Are you currently viewing from mobile device? Switch to mobile version!

Adham Somantrie

Digital media communications. MBA student. Techie. Founder of siteo.us. Editor for MakeMac. And also a runner.

hi@adha.ms adhams @adhams @adham adhams Adham Somantrie Adham Somantrie

CAS: Catatan Akhir Semester

Akhir perkuliahan semester 7 ini berakhir bersamaan dengan berakhirnya tahun 2006 Masehi. Ada banyak peristiwa menarik di akhir tahun ini.

Pertama, Adham Somantrie mengucapkan "Selamat Hari Raya Idul Adha 1427H, mohon maaf lahir bathin, semoga amal ibadah diterima Allah SWT. Amin.". Dan kepada saudara-saudara kita yang melaksanakan ibadah Haji, semoga diberi kekuatan dan kesehatan untuk menjalankannya, semoga dapat kembali ke tanah air tanpa kekurangan suatu apa pun. Semoga dapat menjadi Haji yang mabrur, dapat memegang amanah dengan baik, dan dapat mempertanggungjawabkan Hajinya.

Jauh beberapa hari sebelum tahun 2007, banyak peristiwa fenomenal, mulai dari AA yang menikah lagi, kasus YZ-ME, Alda, Donna Agnesia menikah, dan lain lain. Tapi itu tidak akan dibahas di sini. Yang dibahas adalah gempa di Taiwan. Sejak kapan Indonesia peduli terhadap gempa di Taiwan, kalau gempa di Indonesia sendiri banyak yang tidak peduli? Ya, menyangkut bandwidth dan kelangsungan internet di Indonesia. Banyak orang Indonesia yang turut berduka atas gempa di Taiwan ditandai dengan banyaknya orang Indonesia yang puasa Internet, bahkan Mogok Internet. Wakakakaka....

Sabtu (31/12) Saya dan Indah beserta teman satu kost, diundang oleh Pak Lisol Hadiwijaya, seorang dosen yang kebetulan adalah bapak kost Indah, untuk sekedar bakar jagung dan sate. Ya, sedikit menikmati daging qurban dengan kebersamaan. Sambil menonton Spider Man 2 di Trans TV, yang dilanjutkan dengan acara menunggu tahun 2007 bersama rekan-rekan dari students di lapangan parkiran gedung E.

Akhir tahun 2006 ini juga dirayakan dengan tewasnya jaringan Telkomsel. Dimana Saya tidak dapat menelpon dan mengirim SMS. Bahkan, dial 888 saja tidak bisa! Sangat ironis sekali dengan iklannya yang kini sangat gencar di televisi mempromosikan Dunia 3G.

Jika perkuliahan semester 7 telah berakhir, tentu saja ditandai dengan dimulainya ujian akhir semester (UAS) di STT Telkom pada tanggal 2 Januari 2007. Selamat menunaikan ujian! and Happy Brand New Year!

6 Comments

Published on 2007-01-01 11:00:23. 4578 views.
Tagged in:

Siteous & Share Printer Friendly Version Download as PDF

Windows XP on PowerBook?

Yup, dengan bantuan emulator Q PowerBook G4 12" saya dapat menjalankan Windows XP di atas Mac OS X 10.4.8. Tapi performanya sangat lambat sekali, selain karena memakan memori yang besar, tampaknya proses translasi instruksi dari x86 (Windows XP) ke PowerArchitecture (Mac OS X) tampak sangat membebani sistem. Tidak seperti Parallels Desktop yang berjalan di Mac berbasis Intel, tentu saja emulasi x86 di atas x86 lebih ringan.

Tentu saja artikel ini tidak bermutu jika tidak dilengkapi dengan "skrinsut". Hehehehe...

Windows XP on OSX/PowerBook

Windows XP on OSX/PowerBook

3 Comments

Published on 2007-01-09 17:57:14. 3166 views.
Tagged in:

Siteous & Share Printer Friendly Version Download as PDF

Disable Tiger's Dashboard

Dashboard adalah fitur baru yang ada pada OS X 10.4. Secara default, Dashboard akan aktif jika Anda menekan tombol F12 pada keyboard. Maka akan muncul berbagai widgets yang siap untuk dipakai.

Namun ternyata Dashboard ini memakan memori cukup besar. Bagi yang memakai Mac dengan memori pas-pas-an, Dashboard cukup membuat Mac menjadi lambat. Untuk yang tidak membutuhkan Dashboard, Anda dapat me-non-aktifkannya dengan beberapa langkah berikut:

Buka aplikasi Terminal.app, ketikkan perintah berikut, lalu tekan enter/return:

defaults write com.apple.dashboard mcx-disabled -boolean YES

Silakan restart Mac Anda untuk melihat perubahannya. Namun, Anda juga dapat menjalankan ulang Dock dengan mengetikkan perintah dibawah ini jika tidak ingin melakukan restart Mac untuk melihat hasilnya:

killall Dock

Maka Dashboard akan tidak aktif. Untuk mengaktifkannya kembali, ketikkan perintah berikut di Terminal:

defaults write com.apple.dashboard mcx-disabled -boolean NO

Dan untuk melihat hasilnya, silakan restart Mac Anda atau menjalankan ulang Dock dengan perintah killall Dock di Terminal.

1 Comments

Published on 2007-01-12 07:52:39. 7360 views.
Tagged in:

Siteous & Share Printer Friendly Version Download as PDF

Do Fun Go Mad!

Selasa (16/01) kemarin, Saya dan rekan-rekan dari lab CnC pergi ke Jakarta untuk menikmati liburan dan menghabiskan waktu seharian di Dufan. Saya, Dharu, Mel, Ika, Iqbal, Fuad, Primadi, Yasin, Acong, Rosita, Ike, Susi, dan Ayu pergi meninggalkan kota Bandung dengan dua mobil, Toyota Vios warna hitam punya Mel dan Daihatsu Xenia warna "telor asin" (special edition sekali bukan?) hasil rampokan/curian sewaan.

Sesampainya di Dufan, kita sebenarnya agak kecewa juga. Karena promo Dufan dan BNI Card Diskon 50% sudah kadaluarsa tanggal 14 Januari 2007. Padahal Saya telah menyiapkan saldo secukupnya di tabungan BNI untuk didebit. Ya sudah, kami tidak akan membiarkan hal itu merusak impian yang telah kami rajut dalam beberapa bulan terakhir. Setelah semuanya menitipkan uang kepada Dharu untuk ditukarkan dengan tiket masuk, tanpa banyak membuang-buang waktu tapi tetap banyak menghabiskan ruang kartu memori di ponsel dan kamera digital untuk berfoto-foto, kami langsung menuju pintu masuk. Hehehehe...

How High Are You?

Sebagai perkenalan, dipilihlah wahana Rumah Miring dan Rumah Kaca. Setelah familiar dengan lingkungan Dufan, dimulailah pemanasan di wahana Niagara. Cukup untuk meningkatkan detak jantung beberapa bpm (beat per minutes, hehehe), dan sedikit membasahkan pakaian. Untungnya saya berada di posisi paling belakang.

Mirror

Lalu dilanjutkan dengan permainan bump-boom-car (tulisan bum-bum-kar yang bener gimana sih?). Di wahana ini dimulailah kerusuhan oleh para villager (baca: ndeso) dengan kebrutalannya dalam mengendarai mobil yang menguji nyali.

Dufan Drift

Setelah cukup hot, maka dimulailah ajang uji nyali dengan awal yang salah: wahana kicir-kicir. Luar biasa, wahana ini sangat memacu adrenalin. Membuat darah ini mengalir lebih cepat dari ujung kaki ke ujung kepala. Apalagi saat tubuh kita diputar-putar di udara, membuat dada ini berdetak lebih kencang seperti genderang mau perang.

Prepare Yourself!

Setelah beristirahat sejenak, kami mulai antrian di wahana kora-kora. Wahana yang benar-benar menguji nyali ini cukup memuaskan. Apalagi dengan adanya kejadian lucu, ada cowok bergaya cukup gaul dan pastinya tidak ndeso (kata Tukul: villager), ternyata sangat ketakutan di wahana ini, secara dia duduk di sebelah kanan Susi (saya di sebelah kiri Susi) selama aksi wahana, dia hanya menutup mata dan memegangi tangan kanan Susi. Saya dan Susi hanya dapat tertawa puas di atas wahana melihat cowok itu ketakutan. Wakakakaka...

Dilanjutkan dengan wahana bianglala. Tidak menantang, cukup menghibur karena dapat melihat Dufan dari atas. Tapi berhubung saya memiliki rasa takut terhadap ketinggian, meyeramkan juga jika melihat ke bawah.

Bianglala

Bianglala

Setelah selesai di wahana bianglala, kami memutuskan untuk beristirahat dan mengisi perut di McD. Sepotong ayam goreng, satu porsi nasi putih, telur dadar, dan satu french fries large serta secangkir Nestea diisikan ke dalam perut untuk perbekalan. Rp. 29.000,- tidak sia-sia dikeluarkan, karena ternyata bahan-bahan makanan ini dapat menahan lapar hingga jam 12 malamnya!

Poci-Poci?

Seusai "recharging", kita melanjutkan dengan wahana yang santai terlebih dahulu : Perang Bintang! Dalam satu "pesawat" saya bersama dengan Fuad, Primadi, Acong dan Yasin. Yang ternyata kami sama-sama terobsesi untuk menjadi Power Rangers! karena jarak kami dengan peserta sebelum dan sesudahnya cukup jauh, jadi kami dapat bergaya sesuka hati selama bermain tanpa perlu malu terlihat oleh orang lain. Wahahahaha...

Menuju ke wahana Meteor Attack yang konon katanya kaya Mulan: "Ada efek 3D nya lagi....". Tapi ternyata antriannya bagaikan ular naga panjangnya bukan kepalang. Dan kami membatalkan secara aklamasi.

Arung Jeram menjadi wahana yang dipilih berikutnya. Antrian di wahana ini cukup panjang juga. Wahana ini adalah yang paling fun! benar-benar pengalaman yang menyenangkan! hanya saja, jalurnya dirasa cukup pendek. Dan kami membuat satu kesalahan, wahana ini bukan yang terakhir. Sehingga banyak yang menjadi korban "kebasahan". It's OK, saya sendiri cukup dapat menghindar dari air-air yang menyerang, secara saya menggunakan sepatu kets (tidak menggunakan sandal). Ya, tetap tidak bisa dihindari, semuanya aman, kecuali baju bagian belakang saya yang basah total! It's the risk, boy! Moral of the story: Jadikanlah arung jeram sebagai wahana terakhir yang dinaiki sebelum Anda pulang!

Antri Arung Jeram

Untuk mengeringkan pakaian yang basah dan meningkatkan kembali detak jantung dan adrenalin, langkah kaki kami dengan kompaknya menuju ke roller coaster, halilintar! Hampir dapat dipastikan, ini adalah wahana favorit. Antriannya cukup panjang. Diiringi musik background yang kebetulan sama dengan musik yang ada di film Final Destination 3, menambah kecepatan detak jantung dan kebimbangan hati. Setelah sekitar 30 menit, akhirnya kami tiba di atas roller coaster. Whooo hooo! The real acceleration experience! Mantaps! Really pump my adrenaline! Apalagi dengan adanya teriakan Ayu yang ketakutan di sebelah kanan saya. Hahahaha...

Roller Coaster

Ternyata roller-coaster hanya meningkatkan adrenalin tanpa mampu mengeringkan pakaian yang basah. Maka beralihlah ke wahana yang lebih potensial: ontang anting. Dengan putaran yang mirip dengan pengering mesin cuci (analogi apa pula ini?), maka pakaian lebih cepat kering seiring dengan semakin cepatnya putaran. Ya, seperti jemuran, wakakakaka... Walaupun bagi sebagian orang wahana ini cukup menyeramkan, ternyata kami hanya dapat tertawa puas di atas. Mungkin karena telah mengalami kicir-kicir, kora-kora, dan roller coaster sebelumnya.

Ontang Anting

Kembali ke wahana kicir-kicir. Ternyata banyak yang ketagihan di wahana ini. Saya sebenarnya ingin mencoba lagi, tapi ternyata panasnya Jakarta membuat kepala saya sedikit sakit. Jadi saya memutuskan untuk hanya menonton dari bawah sambil beristirahat. Ternyata teman-teman bermain di wahana ini (dalam shift ini) sampai tiga kali! Wah, benar-benar membuat iri, coba saja kalo kondisi saya masih fit...

Pinguin Goes to Dufan

Dan pada akhirnya kami memutuskan pulang karena matahari sudah mulai terbenam. Tetapi saat melewati wahana kora-kora adrenalin kami naik kembali, hingga diputuskan untuk naik sekali lagi. Wakakakaka, saat ini kami bisa tertawa puas di atas wahana, tanpa ada teriakan takut: hanya ada tawa canda dari villagest (baca: ndeso sekaliii....).

Pintu Keluar Dufan

Diputuskan untuk menikmati sunset di parkiran, karena waktu tidak mengizinkan untuk menikmati sunset di pantai. Hihihihi...

Pantai atau Parkiran?

Setelah maghrib, kami menuju ke sebuah monumen (saya lupa namanya apa), dan menikmati waktu di sana. Dengan aktifitas berfoto-foto tentunya!

Patriot Bangsa

Setelah puas, saatnya bertolak ke Bandung... via puncak! Walaupun ternyata mobil telor asin itu sempat terpisah jarak dan waktu karena salah keluar pintu tol, pada akhirnya kami bertemu lagi di Bogor untuk makan malam. Perhentian berikutnya, Mesjid Atta'awun, beristirahat dan beribadah di sana, dan dilanjutkan dengan the next menu: Jagung Bakar! Berhubung saya tidak suka dengan jagung, akhirnya saya memutuskan untuk tidur di mobil saja. Walaupun belum mengantuk, tapi dengan kegiatan yang luar biasa selama sehari ini, ada baiknya untuk mulai menyicil tidur.

Puncak

Setelah mereka selesai, saya dibangunkan untuk pindah mobil, lalu dimulailah perjalanan pulang. Tentunya saya kembali tidur. Sekitar jam 2 dini hari saya terbangun, ternyata Primadi mengambil alih kursi pengemudi dari Fuad, dan di sinilah mimpi buruk itu dimulai. Ternyata kepiawaian Primadi dalam mengemudikan mobil cukup diragukan, hingga akhirnya saya terpaksa mengajukan diri untuk menjadi malaikat pelindung navigator yang memandunya. Hingga sampai ke kampus kembali sekitar jam 4 subuh. Dan beberapa orang melanjutkan mimpinya di lab. Sedangkan saya langsung melanjutkan aktifitas download, sampai pagi menjelang dan melanjutkan perjalanan pulang ke rumah.

Mohon maaf, saat tulisan ini diturunkan, foto-foto belum diunduh dari kamera digital. Apalagi diunggah ke situs Flickr. Hehehehe...

Update 21 Januari 2007 : Foto-foto sudah dapat diakses melalui Flickr setelah diunduh dari kamera digital Mel yang baru dapat ditemui hari ini.

7 Comments

Published on 2007-01-18 10:14:42. 6321 views.
Tagged in:

Siteous & Share Printer Friendly Version Download as PDF

Goes to Ciwidey: Kawah Putih & Situ Patenggang

Rabu (24/01) kemarin saya bersama rekan-rekan sekelas kuliah memutuskan untuk pergi hang-out beramai-ramai dalam rangka mengisi agenda liburan semester. Dengan perencanaan yang spontan beberapa hari sebelumnya, bahkan hingga beberapa menit sebelum berangkat saja kami belum memutuskan tujuan perjalanan. Hingga ditentukan untuk memulai perjalanan ke daerah Ciwidey. Setelah terkumpul 6 motor dan 12 orang, hanya dengan bermodalkan cinta niat kami berangkat dari STT Square.

STT Telkom Square

Dengan memanfaatkan 6 ekor motor tadi, saya, Mel, Enno, Astri, Andhika, Nyoman, Ike, Efi, Firman, Ahmed, Kisowo, dan Furqon meluncur ke Ciwidey sekitar jam 10 siang. Dengan melewati jalan terjal berliku, dua kali razia dari kepolisian, dan beberapa pasar yang penuh dengan angkot dan kemacetan, serta lapisan tipis hujan gerimis, akhirnya kami sampai juga di gerbang Kawah Putih.

On the Road

Dan dimulailah pendakian yang penuh dengan darah dan air mata. Secara tanjakannya yang sangat curam, dilengkapi dengan udara khas pegunungan: dingin dan kadar oksigen rendah, yang membuat motor-motor semakin tidak berdaya. Bahkan kami sempat dengan terpaksanya mendorong motor agar dapat menanjak naik inci demi inci.

Lost the Power

Hingga akhirnya sampai di kawah, dan HERE WE GO! PHOTO SESSION!. Dan ternyata Ridho, Dadang, dan Erry, turut serta menyusul kami, sehingga jumlah pasukan berani mati bertambah menjadi 15 orang. Walaupun pada perjalanan tadi kabut sudah mulai turun, untungnya saat kami sudah berada di kawah tidak ada kabut maupun hujan.

Classmates

Setelah selesai sesi pemotretan, kami pun kembali turun. Bisa Anda bayangkan jika curamnya jalan hingga sulit ditanjaki, bagaimana dengan turunnya? Ya! Saya menggunakan posisi perseneling netral dan mematikan mesin, sehingga motor melaju hanya dengan energi potensial dan gaya gravitasi. Ternyata tidak jauh berbeda dengan naik roller-coaster, yang dapat diindikasikan oleh teriakan Mel yang kebetulan saya boncengi. Hingga menghasilkan tamparan yang tentunya tidak mesra pada helm yang saya kenakan. Hahahahaha...

Hati Hati!

Setelah berada di gerbang masuk Kawah Putih, kami memutuskan untuk beristirahat dan beribadah sebentar. Beberapa orang tampak membeli strawberry baik untuk dikonsumsi langsung maupun untuk dibawa pulang. Seusai istirahat, maka diputuskan untuk melanjutkan perjalanan ke Situ Patenggang! Dengan bensin yang sudah mulai menipis karena tanjakan yang banyak memeras bahan bakar, kami pun melaju menembus dinginnya udara dan hujan yang menyertai. Jalan aspal terjal berliku kembali mengiringi perjalanan, dihiasi oleh kebun teh yang ada di sisi jalan.

Kebun Teh

Hingga akhirnya sampai juga di Situ Patenggang, yang ternyata selama perjalanan banyak terjadi hambatan karena saling terpisah, baik karena hambatan kendaraan atau pengendara maupun karena beberapa orang yang dengan sengaja tanpa ada rasa dosa berhenti di jalan hanya untuk melakukan photo session! Ya, kapan lagi bisa menikmati masa-masa seperti ini kalau bukan di saat liburan seperti ini. Aktifitas di Situ Patenggang tidak jauh-jauh dari yang sebelumnya, photo session dengan pose andalan: di atas batu cadas.

TE-27-05 on the Rocks!

Hingga akhirnya hari sudah cukup sore, kami memutuskan untuk kembali pulang. Dengan dimulainya hujan gerimis tebal yang mengiringi kepulangan, serta Mel yang sempat membeli gorengan sebagai bekal teman selama perjalanan. Makan sambil mengendarai motor? Mel yang lagi-lagi panik. Tenang Mel, kamu dikendarai diboncengi oleh pengendara profesional. Sempat singgah di mesjid untuk beribadah dan beristirahat, sambil menunggu hujan reda, atau setidaknya lebih tipis. Lalu melanjutkan perjalanan pulang lagi.

Perjalanan dilanjutkan dengan pemberhentian di salah satu tempat makan di Soreang. Tampak para peserta sudah sangat lelah, kedinginan, serta kelaparan. Hal ini dapat dipastikan dengan laku kerasnya "order bakul nasi" oleh peserta selama makan. Sering matahari mulai semakin hilang, kami langsung pulang ke kampus kembali. Setelah berkumpul kembali di tempat yang sama sebelum keberangkatan, maka ditutuplah acara jalan-jalan kali ini dengan kata-kata mutiara : "jalan jalan berikutnya: februari 2007 setelah sidang". Tentunya masih banyak peserta yang belum mengikuti sidang, termasuk saya sendiri.

Foto-foto langsung diunduh dari kamera digital Mel, serta sudah diunggah ke situs flickr. Namun ada juga foto yang berasal dari kamera digital Erry. Berhubung sampai saat tulisan ini diturunkan saya belum ada bertemu dengan beliau, sehingga foto dari kamera digital beliau belum saya unduh, apalagi saya unggah.

Photobucket - Video and Image Hosting

9 Comments

Published on 2007-01-26 20:53:49. 12742 views.
Tagged in:

Siteous & Share Printer Friendly Version Download as PDF

Ads

Archive

2004SeptemberOktoberNovemberDesember

2005JanuariFebruariMaretAprilMeiJuniJuliAgustusSeptemberOktoberNovemberDesember

2006JanuariFebruariMaretAprilMeiJuniJuliAgustusSeptemberOktoberNovemberDesember

2007JanuariFebruariMaretAprilMeiJuniJuliAgustusSeptemberOktoberNovemberDesember

2008JanuariFebruariMaretAprilMeiJuniJuliAgustusSeptemberOktoberNovemberDesember

2009JanuariFebruariMaretAprilMeiJuniJuliAgustusSeptemberOktoberNovemberDesember

2010JanuariFebruariMaretAprilMeiJuniJuliAgustusSeptemberOktoberNovemberDesember

2011JanuariFebruariMaretAprilMeiJuniJuliAgustusSeptemberOktoberNovemberDesember

2012JanuariFebruariMaretAprilMeiJuniJuliAgustusSeptemberOktoberNovemberDesember

2013JanuariFebruariMaretAprilMei

2004 - 2013Full Archive

© 2003 - 2013, Adham Somantrie. Bandung and Jakarta, Indonesia.
Built with Bootstrap. Made on Mac.