Are you currently viewing from mobile device? Switch to mobile version!

Adham Somantrie

Digital media communications. MBA student. Techie. Founder of siteo.us. Editor for MakeMac. And also a runner.

hi@adha.ms adhams @adhams @adham adhams Adham Somantrie Adham Somantrie

Shoplist

Notebook Sleeve/Bag
Ya. Demi keselamatan MacBook dari segala godaan dan rintangan yang menghadang, juga untuk menjaga kemulusan kulitnya, MacBook tidak perlu luluran atau lotion. Cukup lindungi dengan sleeve atau tas yang baik. Mumpung masih baru, jadi segera dilindungi, gitu. Udah pesen sih ama Mas Iwan, sleeve merk Targus buat MacBook 13.3 inch seharga Rp. 200.000,- plus ongkos kirim secukupnya.

1 GB DDR2 SDRAM SO-DIMM
Setelah digunakan selama beberapa minggu, performa MacBook cukup menyenangkan. Intel Core Duo benar-benar bertenaga. Namun untuk beberapa aplikasi "berat", sepertinya masih kewalahan untuk RAM 512MB ini. Saya sendiri adalah orang yang tidak terlalu mementingkan kecepatan dan kekuatan prosesor, namun lebih mementingkan kapasitas RAM. Apalagi aplikasi "berat" seperti Adobe Photoshop, Adobe Illustrator, Macromedia Dreamweaver dan Microsoft Office suite, selain terkenal rakus memori juga masih tersedia dalam versi PowerPC, belum ada versi Universal Binary-nya. Sehingga untuk menjalankannya di mesin Mac-Intel diperlukan emulasi (atau interpretasi) oleh Rosetta. Dimana proses ini memakan lebih banyak resource dan haus akan memori. Apalagi untuk menjalankan Parallels Desktop. Diperlukan minimal 512MB, sedangkan rekomendasinya adalah minimal 1GB. Katanya harganya sekitar USD 125, tampaknya ini perlu ditunda. Selain masih bisa bertahan dengan kondisi sekarang, harganya cukup memberatkan. * Kan tabungan udah abis buat beli MacBooknya.

Sepatu
Sungguh kasihan Adidas Tuscany saya. Sudah sekian lama menjadi single fighter. Tak pernah terbayangkan seandainya saja sepatu itu basah dan tidak dapat digunakan untuk kuliah. Kuliah pake sendal jepit dong? yah, mau gimana lagi. Terpaksa tidak kuliah (padahal sebenarnya emang malas kuliah). Jadi sepertinya cukup layak dipertimbangkan untuk membeli sepasang sepatu sebagai stunt-man. Yah, yang murah meriah aja. Budget maksimal Rp. 200.000,- * Tolong jangan rekomendasikan Nike Plus (Nike + iPod)!

Tas backpack
Memang tas saya hanya ada satu. Itu digunakan untuk segala aktifitas sehari-hari (kecuali buat mudik, kalo mudik biasanya pake tas jinjing hadiah seminar Microsoft .NET). Tas itu pun sebenarnya adalah tas yang dulu saya pakai sewaktu SMA yang kemudian saya wariskan ke adik saya setelah saya lulus SMA. Tiga tahun kemudian, adik saya pun lulus SMP dan tas itu di anti-wariskan kembali kepada saya. Hahahaha.... memang sudah saatnya membeli tas baru. Rencananya saya ingin memesan tas custom. Ada yang tau tempatnya di Bandung?

Celana Jeans
Berhubung celana jeans saya hanya ada satu. Seperti pada kasus sepatu diatas, ada baiknya dipertimbangkan untuk menambah perbendaharaan celana saya dengan satu buah celana jeans lagi. Indah juga sering komplain untuk "celana-jeans-yang-itu-itu-saja".

Jaket
Setelah cukup gagal membahagiakan Indah dengan menambah koleksi jaket dengan warna yang salah. Juga karena ternyata jaket yang layak pakai tinggal satu jaket itu saja - jaket forumponsel.com udah mulai luntur warnanya, sehingga tidak cukup direkomendasikan untuk dipakai. Ada baiknya juga dipertimbangkan satu jaket lagi sebagai substitusinya. Yang pasti tidak warna hitam lagi!

Mini-DVI Connector
Seperti yang telah saya ceritakan sebelumnya, sepertinya saya butuh konektor untuk menghubungkan MacBook dengan display external ataupun digital projector. Namun dalam waktu dekat sepertinya tidak ada jadwal untuk melakukan presentasi. Jadi masih bisa ditunda, tapi tetap mesti dibeli. Harganya sekitar USD 25.

Siemens S65
Seiring dengan perkembangan teknologi dan revolusi dalam komputasi saya sehari-hari, sepertinya untuk urusan ponsel juga perlu disesuaikan. Kalau biasanya saya mensinkronkan kalender, notes, dan task dari komputer desktop Athlon64 saya ke Siemens CX65 dengan menggunakan kabel data koneksi serial port. Sekarang hal itu tidak dapat dilakukan dengan MacBook, dimana Apple telah membuang jauh legacy ports seperti serial port. Apple memberikan iSync untuk sinkronisasi antara Mac dengan ponsel via Bluetooth. Maka dari itu, sepertinya upgrade ponsel dari Siemens CX65 ke Siemens S65 cukup dapat dipertimbangkan. Budget yang diperkirakan sekitar Rp. 200.000,- sampai Rp. 400.000,-

Speaker JBL Creature II
Wah, kalo ini sih benar-benar iseng. Alasannya cuma satu, untuk menggantikan speaker Creative Inspire 2500 yang berwarna hitam dengan speaker JBL baru yang berwarna putih agar serasi dengan MacBook putih. Hahahaha... terlalu berlebihan. Ini bukan rencana, tapi sekedar cita-cita. Secara harganya Rp 850.000,- . Is it worth for a speakers? Mungkin, jika saya punya banyak "sisa tabungan". Tapi sepertinya kalaupun ada sisa tabungan sebanyak itu, masih banyak barang yang lebih "penting untuk dibeli".

Setelah di-data seluruh kebutuhan saya, ternyata cukup banyak (sebenarnya tidak banyak, tapi nominal harganya cukup memusingkan). Kenapa bisa banyak? disamping karena kebutuhan komputasi yang berubah (Mini-DVI, Sleeve, Siemens S65, RAM, etc), ternyata kebutuhan non-komputasi saya juga banyak yang belum terpenuhi. Sepertinya beberapa tahun terakhir saya jarang menyisihkan uang untuk kebutuhan non-komputasi. Pastinya, menabung untuk MacBook. Dan sekarang saatnya untuk memenuhi kebutuhan itu setelah sekian lama tertunda.

Untuk itu, mari kita buat prioritas. Mana yang lebih penting? Mana yang harus didahulukan? Harus seberapa banyak lagi menabung? Ya, semua itu tidak mungkin terbeli dalam satu bulan! Kalau satu tahun? Masuk akal! Mudah-mudahan dengan adanya event "back to school" akan ada banyak diskon. Jangan sampai harus menjual iPod Nano deh... Atau mungkin ada yang mau menyantuni atau sekedar menyumbang? Silakan hubungi saya untuk nomor rekening bank terkait. Hehehehe... maunya...

19 Comments

Published on 2006-07-13 00:22:31. 3031 views.
Tagged in:

Siteous & Share Printer Friendly Version Download as PDF

Argo Wilis?

Untuk perjalanan menuju Jogjakarta, biasanya saya selalu menggunakan sarana transportasi umum, tepatnya kereta api. Pada perjalanan beberapa hari yang lalu, saya juga menggunakan jasa transportasi kereta api, baik dari Bandung menuju Jogja, dan juga sebaliknya.

Dalam memilih kereta, faktor yang pertama diperhatikan adalah waktu keberangkatan dan waktu perjalanan. Saya lebih memilih untuk perjalanan siang, sehingga pilihan yang ada adalah Argo Wilis dan Lodaya Pagi. Argo Wilis berangkat pada pukul 07.00 WIB. Sedangkan Lodaya Pagi berangkat pukul 07.30. Ini untuk keberangkatan dari Bandung menuju Jogja.

Faktor kedua adalah, kenyamanan. Pada kereta Argo Wilis hanya terdapat kelas Eksekutif seharga Rp. 155.000,00. Sedangkan pada kereta Lodaya Pagi terdapat kelas Bisnis seharga Rp. 90.000,00 dan kelas Eksekutif seharga Rp. 150.000,00. Karena faktor cuaca dan suhu, saya tidak akan memilih kelas bisnis. Sehubungan dengan pengalaman saya naik kereta Lodaya Pagi dengan tiket berdiri. Saya tidak terlalu bermasalah dengan kondisi tiket berdiri, yang mana saya duduk di lantai pada sambungan antar gerbong. Ya, hidup memang keras, saya tau itu. Yang tidak bisa saya terima adalah suhu. Secara kelas bisnis tidak dilengkapi degan penyejuk udara, dan saat memasuki daerah Jawa Tengah suhu meningkat tajam diiringi dengan matahari yang semakin perkasa di angkasa.

Oke, pilihan tinggal Argo Wilis dan Lodaya Pagi, masing-masing dengan kelas eksekutifnya. Dengan harga Argo Wilis yang lebih mahal Rp. 5000,00. Hingga pada akhirnya saya memilih Argo Wilis karena beberapa alasan. Alasan pertama, nama "Argo" seolah menjadi jaminan kualitas terbaik pelayanan kereta api (Anda harusnya mengerti kata-kata "terbaik" dalam kondisi perkeretaapian di Indonesia raya). Alasan lainnya adalah, biasanya kereta Argo lebih cepat sampai.

Tapi apa yang terjadi? Pada saat perjalanan Bandung-Jogja, kereta sempat terhenti hingga sekitar satu jam di stasiun Kutoarjo. Kalau tidak salah, ada masalah teknis yang menyebabkan hal itu terjadi. Jika biasanya kereta sampai di jogja pada pukul 13.15, saya sampai di Jogja beberapa menit sebelum pukul tiga sore.

Dan (sialnya?), pada perjalanan pulang dari Jogja ke Bandung, saya memilih kereta Argo Wilis (lagi) dengan pertimbangan yang sama. Perjalanan terlihat lancar. Kereta telah sampai di stasiun Kiaracondong pada pukul enam sore kurang. Namun, kejadian terulang pada stasium Cikudapateuh, kereta terhenti hampir satu jam lamanya. Tanpa ada informasi dari pihak penyelenggara angkutan. Cukup? belum! setelah menunggu, kereta akhirnya berjalan kembali. Saat kereta melintasi jembatan kereta api di atas bundaran Jalan Perintis Kemerdekaan, kereta kembali berhenti tanpa alasan yang jelas untuk waktu yang cukup lama. Ada apa ini? padahal stasiun Bandung Kota sudah di depan mata!

Apakah prefix "Argo" yang selama ini menjadi jaminan premium untuk jasa angkutan tidak dapat dipercaya lagi? Sudah tidak ada lagi kereta yang dapat diandalkan! Sepertinya lain kali lebih baik saya pergi ke Jogjakarta dengan menggunakan Yamaha Jupiter Z.

15 Comments

Published on 2006-07-22 12:01:00. 3967 views.
Tagged in:

Siteous & Share Printer Friendly Version Download as PDF

Review: MacBook 1.83 White (MA254LL/A)

Dilengkapi dengan 1.83GHz Intel Core Duo (2MB L2 cache, 667MHz system bus), komputer ini cukup powerfull untuk digunakan. Mungkin karena adanya teknologi SpeedStep pada prosesor Intel umumnya, komputer ini sedikit lebih lambat jika berjalan dengan daya dari baterai (tanpa ada daya dari AC adapter). Ini terlihat sewaktu saya melakukan benchmark menggunakan SiSoft Sandra diatas Microsoft Windows XP dengan bantuan Parallels Desktop. Hasil yang didapat sewaktu benchmark menggunakan daya baterai lebih rendah dibandingkan dengan hasil yang didapat sewaktu benchmark menggunakan AC adapter.

Sementara untuk hasil benchmarknya, prosesor ini (Intel T2400) tercatat lebih cepat dari data referensi untuk prosesor yang sama. Benarkan rumor yang mengatakan Windows XP di Mac lebih cepat daripada di PC itu sendiri? Silakan Anda coba sendiri, karena tidak terpikir oleh saya untuk menggunakan Windows di mesin ini.

Karena telah menggunakan arsitektur Intel x86, maka mesin ini juga dapat menjalankan aplikasi bahkan sistem operasi untuk asitektur tersebut, seperti Windows XP, Linux, FreeBSD misalnya. Saya sendiri telah membuktikannya dengan menginstall Windows XP dan FreeBSD 6.1 x86 pada mesin ini dengan Parallels Desktop.

Namun bagaimana dengan Mac OS X itu sendiri yang selama ini berjalan diatas arsitektur PowerPC? Apple telah mengembangkan teknologi Universal Binary. Dimana aplikasi dapat dijalankan baik dalam arsitektur PowerPC maupun Intel x86. Terus, bagaimana dengan aplikasi lama, yang belum menggunakan teknologi Universal Binary? Apple menjawabnya dengan Rosetta. Rosetta adalah semacam emulasi untuk menjalankan aplikasi PowerPC pada arsitektur Intel x86. Seperti yang kita ketahui pada emulasi, selalu ada translasi atau interpretasi (atau singkatnya, penterjemahan) dari instruksi asli agar dapat dimengerti oleh mesin yang berbeda. Efeknya? Aplikasi akan berjalan lebih lambat. Ya, Intel Core Duo menjadi tidak berdaya dengan aplikasi PowerPC. Tapi apa daya, Microsoft Office, Adobe Creative Suite, dan Macromedia Studio (aplikasi yang sering saya gunakan) masih belum tersedia versi Universal Binary-nya. Ada yang bilang, masalah ini dapat diatasi dengan upgrade RAM.

Bagaimana dengan panas? waw! Intel Core Duo ini cukup panas, mungkin bisa mencapai lebih dari 80 derajad celcius. 80? sementara Athlon64 desktop saya saja hanya mencapai 25 derajad celcius, maksimal! Ini lah yang tidak saya sukai dengan Intel. Sedikit patah hati ketika Apple memilih Intel daripada AMD.

* Update 7 Agustus 2006: Screenshot CoreDuoTemp.
CoreDuoTemp

RAM, default-nya disediakan 512MB, yang terdiri dari 2 keping SO-DIMM DDR2-SDRAM PC-5300 yang masing-masing berkapasitas 256MB. Sementara kapasitas maksimum yang dapat digunakan adalah 2GB (2x 1GB) dengan total slot yang tersedia adalah dua slot. Memori 512MB ini cukup memadai untuk penggunaan komputasi normal. Namun untuk penggunaan komputasi tinggi, penggunaan banyak aplikasi PowerPC (non Universal), ataupun penggunaan aplikasi kelas berat, disarankan untuk meng-upgrade RAM.

Saran saya, jika Anda tidak dapat meng-upgrade RAM hingga maksimal (2x 1GB), sebaiknya hindari untuk membeli sekeping 512MB, karena Anda hanya akan mendapat tambahan 256MB saja. Ingat, slot yang tersedia hanya 2 slot, dan slot itu masing-masing sudah terisi 256MB. Sebaiknya Anda langsung membeli sekeping 1GB, sehingga total memori menjadi 1.280MB. Dimana jika Anda dikemudian hari ingin meng-upgrade (lagi), tinggal membeli 1GB lagi, dan memori Anda menjadi maksimal. Lebih tidak disarankan lagi untuk membeli 2x 512MB untuk mendapat 1GB, karena Anda terpaksa menjual kembali kepingan-kepingan ini jika ingin upgrade lagi di kemudian hari. Tapi saya tidak tau, apakah komputer ini mengaplikasikan teknologi Dual-Channel atau tidak. Jika ya, maka Anda harus menyamakan kapasitas memori tiap channel/slot untuk dapat menggunakan teknologi Dual-Channel ini.

Optical Drive. Pada MacBook varian ini, hanya dilengkapi dengan Combo Drive (DVD-ROM/CD-RW). Tipe yang digunakan adalah slot-in atau slot-loading seperti yang umum digunakan pada notebook keluaran Apple lainnya. Drive ini terletak di sebelah kanan (tangan pengguna).

Hard Drive. MacBook ini menggunakan satu harddisk yang diklaim berkapasitas 60GB. Dengan spesifikasi Serial ATA 2 5400-rpm.

Grafik. Menggunakan Intel GMA 950 graphic processor. Dimana memori yang digunakan oleh graphic processor ini mengambil dari memori utama (sistem shared). Sehingga mengurangi jumlah memori utama yang dapat digunakan. Display yang digunakan berukuran 13 inch widescreen dengan resolusi1280 x 800 pixel. Anda dapat menghubungan dengan display eksternal(baik DVI, VGA, atau AV) atau digital projector melalui port Mini-DVI, tentunya dengan converter yang sesuai.

Ports. Seperti biasa, Apple sudah membuang legacy ports, bahkan tidak ada lagi port RJ-11 (modem) pada perangkat ini. Port berada di sisi kiri (tangan pengguna). Tersedia 1x Ethernet, 1x Mini-DVI, 1x FireWire 400, 2x USB 2.0, digital audio port, dan line-out/speaker port. Ethernet yang ada di perangkat ini sudah mendukung Gigabit LAN (1000Base-T).

Sementara untuk konektifitas nirkabel, seperti biasa, perangkat ini sudah dilengkapi dengan AirPort Extreme Wi-Fi (802.11g). Selain AirPort, juga ada built-in Bluetooth 2.0 module. sehingga benar-benar memberikan totalitas dalam konektifitas. Sebenarnya juga terdapat IrDA receiver pada perangkat ini, namun penggunaannya terbatas hanya untuk Apple Remote, tidak dapat digunakan untuk pertukaran data dengan perangkat lain.

Apple Remote. Komputer ini juga dilengkapi dengan sebuah remote yang mirip dengan iPod Shuffle. Remote ini dioptimalkan untuk penggunaan Front Row, namun dapat juga digunakan dalam aplikasi desktop seperti pada presentasi yang menggunakan Keynote. Anda juga dapat menekan tombol play pada remote selama beberapa detik untuk membuat komputer menjadi "sleep".

Baterai. Selama beberapa minggu penggunaan, Saya dapat menggunakan Mac ini selama lebih dari tiga jam, bahkan hampir 4 jam (mungkin rata-rata 3:40) dengan menggantungkan diri kepada baterainya. Penggunaan ini tanpa menggunakan perangkat USB (misalnya mouse optik USB), koneksi jaringan menggunakan built-in Ethernet, AirPort dan Bluetooth dalam kondisi tidak aktif, serta optical drive dalam kondisi kosong. Namun dalam suatu waktu, Saya mengaktifkan AirPort dan tidak menggunakan Ethernet (dengan catatan: sinyal Wi-Fi sangat kuat karena access point dan MacBook dalam jarak dekat), Saya dapat mengandalkan baterai selama tiga setengah jam. Pada baterai, juga terdapat indikator power-meter, yang dapat kita gunakan untuk mengetahui kapasitas baterai tanpa harus menghidupkan komputer.

Discoloration? wajar. Untuk penggunaan yang termasuk jorok dan kurang perawatan, wajar jika semua perangkat yang berwarna putih akan berubah warna. Saya sendiri lebih menyukai menggunakan mouse Microsoft saya daripada harus mengotori trackpad. Disamping Saya selalu membersihkan Mac saya dengan tissue secara berkala, penggunaan mouse dapat membantu efektifitas kerja, karena setiap kita bekerja menggunakan keyboard, trackpad akan tidak aktif. Sehingga, cukup mengganggu jika harus menunggu delay sekitar satu detik jika ingin berpindah dari keyboard ke trackpad. Selain itu, dengan mouse kita memiliki banyak tombol, cukup membantu untuk klik kanan dan penggunaan Expose.

Mighty Mouse keren juga, jadi pengen punya... Ada yang mau nyumbang?

(29 Juli 2006) update dengan gambar :

Apple MacBook MacBook Ports MacBook - Windows XP Boot MacBook Running WIndows XP MacBook Size Comparison

Gambar selengkapnya ada di sini: Flickr Photoset. Sorry nih kalo gambarnya jelek, soalnya gak pake kamera digital, tapi pake ponsel Nokia TTM.

22 Comments

Published on 2006-07-28 02:06:06. 4056 views.
Tagged in:

Siteous & Share Printer Friendly Version Download as PDF

Ads

Archive

2004SeptemberOktoberNovemberDesember

2005JanuariFebruariMaretAprilMeiJuniJuliAgustusSeptemberOktoberNovemberDesember

2006JanuariFebruariMaretAprilMeiJuniJuliAgustusSeptemberOktoberNovemberDesember

2007JanuariFebruariMaretAprilMeiJuniJuliAgustusSeptemberOktoberNovemberDesember

2008JanuariFebruariMaretAprilMeiJuniJuliAgustusSeptemberOktoberNovemberDesember

2009JanuariFebruariMaretAprilMeiJuniJuliAgustusSeptemberOktoberNovemberDesember

2010JanuariFebruariMaretAprilMeiJuniJuliAgustusSeptemberOktoberNovemberDesember

2011JanuariFebruariMaretAprilMeiJuniJuliAgustusSeptemberOktoberNovemberDesember

2012JanuariFebruariMaretAprilMeiJuniJuliAgustusSeptemberOktoberNovemberDesember

2013JanuariFebruariMaretAprilMei

2004 - 2013Full Archive

© 2003 - 2013, Adham Somantrie. Bandung and Jakarta, Indonesia.
Built with Bootstrap. Made on Mac.