Are you currently viewing from mobile device? Switch to mobile version!

Adham Somantrie

Digital media communications. MBA student. Techie. Founder of siteo.us. Editor for MakeMac. And also a runner.

hi@adha.ms adhams @adhams @adham adhams Adham Somantrie Adham Somantrie

Klaim Buku Tabungan Hilang

Saya memiliki rekening tabungan di Bank Mandiri. Kebetulan, buku tabungannya hilang entah kemana. Saya sendiri tidak terlalu ambil pusing dengan hilangnya buku tersebut. Karena masih ada kartu ATM yang dapat digunakan untuk transaksi dan penarikan tunai, walaupun untuk penarikan ada limitasi penarikan per hari. Sedangkan untuk penyetoran tetap dapat dilakukan tanpa adanya buku tabungan. Selama ini buku tabungan hanya saya pergunakan untuk logging histori transaksi, yang setelah hilangnya buku tersebut saya beralih menggunakan internet banking yang lebih efektif dan efisien.

Namun, karena ada kerusakan pada kartu ATM saya (sedikit retak/patah), saya berpikir bahwa seandainya saja kartu ATM ini hilang, maka saya tidak dapat mengklaim kartu baru karena tidak adanya buku tabungannya. Yang juga berarti bahwa segala kekayaan saya di bank tidak dapat diklaim. Lalu saya berkonsultasi dengan Customer Service Officer (CSO) Bank Mandiri. Menurut keterangan dari CSO tersebut, kehilangan buku tabungan tidak dapat digantikan dengan buku tabungan yang baru, namun nasabah dapat dibuatkan rekening baru tanpa perlu setoran awal dan seluruh dana yang ada di rekening lama akan dipindahkan ke rekening baru tersebut. Begitu juga dengan kartu ATM, akan diganti dengan yang baru sesuai dengan rekening tabungan yang baru.

Artinya, nasabah mendapat buku tabungan baru, kartu ATM baru, serta nomor rekening baru. Dengan perubahan nomor rekening ini berarti petaka bagi beberapa nasabah yang menggunakan rekeningnya untuk transaksi bisnis, karena mesti memberitahukan perubahan nomor rekening kepada para pelanggan dan relasi bisnisnya. Selain itu, juga berdampak pada account SMS banking dan internet banking. Jika nasabah tersebut mendaftarkan nomor rekening tersebut untuk auto-debit pembayaran, misalnya pembayaran telepon, atau uang kuliah, maka nasabah perlu mendaftarkan ulang nomor rekening barunya ke pihak yang bersangkutan. Repot bukan? maka dari itu, harap jaga baik-baik buku tabungan Anda. Lebih baik Anda kehilangan kartu ATM daripada buku tabungan.

Untungnya dengan alasan-alasan tersebut, saya akhirnya bisa mendapatkan buku tebungan yang baru dengan tetap menggunakan nomor rekening yang lama. Dikenakan biaya penggantian buku sebesar Rp.15.000.- yang langsung didebit dari tabungan. Kartu ATM yang lama juga masih bisa digunakan karena nomor rekening tidak berubah. Namun, ada resikonya: jika buku yang hilang tersebut ditemukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab, dan orang tersebut dapat menyalahgunakan buku tabungan tersebut, maka pihak bank tidak bertanggung jawab, resiko ini harus ditanggung sendiri oleh nasabah. Ya, karena buku tabungan tidak dapat diblokir layaknya kartu ATM. Karena penggunaan buku tabungan umumnya masih secara manual, tidak secara terkomputerisasi layaknya ATM.

Padahal buku tabungan juga memiliki nomor seri. Tetapi alangkah tidak efisien jika petugas teller bank memeriksakan nomor tersebut, karena hanya sangat sedikit terjadi kasus seperti saya ini. Atau mungkin di masa depan buku tabungan dilengkapi dengan kode garis (barcode), atau bahkan RFID?

10 Comments

Published on 2006-11-06 00:25:11. 15983 views.
Tagged in:

Siteous & Share Printer Friendly Version Download as PDF

FreeBSD PowerPC bukan untuk PowerBook?

Kangen juga ngoprek-ngoprek FreeBSD. Sayangnya, gak ada mesin yang bisa dipake buat ngoprek. Desktop Athlon64 dipake adek buat internetan, gak mungkin dia digangguin. Udah ditawarin pake PowerBook dulu selama komputernya kupake buat ngoprek, tapi dia gak mau, blom pernah pake Mac katanya. Ya sudahlah. Kemaren rencananya mau install FreeBSD di MacBook via BootCamp (kalo via Parallels sih udah), tapi MacBook-nya diwarisin ke adek yang di Jakarta karena aku dapet PowerBook G4 bekas Macnoto. Yah, apa daya pake PowerPC.

Setelah melihat-lihat situsnya FreeBSD, ternyata versi PowerPC sudah ditiadakan untuk rilis 6.1. Setelah dicari-cari, akhirnya ketemu juga .iso FreeBSD 6.0 versi PowerPC. Titip download ama Macnoto, sekalian di-burn-in sama dia. Makasih ya bang!

Untuk instalasinya, tentu dibutuhkan partisi baru. Nah, ini juga menjadi masalah, karena harddisk 80GB PowerBook cuma saya buat satu partisi saja untuk Mac OS X. Setelah berdiskusi dengan Macnoto via Yahoo! Messenger, akhirnya saya memutuskan untuk menggunakan software VolumeWorks, yang diklaim dapat mempartisi ulang harddisk Mac tanpa perlu mengorbankan data-data yang ada di dalamnya.

Ternyata saya tidak dapat mempartisi ulang harddisk saya. Ini disebabkan karena partisi yang akan saya resize adalah Start-Up Disk, yang mana proses repartition mengharuskan partisi yang ingin dimodifikasi harus di-unmount/dismount terlebih dahulu. Bagaimana bisa? kan sistem operasi yang sedang berjalan saja ada di partisi itu? tentu saja tidak dapat di-unmount. Wakakaka...

Berhubung waktu itu adalah beberapa hari menjelang lebaran, saya putuskan untuk menunggu pulang ke Dumai, secara saya akan bertemu adik saya (dan MacBook-nya) sehingga saya dapat mempartisi harddisk PowerBook saya dengan bantuan MacBook dengan cara mount harddisk PowerBook di MacBook menggunakan FireWire. Setelah sang PowerBook bertemu MacBook, maka proyek kembali dilanjutkan. Scam! VolumeWorks tidak berjalan dengan baik di MacBook (atau mungkin di seluruh MacIntel?). Apa karena VolumeWorks adalah software PowerPC yang belum Universal Binary? atau karena hardware MacBook tidak dikenali oleh software VolumeWorks? karena MacBook kan sudah menggunakan SATA.

Ya sudah, pilihan terakhir, minta bantuan sama PowerBook-nya Macnoto, dengan skenario yang sama dengan skenario MacBook tadi. Kemarin sore saya bertandang ke apartemennya Macnoto, lalu minta bantuannya untuk resize partisi harddisk PowerBook. Dan akhirnya berhasil membuat satu partisi baru berukuran 10GB untuk FreeBSD yang sudah lama menunggu.

OK! CD FreeBSD 6.0 PowerPC udah ditangan, dan partisi sudah disiapkan, sekarang saatnya dijalankan di PowerBook G4. Masukkan CD-nya, restart Mac, tahan tombol "C" selama boot agar Mac melakukan boot dari optical drive. Inisialisasi sistem FreeBSD lancar. Hingga masuk ke layar biru pembukaan instalasi FreeBSD. Namun saat keyboard digunakan, tidak ada respon sama sekali oleh sistem. Keyboard PowerBook G4 tidak didukung oleh sistem FreeBSD? berhubung lagi di tempatnya Macnoto, sekalian saja saya pinjam Apple Keyboard dari PowerMac G5-nya. Setelah memasang keyboard eksternal, lalu restart PowerBook dan boot dari SuperDrive. Hasilnya? tetap seperti yang sebelumnya.

Apakah FreeBSD 6.0 PowerPC memang tidak dapat diinstal di PowerBook G4? ataukah keyboard USB tidak didukung? Pakai keyboard PS/2? Jangan bercanda, tidak ada port PS/2 di PowerBook. Atau PowerPC yang dimaksud oleh developer FreeBSD ini adalah komputer PowerPC selain Mac?

Memang saya sudah mencoba Ubuntu LTS 6.06 for Mac secara live-CD. Ini lah yang membuat saya ingin menginstal FreeBSD di Mac. Dimana saat menggunakan Ubuntu di PowerBook saya tidak mengalami masalah dengan keyboard, trackpad, dan mouse eksternal, maka saya yakin sekali FreeBSD dapat berjalan di PowerBook ini. Mesin mana lagi yang mau saya korbankan untuk FreeBSD? sambil melihat laptop Pentium 3 (1.2GHz/RAM 256MB/ HDD 20GB/14"/CDROM) di pojokan kamar, bekas orang tua saya yang ingin dijual tapi sampai sekarang belum ada yang mau beli... Kita lihat saja nanti, kalo sampai sebulan ini belum laku, ya kita korbankan saja untuk FreeBSD 6.1, tapi versi i386, bukan PowerPC

7 Comments

Published on 2006-11-11 01:19:18. 4213 views.
Tagged in:

Siteous & Share Printer Friendly Version Download as PDF

Minimizing Effect Pada Mac OS X

Pada Mac OS X, melalui System Preferences - Dock, terdapat dua pilihan animasi untuk minimizing window, yaitu Genie (default) dan Scale. Ternyata ada pilihan ketiga, yaitu Suck. Pilihan ini hanya dapat diaktifkan secara manual melalui Terminal. Buka aplikasi Terminal.app, lalu ketikkan:

$ defaults write com.apple.dock mineffect suck

Lalu logout dan login kembali untuk mengaktifkannya. Atau bisa juga restart Mac Anda sekalian.

Untuk mengembalikan ke efek animasi semula, cukup buka System Preferences - Dock, lalu pilih salah satu dari dua animasi standar yang ada.

Minimizing Windows Animation Effect

PS: Saya mencoba hal ini pada Mac OS X Tiger 10.4.8, saya belum mencoba di versi sebelum 10.4.

4 Comments

Published on 2006-11-17 06:17:48. 2850 views.
Tagged in:

Siteous & Share Printer Friendly Version Download as PDF

GTC Primera LD750N

Sabtu (25/11) kemarin, saya bersama Indah membeli monitor LCD di BEC. Ya, sekarang sudah saatnya kita mulai masa transisi dari monitor CRT ke LCD atau Flat Panel. Di samping harganya sudah cukup terjangkau, teknologi monitor LCD saat ini sudah cukup matang. Tidak seperti generasi sebelumnya, yang memiliki kualitas yang tidak memuaskan. Kualitas monitor LCD saat ini sudah cukup memuaskan layaknya kualitas monitor CRT.

Saya membeli GTC Primera LD750N yang berukuran 17 inchi seharga Rp.1.770.000,- warna silver/black. Sementara Indah membeli LG Flatron L1752S seharga Rp. 1.760.000,- warna hitam. Memang seharusnya membeli layar dengan ukuran besar (minimal 17 inchi), karena memang layar yang luas dengan resolusi tinggi menambah kenyamanan dalam menggunakan komputer, selain selisih harga yang cukup kecil. Rata-rata monitor LCD berukuran 15 inchi berharga sekitar Rp. 1.500.000,- sementara yang berukuran 17 inchi hanya terpaut Rp. 200.000,- sampai Rp. 300.000,- saja. Tentunya jika anggaran memadai, alangkah bijaknya untuk memilih yang berukuran lebih besar tentunya. Atau mungkin berminat dengan GTC Primera berukuran 19 inchi widescreen? harganya sekitar Rp. 2.400.000,-

GTC Primera LD750N saya pilih karena desainnya yang baik dan bentuk "leher"nya yang fleksibel, tidak konvensional, disamping jarangnya monitor dengan warna selain hitam di pasaran. Selain itu monitor ini juga telah memiliki interface DVI-D disamping VGA (analog). Karena tidak ada monitor LCD 17" yang dibawah USD200 yang memiliki interface DVI selain GTC dan Acer. Saya telah menggunakan monitor ini dengan kedua interface tersebut, dan tentunya saya akhirnya memilih interface video digital (DVI) karena tidak perlu repot-repot lagi menyesuaikan posisi gambar dan fasa vertikal/horizontal. Menurut buku panduannya, monitor ini memiliki tingkat kontras 700:1 dan tingkat brightness 300cd/m2, serta response time 8ms. Ukuran pixel pitch, 0.264mm untuk horizontal dan vertikalnya. Saya tidak dapat memastikan angka-angka ini karena saya tidak memiliki alat ukur untuk membuktikannya.

Resolusi native (dan maksimal) monitor ini adalah 1280x1024 pixel. Masih dengan ukuran normal, bukan widescreen. Saat ini di pasaran sangat susah mencari display LCD widescreen dibawah 19 inchi. Sementara resolusi untuk ukuran 17" normal jarang ada yang di atas 1280x1024 pixel. Untuk ukuran 19 inchi normal saja, masih banyak yang memiliki resolusi 1280x1024. Walaupun untuk ukuran 19 inchi widescreen biasanya sudah mampu menampilkan 1440x900 pixel. Untuk ukuran 15 inchi, sama seperti versi CRT-nya, tetap di 1024x768 pixel. Padahal PowerBook G4 12" saya saja memiliki resolusi yang sama.

Pada paket pembeliannya, monitor ini dilengkapi dengan kabel VGA dan kabel DVI untuk hubungan ke VGA card, sebuah power adaptor, kabel power AC, dan buku petunjuk penggunaan. "Leher" monitor ini telah menyatu dengan unit monitornya, tidak terpisah seperti monitor pada umumnya. Untuk penyediaan daya, monitor ini menggunakan adaptor terpisah dari unit monitornya. Ukuran foot-print atau alas untuk monitor ini terbilang cukup besar/luas karena bentuk lehernya yang berbeda.

Sementara LG L1752S Indah, hanya dilengkapi dengan konektor VGA (tidak ada input DVI), dan tidak menggunakan power adaptor terpisah, arus AC langsung ke unit monitornya. Mungkin kalau ada kesempatan, akan saya bahas di lain waktu.

GTC Primera LD750N GTC Primera LD750N

17 Comments

Published on 2006-11-29 13:05:28. 8110 views.
Tagged in:

Siteous & Share Printer Friendly Version Download as PDF

Ads

Archive

2004SeptemberOktoberNovemberDesember

2005JanuariFebruariMaretAprilMeiJuniJuliAgustusSeptemberOktoberNovemberDesember

2006JanuariFebruariMaretAprilMeiJuniJuliAgustusSeptemberOktoberNovemberDesember

2007JanuariFebruariMaretAprilMeiJuniJuliAgustusSeptemberOktoberNovemberDesember

2008JanuariFebruariMaretAprilMeiJuniJuliAgustusSeptemberOktoberNovemberDesember

2009JanuariFebruariMaretAprilMeiJuniJuliAgustusSeptemberOktoberNovemberDesember

2010JanuariFebruariMaretAprilMeiJuniJuliAgustusSeptemberOktoberNovemberDesember

2011JanuariFebruariMaretAprilMeiJuniJuliAgustusSeptemberOktoberNovemberDesember

2012JanuariFebruariMaretAprilMeiJuniJuliAgustusSeptemberOktoberNovemberDesember

2013JanuariFebruariMaretAprilMei

2004 - 2013Full Archive

© 2003 - 2013, Adham Somantrie. Bandung and Jakarta, Indonesia.
Built with Bootstrap. Made on Mac.