Adham Somantrie

Adham Somantrie

I'm Powered by FreeBSD!

Posted on 2006-05-09 15:38:53. 1485 views.
Setelah beberapa lama belajar linux, akhirnya tiba saatnya untuk migrasi. Selama hidup, mulai dari masa SMP mencoba install Red Hat 6.0 yang walaupun sukses umurnya cuma beberapa hari, karena belum mengerti linux dan masih sangat ketergantungan Windows (ditambah dengan kurangnya space harddisk, karena waktu itu masih pake Seagate 1GB).

Setelah sekian lama vakum (baca: kapok) dari dunia linux, akhirnya kembali mencoba linux. Distro yang menjadi pilihan kali ini adalah Fedora Core 2 yang juga merupakan versi gratis (community) dari Red Hat Linux. Dan ternyata cukup betah walaupun cuma sesekali dipakai. Dilanjutkan dengan upgrade ke Fedora Core 4, hingga beberapa waktu yang lalu berakhir ke Fedora Core 5.

Setelah beberapa waktu, ternyata di lingkungan Students STT Telkom cuma saya yang menggunakan distro ini. Jadi kurang rame juga nih. Ditambah dengan adanya berita bahwa Fedora Project akan dilepas sehingga tidak disponsori oleh Red Hat lagi, juga dengan beberapa review bahwa Mbak Dora (Mbak Fedora, red) ini selain boros resource juga kurang stabil. Maka timbul wacana untuk beralih ke distro lain.

Setelah sempat tertarik dengan SUSE Linux sewaktu praktikum Jaringan komputer di lab CnC, akhirnya diputuskan untuk nekat pindah ke BSD UNIX. Rencananya sih mau nekat pake FreeBSD untuk desktop, tapi setelah berbincang-bincang dengan Riko ternyata susah sekali menggunakan / mengkonfigurasikan FreeBSD untuk desktop. Hingga akhirnya bertemu dengan PC-BSD.

Alasan yang membuat saya memilih PC-BSD adalah dengan adanya PBI (PC-BSD Installer), yang mirip dengan RPM (Redhat Package Manager) yang memudahkan dalam proses instalasi software pada PC-BSD. Disamping bahwa PC-BSD ini berbasiskan freeBSD seperti layaknya DesktopBSD. Hanya sayangnya PC-BSD belum ada varian untuk x86 64-bit, sehingga Athlon64 saya tidak dapat dioptimalkan penggunaannya.

Instalasi PC-BSD ini sangat gampang jika dibandingkan dengan instalasi Fedora Core (padahal instalasi Fedora Core adalah sangat gampang). Kita hanya perlu menyiapkan partisi (saya menyiapkan sekitar 4GB) sebelum instalasi. Sewaktu instalasi, kita hanya perlu memilih partisi, setup password untuk root dan membuat account user. Dan selesai!

Instalasi PC-BSD

Posted on 2006-05-13 14:29:00. 2377 views.
Untuk instalasi, tentunya kita mesti punya CD instalasinya. Instalasinya bisa di dapat di situs PC-BSD jika kita tidak mau membeli atau meminjam CD nya. Selain versi CD, juga ada versi VMware Image yang dapat dijalankan dengan VMware Player diatas Windows atau Linux.

Yang akan dibahas di sini adalah instalasi melalui CD. Jika telah selesai mendownload image dan burn ke CD, membeli, atau meminjam, atau bahkan mencuri (sangat tidak disarankan) CD PC-BSD. Kita dapat memulainya sekarang. Jika ingin Dual-Boot dengan Windows (atau Triple Boot dengan Linux, atau bahkan lebih dari 3). Sebelumnya kita harus mempersiapkan pastisi untuk PC-BSD tersebut. Buatlah sebuah partisi Primary, misalnya dengan Partition Magic jika ingin mempartisi harddisk dengan Windows. Yang perlu diingat, sistem BSD tidak memerlukan partisi khusus untuk swap seperti pada Linux, karena sistem BSD mengalokasikan swap-nya pada partisinya sendiri. Dan satu lagi, sistem BSD tidak dapat diletakkan pada partisi Logical, hanya pada Primary.

Sekarang kita dapat memulai instalasi dengan booting menggunakan CD instalasi. Setelah proses boot berhasil dan menampilkan menu boot, tekan tombol Enter untuk memulai instalasi secara grafis.

Pertama kali, silakan pilih bahasa dan layout keyboard, saya menggunakan bahasa dan layout default. Tekan tombol "Start Installation" untuk memproses. Lalu akan muncul welcome message, tekan tombol "Next" untuk melanjutkan.

Instalasi akan menunjukkan harddisk yang terpasang pada komputer Anda. Silakan pilih partisi yang akan digunakan untuk PC-BSD. Jika Anda ingin menggunakan seluruh harddisk untuk PC-BSD, aktifkan option box "Use entire disk for UNIX". Tekan "Next" untuk melanjutkan. Lalu akan muncul peringatan untuk penghapusan data pada partisi yang dipilih, silakan konfirmasi jika Anda telah yakin.

Layar berikutnya akan menanyakan perihal Boot Loader. Anda dapat memilih, apakah ingin menginstal Boot Loader atau tidak.

Proses penyalinan berkas dilakukan.

Setelah selesai, Anda akan diminta untuk mengeset password untuk account "root", dan membuat account "user biasa". Silakan masukkan username, nama lengkap, dan password untuk "user biasa" tersebut. Jika Anda tidak ingin memasukkan username dan password pada setiap memulai PC-BSD, Anda dapat mengaktifkan option box "Auto-login User". Namun jika komputer Anda digunakan oleh banyak orang, ada baiknya tidak mengaktifkan pilihan ini.

Tekan tombol "Next" untuk melanjutkan. Instalasi akan mengatur account pada sistem. Lalu Anda akan mendapat pesan bahwa instalasi sudah selesai. Klik tombol "Finish" untuk reboot. Jangan lupa untuk mengeluarkan CD instalasi dari drive, untuk mencegah boot dari CD/DVD drive dan dapat boot dari harddisk yang telah terinstal PC-BSD.

Panduan instalasi resmi dapat diakses di situs resmi PC-BSD

Jendelaku Pecah

Posted on 2006-05-20 14:13:34. 1541 views.
Setelah lama menganggur, akhirnya Sempron 2200+ ditukar dengan Maxtor 20GB. Hingga akhirnya para penjajah UNIX (PC PSD dan Fedora Core 5) dapat diusir dari tanah suci Windows. Dan akhirnya FreeBSD berhasil mengibarkan bendera kemenangannya di tanah sucinya yang baru.

Pertimbangan ketidakstabilan dan keterlalugampangan PC-BSD, membuatku nekat pindah ke FreeBSD (apalagi dengan adanya dedicated harddisk sebagai tanah suci untuk BSD). Instalasi FreeBSD berjalan lancar dengan tuntunan dari buku FreeBSD Pak Onno dan dokumentasi resmi FreeBSD, akhirnya FreeBSD punyaku dapat digunakan sebagai desktop.

OK. FreeBSD udah beres. Mari pindah ke Windows sejenak. Gak tau sejak kapan mulai terjadi, ternyata Windowsku bermasalah! Padahal Windowsku belum pernah diinstal ulang sejak dari pertama kali beli komputer (udah terlanjur sayang), jadi males ngistal ulang. Masalahnya, Windowsku gak bisa mount USB Flash Disk, kalo sekedar "detect" sih mau. Ada yang salah? gak tau! soalnya di FreeBSD tidak ada masalah dengan USB flashdisk, tinggal mount aja /dev/da0s1 ke /mnt/flashdisk/ beres deh!

Ada yang pernah mengalami kasus seperti ini? Kalo sekarang sih lagi banyak tugas kuliah. Mungkin minggu depan terpaksa instal ulang Windows untuk pertama kalinya. Yah... jendelaku... riwayatmu kini...

The Da Vinci Code

Posted on 2006-05-23 18:56:49. 1431 views.
Senin kemarin (22/05), rame-rame nonton The Da Vinci Code di BSM. Saya sendiri ditemani Indah seperti biasa, juga ada Kak Puri, Teguh, Guntur, Shindy, Widi dan Ani. Serta segerombolan teman sekelas, Andhika, Mel, Firman, dan Yenni. Cukuplah 12 orang untuk turut serta meramaikan Studio 2 BSM 21.

Filmnya sendiri berdurasi sekitar 2 jam 30 menit. Namun rasanya waktu selama itu masih kurang untuk memvisualisasikan novel karya Dan Brown itu. Untuk ceritanya sendiri kurang lebih sama dengan novelnya, hanya saja lebih sederhana. Mungkin untuk memperpendek durasi (yang ternyata, setelah disederhanakan masih saja 2 jam 30 menit).

Yup, ini merupakan cerita fiktif yang berawal dari pembunuhan seorang kurator pada museum nasional Perancis. Yang melibatkan Robert Landon (Tom Hanks) dan Sophie Neveu (Audrey Tautou) sebagai pemeran utama. Cerita ini banyak melibatkan karya-karya nyata di dalam ceritanya, seperti lukisan Monalisa dan Madonna of the Rocks karya Leonardo Da Vinci. Film ini mengisahkan tentang misteri terbunuhnya kurator tersebut. Walaupun ternyata puzzle yang ada di dalam film tersebut tidak seberat pada novelnya, namun cukup membuat para penonton untuk memutar otak saat menontonnya.

Ada baiknya membaca novelnya sebelum menonton film ini, selain karena penyederhanaan cerita. Juga ada beberapa teks terjemahan (subtitle) yang tidak ditampilkan dikarenakan permintaan dari beberapa pihak. Karena kelihatannya setelah film usai, sebagian penonton kelihatan cukup bingung. Hehehehe....

Aksi Nasional Blogger untuk Jogja

Posted on 2006-05-29 15:47:15. 1169 views.
AKSI BLOGGER INDONESIA UNTUK JOGJA

Gempa dengan kekuatan 6 SR telah menggoncang Jogjakarta pada tanggal 27 Mei 2006 yang lalu. Hingga saat ini estimasi korban meninggal telah mencapai 5000 orang, belum termasuk ribuan orang luka-luka, dan ribuan rumah rusak.

Akankah kita berdiam diri melihat saudara-saudara kita menangis? Sanggupkah kita makan dan tidur dengan nyaman selagi mereka--saudara kita--kelaparan dan kedinginan?

Marilah kita berhenti mengetik dikeyboard dan berhenti tertawa sejenak sambil merenungkan, jika kejadian ini terjadi pada kita ataupun keluarga kita. Mari kita tunjukkan, solidaritas kita mengalahkan jarak dan batasan apapun yang ada di depan mata.

Sisihkanlah beberapa lembar receh dari dompet teman-teman, yang Insya Allah, semoga akan dibalas dengan pahala yang berlipat ganda. Uang receh seharga sebungkus rokok, sejam billing di warnet, sekaleng minuman soft drink, berapapun itu jumlahnya jika kita gabungkan bersama pasti akan berarti.

Kami sangat mengharapkan partisipasinya. Silahkan klik banner diatas untuk informasi lebih lanjut. Terima kasih.

* Berduka cita sedalam-dalamnya atas gempa di Jogjakarta.
Semoga Allah melindungi kalian semua, saudaraku... Amin...

Site Search

Loading...

Ads

short url service Edward Forrer 30% Off Discount Wadezig! Internet Sehat I'm Going to PestaBlogger Dukung Startup Lokal - SparxUp Awards

Featured Contents

iPod Touch Experience Jailbreak iPod Touch iPhone OS 3.1 Telkomsel Indonesia dan iPhone 3GS Menggunakan Layanan PayPal Tanpa Kartu Kredit

Nike+

Facebook Connect

Connect with Facebook

Share