Are you currently viewing from mobile device? Switch to mobile version!

Adham Somantrie

Digital media communications. MBA student. Techie. Founder of siteo.us. Editor for MakeMac. And also a runner.

hi@adha.ms adhams @adhams @adham adhams Adham Somantrie Adham Somantrie

1 jam = Rp.1388, 2 jam = Rp.2230

I'm back! Adham Somantrie hadir kembali di tengah-tengah Anda. Beberapa hari yang lalu Audiovox Thera berdering sekitar jam 2 pagi, waktu itu aku lagi makan roti bakar di deket ITB. Ternyata cuma sms masuk, pengirimnya 888 lagi... Ah, palingan cuma promosi seperti biasa.

Ya, emang promosi seperti biasa, isi sms-nya gini, "Ajak Keluarga & teman Anda memakai Fren.Percakapan antar FREN dalam & luar kota sepanjang waktu,SATU JAM CUMA Rp 1388 (Prabayar) & Rp 1226 (Pascabayar).Info 888". Tapi coba perhatikan isinya, nelpon sesama operator sejam cuma Rp.1.388! malahan cuma Rp.1.226 kalo pake Fren postpaid. Wah, talktime esia mah lewat... bener ga?

Sesampainya di rumah, aku langsung tidur (cerita yang bagus sebenernya, aku langsung buka internet, gitu. Tapi udah keburu ngantuk, hehehehe). Ya paginya baru aku lihat di websitenya Mobile-8 mengenai tarif. Ternyata tarifnya semenit bukan Rp.23,13 (1388/60 = 23,133 bla bla bla, red.), tapi hanya Rp.14/menit (Rp.7/unit, 1 unit = 30detik). Nah bingung kan? Rp.14 x 60 menit kan Rp.840, bukan Rp.1388?

Ternyata yang terjadi adalah, tarif 1 menit pertama dibebankan Rp.550 (Rp.275/unit, 1 unit = 30 detik). Keliatan kan gimana pentarifannya? kalo mau nelpon cuma buat say hello, ya pasti gak kerasa hematnya. Cobain nelpon 1 jam, talktime esia mah lewat... Jadi kesimpulannya, Fren emang cocok untuk sesama Fren berpacaran, hahahaha...

Setelah dibandingkan dengan talktime esia (Rp.3.000 / jam, asumsi 1 menit Rp.3.000 / 60 menit = Rp.50/menit), maka perhitungan matematisnya (pake per menit aja yah, gak usah per unit, repot!) adalah : 50 x N = 550 + (14 x (N-1)). Dimana N adalah lama berbicara dalam satuan menit. Maka didapat angka N = 14,88. Ini berarti, Tarif hemat Fren (prepaid, prabayar, isi-ulang, whatever lah!) hanya lebih hemat untuk pembicaraan berdurasi minimal 15 menit.

Jadi, pilih mana? Fren ato esia? Fren dengan jangkauan seluruh Pulau Jawa dan bisa roaming namun dengan tarif normal seluler. Sementara Esia dengan tarif rumah tapi gak bisa keluar kota? Pilih sesuai kebutuhanmu!

13 Comments

Published on 2006-02-02 11:43:31. 3872 views.
Tagged in:

Siteous & Share Printer Friendly Version Download as PDF

Creative Inspire 2500 2.1

Termasuk dalam produk yang sudah tidak diproduksi lagi, sehingga sangat sulit untuk mendapatkannya. Di BEC saja tinggal 1 unit tersedia di Creative Zone, itu pun tidak dijual karena dipergunakan untuk display. Setelah mencari di Bhinneka.Com (spesifikasi produk) akhirnya barang ini ditemukan. Tapi apa yang terjadi setelah pemesanan? ternyata barang ini sudah out of stock! Untung pada akhirnya ditemukan di IndoWebStore walaupun tidak tercantum dalam brosur.

Kenapa mesti speaker ini? Ok, pertama karena faktor harga, sangat sulit untuk mendapatkan speaker berkualitas dengan harga di bawah 50$. (Speaker ini di pasaran berharga 35$). Creative seri Inspire tidak ada yang dibawah 50$ lagi selain seri ini. Kenapa mesti Inspire? kan masih ada seri Creative yang lain? Karena seri Inspire ini didesain oleh Cambridge SoundWorks (yang juga bikin speaker Creative seri GigaWorks).

OK, sekarang speaker ini akan menggantikan posisi Creative Inspire 2400 2.1 yang sudah lebih dahulu aku pakai, yang kini akan diwariskan kepada adikku. Nah, aku cuma membandingkan Inspire 2500 terhadap 2400. Secara teknis tidak terdapat banyak perbedaan, karena Inspire 2500 dibikin sebagai penerus Inspire 2400. Hanya woofernya lebih besar 4 watt (17 watt RMS) dibanding sebelumnya yang cuma 13 watt RMS. Sementara satellite speaker-nya masih 6 watt RMS masing-masing. Setelah dibandingkan dengan telinga, ya kurang lebih sama, kalopun ada perbedaan mungkin hanya karena sugesti barang baru. Hehehehe.

Dari bentuk fisik, woofer masih dengan dimensi yang sama, hanya saja kain penutup speaker yang dahulu hanya berbentuk kotak, kini lebih stylish dengan lekukan-lekukan. Satellite speaker yang dulu cuma kotak saja, kini berdimensi lebih memanjang vertikal, juga diberikan desktop stand. Sementara kain penutup speaker yang dulunya cuma berbentuk kotak datar, kini sudah tidak datar lagi, memiliki lekukan-lekukan yang mirip dengan woofer.

Dari semua speaker (yang mampu aku beli) speaker ini bener-bener cocok di telinga aku. Walaupun kemaren sempet pengen Creative Inspire 5100 5.1 yang cuma Rp.500.000,- namun sudah tidak ada sama sekali karena benar-benar sudah discontinue.

11 Comments

Published on 2006-02-09 10:41:02. 3552 views.
Tagged in:

Siteous & Share Printer Friendly Version Download as PDF

DVD-RW atau DVD+RW ?

Seperti yang kita ketahui, format DVD ada bermacam-macam, beberapa diantaranya adalah DVD-R/-RW (Minus) dan DVD+R/+RW (Plus). Mungkin banyak yang tidak mengerti, apa sih bedanya? Termasuk saya.

Ini bermula pada saat kemaren saya membeli media DVD(RW), dikarenakan kebutuhan media penyimpanan yang semakin membesar, maka diputuskan untuk membeli DVD(RW) untuk menggantikan CD-RW yang biasa dipakai untuk membawa data. Bahkan sisa 1GB di iPod Nano 2GB masih terasa kurang. Kebetulan saya membeli media tersebut di salah satu supermarket di Jl. Setia Budhi, Bandung. Berhubung DVD Writer yang saya pakai di rumah adalah Sony (juga CD Writer dan media CD-RW yang biasa saya pakai), maka diputuskan untuk membeli media DVD(RW) yang juga Sony.

Nah, ada 2 media yang ditawarkan, yaitu Sony DVD+RW (kemasan hijau) dan Sony DVD-RW (kemasan oranye). Nah, dimulailah kebingungan itu. Menurut logika saya, standar DVD-RW (minus) pasti lebih baik, karena pada jaman CD, hanya ada CD-RW (minus), tidak ada CD+RW (plus). Maka dapat diperkirakan bahwa standar plus adalah standar "perlawanan"! hehehehe. Keduanya sama-sama berkapasitas 4.7GB/120min dan single layer. Namun karena faktor harga dan kecepatan, akhirnya saya memilih DVD+RW. Dimana DVD+RW (Rp.25.800 , 1x-4x) lebih murah dan lebih cepat dari DVD-RW (Rp.27.xxx , 1x-2x). Disamping ternyata Sony berada dipihak DVD+RW.

Apa perbedaannya secara teknis? Internet dapat menjawab pastinya! Setelah ber-google dan browsing ke sana ke mari, maka di dapat jawabannya. Kira-kira seperti ini, standar plus tidak jauh berbeda dari standar minus. Namun, standar plus memiliki beberapa kelebihan, diantaranya adalah kecepatan yang lebih baik, juga lebih gampang digunakan (dapat di-eject secara instan tanpa perlu menunggu finalize formatting), dapat dibakar sebagian di PC dan sebagian di TV (mungkin maksudnya DVD-Recorder), dan sebagainya (ikuti link referensi). Hanya saja standar plus tidak didukung oleh DVD Forum.

Dan peperangan standar ini akan terus berlangsung. Kubu DVD+ mengembangkan Blu-Ray Disc (BRD), sedangkan pihak DVD- mengembangkan standarnya sendiri, High-Definition DVD (HD-DVD).

Referensi:
about.com: DVD+R and DVD-R Explanation
about.com : DVD Discs: +R Versus -R
DVD+RW Aliance
Sony Optical : DVD

13 Comments

Published on 2006-02-19 16:39:12. 5983 views.
Tagged in:

Siteous & Share Printer Friendly Version Download as PDF

Ads

Archive

2004SeptemberOktoberNovemberDesember

2005JanuariFebruariMaretAprilMeiJuniJuliAgustusSeptemberOktoberNovemberDesember

2006JanuariFebruariMaretAprilMeiJuniJuliAgustusSeptemberOktoberNovemberDesember

2007JanuariFebruariMaretAprilMeiJuniJuliAgustusSeptemberOktoberNovemberDesember

2008JanuariFebruariMaretAprilMeiJuniJuliAgustusSeptemberOktoberNovemberDesember

2009JanuariFebruariMaretAprilMeiJuniJuliAgustusSeptemberOktoberNovemberDesember

2010JanuariFebruariMaretAprilMeiJuniJuliAgustusSeptemberOktoberNovemberDesember

2011JanuariFebruariMaretAprilMeiJuniJuliAgustusSeptemberOktoberNovemberDesember

2012JanuariFebruariMaretAprilMeiJuniJuliAgustusSeptemberOktoberNovemberDesember

2013JanuariFebruariMaretAprilMei

2004 - 2013Full Archive

© 2003 - 2013, Adham Somantrie. Bandung and Jakarta, Indonesia.
Built with Bootstrap. Made on Mac.