atau linux dengan menggunakan iproute

root@anastasya ~ # ip -6 route add 3ffe:ffff:ffff::/64 via 2001::200:166

Untuk mencoba koneksi, Anda bisa test dengan ping6:

root@anastasya ~ # ping6 3ffe:ffff:ffff::10.14.200.166.

PS:
Untuk translasi dengan menggunakan metode TCP relay, silakan lihat artikel IPv6/IPv4 Translator dengan FAITH.

11 Comments

Published on 2007-10-30 11:43:43. 3329 views.
Tagged in:

Siteous & Share Printer Friendly Version Download as PDF

Ads

Archive

2004SeptemberOktoberNovemberDesember

2005JanuariFebruariMaretAprilMeiJuniJuliAgustusSeptemberOktoberNovemberDesember

2006JanuariFebruariMaretAprilMeiJuniJuliAgustusSeptemberOktoberNovemberDesember

2007JanuariFebruariMaretAprilMeiJuniJuliAgustusSeptemberOktoberNovemberDesember

2008JanuariFebruariMaretAprilMeiJuniJuliAgustusSeptemberOktoberNovemberDesember

2009JanuariFebruariMaretAprilMeiJuniJuliAgustusSeptemberOktoberNovemberDesember

2010JanuariFebruariMaretAprilMeiJuniJuliAgustusSeptemberOktoberNovemberDesember

2011JanuariFebruariMaretAprilMeiJuniJuliAgustusSeptemberOktoberNovemberDesember

2012JanuariFebruariMaretAprilMeiJuniJuliAgustusSeptemberOktoberNovemberDesember

2013JanuariFebruariMaretAprilMei

2004 - 2013Full Archive

© 2003 - 2013, Adham Somantrie. Bandung and Jakarta, Indonesia.
Built with Bootstrap. Made on Mac.